0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Whatsapp 81238728886

Pusat Grosir Bibit Tanaman No 1 di Indonesia

Panduan Budi Daya Manggis (Garcinia mangostana L.)

Si Hitam Manis buah manggis adalah salah satu kekayaan lokal Nusantara. Buah eksotis ini pernah menjadi primadona, sampai mendapat julukan ratunya buah, berdampingan dengan durian yang dijuluki rajanya buah. Tetapi, sempat pula menurun pamornya dikalahkan buah-buah impor. Belakangan buah manggis mendapatkan kembali reputasinya sebagai sang ratu buah berkat khasiatnya yang ternyata luar biasa. Sekarang banyak petani buah kembali melirik potensi budi daya manggis.

Apakah Anda tertarik untuk ikut membudidayakan buah tropis nan eksotis ini? Berikut serba-serbi pengetahuan tentang buah manggis berikut langkah-langkah budi dayanya yang perlu Anda ketahui.

1. Sejarah buah manggis dan sentra pembudidayaannya.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.2a

Manggis sejatinya merupakan tanaman hutan rimba tropis. Diyakini merupakan tanaman asli kawasan Nusantara, mulai dari Semenanjung Malaya hingga Indonesia. Di Kalimantan Timur, Tengah, dan Selatan masih banyak pohon manggis yang ditemukan di hutan dan belum dimanfaatkan secara ekonomis. Dari wilayah-wilayah ini, manggis menyebar ke wilayah-wilayah lain di Asia Tenggara, seperti Filipina, Thailand, Myanmar, dan negara-negara Indocina. Sekarang tanaman ini juga dapat ditemukan di Amerika Tengah, Srilanka, Malagasi, Karibia, Hawaii, Australia Utara, Honduras, Madagaskar, India, dan Brazil.

Di Indonesia, sentra pembudidayaan manggis berada di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Barat (Jasinga, Ciamis, Wanayasa), Sumatra Barat, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. Varietas-varietas yang dikembangkan di Indonesia, antara lain, manggis kaligesing (Yogyakarta), manggis wanayasa (Jawa Barat), manggis marel (Bengkulu), ratu kamang (Sumatra Barat), dan ratu tembilahan (Riau). Di antara berbagai varietas tersebut yang menjadi unggulan paling utama adalah ratu kamang dan ratu tembilahan.

2. Potensi ekonomi tanaman manggis.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.3a

Tanaman manggis memiliki beberapa keunggulan. Pertama, tanaman ini multiguna. Selain dimanfaatkan sebagai produk makanan dan buah meja, buah manggis dapat dimanfaatkan pula sebagai bahan pembuatan produk kesehatan dan kosmetik. Meskipun tidak terlalu baik, batang pohon manggis dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan bangunan dan furnitur. Tetapi, kebanyakan memanfaatkan batang pohon manggis sebagai bahan kerajinan dan kayu bakar.

Nilai estetika buah manggis tergolong tinggi, itu sebabnya buah ini menerima julukan sebagai queen of fruit. Jika di pasar lokal Indonesia kita biasa menemukan buah manggis yang kurang menarik sehingga harganya cenderung murah, itu disebabkan praktik dumping kualitas, di mana manggis dengan kualitas terbaik biasanya dijual di pasar internasional, sementara di dalam negeri hanya dijual manggis dalam kualitas sedang sampai rendah (sisa ekspor).

Keunggulan lain buah manggis adalah bentuk, ukuran, dan tingkat kematangan yang relatif seragam, penanganan pascapanen cukup mudah, gangguan hama dan penyakit relatif sedikit karena pada dasarnya tanaman ini tahan hama dan penyakit, dan umur simpan buah relatif panjang (lebih dari 2 minggu). Adapun keuntungan membudidayakan manggis di Indonesia, antara lain, musim panen umumnya berbeda dengan negara-negara produsen yang lain serta sumber daya manusia dan lahannya masih cukup memadai.

Keunggulan-keunggulan tersebut menunjukkan adanya peluang dan potensi ekonomi yang cukup menjanjikan dari pembudidayaan tanaman manggis. Peluang tersebut, antara lain, terbukanya pasar global untuk ekspor, baik dalam bentuk buah segar maupun sebagai bahan baku industri (kulit buah) dan produk olahan. Namun perlu diwaspadai pula beberapa kelemahan yang menjadi tantangan dalam pembudidayaan tanaman ini.

Kelemahan dari pembudidayaan manggis adalah, pertama-tama, pertumbuhan tanaman ini lambat sehingga kemungkinan usaha pembudidayaan tanaman ini baru akan menerima balik modal dalam 11 tahun. Kemudian, kurangnya pemeliharaan dapat berakibat fatal pada rendahnya produktivitas. Selain itu, metode perbanyakan tanaman ini terbatas, daerah produksinya terpencar, proses panen memerlukan tenaga kerja yang intensif, dan kurangnya infrastruktur untuk rantai supply dan ekspor.

Ketahanan tanaman ini terhadap hama dan penyakit pun bukannya tanpa tantangan sebab tanaman ini memiliki musuh utama penyakit burik dan getah kuning yang, meskipun tidak mematikan, dapat menurunkan kualitas buah secara signifikan hingga hanya 4 – 13% produk yang layak ekspor. Rendahnya kualitas produk juga disebabkan penanganan pascapanen yang kurang tepat.

Kelemahan-kelemahan ini menimbulkan tantangan berupa ancaman pasar global dalam bentuk kompetisi dengan negara-negara produsen lainnya (Thailand, Australia, dan Cina) yang dapat menyuplai buah dengan kualitas lebih baik. Tantangan lain adalah munculnya berbagai produk olahan yang dihasilkan oleh berbagai negara, seperti Malaysia, Cina, Australia, dan Amerika Serikat. Tantangan-tantangan ini hendaknya menjadi pemicu untuk usaha pembudidayaan yang lebih baik agar dapat bersaing di pasar global.

Pasar terbesar bagi Indonesia adalah Taiwan. Negara-negara lain yang mengimpor buah manggis untuk berbagai keperluan, antara lain, Jepang, Brunei, Hongkong, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Belanda, Prancis, Swiss, dan Amerika Serikat. Peningkatan volume peluang pasar sekitar 10,7% per tahun.

3. Klasifikasi dan nama lain.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.4a

Klasifikasi tanaman manggis sebagai berikut.

Regnum         : Plantae

Divisio           : Magnoliophyta

Subdivisio      : Angiospermae

Classis            : Magnoliopsida/Dicotyledoneae

Ordo              : Malpighiales/Guttiferanales

Familia           : Clusiaceae/Guttiferae

Genus            : Garcinia

Spesies           : Garcinia mangostana L.

Di Indonesia, manggis memiliki nama-nama lokal, antara lain, manggu (Sunda), manggus (Lampung), manggusto (Sulawesi Utara), manggista (Sumatra Barat), manggih (Minangkabau), mangustang (Halmahera), manggis (Jawa). Adapun nama-nama asing manggis, antara lain, manggistan (Belanda), mangosteen (Inggris), mangostane (Jerman), mangustao (Portugis), mangustan (Hindi), mengop/mengut (Burma), mangostan (Prancis), dan mangusta (Malaysia).

4. Karakteristik dan morfologi.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.5a

Manggis merupakan tanaman buah berbentuk pohon hijau abadi (evergreen) dari daerah tropis. Tumbuh dengan baik dalam suhu panas atau hangat dan stabil. Tingginya minimal 6 meter dan dapat tumbuh terus hingga 25 meter. Akan tetapi, proses pertumbuhannya lambat. Termasuk dalam jenis tanaman tahunan yang masa hidupnya mencapai puluhan tahun. Berkerabat erat dengan kokam, asam kandis, dan asam gelugur, yaitu tanaman-tanaman rempah dapur yang sering digunakan dalam tradisi masakan India dan Sumatra Barat.

Tajuk pohon manggis rimbun. Batangnya berkulit hijau kotor hingga coklat dan bergetah kuning. Tegak, jelas, bulat (silindris), berkayu, dan bercabang simodial. Batang dan cabang cenderung tidak rata, banyak memiliki benjolan. Daunnya relatif besar dengan panjang rata-rata 12 – 25 cm dan lebar antara 4,5 – 10 cm, bahkan lebih. Bentuk daun oval memanjang (lonjong), ujungnya runcing memendek, pangkal daun tumpul.

Helaian daun tebal, liat, tepinya rata, tulang daun menyirip. Warna daun hijau, begitu pula dengan warna tangkai daun yang berbentuk silindris. Merupakan daun tunggal dengan duduk daun berhadapan atau bersilang berhadapan. Mahkota daun menyerupai setengah kerucut sehingga tampak indah.

Baca juga :

Tanaman ini termasuk tanaman berumah dua, artinya bunga jantan dan bunga betina dihasilkan oleh dua tanaman yang berbeda. Tetapi, bunga jantannya tidak berfungsi karena mengalami rudimenter (mengecil dan mengering). Buah selalu dihasilkan dari bunga betina yang berwarna merah muda secara apomiksis (tanpa proses penyerbukan). Masalah ini menjadi salah satu kendala dalam usaha perbaikan varietas melalui penyilangan.

Bunga betina bergaris tengah 5 – 6 cm, muncul 1 – 3 kuntum pada ujung ranting/cabang dan ketiak daun. Merupakan bunga tunggal yang berkelamin dua. Susunannya menggarpu. Ukuran bunga besar, kelopaknya tebal berwarna hijau, terdiri dari 4 helai. Kepala putik duduk (tetap), berjari-jari 5 – 6, besar, dan kelopaknya tetap. Benang sarinya mandul (staminodia), biasanya berkelompok di dalam tukal (kelopak). Putik bercabang 4 – 8 yang nantinya tetap melekat pada ujung buah menjadi kelopak buah setelah matang.

Buah pada umumnya berbentuk bulat pepat seperti bola yang tertekan, berkulit tebal, lunak, dan bergetah kuning. Ketika masih muda kulit buah berwarna hijau. Setelah tua atau masak, warna berangsur berubah mulai dari merah tua kehitaman hingga ungu kehitaman. Warna yang khas ini membuat buah manggis sangat mudah dikenali. Reproduksi buah terjadi secara aseksual (apomiksis), begitu pula dalam pembentukan biji yang termasuk dalam apomiksis obligat.

Rata-rata garis tengah buah antara 3,5 – 8 cm. Dinding buah pada bagian dalam kulit tebal, berdaging, warnanya ungu seperti warna kulit luar. Bergetah kuning. Memiliki kelopak bagian atas dan bawah. Kelopak atas terdiri atas dua susunan. Dua daun kelopak terluar berwarna hijau kuning, dua yang terdalam berukuran lebih kecil, bertepi merah, melengkung kuat, dan tumpul. Empat daun mahkota berbentuk telur terbalik, berdaging tebal, warnanya hijau kuning dengan tepian berwarna merah atau seluruhnya merah.

Bakal buah beruang 4 – 8. Daging buah merupakan arilod, seringkali bersalut lemak, tersusun atas beberapa segmen/juring. Jumlah juring dapat diperkirakan dari jumlah celah pada cupat (kelopak di bagian bawah buah). Rata-rata dalam satu buah terdapat 7 juring. Warna daging buah putih bersih, rasanya manis segar karena memiliki banyak kandungan air, dengan sedikit campuran rasa asam dan agak sepat.

Bijinya kecil, bulat, berwarna coklat, diameternya 2 cm. Dalam satu buah setidaknya ada 1 – 3 buah biji, tetapi kadang ditemukan pula 5 – 7 buah biji. Biji yang berukuran lebih besar memiliki ruas-ruas. Biji diselimuti selaput biji yang tebal dan berair (arilod), berwarna putih bersih, dan dapat dimakan. Tiap biji memiliki potensi untuk tumbuh. Namun demikian, biji manggis termasuk biji yang gagal tumbuh sempurna. Bersifat apomiksis obligat, terbentuk bukan dari proses fertilisasi. Biji apomiksis bisa berlangsung dari tiga jenis sel.

a. Sel telur haploid yang melipatkan diri menjadi diploid atau sel telur yang telah diploid karena induknya tetraploid atau sel telur diploid yang melipatkan diri menjadi tetraploid.

b. Sel polar (sel fusi) yang diploid atau tetraploid tergantung induknya.

c. Sel integumentum yang membungkus biji yang berbentuk diploid atau tetraploid tergantung induknya.

Manggis diduga mempunyai keanekaragaman genetik yang sempit. Diperkirakan di alam hanya ada satu klon dan sifatnya sama dengan induknya. Semua progeni mempunyai genotipe yang sama dengan induknya (true to type), tidak bervariasi secara genetik. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa tanaman manggis memiliki variasi morfologi yang luas, tetapi variasi genetiknya sempit, dan kekayaan nutfah terbatas. Keanekaragaman yang muncul mungkin disebabkan faktor lingkungan atau genetik akibat mutasi alami sejalan dengan sejarah tanaman yang telah berumur ribuan tahun.

Variasi morfologi tampak pada perbedaan ciri spesifik buah dan ukuran daun. Ada 3 klon utama, yaitu kelompok manggis berbuah besar, sedang, dan kecil. Kelompok berbuah besar, panjang daunnya lebih dari 20 cm, lebar daun lebih dari 10 cm, ketebalan kulit di atas 9 mm, diameter buah lebih dari 6,5 cm, berat buah di atas 140 gr, dan tiap tandan berisi satu butir buah. Kelompok buah sedang, panjang daunnya antara 17 – 20 cm, lebar daun antara 8,5 – 10 cm, tebal kulit 6 – 9 mm, diameter buah 5,5 – 6,5 cm, berat antara 70 – 140 gr, dan tiap tandan berisi 1 – 2 butir buah. Kelompok buah kecil, panjang daunnya kurang dari 17 cm, lebar daun kurang dari 8,5 cm, ketebalan kulit kurang dari 6 mm, diameter buah di bawah 5,5 cm, berat di bawah 70 gr, dan tiap tandannya berisi lebih dari dua butir buah.

Contoh variasi morfologi yang lain, misalnya, buah bertangkai pendek bentuknya elips, sementara buah yang bertangkai sedang bentuk buahnya agak bulat, dan buah yang bertangkai panjang bentuknya bulat sedikit lonjong. Rasio diameter antara buah yang berukuran besar dengan kelopak di atas 0,75, sedangkan rasio diameter antara buah yang berukuran kecil dengan kelopak 0,75 atau kurang. Variasi jumlah segmen ada yang bersegmen antara 4 – 8 dan 5 – 11.

Variasi bentuk cupat ada yang bulat dan elips. Adapula variasi warna kelopak, meliputi buah berukuran besar dengan dengan kelopak hijau dan tebal, buah berukuran besar dengan kelopak berwarna kuning kehijauan atau merah muda dan tipis, serta buah berukuran kecil dengan kelopak berwarna kuning kehijauan atau merah muda dan tipis. Variasi ketebalan kulit meliputi kulit tipis (kurang dari 5 mm), sedang (5 – 9 mm), dan tebal (lebih dari 9 mm).

Berikut contoh-contoh perbedaan ciri morfologi pada masing-masing varietas manggis unggulan di Indonesia.

a. Ratu Kamang.

Panjang tangkai buah lebih dari 2,5 cm. Bentuk buah bulat agak lonjong. Tinggi atau diameter buah 9,3 – 9,4 cm. Segmen buah antara 5 – 8. Stigma lobe bulat. Kadar air antara 81,54 – 84,73%. Getah kuning sedikit (kurang dari 8%). PDD 32,67%. Varietas ini memiliki keunggulan kulit buah yang mulus, getah kuning sedikit, termasuk dalam kategori Grade A/Mutu I, sesuai untuk penanaman di dataran tinggi.

b. Ratu Tembilahan.

Tangkai buahnya pendek (kurang dari 1,5 cm). Bentuk buah elips. Tinggi atau diameter buah 7,8 – 8 cm. Stigma lobe elips. Jumlah segmen 4 – 11. Kadar air 78 – 82%. Getah kuning sangat sedikit (kurang dari 2%). PDD 27,5%. Varietas ini memiliki keunggulan tidak bergetah kuning, tekstur daging buah padat, cocok untuk processing, dan sesuai untuk penanaman di lahan rawa.

5. Syarat tumbuh.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.6a

Manggis tumbuh dengan baik di dataran rendah antara 0 – 800 mdpl, pertumbuhan terbaik terjadi di ketinggian 500 – 600 mdpl, namun masih dapat menoleransi ketinggian hingga 1000 mdpl. Suhu udara optimal antara 23 – 32oC atau maksimal 35oC. Kelembapan udara 80%, curah hujan 1.500 – 2.500 mm/tahun atau 700 – 3.600 mm merata sepanjang tahun. Jenis tanah yang disukai adalah tanah gembur yang subur, mengandung pasir (misalnya, jenis tanah latosol), pH antara 5 – 7, dengan kedalaman air tanah 50 – 200 cm di bawah permukaan tanah.

Tempat penanaman sebaiknya agak terlindung dari sinar matahari dan angin kencang. Selain itu, tanaman ini memerlukan aerasi dan sistem drainase yang baik. Apabila lahan berlereng, hendaknya dibuatkan teras, tanggul, dan saluran drainase untuk mencegah terjadinya erosi pada lahan.

6. Pembibitan.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.7a

Manggis dapat diperbanyak melalui biji ataupun teknik-teknik perbanyakan vegetatif. Meskipun dapat diperbanyak dengan biji, tetapi teknik perbanyakan ini bukanlah teknik perbanyakan generatif karena biji manggis terbentuk secara apomiksis. Cara paling mudah mendapatkan benih dari biji yang berkualitas adalah dengan membeli dari penjual bibit yang terpercaya. Benih yang berkualitas berasal dari biji indukan yang sudah berumur 15 – 17 tahun. Benih yang dibeli dapat langsung disemaikan tanpa melalui proses stratifikasi. Simpan di tempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari langsung.

Apabila Anda memilih memanfaatkan biji langsung dari buahnya, pastikan buah yang Anda pilih benar-benar sudah tua, berisi 5 – 6 segmen dengan 1 – 2 segmen berbiji, tidak rusak, dan diambil dari pohon yang sudah berumur sedikitnya 10 tahun (sudah berproduksi). Biji yang berkualitas berat minimalnya 1 gr dan daya kecambahnya minimal 75%. Perhatikan pula bahwa viabilitas (daya hidup) biji manggis rendah dan cepat mengalami kemunduran. Jadi, setelah dikeluarkan dari buah harus segera dikecambahkan. Jika dibiarkan tetap berada di dalam buah, viabilitasnya dapat bertahan selama 3 – 5 minggu. Makin besar biji, makin baik kemungkinan pertumbuhan tunasnya.

Perbanyakan dari biji ini sangat penting dalam pembudidayaan. Bibit manggis yang diperoleh dari biji memiliki keunggulan batang yang tegak dan kekar sehingga arsitektur tanaman tampak baik, bentuk tajuknya ideal, produktivitas tinggi, serta tahan penyakit. Akan tetapi, karena pertumbuhannya lambat dan masa remajanya panjang, manggis yang diperbanyak dari biji harus menunggu waktu lama untuk berbuah, sekitar 8 – 15 tahun. Pohonnya juga cenderung tumbuh tinggi sehingga pemeliharaannya sulit dan biaya panennya tinggi.

Sekalipun demikian, perbanyakan bibit manggis melalui biji tetap diperlukan untuk menyediakan batang bawah bagi perbanyakan bibit dengan teknik sambung. Langkah-langkah perbanyakan bibit manggis dengan biji sebagai berikut. Setelah memilih buah yang tepat sesuai syarat buah yang baik untuk pembibitan, keluarkan biji. Bersihkan biji dari daging buah. Untuk memastikan biji bersih sama sekali dari sisa-sisa daging buah ada dua dua cara.

Pertama, rendam selama 12 – 24 jam dalam air, kemudian bersihkan biji dengan bantuan abu gosok. Cara kedua, rendam selama 1 minggu (2 hari sekali air diganti) hingga lendir dan jamur yang menempel pada biji terbuang. Dengan cara kedua ini, biji akan terkelupas dengan sendirinya. Cuci sampai bersih, lalu celupkan dalam fungisida Benlate atau semacamnya sebanyak 3 gr/L selama 3 – 5 menit. Fungsi perendaman ini adalah untuk mencegah serangan penyakit terhadap bibit manggis. Keringanginkan di tempat yang teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya tinggal 12 – 14%. Pilih biji yang tampak bernas untuk disemaikan.

Persemaian dapat dilakukan langsung pada bedengan atau di dalam polybag. Keuntungan persemaian dalam bedengan adalah makin banyak biji yang dapat disemaikan sekaligus. Tetapi kelemahannya, masih memerlukan pemindahan lagi ke dalam polybag pada umur tertentu untuk memudahkan penanaman di lahan permanen. Sementara, persemaian dalam polybag hanya dapat menampung 1 – 2 benih dalam satu polybag, tetapi dapat langsung digunakan setelah umurnya cukup.

a. Membuat bedeng persemaian.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.8a

Langkah pertama membuat persemaian dalam bentuk bedengan adalah membuat bedengan selebar 100 – 120 cm, jarak antarbedengan (jika memerlukan lebih dari satu) 60 – 100 cm. Olah tanah sedalam 30 cm. Campurkan pasir, tanah, dan bahan organik halus (pupuk kandang atau humus) dengan perbandingan 3 : 2 : 1 hingga merata. Pasang atap jerami atau daun kelapa dengan ketinggian sisi timur 150 – 175 cm dan sisi barat 110 – 125 cm. Buat lubang tanam berukuran 10 x 10 cm, kedalaman 0,5 – 1 cm, dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antarbaris 5 cm.

Tutup kembali benih yang sudah ditanam dengan tanah, lalu tutup bedengan dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. Sirami 1 – 2 kali sehari, beri pupuk urea dan SP-36 masing-masing 2 gr per tanaman setiap bulan sekali. Setelah bibit berumur satu tahun sampai 14 bulan, pindahkan ke polybag ukuran 20 x 30 cm yang sudah diisi dengan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang/kompos (1 : 1 : 1). Pelihara sampai bibit berusia 2 tahun dan siap ditanam atau dijadikan batang bawah bagi perbanyakan teknik sambung.

b. Persemaian dalam polybag.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.9a

Langkah pertama persemaian bibit dalam polybag adalah menyiapkan polybag berukuran 20 x 30 cm yang bagian bawahnya sudah diberi lubang kecil-kecil. Isi dengan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang/humus/kompos, perbandingannya 1 : 1 : 1. Gunakan tanah, pasir, dan pupuk yang sudah halus. Campur ketiga komponen tersebut hingga merata. Benamkan 1 – 2 benih sedalam 0,5 – 1 cm ke dalam campuran media tersebut. Siram hingga jenuh.

Letakkan polybag yang sudah diisi benih di tempat yang teduh atau pada bedengan yang sudah diberi pagar papan atau bilah bambu agar tidak roboh dan ternaungi. Sirami 1 – 2 hari sekali, beri urea dan SP-36 2 – 3 gr per polybag setiap bulan. Tambahkan pupuk kandang apabila media semai mulai berkurang. Pelihara secara rutin sampai bibit siap dipindahtanamkan. Pada umur 6 bulan sebenarnya bibit sudah dapat dipindah ke lahan yang luas dan terbuka, tetapi dikhawatirkan akarnya belum cukup kuat dan belum mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Umur yang ideal bagi bibit asal biji untuk dipindahtanamkan atau dijadikan batang bawah adalah 2 tahun.

Bibit dari biji memang bukan pilihan yang terbaik. Jika kita membeli bibit pun, sebagian besar merupakan hasil dari perbanyakan secara vegetatif. Ada beberapa cara yang dapat diterapkan, seperti stek, cangkok, tempel, sambung pucuk, dan penyusuan. Teknik okulasi dan cangkok tidak dianjurkan karena tingkat keberhasilannya kecil dan kualitas bibit yang dihasilkan sangat rendah. Kultur jaringan dari potongan biji punya potensi lebih baik, namun akarnya sulit tumbuh. Pertumbuhan akar dapat didorong dengan menanam tunas yang telah terbentuk dalam media pasir steril pada suku 20 – 25oC.

Teknik perbanyakan yang dapat direkomendasikan adalah dengan cara enten (sambung pucuk) dan penyusuan. Teknik-teknik ini paling terjamin keberhasilannya, lagipula penggunaan cabang untuk entres (batang atas) lebih hemat. Tanaman juga lebih cepat berbuah (mula berbunga dan berbuah dalam 5 – 7 tahun), pemeliharaan dan proses pemanenan pun lebih mudah karena tanaman tumbuh tidak terlalu tinggi. Di antara kedua metode ini, metode sambung celah lebih banyak berhasil daripada sambung sisi.

Batang bawah menggunakan semaian biji yang sudah berusia 2 tahun ke atas paling ideal atau diameter batangnya sudah sebesar 0,5 cm. Sementara, kulit batang masih berwarna hijau kecoklatan. Untuk entres atau batang atas, ambil dari pohon induk yang sudah terbukti unggul kualitas dan produktivitasnya, asal tanaman diketahui secara pasti identitasnya, sudah berproduksi, bebas hama dan penyakit, dan terawat dengan baik. Bagian yang digunakan adalah tunas ujung (pucuk) satu buku yang daunnya masih muda, tetapi batangnya sudah cukup keras, atau pucuk tunas samping dari cabang sekunder dan tersier yang daunnya mulai menua.

Akan tetapi ada kelemahan dalam penggunaan entres dari cabang tersier. Entres dari cabang tersier cenderung tumbuh condong, tidak tegak. Akibatnya, bentuk tanaman jadi tidak menarik dan pertumbuhannya sangat lambat. Kelemahan ini dapat diatasi dengan memilih entres yang posisinya berada di bagian tengah. Adapun produktivitas tanaman yang rendah dapat diatasi dengan jarak tanam yang rapat. Berikut cara perbanyakan bibit dengan teknik atau metode sambung pucuk dan sambung susuan.

c. Teknik sambung pucuk.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.10a

Siapkan bibit untuk batang bawah, potong setinggi 15 – 25 cm dari pangkal leher. Buat celah di ujung batang sepanjang 3 – 5 cm. Ambil batang atas dari tunas di bagian tengah, runcingkan bagian pangkalnya sepanjang 3 – 5 cm. Selipkan bagian runcing dari batang atas ke dalam celah dari batang bawah. Balut bidang pertautan dengan tali rafia mulai dari atas, ikat ujung-ujung balutan dengan kuat.

Tutup hasil sambungan dengan kantong plastik transparan, simpan di tempat yang teduh. Setelah 2 – 3 minggu, buka penutup dan biarkan bibit tumbuh selama 3 – 4 minggu. Balutan dapat dilepas setelah bibit sambungan berumur 3 bulan, pada saat ini bibit sudah mulai bertunas. Bibit sambung pucuk yang sudah berusia 6 bulan sejak penyambungan sudah dapat dipindah tanam ke lahan permanen. Selama proses penyambungan, perawatan rutin seperti penyiraman dan penyiangan dari gulma harus tetap dilakukan.

d. Teknik sambung susuan.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.11a

Siapkan batang bawah dalam polybag, letakkan di atas tempat yang lebih tinggi dari pohon induk yang akan diambil entresnya. Pilih satu entres yang diameternya lebih kecil atau sama dengan batang bawah. Sayat batang bawah berikut kayunya kurang lebih sepertiga sampai setengah diameter batang sepanjang 5 – 8 cm. Sayat cabang yang sudah dipilih untuk entres dengan cara yang sama. Satukan kedua bidang sayatan dengan balutan tali rafia.

Bibit susuan yang baru saja dipotong dan disatukan segera simpan di tempat yang teduh dengan penyinaran 30%. Biarkan selama 5 – 6 bulan sampai tumbuh tunas baru. Selama proses penyambungan, pelihara bibit dalam polybag secara intensif. Susuan dinyatakan berhasil jika tumbuh tunas muda pada entres dan terjadi pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali. Setelah 6 bulan sejak penyambungan, bibit sudah dapat dipindahtanamkan.

Baca juga :

7. Upaya percepatan tumbuh bibit.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.12a

Dalam pembahasan mengenai potensi dan masalah-masalah seputar pembudidayaan manggis telah disebutkan beberapa kendala yang berkaitan dengan sifat-sifat tanaman manggis sendiri. Salah satu masalah utama dalam pembudidayaan manggis adalah proses pertumbuhannya yang lambat. Lambatnya pertumbuhan manggis disebabkan oleh sistem perakarannya yang kurang baik. Manggis tidak punya rambut akar. Selain itu, kapasitas tanaman manggis dalam menangkap CO2 rendah sehingga menimbulkan gangguan dalam proses fotosintesis.

Agar proses pertumbuhan bibit dapat lebih cepat, langkah-langkah berikut dapat dicoba untuk diaplikasikan. Pertama, menggunakan teknik akar ganda. Cara ini mungkin agak sulit dilakukan, terutama bagi Anda yang baru belajar teknik-teknik pembudidayaan tanaman. Cara kedua adalah memanfaatkan fungi Mikoriza arbuskula (FMA). Diaplikasikan pada fase bibit, fungi ini dapat memacu pertumbuhan bibit manggis hingga 50% lebih cepat.

Keuntungan lain dari penerapan FMA pada bibit manggis selain meningkatkan serapan hara sehingga laju pertumbuhan tanaman meningkat, juga membuat tanaman resisten terhadap kekeringan, resisten terhadap patogen tular tanah, dan resisten terhadap logam berat. Cara yang terakhir adalah memanipulasi CO2 menggunakan sungkup plastik dan mulsa jerami. Cara ini mampu mempercepat pertumbuhan bibit hampir dua kali lipat dan mempercepat penyediaan batang bawah sampai 14 bulan. Aplikasikan pada fase benih.

Hal lain yang perlu diperhatikan agar bibit dapat tumbuh lebih cepat adalah menunggu umur bibit yang tepat untuk ditanam di lahan permanen. Memilih bibit di atas 2 tahun atau sudah mencapai tinggi 30 – 50 cm dan minimal sudah memiliki satu pasang cabang untuk ditanam di lahan permanen merupakan satu cara mempercepat proses pertumbuhan manggis. Lebih baik lagi apabila bibit dipelihara dahulu hingga tingginya 1 m atau lebih sebelum ditanam.

8. Persiapan lahan.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.13a

Pemilihan lahan untuk pembudidayaan manggis perlu memerhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air. Persiapkan lahan dengan melakukan pengolahan tanah. Pertama-tama, bersihkan lahan dari tunggul atau sisa-sisa tebangan tanaman sebelumnya. Buang semua pohon dan perdu yang tidak perlu. Singkirkan semak belukar, alang-alang, rumput liar, ataupun gulma. Bajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar. Pengolahan tanah ini sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan.

Tentukan jarak tanam yang ideal bagi tanaman. Manggis memiliki tajuk yang sangat rimbun sehingga jarak tanam antarpohon harus sangat diperhatikan. Penentuan jarak tanam juga memerhitungkan berapa banyak bibit yang akan ditanam sesuai luas lahan. Sebagai simulasi untuk penanaman bibit yang diperbanyak dari biji pada lahan seluas 1 hektar, jarak tanam yang ideal adalah 6 x 8 m (jumlah bibit 208 pohon/Ha), 7 x 7 m (jumlah bibit 204 pohon/Ha), 8 x 10 m (jumlah bibit 125 pohon/Ha), dan 10 x 10 m (jumlah bibit 100 pohon/Ha).

Jika bibit yang akan ditanam merupakan hasil perbanyakan dengan teknik sambung, jarak tanam tidak perlu terlalu luas karena pohon yang dihasilkan tidak sebesar pohon yang ditumbuhkan dari biji. Jarak tanam yang ideal untuk bibit dari teknik sambung adalah 5 x 5 m, 5 x 6 m, atau 6 x 6 m. Jarak tanam ini diukur dari titik tengah bakal lubang tanam. Pola tanam disesuaikan dengan bentuk lahan, yaitu pola segitiga sama kaki, diagonal, atau bujursangkar (segiempat).

Penentuan jarak dan pola tanam juga harus mempertimbangkan penanaman pohon pelindung. Tanaman manggis yang masih muda membutuhkan naungan setidaknya 50% dari terik matahari. Selain membuat naungan dari paranet yang dipasang pada pagar individu atau anyaman daun kelapa/jerami/alang-alang, dapat juga menggunakan naungan alami berupa tanaman penutup/pelindung.

Tanaman penutup atau pelindung yang baik dalam pembudidayaan manggis adalah pisang dan orok-orok (Crotalaria sp). Orok-orok ditanam di sekeliling lubang tanam setelah bibit manggis ditanam. Sedangkan pisang harus ditanam 2 bulan sebelum penanaman bibit manggis. Jarak tanam pohon pisang adalah 2,5 x 2,5 m. Artinya, untuk lahan satu hektar yang ditanami 100 bibit manggis diperlukan sekitar 1500 pohon pisang.

Pada tempat-tempat yang sudah ditandai, buat lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 50 cm untuk lahan subur dan 100 x 100 x 50 m untuk lahan miskin. Penggalian pertama hingga kedalaman setengah dari total kedalaman yang diperlukan, yaitu 25 – 30 cm. Letakkan tanah galian pertama di salah satu sisi lubang. Perdalam lubang tanam hingga mencapai total kedalaman yang diperlukan (50 cm) dan letakkan tanah galiannya di sisi yang berseberangan dengan tanah galian pertama.

Kering anginkan lubang tanam yang terbuka sedikitnya selama 2 minggu atau lebih baik lagi selama 15 – 30 hari agar semua mikroorganisme yang merugikan di dalam tanah mati dan gas-gas yang berbahaya di dalam tanah menguap. Sesuai dengan kebutuhan tanah, taburkan 500 gr ZA, 250 gr SP-36, dan 200 gr KCl atau 50 gr urea, 25 gr TSP, dan 20 gr KCl atau 800 gr pupuk fosfor dan kapur hingga 1/3 volume lubang tanam. Tutup kembali dengan tanah galian bagian bawah (galian kedua). Sementara itu, tanah galian bagian atas (galian pertama) dicampur dengan 20 – 30 kg pupuk kandang atau rasio perbandingan 1 : 1.

Jika penentuan jarak tanam sangat penting untuk aerasi di sekitar kebun manggis, hal lain yang juga penting adalah membuat drainase yang baik, terutama jika lahan belum memilikinya. Buat parit-parit di seputar kebun untuk tempat mengalirnya air sisa penyiraman agar tidak menggenangi lahan. Air yang tergenang sangat berbahaya bagi kesehatan akar karena menjadi tempat tumbuh yang ideal bagi berbagai jenis jamur parasit dan hama. Apabila Anda menggunakan sistem irigasi untuk mempermudah penyiraman, buat saluran-saluran irigasi sebelum penanaman bibit.

9. Penanaman bibit manggis.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.14a

Cara menanam bibit yang diperbanyak dengan teknik apapun sama. Pertama, sirami bibit di dalam polybag. Tujuan penyiraman ini agar media semai bibit dapat dilepaskan dari polybag dengan mudah tanpa merusak akar. Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau atau gunting yang tajam dan steril. Masukkan bibit tepat di tengah lubang tanam, timbun dengan tanah galian bagian atas yang sudah dicampur pupuk kandang sampai batas akar. Padatkan tanah perlahan-lahan. Jika bibit cenderung tumbuh condong, berikan penegak/ajir untuk membantu bibit tumbuh tegak. Sirami tanah hingga cukup lembap.

Beri mulsa dari sisa tanaman atau daun atau jerami setebal 3 – 5 cm di bawah tajuk agar kondisi tanah di sekitar tanaman tetap lembap. Pemberian mulsa selain mengurangi risiko kehilangan air akibat penguapan sehingga kelembapan tanah dan aerasi terjaga, juga dapat menekan tumbuhnya gulma. Pemberian mulsa ini sangat penting terutama selama batang tanaman masih kecil.

10. Perawatan tanaman manggis.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.15a

Merawat dan memelihara tanaman manggis meliputi langkah-langkah penyiraman, penyiangan dan penggemburan, penyulaman, pemupukan, pemangkasan, serta pemberantasan hama dan penyakit. Langkah-langkah tersebut sebaiknya dilakukan secara rutin dan memerhatikan kebutuhan spesifik tanaman. Berikut cara perawatan dan pemeliharaan tanaman manggis yang dapat Anda praktikkan dalam pembudidayaan tanaman ini.

a. Penyiraman.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.16a

Kecukupan air sangat penting bagi tanaman manggis pada masa awal pertumbuhan, fase pembungaan, dan pembuahan. Tanaman manggis yang masih muda memerlukan kecukupan air terus menerus, terutama untuk tanaman yang usianya masih di bawah 2 tahun. Pada masa ini penyiraman hendaknya dilakukan secara rutin 2 kali sehari pagi dan sore, terutama di musim kemarau. Di atas 2 tahun, interval penyiraman dapat dikurangi secara bertahap menjadi 1 – 2 kali sehari tergantung kondisi cuaca dan tanah. Di atas umur 5 tahun penyiraman rutin hanya diperlukan pada musim kemarau. Selebihnya, melihat kondisi cuaca dan tanah.

Apabila kondisi tanah sangat kering, sirami hingga jenuh. Menjelang fase pembungaan, tanaman justru memerlukan periode kering selama 2 – 3 minggu untuk memacu munculnya bunga. Waktu penyiraman dapat dikombinasikan dengan waktu pemupukan. Sistem penyiraman dapat menggunakan sistem irigasi tetes (untuk lahan komersial), saluran irigasi antarbaris tanaman (untuk lahan basah), atau menggunakan slang air dan gembor untuk lahan yang tidak terlalu luas.

b. Penyiangan dan penggemburan.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.17a

Hadirnya gulma dan tanaman-tanaman liar pengganggu dapat menjadi pesaing tanaman manggis dalam penyerapan unsur hara sehingga nutrisi tidak didapat secara maksimal. Dampaknya adalah pertumbuhan yang tidak normal. Ketika tanaman masih muda, lakukan penyiangan minimal dua minggu sekali secara manual tanpa alat bantu. Tujuannya untuk melindungi akar dari kerusakan. Jika tanaman sudah lebih kuat, waktu penyiangan dapat dikombinasikan dengan penggemburan dan pemupukan.

Seiring berjalannya waktu, penyiraman menyebabkan tanah di sekitar perakaran memadat. Penggemburan sangat penting untuk membalik tanah agar kesuburannya kembali. Tanah di sekitar tanaman sebaiknya digemburkan sedikitnya 2 kali dalam setahun. Penggemburan dapat dilakukan dengan cangkul sambil menyiangi tanaman liar di sekitar tajuk tanaman. Lakukan dengan hati-hati dan sebaiknya sterilkan dahulu cangkul sebelum melakukan penggemburan agar tidak menjadi vektor penyebaran penyakit tular akar.

c. Penyulaman.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.18ai

Dari sekian banyak bibit yang ditanam, beberapa mungkin akan mengalami ketidaknormalan. Pertumbuhan tanaman yang tidak normal dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan menyerap unsur hara atau nutrisi dan gangguan proses fotosintesis. Ketidaknormalan ini dapat terjadi secara genetis, sebagai akibat dari faktor alam/lingkungan sekitar lahan, atau akibat serangan dari hama dan penyakit.

Jika ada bibit yang gagal tumbuh atau mengalami ketidaknormalan dalam proses tumbuhnya, atau bahkan terserang hama dan penyakit dan kondisinya sudah sangat parah, segera ganti dengan bibit baru yang seumur dengan bibit yang akan diganti. Membuang tanaman yang sakit parah sangat penting agar tidak sampai menular ke tanaman atau bibit yang lain. Tujuan penggantian dengan bibit yang umurnya sama adalah agar tanaman dapat tumbuh seragam sehingga kelak dapat dipanen bersamaan.

Baca juga :

d. Pemupukan.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.19a

Jika menginginkan tanaman yang tumbuh sehat optimal, cepat berbuah, dan produktivitasnya tinggi, tentu tidak dapat melupakan tindakan pemupukan. Apalagi mengingat seiring berjalannya waktu, tingkat kesuburan tanah mungkin menurun akibat erosi yang ditimbulkan oleh penyiraman dan air hujan. Tidak hanya meningkatkan kembali unsur hara dalam tanah, pemupukan juga penting untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit. Ada kalanya pemupukan tambahan masih diperlukan sebagai pemacu munculnya bunga dan proses pembuahan.

Dalam pembudidayaan manggis, beberapa kombinasi pemupukan dapat diterapkan. Variasi jenis pupuk dan dosis yang digunakan disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Misalnya, dalam beberapa kondisi, pemberian pupuk NPK tidak memberi pengaruh apapun pada tanaman. Sementara, pada lingkungan lahan yang berbeda, justru lebih memerlukan pupuk NPK daripada jenis yang lain. Berikut beberapa kombinasi pupuk yang dapat diterapkan dalam pembudidayaan manggis.

  1. Kombinasi NPK dan pupuk kandang bergantian, diberikan secara intensif minimal 6 bulan sekali mulai sejak tanaman berusia 1 tahun. Cara pemberian dengan menaburkan pupuk dalam larikan sedalam 10 – 20 cm yang melingkar di bawah tepi terluar tajuk pohon.
  2. Dengan cara yang sama seperti cara pertama, namun jenis pupuk berbeda. Dosis dibagi dalam 4 kali pemberian dengan selang 3 bulan. Jumlah dosis per pohon menurut tabel berikut.dosis-pemupukan-manggis
  3. Kombinasi yang sama dengan cara pemupukan kedua, namun dosis berbeda, yaitu untuk tanaman berumur 1 – 5 tahun dosis per pohon meliputi pupuk kandang sebanyak 20 kg, urea 60 gr, SP-36 50 gr, dan KCl 25 gr. Di atas 5 tahun dosis ditambah menjadi 4 kali lipat. Interval dan cara pemberian sama dengan cara kedua.
  4. Kombinasi unsur N, P, K, dan Mg diberikan 3 kali dalam setahun, yaitu sebelum tanaman berbunga, pada masa pembentukan buah, dan setelah panen. Pupuk ditaburkan dalam larikan sedalam 30 cm di sekeliling tajuk. Dosis per pohon sebagai berikut.pemupukan-manggis
  5. Kombinasi urea, SP-36, KCl, dan pupuk kandang yang diberikan dalam larikan berdiameter seukuran tajuk pohon atau dimasukkan ke dalam lubang sekeliling batang dengan jarak antarlubang 100 – 150 cm. Kedalaman lubang/larikan 10 – 20 cm. Dosis per pohon sebagai berikut.
  • Umur 6 bulan diberikan campuran urea, SP-36, dan KCl dengan perbandingan 3 : 2 : 1 sebanyak 200 – 250 gr per pohon.
  • Umur 1 – 3 tahun diberikan campuran 400 – 500 gr urea, 650 – 700 gr SP-36, dan 900 – 1000 gr KCl (1 : 2 : 3).
  • Umur di atas 4 tahun diberikan campuran urea, SP-36, dan KCl dengan perbandingan 1 : 4 : 3 sebanyak 3 – 6 kg per pohon ditambah 40 kg pupuk kandang.

Mengingat tanaman manggis memiliki permasalahan dalam perakaran yang membuatnya lambat tumbuh, dalam kondisi tertentu perlu dipertimbangkan pula pemberian pupuk zeolit untuk merangsang tumbuhnya akar samping. Pemupukan dapat dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan penggemburan. Ingatlah untuk selalu mengakhiri tindakan pemupukan dengan penyiraman. Selain mempercepat penyerapan pupuk dalam tanah, penyiraman juga melindungi akar dari panasnya pupuk. Sebaiknya hindari pemupukan yang berlebihan, terutama dalam penggunaan pupuk kimia, sebab dapat mencemari tanah bahkan merugikan tanaman itu sendiri.

e. Pemangkasan/perampalan.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.20a

Pemangkasan bertujuan untuk memelihara tajuk agar tidak terlalu rimbun dan tanaman lebih cepat berbuah. Lakukan satu bulan sebelum masa berbuah, terutama pada saat munculnya bunga. Pangkas cabang dan daun yang berada paling dekat dengan dasar pohon, sisakan cabang yang menghadap ke atas atau ke arah matahari. Pangkas pula cabang dan ranting yang kering atau mati, kena hama dan penyakit, serta cabang yang tumbuh tegak (tunas air) yang pertumbuhannya sangat cepat. Untuk tindakan pemangkasan dengan tujuan ini sebaiknya dilakukan saat tanaman tidak berbunga atau segera setelah panen berakhir.

Tindakan pemangkasan/perampalan juga dilakukan pada ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam untuk menghindari infeksi. Usai pemangkasan, jangan lupa untuk melapisi luka bekas pemangkasan dengan ter atau parafin.

11. Pemberantasan hama dan penyakit.

Cara-cara penanganan hama dan penyakit memerlukan perhatian tersendiri karena merupakan topik yang sangat penting digarisbawahi. Tanaman yang diserang hama dan penyakit bukan hanya menurun produktivitas dan kualitasnya, namun juga dapat mengalami kerusakan parah dan kematian. Tentunya hal ini dapat menimbulkan kerugian besar dalam pembudidayaan manggis. Berikut beberapa jenis hama dan penyakit yang dapat ditemukan dalam pembudidayaan manggis serta cara penanganannya.

a. Hama.

1) Ulat daun (Stictoptera signifera dan Hyposidra talaca).

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.21a

Ulat pemakan daun adalah jenis ulat bulu yang menyerang daun yang masih muda. Serangan hama ini menimbulkan gangguan pada proses fotosintesis karena daun berlubang-lubang. Serangan yang parah menyebabkan tanaman gundul karena daunnya habis, terutama pada tanaman muda. Kendalikan dengan cara memperbaiki sanitasi lingkungan dan meningkatkan intensivitas pemeliharaan. Aplikasikan insektisida Bayrusil 250 cc atau Cymbush 50EC dengan konsentrasi 0,1 – 0,12% atau sejenisnya jika serangan terlalu parah untuk diatasi dengan cara-cara yang lebih alami.

2) Kutu api.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.22a

Hama ini menyerang tanaman pada fase berbunga dan berbuah. Gejalanya terlihat lubang-lubang kecil pada buah yang mengakibatkan keluarnya getah. Kulit buah jadi berbintik-bintik. Pengendaliannya dengan memberikan Carbaryl, Bayrusil, atau Supracide pada saat tanaman baru mengeluarkan bunga sampai pada masa terbentuknya buah muda.

3) Helopelthis antonii.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.23ai

Hama perusak buah ini mengisap cairan dari buah yang masih muda, menyebabkan getah kuning keluar dari kulit dan bagian dalam buah. Untuk mengatasinya dapat menggunakan insektisida sistemik berbahan aktif fenitrotionmothion, fenithion, metamidofos, dan methomil, seperti Bayrusil dan Agroline 0,2% atau Thiodan 0,02%.

Pilihan yang lebih alami dan ramah lingkungan adalah menggunakan pestisida botani yang dibuat dari tanaman Tislonia sp. atau dalam bahasa lokal disebut kipait/paitan. Cara membuatnya, tumbuk daun paitan secukupnya, rendam selama 24 jam dengan konsentrasi 25 – 50 gr/liter air.

Cara lain adalah memanfaatkan musuh-musuh alami serangga ini, seperti belalang mantis (belalang sembah), laba-laba, kepik Reduviidae, dan semut hitam (Dolichoderus thoacicus). Dapat juga menggunakan agen hayati Beauveria bassiana.

4) Thrips (Scirtothrips dorsalis dan Selenothrips rubrocintus giard).

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.24a

Sekalipun tidak mematikan, hama ini cukup serius menurunkan kualitas buah karena menimbulkan burik pada buah. Menyerang mulai dari fase kuncup bunga sampai terbentuknya buah. Tingkat serangan meningkat pada kelembapan dan suhu tinggi. Gejala awal serangan tampak pada warna kulit buah yang memudar menjadi keperakan, kuning pucat, sampai kecoklatan.

Timbul burik yang kasar seperti kulit buaya, mulai dari daerah sekitar kelopak buah atau bagian bawah buah, kemudian menyebar ke seluruh permukaan kulit buah. Serangan tingkat lanjut mengubah warna buah menjadi kehitaman mengilat, lalu berangsur menjadi hitam suram. Penampilan buah tidak menarik dan mengeras. Jika dibuka, daging buah berair dan lengket pada kulit.

Buah tidak berkembang sehingga ukurannya tidak normal. Untuk mengendalikannya, perbaiki sanitasi kebun dengan penyiangan, kurangi kerapatan tajuk dengan pemangkasan, pembalikan tanah di bawah tajuk dengan penggemburan sedalam 3 cm di daerah sekitar bagian bawah tajuk tanaman atau kanopi untuk memutus siklus hidup pupa di dalam tanah, pengasapan di bawah tajuk untuk mengusir imago, penggunaan mulsa jerami untuk mencegah tumbuhnya gulma di sekitar tanaman, dan penggunaan perangkap yellow fluorescent sticky trap.

5) Uret/uuk (Lepidiota stigma).

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.25a

Hama yang hidup di dalam tanah ini memakan pucuk akar tanaman hingga lama-kelamaan layu dan mati. Biasanya muncul di sekitar akar tanaman karena terbawa dari pupuk kandang yang kurang sempurna atau kurang bersih. Merupakan hama utama di lahan kering. Sebagai tindakan pencegahan, jaga selalu kebersihan lahan di sekitar tanaman dari gulma, pertahankan tingkat kelembapan tanah, dan taburkan insektisida berbahan aktif karbofuran 5 – 10 gr per lubang tanam sebelum proses penanaman bibit. Diamkan lubang selama dua minggu agar mendapat sinar matahari langsung. Setelah penanaman, tutup kembali dengan tanah galian yang sudah dicampur pupuk kandang atau kompos. Cara yang lebih efektif daripada penggunaan pengendali hama kimia adalah menggunakan cendawan parasitoid Metarhizium anisophiae dan nematoda entomopatogenik Steinernema.

6) Semut hitam dan semut rangrang.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.26a

Di samping kebiasaannya bersarang di dalam daun yang ‘dijahitnya’ hingga membentuk gulungan atau dalam batang yang dilubanginya, sebenarnya semut rangrang justru bermanfaat membasmi beberapa jenis kutu yang menjadi makanannya. Tetapi, selain mengundang burung datang ke kebun, serangga ini juga suka memelihara kutu yang menghasilkan cairan manis, seperti kutu putih. Kutu yang dipeliharanya inilah yang merusak tanaman. Adapun semut hitam lebih berpotensi merugikan tanaman manggis karena tidak hanya bersarang di batang pohon dan memelihara kutu penghasil cairan manis, semut hitam juga menyerang buah ketika sudah matang. Untuk mengusir semut, hama yang dipeliharanya harus diberantas. Taburkan kapur semut di sekitar tanaman atau pada batang pohon secara berkala.

7. Penggorok daun (Phyllocnistis citrella).

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.27a

Hama ini berpotensi menyebabkan hilangnya hasil karena menyerang sejak fase pembibitan. Gejala serangan adalah daun mengering akibat bekas korokan larva. Serangan yang berat menyebabkan daun muda tidak dapat berkembang sehingga proses fotosintesis tidak sempurna. Serangan paling parah terjadi di musim kemarau.

Liang korokan tampak berkelok-kelok di permukaan atas dan bawah daun, terutama di permukaan bagian bawah yang terlindung. Telurnya diletakkan di pucuk daun yang masih sangat muda dan lunak. Larvanya berwarna putih kekuningan, imagonya kecil berwarna putih keperakan.

Ukuran imagonya hanya sekitar 2,55 mm, tetapi larvanya pada tahap instar terakhir mencapai ukuran 5,3 mm. Selama masih memungkinkan, gunakan cara alami untuk mengatasi hama ini, yaitu memanfaatkan musuh alaminya, parasitoid dan predator. Ada 4 jenis parasitoid yang potensial mengendalikan hama penggorok daun, yaitu parasitoid dari ordo Braconidae, Eulophidae, Enrytomidae, dan Encyrtidae.

Salah satu yang dapat direkomendasikan adalah Ageniaspis sp dari famili Encyrtidae. Sementara untuk predator yang dapat direkomendasikan adalah dari famili Cecidomyiidae dan laba-laba. Untuk memelihara parasitoid, tanam bunga-bungaan atau refugia yang menjadi tempat hidupnya di sekitar kebun. Jauhkan kebun manggis dari tanaman jeruk.

Kombinasikan dengan pengendalian mekanis, meliputi pemangkasan daun yang diserang, kumpulkan dan musnahkah dengan cara dikubur atau dibakar. Jika serangan terlalu parah untuk ditangani secara alami maupun mekanis, aplikasikan insektisida sintetik berbahan aktif betasilfutrin, imidakloprid, metidation, dan diazinon 2 ml/liter air, volume penyemprotan 7 – 10 liter per tanaman.

8) Tungau (Tetranychus spp dan Brevipalpus sp).

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.28a

Hama ini menyerang hampir seluruh bagian tanaman, terutama daun dan buah. Ciri-ciri tanaman yang terserang hama ini adalah terdapat bercak keperakan atau kecoklatan (seperti perunggu) pada buah dan warna kuning atau coklat pada daun. Serangan pada permukaan daun menyebabkan kerusakan pada jaringan mesofil daun sehingga meningkatkan transpirasi tanaman.

Serangan pada buah mengakibatkan timbulnya bercak-bercak kecil pada permukaan kulit, buah menjadi kurang segar, dan kualitasnya menurun. Tungau merusak kulit buah dengan cara mengisap sel kulit buah sampai kering dan rusak, ditandai dengan warna kulit yang menjadi kusam dan tampak burik yang relatif halus.

Baca juga :

Dapat diatasi dengan pemberian akarisida berbahan aktif propargite (contohnya Antimit konsentrasi 2 cc/liter air atau 570 gr/liter air), cyhexation, dicofol, atau oxythioquimox. Cara pemberantasan yang lebih alami adalah pembungkusan buah dan memanfaatkan musuh-musuh alami tungau, seperti predator dari famili Phytoseiidae, Cunaxidae, Cheyletidae, Coccinallidae, dan Chrysophidae.

9) Tupai (Callosciurus notatus).

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.29a

Tubuh tupai berwarna kelabu sampai hitam pada bagian perut hingga kepala. Punggungnya berwarna hitam mulai dari pangkal hingga ujung. Tupai betina mampu beranak 8 kali. Hewan yang termasuk mamalia ini mengerat buah matang pada waktu siang maupun malam.

Ciri serangan tampak pada buah yang berlubang bekas gigitan pada bagian ujung. Satu ekor tupai mampu menghabiskan 2 – 3 buah manggis per hari. Sangat riskan untuk membasmi hama ini dengan racun kimia. Cara yang terbaik untuk memberantasnya adalah dengan berburu dan memasang perangkap.

20) Kutu putih (Pseudococcus spp).

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.30a

Hama ini dapat ditemukan bergerombol pada pangkal daun, buah, bunga, dan permukaan daun bagian bawah. Bertubuh kecil dengan lapisan lilin di seluruh permukaan tubuhnya. Hama ini mengisap cairan pada bagian-bagian tanaman yang diserang sehingga daun dan buah gugur.

Permukaan daun dan buah seperti dilapisi lilin berwarna putih. Kutu ini menghasilkan embun madu, tempat berkembangnya cendawan jelaga. Bagian tanaman yang terkena embun madu ini menjadi hitam. Hama ini juga menarik datangnya semut yang kemudian bersarang dan ‘memelihara’ kutu ini untuk mendapatkan embun madu sebagai makanannya.

Cara pengendalian hama ini adalah dengan memperbaiki sanitasi kebun, mengurangi tajuk tanaman, mengurangi tingkat kepadatan buah, pemberian kapur semut, pemanfaatan musuh alami (laba-laba dan lalat predator), serta penggunaan insektisida sistemik jika populasinya tinggi.

b. Penyakit.

1) Bercak daun.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.31a

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Pestalotia flagisettula, Gloeosporium sp, dan Helminthosporium sp. Gejalanya, muncul bercak tidak beraturan pada daun dengan pusat bercak berwarna abu-abu (Pestalotia), coklat (Helminthosporium), atau hitam pada bagian atas dan bawah daun (Gloeosporium). Cara pengendalian penyakit ini yang terutama adalah mengurangi kelembapan yang berasal dari tanaman pelindung (pemangkasan tanaman pelindung). Potong bagian-bagian tanaman yang terserang dan musnahkan agar tidak menjalar ke bagian tanaman yang lain. Aplikasikan fungisida Bayfidan 250EC atau Baycolar 300EC dan sejenisnya dengan konsentrasi 0,1 – 0,2%.

2) Busuk buah.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.32a

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Botryodiplodia theobromae. Gejala diawali dengan membusuknya pangkal buah yang kemudian meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram. Cara pengendalian dengan memperbaiki drainase, menjaga kebersihan kebun, membuang bagian tanaman yang sakit, dan pengaplikasian fungisida Benlate atau sejenisnya.

3) Hawar daun.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.33a

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Pellicularia koleroga. Tanda-tanda serangan penyakit ini adalah daun berubah menjadi kering kecoklatan. Perbaikan sanitasi, drainase, dan penerapan fungisida adalah cara-cara untuk mengendalikan serangan penyakit ini.

4) Kanker batang dan cabang.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.34a

Penyebab penyakit ini adalah cendawan Zignoela garcinae dan Botryophaerisa ribis. Gejalanya warna kulit batang dan cabang berubah, mengeluarkan getah. Batang dan cabang menjadi berbenjol-benjol. Penyakit ini cukup sulit diberantas. Usaha pengendaliannya, antara lain, memperbaiki drainase untuk mengurangi kelembapan, menjaga kebersihan kebun dengan rutin melakukan penyiangan, memotong dan memusnahkan bagian-bagian tanaman yang sakit agar tidak menjalar ke bagian lain atau menulari tanaman lainnya, dan pengaplikasian fungisida Benlate atau sejenisnya.

5) Jamur upas.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.35a

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Corticium salmonicolor. Gejala serangan berupa matinya cabang atau ranting akibat mengeringnya jaringan kayu. Pemberantasan penyakit ini dengan cara memotong cabang atau ranting yang terkena serangan, kerok kulit yang terkena serangan parah, kemudian oles bagian-bagian yang dipotong dengan cat atau ter. Aplikasikan fungisida berbahan aktif tridemorf seperti Calixin dan Derosal 60WP 0,1 – 0,2% atau yang sejenis.

6) Busuk akar.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.36a

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fomes noxious. Gejalanya akar membusuk berwarna coklat. Jamur ini tumbuh subur di lahan yang kelembapannya tinggi. Cara pengendalian dengan memperbaiki drainase, menjaga kebersihan kebun, pemangkasan untuk mengurangi kerimbunan di bagian bawah tanaman, rutin membalik tanah dengan penggemburan, memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang sakit, penggunaan alat-alat perkebunan yang steril, penyiraman desinfektan seperti kaporit di sekitar perakaran, dan pengaplikasian fungisida Benlate atau sejenisnya. Cara lain yang lebih ramah lingkungan adalah menggunakan agen hayati Trichoderma spp. Tutup luka pada tanaman dan akar dengan bubur bordeaux, parafin, atau carbolineum.

7) Mati pucuk (dieback).

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.37a

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Diplodia sp, Pellicularia salmonicolor, Corticium salmonicolor, dan Gloeosporium sp. Bagian tanaman yang diserang adalah pucuk ranting pada tanaman yang masih muda dan menyebabkan kematian pada bagian tanaman tersebut. Jika diperhatikan, ada bercak-bercak berwarna putih pada kulit  ranting yang berlapis-lapis menyerupai benang sutra.

Serangan fatal terjadi pada masa pembibitan, terutama saat curah hujan tinggi. Kurangnya pemeliharaan dan tingkat kelembapan yang tinggi menjadi faktor yang menyebarkan penyakit ini. Agar tidak semakin luas menyebar, perbaiki aerasi kebun dengan mengatur kembali jarak tanam dan melakukan pemangkasan. Buang bagian-bagian tanaman yang terinfeksi dan bakar. Semprotkan fungisida jika perlu.

8) Hawar rambut kuda.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.38a

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Merasmius equicrinis. Gejala serangan berupa munculnya benang berwarna coklat tua kehitaman mirip rambut kuda yang menutupi permukaan tanaman. Untuk mengatasi penyakit ini diperlukan perbaikan drainase dan sanitasi kebun, pemangkasan teratur untuk mengurangi kerimbunan dan membuang bagian-bagian tanaman yang sakit, serta penggunaan fungisida seperti Cobox atau Cupravit dan sejenisnya.

9) Hawar benang.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.39a

Penyebab penyakit ini adalah jamur Marasmius scandens. Gejala serangan berupa munculnya miselium jamur yang tumbuh pada permukaan cabang dan ranting membentuk benang putih yang dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun.

Jagalah selalu kebersihan kebun dengan rutin melakukan penyiangan dan penggemburan, pelihara sistem drainase agar selalu baik, pertahankan aerasi dengan rutin melakukan pemangkasan, dan buang daun-daun yang terserang lalu musnahkan.

10) Penyakit fisiologis getah kuning.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.40a

Penyebab penyakit ini adalah pecahnya dinding sel epitelium saluran getah kuning akibat tingginya curah hujan yang mengakibatkan kelebihan air, tekanan tugor yang fluktuatif sepanjang fase pembungaan dan perkembangan buah sampai panen, kekurangan unsur Ca, stress air, benturan antarbuah, teriknya sinar matahari, dan faktor genetik.

Gejala yang tampak adalah getah kuning (gamboge disorder), buah bening (transluscent flesh disorder), dan buah pecah. Gamboge disorder dan buah bening baru dapat diketahui apabila buah sudah dibuka. Kulit buah sebelah dalam (endocarp) mengeluarkan getah yang awalnya transparan lalu menjadi kuning.

Daging buah yang menjadi bening rasanya pahit getir. Kerusakan ini terjadi baik pada tanaman yang sudah matang maupun pada buah yang masih muda. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan cara menjaga kelembapan tanah tetap stabil (terutama selama periode berbunga sampai panen) melalui pengairan yang teratur rata-rata 50 liter air per pohon per hari khususnya di musim kemarau.

Penggunaan sistem irigasi tetes (untuk lahan komersial, pembuatan saluran drainase air di daerah yang tergenang, pemangkasan cabang dan ranting yang mati dan kering, penanganan panen dan pascapanen dengan hati-hati agar tidak terjadi benturan antarbuah, sanitasi kebun agar serangga yang membawa patogen getah bening tidak mendekat, dan menambahkan unsur hara Ca dan Mg pada saat pemupukan.

Aplikasikan pupuk berunsur N, P, dan K meliputi 1 kg urea, 0,5 kg TSP, dan 1 kg KCl, ditambah Ca1 (1,5 kg CaCO3) dan Ca2 (0,5 kg kiserit khusus pada pohon yang sakit.

Kombinasi pengairan dengan sistem irigasi tetes dan pemupukan dapat menurunkan penyakit fisiologis ini hingga 42 – 52% dan meningkatkan persentase buah bebas getah kuning sampai lebih dari 90%. Cara membuat sistem irigasi tetes sederhana adalah menggunakan drum plastik berkapasitas 100 liter.

Hubungkan dengan pipa PVC atau slang air yang sisi-sisinya dilubangi dengan jarum. Letakkan slang atau pipa melingkari tajuk tanaman, kedua ujungnya terhubung langsung dengan drum. Untuk penanganan penyakit getah kuning, isi drum dengan air yang dicampur pupuk NPKCa 0,2%atau 1,6 ons.

Pemasangan yellow fluorescent sticky trap mampu menurunkan persentase burik buah yang disebabkan oleh thrips dan tungau sebanyak 32,83% dan intensitas burik berkurang menjadi 5,99%. Cara ini juga dapat diterapkan untuk pemberantasan hama serangga jenis lain, terutama yang menyerang daun. Pasang perangkap ini di sekitar tanaman, 4 buah untuk setiap pohon dengan jarak ±30 cm sebelah luar kanopi/tajuk. Anda dapat membuat sendiri perangkap ini dengan bahan-bahan sederhana.

Pertama, siapkan bahan berupa seng dan tonggak kayu atau bambu setinggi 3 m. Bentuk seng menjadi silinder berdiameter 9,5 cm, tingginya 22 cm. Cat warna putih sebagai dasar agar warna tahan lama. Setelah kering, timpa dengan cat warna kuning kehijauan, sewarna dengan tunas daun manggis.

Setelah cat kering, pasang silinder pada tonggak dengan cara dipaku. Siapkan plastik OHP/mika transparan, oleskan lem tikus bening secara merata. Tempelkan plastik pada silinder menggunakan penjepit kertas, bagian yang diolesi lem di sebelah luar. Pasang perangkap di sekitar kanopi. Ganti plastik berlem sebulan sekali sambil melakukan sanitasi kebun.

Baca juga :

Insektisida dan fungisida umumnya diaplikasikan dalam bentuk larutan yang disemprotkan. Penyemprotan rutin dilakukan 6 bulan sekali dengan dosis sesuai rekomendasi sampai tanaman terbebas dari penyakit. Fungisida terutama diberikan setelah pemangkasan cabang untuk menghindari serangan jamur pada luka cabang.

Akan tetapi, fungisidan dan insektisida yang disemprotkan apabila mengenai buah dapat berdampak ke daging dan bagian bawah kulit buah sehingga mengeluarkan getah kuning atau putih dan tidak enak dimakan karena mengeras. Pengaplikasian pestisida sistemik dianjurkan diberikan melalui metode infus.

12. Proses pematangan buah dan panen.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.41a

Buah manggis yang pohonnya diperbanyak dari biji dapat dipanen setelah 8 – 10 tahun, sedangkan manggis yang diperbanyak secara vegetatif dapat dipanen setelah 5 – 6 tahun, atau paling lambat 7 tahun. Periode berbunga tanaman manggis biasanya pada bulan Mei – Januari. Bunga mekar (anthesis) dalam 25 hari sejak munculnya kuncup.

Buah manggis muda sebenarnya tidak memerlukan pemupukan untuk tumbuh. Proses pematangannya dimulai dengan berubahnya warna dari hijau pucat atau hampir putih di bawah kanopi menjadi hijau gelap setelah proses pembesaran dalam 2 – 3 bulan. Pada masa ini, ukuran buah meningkat hingga diameter luarnya 6 – 8 cm. Kulit tetap keras hingga proses pematangan akhir tiba.

Manggis muda yang masih berwarna hijau sudah dapat dimakan, tetapi rasanya sangat kecut. Perubahan warna dan pelunakan kulit menjadi proses alami yang menunjukkan pematangan buah. Artinya, buah sudah dapat dimakan dan benih telah selesai berkembang.

Ciri buah matang adalah kulit buahnya sudah berwarna ungu kemerahan atau merah kehitaman 50%. Buah benar-benar matang sempurna (matang pohon) kira-kira 120 hari setelah bunga mekar. Sebaiknya panen dilakukan segera sebelum buah matang pohon dan jatuh.

Untuk memastikan kapan waktu yang tepat memanen buah manggis, perhatikan indeks berikut.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.46

Buah sudah dapat mulai dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar. Standar kelayakan buah untuk dipanen berdasarkan periode pematangan sebagai berikut.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.47

Ciri kematangan dan kelayakan panen untuk tiap varietas mungkin memiliki sedikit perbedaan. Periode panen biasanya terjadi antara bulan November sampai Maret tahun berikutnya. Pohon yang baru berbuah pertama kali mungkin hanya dapat dipanen sekitar 5 – 10 buah per pohon.

Tetapi mulai panen kedua meningkat menjadi rata-rata 30 buah per pohon dan selanjutnya terus meningkat menjadi 600 – 1000 buah per pohon sesuai umur. Pada puncak produktivitasnya, satu pohon manggis dapat menghasilkan 2000 – 3000 buah per pohon. Apabila dalam satu hektar ditanam 100 pohon, maka hasil yang didapat total sekitar 200.000 butir atau 20 ton.

Buah manggis harus dipetik satu per satu karena matang tidak bersamaan. Potong pada tangkainya dengan pisau tajam atau gunting khusus. Untuk memudahkan pengambilan buah yang berada di bagian atas, gunakan tangga atau galah berpemotong yang sudah dilengkapi kantong untuk menangkap buah. Buah yang telah dipanen harus diangkut dengan hati-hati, tidak boleh sampai jatuh atau berbenturan karena dapat menimbulkan memar dan warna coklat pada kulit.

13. Pascapanen.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.42a

Setelah dipanen, kumpulkan di tempat yang teduh dan nyaman. Pisahkan yang rusak, kotor karena getah kuning, atau busuk. Sortir berdasarkan ukuran buah. Standar mutu atau kualitas buah manggis didasarkan pada SNI nomor 61 – 3211 – 1992.

Penilaian meliputi keseragaman warna kulit (mulai dari hijau kemerahan hingga merah muda mengilat), ukuran buah (berat buah yang dinilai dari jumlah buah per kilogram dan diameter), tingkat kesegaran (ditentukan berdasarkan warna kelopak yang masih hijau), keutuhan tampilan fisik buah (tidak cacat ataupun busuk), kadar kotoran yang menempel (termasuk ada tidaknya getah kuning yang menempel pada tangkai dan kulit buah), ada tidaknya serangga hidup ataupun mati di dalam buah untuk menentukan bebas hama atau tidak, dan warna daging buah. Perhatikan tabel.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.48

Penentuan ukuran diameter berdasarkan panjang garis tengah tegak lurus tinggi buah segar yang diuji dengan alat pengukur yang sesuai. Pisahkan buah sesuai standar. Penentuan buah busuk atau cacat berdasarkan pengamatan visual dan organoleptik. Jenis cacat atau busuk sebagai berikut.

  • Cacat cuaca dan mekanis, rusak memar, luka pada kulit dan daging akibat tekanan, benturan, dan getaran.
  • Cacat fisiologis, yaitu buah dengan tingkat kematangan sudah lanjut (terlalu matang).
  • Cacat karena hama dan penyakit atau tercemar serangga dan patogen perusak.
  • Busuk apabila daging atau kulit terlihat mengalami pembusukan yang dapat diidentifikasi secara visual.

Kadar kotoran diukur dengan cara menimbang contoh buah, melakukan pengamatan visual terhadap semua bahan bukan buah manggis segar yang tampak di permukaan buah, seperti tanah, potongan daun, atau benda-benda lain yang termasuk kotoran. Termasuk ada dan tidaknya getah kuning yang menempel pada kulit buah. Pisahkan kotoran dan timbang.

Penentuan tingkat kesegaran berdasarkan pengamatan visual terhadap kondisi kulit. Hitung jumlah satuan buah yang kurang segar dan persentase jumlah satuan buah yang kurang segar terhadap seluruh sampel. Ada dan tidak adanya serangga hidup ataupun mati ditentukan berdasarkan pengamatan visual pada buah dan kemasan.

Simpan dalam ruangan bersuhu 4 – 6oC agar tetap segar selama 40 – 49 hari atau 9 – 12oC agar dapat bertahan selama 33 hari. Pembekuan dapat memberikan masa simpan yang lebih lama. Syarat buah yang boleh dibekukan adalah dipanen pada indeks nomor 5.

Buka buah dengan memotong separuh kulit untuk memastikan bahwa daging dalam keadaan baik dan tidak ada serangga hidup ataupun mati di dalamnya. Lekatkan kembali dengan selotip. Bekukan dalam suhu -27oC. Buah manggis yang dibekukan dapat bertahan dalam penyimpanan sampai 16 bulan.

Untuk pasar lokal, buah manggis dapat dikemas dalam keranjang rotan atau bambu (jarak dekat). Untuk pengiriman ke luar pulau, kemas buah dalam peti kayu, keranjang plastik, atau kotak karton. Hindari kerusakan dengan tidak mencurahkan buah. Untuk penjualan di pasar swalayan, pengemasan buah satu per satu dalam net/jaring dan baki styrofoam akan lebih menarik.

Untuk pasar ekspor, pengangkutan memerlukan kendaraan bersistem pendingin. Buat klasifikasi mutu (grading) sesuai panduan. Bersihkan permukaan kulit buah dengan kain halus secara saksama sebelum dikemas. Pengemasan dalam keranjang plastik, kotak karton berventilasi, atau styrofoam. Agar buah tidak sampai berbenturan satu sama lain, bungkus satu per satu dalam kubus karton atau jaring polistyrene. Masukkan ke dalam kotan yang sudah diberi sekat pemisah antarbuah. Tinggi tumpukan maksimal 3 – 4 lapis.

Pilihan kemasan dapat dibuat berdasarkan kesepakatan dengan pembeli. Syarat utama kemasan adalah kuat dan kokoh, bersih, kering, dan berventilasi. Bagian luar kemasan harus mencantumkan berat bersih isi dan berat bersih kemasan. Kotak karton biasanya memiliki berat bersih 2 kg, sementara keranjang plastik memiliki berat bersih 10 kg. Satu partai/lot maksimum berisi 1000 kemasan.

Khusus ekspor biasanya penetapan standar mutu tidak berhenti pada produsen. Buah manggis yang diekspor harus lulus pengujian standar oleh seorang penguji berpengalaman, terlatih, dan terikat badan hukum yang berwenang melakukan pengujian. Pengambilan sampel untuk pengujian dilakukan secara acak. Caranya sebagai berikut.

  • Dari 1 – 5 kemasan, diambil 5 sampel.
  • Dari 6 – 100 kemasan, diambil 7 sampel.
  • Dari 101 – 300 kemasan, diambil 9 sampel.
  • Dari 301 – 500 kemasan, diambil 10 sampel.
  • Dari 501 – 1000 kemasan, diambil semua.

Dari setiap kemasan diambil 3 kg secara acak kemudian dicampur. Kemasan yang beratnya kurang dari 3 bungkus diambil contohnya minimal dari 2 kemasan. Dari 3 kg jumlah buah yang terkumpul, diuji secara acak.

14. Kandungan nutrisi.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.43a

Kandungan nutrisi per 100 gr buah manggis porsi makan sebagai berikut.

  • Kalori : 60 – 63
  • Serat : 5,0 – 5,1 gr
  • Kadar air : 80,2 – 84,9 gr
  • Abu : 0,2 – 0,23 gr
  • Protein : 0,50 – 0,60 gr
  • Kalsium : 0,01 – 8,0 mg
  • Lemak : 0,1 – 0,6 gr
  • Fosfor : 0,02 – 12,0 mg
  • Asam askorbat : 1,0 – 2,0 mg
  • Besi : 0,20 – 0,80 mg
  • Total karbohidrat : 14,3 – 15,6 gr
  • Tiamin : 0,03 mg
  • Total gula : 16,42 – 16,82 gr

15. Kandungan zat dalam buah manggis dan khasiatnya.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.44a

Tanaman manggis dikenal sebagai tanaman yang multiguna. Batang pohonnya dapat dijadikan bahan bangunan dan furniture, meskipun tidak begitu baik dibandingkan jenis-jenis kayu keras yang lain. Lebih sering digunakan sebagai bahan kerajinan dan kayu bakar. Kulit kayunya dapat digunakan sebagai bahan ramuan tradisional penyakit perut.

Bagian tanaman manggis yang paling banyak mengandung manfaat adalah kulit buah. Kulit buah manggis mengandung zat kimia xanthonin yang bersifat antibiotik. Fungsi lain dari kulit buah manggis adalah dapat digunakan sebagai bahan pembuatan cat hitam antikarat yang tahan cuci, pewarna tekstil, dan pewarna makanan. Jika tumbukan kulit manggis dioleskan pada tangkai manggar (seludang/bunga kelapa) yang akan disadap dapat merangsang keluarnya cairan nira lebih banyak.

Daging buah manggis dapat dimakan langsung, menjadi buah meja yang lezat. Cara menikmati buah manggis adalah belah dua kulit manggis dengan hati-hati hingga dapat dikeluarkan isinya. Langsung dimakan dalam bentuk segar. Dapat juga diolah menjadi buah kaleng, jus, dan sirup/sari buah.

Kulit buah manggis mengandung aktivitas antiinflamasi dan antioksidan yang tertinggi di dunia. Secara tradisional, air rebusan kulit manggis dijadikan ramuan tradisional pengobat sariawan, wasir, dan luka. Sifat kimia permukaan bawah kulit manggis terdiri dari berbagai polifenol, termasuk xanthones dan tannin yang menghasilkan astringent, zat yang menghambat perhatian serangga, jamur, virus, bakteri, hewan pemangsa pada saat buah belum matang.

Kandungan kimia kulit manggis meliputi xanthones, mangostin, garsion, flavonoid, dan tannin. Metabolit sekunder utama kulit buah manggis adalah inti xanthones. Xanthones merupakan derivasi dari campuran senyawa polifenolic yang mempunyai aktivitas biologi signifikan dalam sistem in vitro. Antioksidannya 100 kali lebih baik daripada vitamin A, C, dan E. Dijumpai lebih banyak pada pericarp (superantioksidan). Sebagian besar xanthones dapat ditemukan dalam tumbuhan tingkat tinggi dari empat suku: Guttiferae, Moraceae, Polygalaceae, dan Gentianaceae.

Ada lebih dari 60 senyawa xanthone, 50 di antaranya ada di kulit manggis. Di antaranya: garcinone A, B, C, D, E; 8-deoxygartanin; 1-isomangosteen; 1-isomangosteen hydrate; alphamangostin; gammamangostin; garcimangosone A, B, C; gactanin; dimethylcalata-xanthone 3-isomangosteen; BR-xanthone-A; betamangostin; mangostenol; mangostenone A; xanthones 2, 3, 4, 6-penthahydroxy benzophenone (malacurin); trapezifulixanthone; dan caloxanton. 3 xanthones berhasil diisolasi dari buah manggis, di antaranya mangostenon C, D, dan E. 18 xanthones dapat diisolasi dari buah manggis utuh.

Alpha dan betamangostin menunjukkan aktivitas antioksidan. alphamangostin terbukti dari pengujian menggunakan ferritosiamat mengurangi densitas oksidasi lipoprotein (LDL) oleh copper atau radikal peroxyl. Beberapa penelitian telah disusun untuk mempelajari aktivitas antikanker dari xanthones yang diisolasi dari buah dengan objek kanker hepar, payudara manusia SKBR3, dan sel leukemia.

Kulit buah manggis selama ini dikenal sebagai peluruh haid, obat sariawan, penurun panas, pengelat (astringent), dan obat disentri. Antosianin yang memberikan warna ungu pada kulit dapat digunakan sebagai alternatif pewarna alami makanan dan tekstil. Kulit secara in vitro mempunyai aktivitas antiplasmodium falsipanum, antibakteri, dan antioksidan. Mampu menginduksi apoptosis pada sel leukemia. Aktivitas antioksidan dari ekstraks dan isolat xanthones menunjukkan bahwa aktivitas radikal 2,2-difenil-1-pikrilazin (DPPH) dapat dihambat.

Garcinone E potensial terhadap efek sitotoksik pada sel line kanker hepatoseluler, konsentrasi antara 0,1 – 5,4 µM. IC50 61 – 159 µg/mL menunjukkan efektivitas antileukemik, antialergi, dan antiinflamasi. Mangostin menghambat anafilaksis sistemik, merupakan imunositoadheren pada marmut dan tikus, dan penghambat primer dan sekunder pada tikus yang diinduksi arthritis.

Xanthones dan ekstrak kulit merupakan antibakteri, antijamur, dan antivirus. Berdasarkan penelitian terhadap sifat antibakteri dan antijamur dari alphamangostin dan 4 turunannya, terbukti bahwa bakteri Salmonella aureus, P. aeroginosa, Salmonella typhimunium, dan Bacillus subtilis sangat rentan terhadap xanthones. Proteus sp, Klebsiella sp, dan Escherichia coli terbukti cukup rentan.

Demikian pula Trichophyton mentagrophytes, Microsporum canis, Aspergilus niger, Aspergilus flafus, Penicillium sp, Fusarium roseum, dan Curvularia lunata, cukup rentan. Sementara jamur Epidermophyton floccusum, Alternaria solari, Mucov sp, Rhizopus sp, dan Cunninghamella echimulata terbukti rentan.

Beberapa xanthones yang diisolasi dari kulit menunjukkan efek antimalaria in vitro terhadap Plasmodium falciparum. Alphamangostin sebesar 17 µM dapat melawan virus malaria ini. Secara menyeluruh, kulit buah manggis yang diekstraksi dipercaya dapat menyembuhkan 70 macam penyakit, mulai yang ringan sampai berat. Ekstrak kulit manggis diolah menjadi suplemen, bahan pembuatan kosmetik, pewarna alami, dan sebagainya.

Cara mengekstraksi kulit manggis sebagai berikut. Keringkan dan hancurkan kulit buah manggis hingga menjadi serbuk. Siapkan 1,0 kg serbuk kering, ekstraksi dengan metanol absolute selama 1 jam dalam temperatur ruang/kamar.

Saring dan pekatkan untuk membuang pelarutnya pada temperatur 75oC selama 4 jam hingga diperoleh 250 gr ekstrak metanol. Simpan pada temperatur 4oC. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol dapat mencari dan menghambat radikal DPPH serta menghambat kontraksi dari toraks tikus yang diinduksi histamin dan serotonin.

Berbagai kandungan dalam buah dan kulit manggis ini menunjukkan sifat analgesik, antipatogenik, antifungal, antidiabetik, antiviral, antiaging, antitumor, antiparasitik, antilipidemik, dan antiinflamasi. Terbukti bahwa buah eksotis ini memiliki aspek luar biasa bagi kesehatan, terutama dalam pengobatan dan perawatan psoriasis, stroke, kanker, katarak, osteoporosis, infeksi kulit, iritasi usus besar, diet, parkinson, hipertensi (darah tinggi), kardiovaskular (jantung), diabetes, migrain, pengerasan arteri, fibromyalgia, arthritis, maag, kurang energi, diare, dan dapat menstimulasi pertumbuhan sel darah merah.

16. Potensi perbaikan hasil pemasaran.

panduan-lengkap-budidaya-manggis-untuk-pemula.45a

Setiap usaha tentunya mengharapkan hasil. Anda yang membudidayakan manggis dengan tujuan komersial tentunya mengharapkan keberhasilan memperoleh pasar yang terus meningkat. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan keberhasilan dalam pemasaran produk buah manggis yang Anda budi dayakan.

  1. Memperluas dan memperbesar permintaan pasar dengan meningkatkan nilai tambah produk, seperti pengolahan menjadi produk industri makanan/minuman kalengan atau dalam bentuk baru yang dapat diekspor ke luar negeri.
  2. Perbaikan standarisasi dan grading sesuai selera, preferensi, dan kemampuan.
  3. Pengaturan kebijakan dan kegiatan pemasaran agar produk dapat mengalir secara kontinu berdasarkan waktu, jumlah, tempat, dan selera yang tepat sesuai preferensi konsumen.
  4. Membentuk kelompok tani dan gabungannya untuk mempersingkat rantai distribusi sehingga harga yang diterima petani lebih tinggi, sementara harga yang harus dibayar konsumen lebih rendah.

Demikian serba-serbi seputar tanaman manggis dan langkah-langkah pembudidayaannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mencoba membudidayakan buah eksotis ini.

Untuk mendapatkan bibit tanaman manggis yang baik, Anda dapat mengunjungi laman kami di www.higarago.com atau langsung berkunjung ke kebun pembibitan kami di Dusun Gulunan rt02/rw02, Desa Kaliboto, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah, 57752. Kami menyediakan bibit tanaman manggis siap tanam baik untuk penjualan satuan maupun secara grosir dengan harga yang bersahabat.

Kami juga melayani pembelian secara online berikut pengiriman langsung ke alamat tujuan. Di samping bibit tanaman manggis, kami juga menyediakan berbagai bibit dan benih tanaman perkebunan ataupun tanaman buah kegemaran dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan dan berbagai keperluan penunjang keberhasilan Anda dalam bercocok tanam buah-buahan, seperti pupuk dan obat-obatan, juga alat-alat perkebunan.