0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Whatsapp 81238728886

Pusat Grosir Bibit Tanaman No 1 di Indonesia

Menanam dan Merawat Mangga Mahatir di Rumah

Mangga masih menjadi favorit banyak orang. Tidak hanya buahnya, pohonnya juga banyak ditanam sebagai penghijauan sekaligus tanaman kegemaran. Banyak sekali mangga varietas baru dan unggulan bermunculan. Ini ada satu lagi yang sebenarnya sudah lama ada di Indonesia, tetapi masih belum banyak dikenal karena memang belum ada yang membudidayakannya secara massal.

Kebanyakan orang menanamnya hanya sebagai koleksi. Bibitnya pun didatangkan langsung dari negaranya lewat para pekerja imigran yang kebetulan bekerja di negara tersebut.

Mangga apakah itu? Namanya mangga mahathir. Di Indonesia dikenal dengan sebutan mangga esmo. Tidak diketahui pasti mengapa namanya mahathir, apakah ada hubungan langsung dengan mantan perdana menteri di Malaysia itu atau tidak, ataukah hanya sekadar inspirasi atau kebetulan varietas ini ditemukan pada masa kekuasaan beliau.

Hal yang jelas adalah varietas mangga unggulan asal Kinabalu, Malaysia ini punya ukuran yang luar biasa besar. Tidak hanya buahnya, pohonnya pun memiliki ciri fisik yang sedikit berbeda dengan pohon mangga pada umumnya.

Bagi Anda yang berminat mengoleksi tanaman mangga unik ini, cara menanam dan merawatnya tidak sulit. Tidak jauh berbeda dengan penanaman dan perawatan jenis-jenis mangga lainnya. Anda dapat menanamnya di lahan perkarangan rumah atau di dalam pot. Berikut langkah-langkah penanaman dan perawatan mangga mahathir di rumah agar cepat berbuah dan hasilnya memuaskan.

Menanam-dan-Merawat-Mangga-Mahatir-di-Rumah.1

1. Karakter dan ciri fisik mangga mahatir.

Sebagai salah satu jenis mangga unggulan, mangga mahathir memiliki karakter genjah dan cepat berbuah. Relatif mudah berbunga dan berbuah bahkan pada umur tanaman yang masih muda. Termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk dalam kelompok arberous.

Ciri-ciri umum batang dan akar mangga mahathir kurang lebih sama dengan mangga-mangga lainnya, kecuali pada percabangan dan ranting yang cenderung lemas dan tumbuh menjuntai ke bawah. Oleh karena sifat dari percabangannya yang demikian, diperlukan perlakuan khusus untuk cabang dan ranting berkaitan dengan tindakan perawatan tanaman.

Ukuran daun mangga mahathir sangat panjang dan lebar. Satu lembar daun yang sudah tua dapat mencapai panjang lengan orang dewasa. Helaian daun bergelombang dan urat daunnya terlihat menonjol. Jika sepotong kecil daun diremas antara ibu jari dan telunjuk, akan keluar aroma khas berbau sengir yang tidak dimiliki oleh mangga dari varietas lainnya.

Ukuran buah sangat besar, bobotnya antara 1,7 – 3 kg per buah. Bentuk buah sangat khas, dengan ujung menyerupai bentuk paruh burung dan bentuk ini nyaris seragam pada setiap buah. Kulit buah berwarna hijau tua ketika masih muda dan berubah menjadi hijau muda kekuningan saat buah sudah matang fisiologis dan siap dikonsumsi. Daging buahnya berwarna kuning dengan sedikit jingga di bagian dalam dekat biji.

Daging sangat tebal dan sangat lembut, seratnya sangat halus sehingga ketika dimakan tidak akan meninggalkan rangkaian serat di gigi setelah mengunyah daging buah. Rasa manisnya khas, tidak menyengat seperti mangga-mangga jenis namdokmai atau khiosawoli ketika masak sempurna. Sensasi rasa masamnya tipis sekali, hanya muncul ketika daging buah bersentuhan langsung dengan lidah. Hasil irisan dari satu buah mangga mahathir dapat memenuhi 3 buah piring makan, cukup untuk dikonsumsi 4 – 5 orang sekaligus.

Biji sangat kecil dibandingkan ukuran buah secara keseluruhan. Keping lembaga yang kecil terbungkus dalam kulit biji (pericarp) yang lumayan besar, memanjang dari pangkal hingga ujung buah. Sangat tipis, tidak memengaruhi persentase daging buah yang dapat dikonsumsi.

2. Syarat tumbuh.

Menanam-dan-Merawat-Mangga-Mahatir-di-Rumah.2a

Pada dasarnya, pohon mangga mahathir sangat mudah beradaptasi. Ia tumbuh optimal di dataran rendah dengan ketinggian 0 – 700 mdpl, tetapi masih dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi hingga ketinggian 1.300 mdpl. Iklim tropis maupun subtropis. Curah hujan yang dibutuhkan antara 750 – 2.250 mm/tahun dengan masa kering 3 – 4 bulan. Suhu rata-rata 24 – 27oC. Sinar matahari langsung dan cukup. Tingkat kesuburan tanah sedang hingga tinggi, gembur, sedikit berpasir, dan drainase baik.

3. Pemilihan bibit.

Menanam-dan-Merawat-Mangga-Mahatir-di-Rumah.4

Oleh karena mangga mahathir belum dibudidayakan untuk mengisi pasar buah-buahan secara umum, sulit memperoleh biji buah ini untuk pembibitan. Namun Anda dapat mencari bibit mangga mahathir di tempat-tempat penjualan bibit yang menyediakan jenis mangga ini. Cari tempat penjualan bibit yang terpercaya. Pilih bibit klonal (vegetatif), bukan dari biji (generatif), dari teknik okulasi (tempel mata), sambung sisip (tempel ranting muda), sambung pucuk (top grafting), atau sambung susuan dari tanaman induk terpilih.

Baca juga :

Bibit yang diperbanyak dengan teknik-teknik tersebut cenderung memiliki sifat genetik yang sama persis dengan induknya. Batang bawahnya biasanya berasal dari mangga lokal yang diperbanyak dari biji. Perbanyakan dari biji memang kurang baik jika dibiarkan tumbuh besar untuk dipanen buahnya karena cenderung menyimpang dari karakter induknya, tetapi sangat baik digunakan sebagai batang bawah dalam perbanyakan vegetatif karena perakarannya yang kuat. Batangnya juga akan tumbuh lebih kokoh.

Batang bawah yang sudah seukuran ibu jari tangan orang dewasa setelah diberi sisipan entres yang diambil dari indukan yang tumbuh dengan cepat ketika sudah berukuran satu jengkal akan menghasilkan bibit baru yang mampu berbunga dan berbuah kurang dari 1,5 tahun pascapenyambungan. Jika batang bawahnya masih muda, kira-kira baru seukuran pensil, akan sedikit lebih lambat berbunga, yaitu kurang dari 2 tahun.

4. Persiapan tempat penanaman.

Menanam-dan-Merawat-Mangga-Mahatir-di-Rumah.5

Jika Anda hendak menanam mangga mahathir di tanah pekarangan, sebelum penanaman sebaiknya lahan diolah dahulu. Pastikan lahan yang Anda pilih tidak ternaungi dan memiliki drainase yang baik (tidak tergenang). Bersihkan dari gulma atau tanaman liar lainnya yang mengganggu. Gemburkan tanah dengan cangkul sedalam 30 – 40 cm.

Buat lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm, jarak antara lubang tanam dengan tanaman lainnya yang ideal adalah 6 x 6 m. Sisihkan tanah galian di samping lubang, campur dengan pupuk kandang atau kompos dan sekam. Biarkan lubang terbuka selama 1 – 2 minggu agar bakteri jahat yang ada di dalam lubang mati dan gas-gas yang merugikan di dalam tanah hilang.

Untuk penanaman dalam pot, Anda dapat memilih pot berdasarkan ukuran bibit. Pot berdiameter 25 cm untuk bibit setinggi 40 – 80 cm (umur 6 bulan), pot berdiameter 35 cm untuk bibit setinggi 1 – 1,5 m (umur 1 tahun), atau pot berdiameter 60 cm untuk bibit yang tingginya lebih dari 1 meter (di atas 1 tahun).

Akan tetapi, jika Anda memilih pot yang berukuran kecil ketika bibit masih sangat muda, artinya Anda harus mengganti pot dengan yang lebih besar setelah bibit tumbuh lebih besar. Lebih praktis jika Anda langsung menanam di pot yang berukuran besar atau menggunakan drum sebagai alternatif pot yang lebih besar dan kuat.

5. Penanaman mangga mahatir.

Menanam-dan-Merawat-Mangga-Mahatir-di-Rumah.6

Menanam mangga mahathir di pekarangan sama halnya dengan menanam jenis-jenis mangga lainnya. Masukkan sebagian tanah galian yang sudah diberi campuran pupuk dan sekam ke dalam lubang tanam hingga setengah tinggi lubang. Lepaskan polybag dari bibit dengan hati-hati agar media semai tidak rusak dan akar utuh. Letakkan bibit tepat di tengah lubang dalam posisi tegak lurus. Timbun sisa tanah galian di sekitar batang pokok hingga sedikit lebih tinggi dari tanah di sekitarnya. Padatkan, lalu sirami secukupnya.

Baca juga :

Cara yang kurang lebih sama diterapkan pada penanaman dalam pot. Pertama-tama, letakkan pecahan genting atau batu bata di dasar pot yang sudah diberi lubang drainase. Masukkan media tanam yang terdiri atas tanah gembur/humus, pupuk kandang/kompos, dan pasir atau sekam (1 : 1 : 1) hingga setengah bagian pot. Letakkan bibit yang sudah dilepaskan dari polybag tepat di tengah pot. Timbun dengan sisa media tanam hingga ketinggian 2 cm di bawah bibir pot. Sirami hingga air mengalir keluar dari lubang di bawah pot.

6. Perawatan mangga mahatir.

Menanam-dan-Merawat-Mangga-Mahatir-di-Rumah.7

Mangga mahathir memerlukan penyiraman, terutama di kala masih muda, secara rutin pagi dan atau sore hari, minimal 1 kali sehari. Setelah dewasa, penyiraman dapat dilakukan dengan menyesuaikan cuaca atau melihat kondisi tanah, atau dilakukan setelah pemupukan. Penyiraman setelah pemupukan penting agar pupuk cepat terserap dengan baik dan panasnya pupuk tidak membakar akar tanaman.

Pemupukan dilakukan secara berkala untuk menunjang pertumbuhan. Mangga mahathir yang ditanam di tanah pekarangan cukup diberi pupuk kandang atau kompos secara rutin 3 minggu atau satu bulan sekali, ditambah pupuk organik cair. Sementara untuk tabulampot, pemupukan diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan dalam fase pertumbuhan tertentu.

Untuk meningkatkan jumlah dan ukuran buah menjadi maksimal, berikan pupuk berkadar fosfat (P2O5) tinggi serta kadar kalium atau potassium sedang sebelum tanaman memasuki periode berbunga. Contohnya dengan penggunaan kombinasi SP36 dan KCl atau pupuk MKP (monokalium fosfat) yang mengandung 50% fosfat dan 30% kalium. Setelah penyerbukan bunga selesai dan bakal buah mulai terbentuk, berikan kombinasi dengan unsur kalium (K2O) tinggi, seperti KCl dengan tambahan unsur nitrogen (urea) dan kalsium, serta sedikit tambahan unsur mikro boron.

Menanam-dan-Merawat-Mangga-Mahatir-di-Rumah.10

Gunakan pupuk KNO3 + kalsium + boron untuk mengurangi kerontokan bakal buah sekaligus memperbaiki kualitas buah (ukuran, warna, tekstur daging menjadi tidak berair namun lembut, dan rasa lebih manis). Pemberian pupuk dan pemangkasan yang teratur sudah cukup untuk memacu pembungaan dan pembuahan tanpa perlu lagi penambahan ZPT (zat perangsang/pengatur tumbuh).

Pemangkasan tetap diperlukan untuk menjaga tinggi pohon tetap ideal dan tajuknya tidak terlalu rindang sehingga menyebabkan tingginya kelembapan di sekitar bagian bawah pohon. Selain itu, pemangkasan teratur juga memacu munculnya tunas-tunas baru tempat munculnya bunga dan buah. Pangkas cabang-cabang yang kering dan tidak perlu, terutama cabang yang berpenyakit atau diserang hama. Pemangkasan dilakukan bersamaan dengan pengaturan arah tumbuh cabang dan ranting.

Oleh karena cabang dan ranting mangga mahathir cenderung lemas dan tumbuh menjuntai ke bawah, seawal mungkin sejak tanaman masih sangat muda sudah dilakukan pengaturan arah tumbuh. Caranya dengan mengikat cabang atau ranting pada ajir atau para-para dari bambu atau kayu. Pemberian ajir atau para-para akan membuat arah pertumbuhan cabang dan ranting muda lebih teratur dan lebih baik.

Untuk menghindari serangan hama dan penyakit, selain pembuatan drainase yang baik dan pemangkasan teratur, lakukan juga penyiangan secara rutin. Buang semua tanaman liar yang tumbuh di sekitar akar pohon agar tidak menjadi saingan dalam penyerapan nutrisi dan juga tidak menjadi sarang berkembangbiaknya hama dan penyakit.

Hama dan penyakit yang mungkin menyerang mangga mahathir lebih kurang sama dengan jenis-jenis mangga lainnya. Contoh hama, antara lain, kutu putih, penggerek batang dan cabang, penggerek bunga, kutu penyebab bisul daun, dan lalat buah. Adapuan penyakit yang menyerang mangga umumnya disebabkan oleh jamur.

Pemangkasan, perampasan, serta perbaikan aerasi, sanitasi, dan drainase adalah langkah-langkah pokok untuk mengatasi serangan hama dan penyakit. Gunakan obat-obatan kimia untuk memberantas hama dan penyakit hanya ketika serangan sangat parah dan tidak lagi teratasi dengan cara-cara lain yang lebih ramah lingkungan.

Penerapannya tentu harus memerhatikan dosis sedemikian rupa agar tidak merugikan lingkungan, terutama menyebabkan turut musnahnya musuh-musuh alami dan predator bagi hama dan penyakit tersebut. Utamakan penggunaan pestisida atau fungisida hayati yang lebih alami. Jagalah alat-alat perkebunan Anda tetap bersih dan steril sehingga dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit pada akar tanaman.

7. Prapanen, panen, dan pascapanen.

Menanam-dan-Merawat-Mangga-Mahatir-di-Rumah.3

Mangga mahathir dari bibit okulasi memerlukan waktu sedikitnya satu tahun sejak tanam hingga munculnya buah yang pertama. Masa produktif dimulai pada umur 3 – 4 tahun. Bakal buah yang terbentuk pascapenyerbukan bunga selesai cukup banyak, antara 5 – 7 buah untuk setiap tandan bunga. Dikarenakan ukurannya yang tidak lazim, sebaiknya sisakan 1 – 3 buah saja per tandan agar tumbuh dan berkembang sempurna hingga mencapai ukuran maksimal dan ranting tempat munculnya buah dapat menahan bobot buah hingga matang.

Bungkus buah sedini mungkin untuk menghindari serangan lalat buah yang merupakan hama utama tanaman ini. Kertas koran bekas atau bekas pembungkus semen adalah pilihan terbaik karena ukuran buah yang besar dan buah harus dibungkus satu per satu. Pembungkus plastik sebaiknya tidak digunakan karena mengakibatkan iklim mikro di sekitar buah menjadi lembap dan dapat mengundang datangnya jamur, apalagi jika tidak diberi lubang angin sama sekali.

Buah yang sudah matang kulitnya berubah warna menjadi hijau muda kekuningan.  Buah yang sudah matang sepenuhnya rawan jatuh sebelum dipanen, apalagi yang ukurannya sangat besar. Petik buah sebelum benar-benar matang. Agar mangga tidak sampai jatuh dalam proses pemetikan, gunakan gunting tanaman pada tangan kanan seraya tangan kiri memegangi buah dengan mantap.

Apabila posisi buah cukup tinggi, gunakan tangga untuk meraihnya atau manfaatkan galah berpemotong yang sudah diberi keranjang penampung buah. Pastikan keranjang kuat menahan bobot mangga dan tidak mudah terlepas. Petik satu per satu.

Menanam-dan-Merawat-Mangga-Mahatir-di-Rumah.9

Mangga mahathir, seperti mangga pada umumnya akan melanjutkan proses pematangan dalam penyimpanan di suhu kamar. Simpan buah dalam posisi terbalik (pangkal di bagian bawah) agar getahnya tidak mengotori buah. Letakkan pada wadah dan hindarkan dari benturan agar tidak mudah busuk.

Demikian serba-serbi cara menanam hingga perawatan mangga mahatir agar cepat berbuah. Semoga dapat membantu kesuksesan Anda dalam penanaman dan pemeliharaan tanaman ini di rumah. Untuk mendapatkan bibit mangga mahathir yang baik, Anda dapat mengunjungi laman kami di www.higaragro.com atau langsung berkunjung ke kebun pembibitan kami di Dusun Gulunan rt02/rw02, Desa Kaliboto, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah, 57752.

Kami menyediakan bibit mangga mahathir baik untuk penjualan satuan maupun secara grosir dengan harga yang bersahabat. Kami juga melayani pembelian secara online berikut pengiriman langsung ke alamat tujuan. Kami sediakan pula berbagai keperluan penunjang keberhasilan Anda dalam bercocok tanam, mulai dari pupuk khusus tanaman mangga sampai alat-alat perkebunan.

1 Komentar

  • Panduan Budi Daya Manggis (Garcinia mangostana L.) – HigarAgro
    Maret 16, 2019 - 1:16 pm