0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Whatsapp 81238728886

Pusat Grosir Bibit Tanaman No 1 di Indonesia

Mengenal Jambu Bol Jamaika dan Cara Pembudidayaannya

Siang hari yang terik makan jambu air pasti segar rasanya. Tahukah Anda, ternyata banyak sekali jenis jambu air di dunia ini? Salah satu yang akan diperkenalkan kali ini adalah jambu bol. Pernahkah Anda mendengar nama jambu ini? Jambu bol adalah salah satu jenis jambu air dengan ukuran jumbo, hampir sebesar genggaman tangan orang dewasa. Tekstur dagingnya lebih padat dan tebal. Satu buah jambu bol sudah cukup untuk membuat perut kenyang. Tetapi mengapa belum banyak orang yang mengenalnya? Apakah ini varietas baru?

Bukan. Jambu bol sudah lama ditanam orang, tetapi tidak dibudidayakan. Kebanyakan menanamnya sebagai tanaman pekarangan, koleksi tanaman hias, atau sebagai pohon pelindung. Sekalipun ada desa-desa yang menjadi sentra penghasil buah ini, tetapi bukan dalam bentuk perkebunan. Itu sebabnya mengapa buah jambu bol sulit dicari di pasaran dan harganya sangat tinggi.

Seperti apakah wujud buah jambu bol jamaika? Bagaimana cara menanam dan merawat tanaman ini hingga berbuah dan produktif? Dapatkah jambu bol jamaika dibudidayakan? Bagaimana prospeknya jika dibudidayakan? Adakah manfaat dan cara mengolah buah ini menjadi produk pangan selain dikonsumsi segar? Berikut ulasannya.

A. Sejarah persebaran dan perkembangan kultivar jambu bol.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.22

Kurang jelas mengapa namanya jambu bol jamaika karena ternyata buah ini merupakan endemik Asia Tenggara. Berbagai literatur menyebutkan bahwa jambu bol adalah tanaman asli dari Semenanjung Malaka/Malaya (Malaysia) dan sejak lama telah ditanam di wilayah tersebut, juga di Sumatra dan Jawa. Persebaran terutama di seputaran Asia, seperti Thailand, Filipina, negara-negara Indocina, sampai ke India dan Benggala (Bangladesh). Bangsa Portugis membawanya dari Malaka ke Gowa dan terus ke Afrika Timur.

Dari sana menyebar ke wilayah Pasifik dan menjadi bagian dari mitologi Fiji serta ritual budaya suku-suku di Hawaii. Pada tahun 1793, beberapa bibit dari tiga varietas dibawa dari Timor dan Tahiti ke Jamaika. Ada pula usaha menumbuhkan tanaman ini di dalam rumah kaca di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat (1839) dan berhasil dibuahkan di Bermuda (1878). Di Puerto Rico baru dikenal setelah tahun 1903. Kemudian menyebar ke Brazil, Suriname, dan Panama. Tahun 1929 dikirim bibit ke Honduras, di mana tanaman ini berhasil tumbuh dan berbuah.

Tanaman ini juga ditemukan di negara-negara Amerika Tengah, seperti Belize, El Salvador, Kostarika, dan Venezuela. Terdapat pula di Kepulauan Karibia, Trinidad, dan Tobago. Penamaan jambu bol jamaika, barangkali karena bagi dunia, tanaman ini lebih dikenal sebagai salah satu produk pertanian penting dari negara tersebut. Jambu bol jamaika memiliki nama latin Syzygium malaccense. Kata syzygium diambil dari kata suzugos dalam bahasa Yunani yang artinya bersatu.

Adapun embel-embel malaccense untuk menunjukkan bahwa buah ini berasal dari Malaka. Nama latin ini awalnya diberikan pada spesies jambu yang dikembangkan di Jamaika dengan ciri daun dan cabang berpasangan. Di Indonesia, jambu bol pernah dibudidayakan pada masa pemerintahan Hindia Belanda karena rasanya sangat disukai masyarakat pada masa itu. Tetapi karena tidak ada usaha peremajaan, banyak yang dibiarkan mati dan tidak produktif. Saat ini jambu bol lebih banyak ditanam sebagai tanaman pekarangan dan tanaman pelindung.

Meskipun demikian, beberapa daerah, terutama di Jawa dikenal sebagai penghasil jambu bol yang terbesar. Seperti, Jawa Barat (Lebak, Bogor, Cianjur, Garut, Ciamis, Sumedang, dan Subang); Jawa Tengah (Purworejo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, dan Jepara); Jawa Timur (Malang, Banyuwangi, dan Pamekasan); serta DI Yogyakarta (Kulonprogo).

B. Klasifikasi dan nama lain.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.18

Kingdom : Plantae.

Subkingdom : Tracheobionta.

Superdivisi : Spermatophyta.

Divisi : Magnoliophyta.

Subdivisi : Angiospermae.

Kelas : Magnoliopsida/Dycotiledon.

Subkelas : Rosidae.

Ordo  : Myrtales.

Famili : Myrtaceae.

Genus : Syzygium.

Spesies : Syzygium malaccense

Sinonim : Eugenia domestica Baill, Acca malaccensis, Eugenia malaccensis.

Nama lain : jambu kepal, jambu dersono, jambu jamaika, jambu merah.

Nama daerah   :  jambu ripu (Aceh); jambu bol (Melayu); jambu boa (Jambi); manfu (Nias); jambu bo, jambu jambak (Minangkabau); jambu bool (Sunda); jambu darsana/derana/tersana (Jawa dan Madura); nyambu bol (Bali); jambu bolo (Makassar); jambu bolu (Bugis); kupa maaimu (Sulawesi Utara); nutune, lutune, lutu kau, rutuul (Maluku).

Nama asing     :  jambu merah, jambu bon, jambu bol, jambu melaka, jambu kling, jambu kapal (Malaysia); chom-pu-sa-raek, chom-phu-daeng (Thailand); chompuh krahan (Kamboja); man hurong tau (Vietnam); makopang-kalabau/tersana (Filipina); makupa (Guam); ahia (Tahiti); ohia (Hawaii); Malay apple, pomerac (Inggris); jambosier rouge, poire de Malaque, pomme Malac, pomme de Malaise, pomme de Tahiti (Prancis); pomarosa/pomarrosa (Spanyol); Malaya (Puerto Rico); manzana (Kostarika); marañon japonés (El Salvador); pomarosa de Malaca (Kolombia); parade agua/pomagas (Venezuela); marañon de Curacao (Panama).

C. Karakteristik dan morfologi.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.20

Pohon jambu bol merupakan tanaman tropis hijau abadi (evergreen) yang tumbuh dengan cepat. Ukuran pohon sedang dengan tinggi rata-rata maksimal 15 m. Batangnya lurus tegak dengan gemang atau diameter 20 – 45 cm. Tekstur batang kasar. Cabangnya rendah, tajuk rimbun padat, bentuknya membulat, dan memberikan naungan yang berat. Diameter tajuk 0,2 – 0,5 m. Akar tunggal dengan percabangan berukuran kecil. Dapat menembus tanah hingga 5 – 10 m. Akar berfungsi mengangkut air dan nutrisi dari tanah.

Daun jambu bol merupakan daun tunggal yang letaknya berhadapan. Bertangkai pendek sekitar 1 – 1,5 cm. Bentuk daun lonjong menjorong, ukurannya besar dengan panjang antara 15 – 38 cm dan lebar 7 – 20 cm. Helaiannya tebal dan agak kaku seperti jangat. Ketika muda berwarna kemerahan, setelah dewasa berubah menjadi hijau tua di sebelah atas dan hijau muda di bagian bawah. Permukaan daun bertekstur lembut dan mengilap. Tulang daunnya menyirip, tampak menonjol di permukaan daun.

Karangan bunganya muncul pada bagian ranting yang tidak berdaun, sering pula muncul pada cabang dekat batang utama. Tangkainya pendek. Bunga tumbuh menggerombol, satu kelompok berisi 1 – 12 kuntum. Warnanya merah agak keunguan, mahkotanya berbilangan 4, garis tengah bunga 5 – 7 cm. Tabung kelopaknya panjang, sekitar 1,5 – 2 cm. Helai mahkota berwarna merah, bentuknya lonjong atau bulat telur atau bundar dengan ukuran sekitar 1,5 – 2 cm. Benang sarinya banyak, panjangnya sampai dengan 3,5 cm.

Panjang tangkai putik 3 – 4,5 cm. Bunga jambu bol berkelamin ganda (biseks). Aromanya lembut. Tipe buah buni dengan bentuk bulat menjorong seperti lonceng dengan panjang 5 – 10 cm dan lebar 2,5 – 7,5 cm. Warna jambu bol jamaika merah muda ketika masih muda, kemudian berangsur menjadi merah, dan merah kehitaman setelah benar-benar matang. Varietas lainnya memiliki warna buah kuning keunguan atau keputihan atau merah dengan semburat putih ketika matang. Kulit buah tipis, licin, dan berlilin sehingga tampak mengilap.

Daging buah padat dan lembut, tebalnya 0,5 – 2,5 cm. Warnanya putih. Tekstur buah renyah ketika digigit, berair, rasanya asam manis hingga manis, kadang ada sedikit rasa sepat, dan aromanya memiliki wangi yang khas. Bijinya sebutir, berbentuk bulat atau oval, berwarna kecoklatan di bagian luar dan hijau di bagian dalam, dengan tekstur keras. Ukuran cukup besar, diameternya 2,5 – 3,5 cm. Kadang-kadang buah tidak berbiji. Pohon jambu bol dapat hidup hingga puluhan tahun.

Untuk varietas lokal yang biasa ditanam ada jenis jambu bol merah Cianjur, jambu putih Congkili, dan varietas baru yang genjah Si Mojang yang dapat dipanen tiga kali dalam setahun. Banyaknya variasi tanaman jambu bol disebabkan oleh metode perbanyakan dari biji. Jambu bol jamaika merupakan salah satu varietas unggulan dengan ukuran buah besar, rasanya sangat manis, dan berair.

D. Peluang agribisnis.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.21

Buah jambu bol sangat jarang ditemukan di pasaran karena memang belum dibudidayakan secara serius. Padahal, di luar negeri buah ini sangat disukai. Cita rasanya yang eksotik serta nilai gizi yang tinggi menjadi faktor peluang. Harganya jauh di atas rata-rata harga jual jenis-jenis jambu lainnya. Tidak hanya untuk dipasarkan, terbuka juga peluang untuk menjadikan pembudidayaan tanaman ini sebagai bagian dari bisnis agriwisata.

E. Syarat tumbuh.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.13

Secara umum, pohon jambu bol merupakan tanaman dataran rendah yang sanggup hidup hingga ketinggian 1200 mdpl. Tanaman ini membutuhkan suplai air yang konstan sehingga akan tumbuh dengan sangat baik jika ditanam di dekat kolam atau aliran air. Membutuhkan sinar matahari sebanyak 40 – 80%. Pengairan sedang. Curah hujan yang dibutuhkan 500 – 3000 mm/tahun. Temperatur ideal 18 – 28oC, kelembapan udara 50 – 80%. Menyukai tanah subur, gembur, dan berlempung, banyak mengandung bahan organik dengan drainase yang baik.

Tipe tanah yang paling baik adalah inseptisol. Bisa juga menggunakan tanah ultisol dan oksisol (podsolik merah kuning) jika diberi tambahan pupuk dan kapur. Tingkat keasaman tanah (pH) yang diperlukan 5,5 – 7,5.

Baca juga :

F. Pembibitan.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.11

Praktik pembibitan jambu bol umumnya menggunakan biji sebagai bahan perbanyakan. Alternatif lainnya adalah cangkok, stek, dan okulasi. Bibit dari biji berbuah dalam waktu 2 – 3 tahun. Adapun bibit okulasi sambung mata (mata tempel) ataupun sambung pucuk dari indukan yang sudah pernah berbuah akan mulai berbuah di umur satu tahun (9 – 13 bulan). Jika hendak memperbanyak dari biji, pilihlah biji yang diambil dari buah masak pohon yang besarnya normal dan mulus.

Buah berasal dari pohon varietas unggul berumur lebih dari 15 tahun, produktif, dan stabil. Keringanginkan biji selama 1 – 3 hari di tempat teduh. Biji yang memenuhi syarat berukuran relatif besar, ukurannya seragam, bernas, dan tidak cacat. Ada dua teknik persemaian biji, yaitu menggunakan bedengan atau polybag. Persemaian dalam bedengan memerlukan pembuatan bedengan di kebun atau pekarangan. Cara membuat bedengan didahului dengan mengolah tanah sedalam 30 – 40 cm menggunakan cangkul.

Keringanginkan selama 15 – 30 hari. Buat bedengan selebar 100 – 120 cm, tinggi 30 – 40 cm, dan panjangnya disesuaikan dengan ukuran lahan. Jarak antarbedengan 60 cm. Campurkan pupuk kandang dengan tanah bedengan sebanyak 2 kg/m2. Buat sungkup di atas bedengan berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi pusat minimal 50 cm. Naungi dengan plastik bening. Sirami tanah bedengan, buat lubang semai pada jarak 15 x 10 cm. Semai biji di lubang sedalam 3 – 5 cm. Tutup dengan selapis tipis tanah, siram kembali.

Persemaian dalam polybag memerlukan kantong-kantong polybag berdiameter 10 – 15 cm. Pilih yang sudah dilengkapi lubang drainase atau buat sendiri lubang dengan menggunting bagian dasarnya. Isi dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang, rasio perbandingannya 2 : 1. Simpan polybag yang sudah diisi media tanam di dalam sungkup. Sirami media dalam polybag, lalu semaikan biji sedalam 3 – 5 cm. Satu biji untuk satu polybag. Tutup lagi dengan tanah dan sirami secukupnya.

Pelihara bibit selama dalam persemaian. Sirami 1 – 2 kali sehari, terutama saat kemarau. Siangi sesuai pertumbuhan gulma. Beri pupuk tambahan tiap tiga bulan dengan komposisi urea, SP-36, dan KCl (2 : 1 : 1) sebanyak 50 – 100 gr/m2 atau 4 gr per polybag. Semprotkan pestisida dengan konsentrasi 30 – 50% dari dosis yang dianjurkan jika perlu. Buka sungkup ketika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.

Bibit yang disemaikan di bedengan perlu dipindah ke polybag setelah 6 bulan. Pindah tanam bibit ke kebun atau lahan/pot permanen setelah berumur 10 – 12 bulan di persemaian. Pembibitan dengan cara enten (grafting) meliputi dua cara, sambung mata (mata tempel) atau sambung pucuk. Model sambungan yang terbaik adalah sambung pucuk/sambung celah. Batang bawah diambil dari hasil perbanyakan dengan biji yang telah berumur 10 – 12 bulan, sedangkan pucuk atau batang atas diambil dari pohon induk yang unggul.

Ambil tunas yang sehat sepanjang 20 cm, pipihkan ujungnya dengan menyeset kedua sisinya hingga runcing. Batang bawah dipotong pucuknya setinggi 20 cm dari pangkal batang, lalu dibelah bagian tengahnya. Sisipkan batang atas ke dalam celah tersebut, lalu ikat dengan tali plastik dan bungkus dengan plastik transparan. Pelihara bibit selama 2 – 3 bulan. Jika sambungan sudah jadi, lepaskan pembungkus dan pengikatnya.

Pembibitan dengan metode cangkok menggunakan cabang dari tanaman yang unggul dan produktif, tidak terlalu tua atau muda, warnanya hijau keabu-abuan atau kecoklatan, dengan diameter minimal 1,5 cm. Kerat kulitnya sepanjang 15 – 20 cm, lalu tempelkan media tanam berupa tanah atau sabut kelapa. ungkus dengan plastik transparan, lalu ikat dengan rafia. Sirami secara rutin. Setelah akar muncul (2 – 2,5 bulan), potong cabang tersebut. Buka pembungkusnya lalu tanam di polybag dengan media tanah dan pupuk kandang (1 : 1). Pelihara selama 1 bulan. Bibit hasil cangkok siap tanam dalam 6 minggu setelah akar keluar.

G. Penanaman.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.28

Sekalipun ukuran tajuknya cukup lebar, tetapi dengan pemeliharaan yang baik, jambu bol jamaika tetap dapat ditanam di pot atau lahan pekarangan yang sempit. Luas pekarangan 3m2 sudah cukup untuk menanam jambu bol di rumah. Pastikan tempat yang Anda pilih untuk penanaman di pekarangan tidak mudah tergenang air. Sedangkan pot, pilih yang berdiameter 60 cm agar Anda tidak perlu sering-sering mengganti pot.

Adapun untuk pembudidayaan komersial dalam bentuk kebun, pilih lahan yang tidak jauh dari sumber air dan sarana transportasinya tidak sulit supaya kelak hasil panen dapat dipindahkan dengan mudah dan aman. Olah dahulu lahan dengan cangkul atau bajak 15 – 30 hari sebelum penanaman. Balik tanah sedalam 30 – 40 cm sambil membersihkannya dari sisa-sisa tanaman terdahulu dan tanaman liar.

lubang tanam 60 x 60 cm sedalam 25 cm. Jarak antarlubang 6 x 8 m sampai 8 x 8 m tergantung luas lahan dan berapa banyak bibit yang akan ditanam (biasanya 156 buah bibit untuk 1 hektar). Letakkan tanah galian di sebelah timur lubang. Gali lagi sedalam 25 cm hingga kedalaman totalnya mencapai 50 cm. Letakkan tanah galian kedua di sebelah barat lubang.

Keringanginkan lubang selama 15 – 30 hari di bawah sinar matahari langsung agar mikroorganisme yang merugikan di dalam lubang mati dan gas-gas yang merugikan menguap. Sementara menunggu, buat saluran-saluran drainase di sekitar kebun. Setelah 15 – 30 hari, masukkan tanah galian bagian bawah ke dalam lubang. Campurkan 20 – 40 kg pupuk kandang per hektar pada tanah galian bagian atas. Masukkan ke dalam lubang. Sirami agar meresap, lalu buat lubang tanam berukuran 30 x 30 x 30 cm.

Taburkan 100 gr insektisida/fungisida untuk mencegah hama dan penyakit tular tanah dan 100 – 150 gr campuran pupuk urea, SP-36, dan KCl (2 : 1 : 1) ke dalam tiap lubang tanam. Bisa juga menggunakan pupuk organik yang sudah diformulasi khusus untuk tanaman jambu. Ambil polybag bibit, sirami medianya kemudian sobek polybag dengan hati-hati agar media semai tetap utuh dan akar tidak rusak. Letakkan dalam posisi tegak lurus di tengah lubang.

Timbun kembali dengan tanah galiannya sampai pangkal batang dan padatkan tanah di sekitar batang agar tanaman tidak roboh. Sirami secukupnya. Pasang ajir atau penyangga di sebelah kanan dan kiri, ikatkan tanaman pada penyangga. Sebarkan mulsa jerami kering di sekeliling tajuk dengan ketebalan 3 – 5 cm untuk menjaga kelembapan tanah. Susun sedemikian rupa agar mulsa tidak sampai bersentuhan dengan batang pokok. Penanaman di pekarangan juga memerlukan pengolahan lahan seperlunya.

Bersihkan lahan dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Balik tanah sedalam 30 – 40 cm dengan cangkul. Buat lubang tanam berukuran 40 x 40 x 40 cm. Isi lubang tanam dengan kompos atau pupuk kandang hingga 2/3 dari kedalaman lubang. Diamkan selama 1 – 2 minggu agar pupuk meresap. Tanam bibit yang sudah dilepaskan dari polybagnya, timbun kembali dengan tanah galian lubang. Buat timbunan di pangkal batang sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah agar air sisa siraman langsung mengalir dan tidak menggenangi akar.

Padatkan dan pasang ajir untuk menyangga bibit. Sirami secukupnya, lalu tutup tanah di bawah tajuk dengan jerami kering. Untuk penanaman di dalam pot, siapkan media tanam berupa campuran tanah, sekam mentah, dan pupuk kandang (2 : 1 : 1) yang homogen. Taburkan pecahan genting atau batu bata di dasar pot, kemudian masukkan media tanam hingga setengah tinggi pot. Ambil bibit, sirami medianya agar polybag dapat dilepas dengan lebih mudah. Sobek polybag dengan hati-hati.

Letakkan bibit berikut media semainya tepat di tengah pot dalam posisi tegak, timbun kembali dengan sisa media tanam hingga setinggi 2 cm di bawah bibir pot. Sirami secara merata hingga air keluar dari lubang di dasar pot. Letakkan pot di tempat yang terlindung dari angin agar tanaman tidak mudah roboh, tetapi banyak mendapat sinar matahari.

H. Pemeliharaan.

Untuk mendapatkan tanaman yang kualitasnya baik, cepat menghasilkan, dan produktivitasnya tinggi, tentunya diperlukan perawatan dan pemeliharaan yang baik. Langkah-langkah pemeliharaan jambu bol jamaika tidak jauh berbeda dengan tanaman lainnya. Meliputi pengairan/penyiraman, penyulaman bibit, penyiangan dan penggemburan, pemupukan lanjutan, pemangkasan, pemberantasan hama dan penyakit, serta penjarangan buah menjelang waktu panen.

Berikut penjelasan mengenai masing-masing langkah perawatan dan pemeliharaan jambu bol jamaika.

1. Pengairan/penyiraman.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.29

Tanaman jambu bol yang masih muda memerlukan penyiraman rutin setidaknya 1 – 2 kali sehari. Gunakan embrat atau buat sistem irigasi tetes agar lebih efektif. Jika tanaman sudah cukup besar dan perakarannya dalam, penyiraman cukup 10 – 12 kali dalam satu bulan. Sirami secara merata di sekeliling tajuk.

2. Penyulaman

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.33

Awasi bibit yang Anda tanam selama masa awal pertumbuhan di tempatnya yang baru. Jika sampai umur 1 bulan setelah penanaman, bibit tidak menunjukkan perkembangan atau malah mati atau terserang hama/penyakit, buang dan ganti dengan yang baru. Jika penyulaman dilakukan atas bibit yang sakit, perhatikan penyebab penyakitnya. Jika penyebabnya adalah hama atau penyakit yang menular lewat tanah, sterilkan dahulu tanah sebelum ditanami kembali dengan bibit yang baru. Bibit pengganti hendaknya yang berusia sama dengan bibit yang diganti.

3. Penyiangan dan penggemburan.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.30

Jagalah sanitasi kebun/pekarangan dengan rutin menyiangi gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Gulma atau rumput liar dapat menjadi tempat hidup dari berbagai jenis serangga yang berpotensi mengganggu tanaman. Gulma yang terlalu rapat juga meningkatkan kelembapan tanah di sekitar tajuk sehingga menambah risiko tumbuhnya jamur penyebab berbagai jenis penyakit tanaman. Selain itu, kehadiran gulma dan tanaman-tanaman liar lainnya dapat mengganggu proses tanaman menyerap nutrisi dari dalam tanah.

Ketika tanaman masih muda, sebaiknya penyiangan dilakukan secara manual. Setelah dewasa dan perakarannya kuat, penyiangan dapat menggunakan alat bantu berupa cangkul atau sabit selama dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai akar. Penyiangan dengan cangkul dapat dilanjutkan dengan penggemburan tanah untuk mengembalikan kemampuan tanah menyerap air dan menghasilkan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman.

4. Pemupukan lanjutan

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.31

Pemupukan lanjutan untuk jambu bol jamaika yang ditanam dalam pot atau di pekarangan hanya memerlukan tambahan NPK setiap kali habis panen. Bisa diganti dengan pupuk organik khusus tanaman jambu jika Anda menghendaki pupuk yang lebih ramah lingkungan. Adapun jambu bol jamaika yang ditanam dalam kebun pembudidayaan memerlukan lebih banyak pemupukan dengan rekomendasi sebagai berikut.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.1a

Rekomendasi di atas untuk penggunaan kombinasi pupuk kimia. Sedangkan penggunaan pupuk organik khusus tanaman jambu dapat mengikuti petunjuk pemakaian pada kemasan. Pemberian pupuk dengan cara ditaburkan di dalam parit sedalam 30 cm yang dibuat melingkari sisi terluar diameter tajuk atau dibenamkan dalam lubang-lubang yang dibuat di sekitar batang pokok. Pemupukan dilakukan dalam satu rangkaian dengan penyiangan, penggemburan, dan penyiraman.

Penyiraman setiap kali selesai memberi pupuk bertujuan agar pupuk cepat meresap ke dalam tanah tanpa merusak perakaran akibat panas yang ditimbulkan.

5. Pemangkasan.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.32

Ada beberapa tujuan pemangkasan. Pertama, untuk membentuk tajuk pohon sekaligus meningkatkan produktivitas. Pemangkasan ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah memotong batang tanaman jambu bol yang tingginya sudah mencapai 70 – 100 cm dari tanah (umur tanaman kurang dari satu tahun). Dari hasil pemotongan itu akan tumbuh tunas-tunas baru yang membentuk cabang primer. Pilih tiga cabang yang terbaik, buang sisanya, biarkan tumbuh sampai 50 cm, lalu lanjutkan dengan proses pemangkasan kedua.

Pada pemangkasan kedua, potong cabang-cabang primer yang panjangnya sudah mencapai 50 cm hingga tersisa hanya 30 cm dari pangkal. Setelah tunas-tunas baru cabang sekunder tumbuh dari titik pemangkasan kedua, pilih tiga cabang yang terbaik untuk dipelihara dan buang sisanya. Biarkan cabang sekunder ini tumbuh hingga 50 cm, lalu ulangi lagi pemangkasan untuk membentuk cabang tersier. Setelah tiga cabang tersier terbentuk, hentikan pemangkasan bentuk.

Selanjutnya pemangkasan pemeliharaan, ditujukan untuk menjaga agar tajuk tidak terlalu rimbun dan tanaman tidak terlalu tinggi. Jika tanaman terlalu tinggi, proses pemeliharaan dan pemanenan akan lebih sulit dilakukan. Tajuk yang terlalu rimbun rawan menjadi tempat tumbuh kembangnya hama dan penyakit akibat kelembapan. Potong cabang-cabang yang tidak produktif, ranting yang kering atau mati, tunas-tunas yang tumbuh tidak teratur, dan bagian-bagian tanaman yang diserang hama atau penyakit.

Pemangkasan biasanya dilakukan setelah pemupukan dan selesai panen. Agar luka-luka bekas pemangkasan tidak menjadi tempat masuknya infeksi berbagai penyakit, terutama yang disebabkan jamur, oleskan fungisida Cu atau parafin pada bekas luka. Apabila tanaman mulai memasuki usia di mana produktivitasnya mulai menurun, lakukan pemangkasan peremajaan untuk menumbuhkan kembali tunas-tunas baru yang dapat memacu munculnya bunga.

Baca juga :

6. Pemberantasan hama dan penyakit.

Hama

Berikut jenis-jenis hama yang biasa ditemukan menyerang tanaman jambu bol dan cara-cara mengatasinya.

a) Ulat parasa/bajra (Parasa lepida Cr).

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.h1

Ulat ini berwarna kuning kehijauan dengan garis biru di punggung. Ukurannya cukup besar, 20 – 25 cm, berbulu yang menyebabkan rasa gatal. Ulat ini menyerang daun, terutama yang masih muda. Gejala serangan hama ini adalah daun robek atau bolong tidak teratur. Cara pengendalian secara mekanis adalah dengan menangkap dan membunuh ulat ini satu per satu, kemudian membakar daun yang diserangnya. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif profenofos dan sejenisnya.

b) Ulat trabala (Trabala pallida).

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.h2

Ulat ini juga menyerang daun, bahkan lebih agresif. Serangan yang berat dapat menyebabkan tanaman gundul karena ulat ini tidak hanya menyerang daun yang masih muda. Ciri fisik ulat ini adalah tubuh bagian kanan dan kirinya berbulu lebat, kepalanya merah bergaris kuning. Cara penanganan ulat ini sama dengan cara mengatasi ulat parasa.

c. Lalat megatrioza (Megatrioza vitiensis Kiri).

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.h3

Hama ini merupakan sejenis lalat buah. Tubuhnya kecil berwarna hitam kekuningan. Larvanya menyerang buah dengan cara menggerek dan melubangi buah lalu hidup di dalamnya. Akibat serangannya, buah gugur sebelum waktunya. Kendalikan dengan pembungkusan buah, pemasangan perangkap methyl eugenol, dan penerapan insektisida sistemik berbahan aktif methidathion dengan metode infus akar atau batang menjelang masa berbunga.

d) Lalat bisul (Procontarini mattiana Kieff & Cicec).

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.7a

Lalat bisul memasukkan telurnya ke dalam daun yang masih muda. 3 – 4 hari kemudian telur menetas menjadi larva. Larva mengisap cairan daun hingga membentuk bisul seperti bola kecil, ada yang hijau, coklat, dan merah karat. Larva kemudian bersembunyi di dalam bisul-bisul tersebut. Akibatnya, daun mengalami gangguan proses asimilasi dan warnanya jelek. Kepompongnya tersembunyi di dalam tanah. Untuk mengendalikannya, pangkas daun yang terserang dan bakar.

sanitasi kebun, cangkul tanah agar pupa mati terkena sinar matahari, lalu taburkan kapur dan semprotkan insektisida pada tanah di sekitar batang pokok. Penyemprotan insektisida pada senja atau malam hari hanya efektif untuk mengatasi hama dewasa karena larva terlindung oleh bisul-bisul yang menjadi tempat persembunyiannya. Gunakan tepung daun tembakau yang mengandung nikotin 1% untuk mengatasi larva lalat bisul.

e) Tungau.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.6

Tungau menyerang tangkai, daun, dan buah dengan mengisap cairannya. Akibat serangannya muncul bercak keperakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Populasi tertinggi terjadi di musim kemarau. Atasi dengan pemasangan yellow sticky trap atau perangkap kuning lengket dan penyemprotan insektisida berbahan dasar propargite atau dicofol.

f. Kutu pengisap daun.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.2a

Kutu pengisap daun menyebabkan bercak coklat kehitaman disertai bekas nekrosis. Serangannya tidak hanya terkonsentrasi pada daun, tetapi juga pada buah. Untuk mengatasinya, gunakan yellow sticky trap atau basmi dengan insektisida berbahan aktif fenithion atau metomyl jika populasinya tidak terkendali.

g) Ngengat perusak daun.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.5

Sesuai namanya, hama ini menyerang daun. Akibat serangan hama ini, proses fotosintesis menjadi terganggu karena banyaknya daun yang rusak. Gunakan insektisida berbahan aktif betasilfutrin atau klorfenapir untuk mengatasi hama ini.

h) Ulat peliang daun.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.4

Hama ini menyerang daun muda. Gejalanya adalah tampak adanya alur melingkar transparan atau keperakan, tunas dan daun muda mengerut, menggulung, kemudian rontok. Cara pengendaliannya secara mekanis adalah dengan mengutip ulat dan memusnahkannya satu demi satu. Dapat juga menggunakan musuh-musuh alami, seperti lalat predator. Petik daun yang terkena serangan dan musnahkan. Alternatif lain secara kimiawi adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif methidathion atau diazinon.

i) Penggerek batang.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.3

Serangan hama ini tampak pada bagian-bagian kayu tanaman yang jika diperhatikan berlubang-lubang kecil dengan bekas gerekan di mulutnya. Apabila cabang dipotong dan dibelah melintang, tampak alur-alur gerekan di dalam kayu. Insektisida yang dapat digunakan untuk membasmi hama ini adalah yang berbahan aktif karbofuran. Cara pemberian melalui metode infus lebih efektif daripada penyemprotan.

Penyakit

Jenis-jenis penyakit yang sering ditemukan menyerang tanaman jambu bol dan cara mengatasinya sebagai berikut.

a) Antraknosa.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.27

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan atau jamur Colletotrichum gloeosporoides. Akibat serangan penyakit ini, daun menjadi keriting di daerah tepi, ujung daun mati, tunas mengering dan mati, lalu buah matang berbercak coklat tua sampai kehitaman. Pengendaliannya dengan cara memperbaiki sanitasi kebun, memangkas daun dan membuang buah yang terkena serangan, dan mengurangi kelembapan kebun. Dapat pula dibantu dengan penerapan fungisida berbahan aktif tembaga, seperti Cupravit.

b) Bercak daun.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.26

Penyebab penyakit ini adalah cendawan atau jamur Cercospora sp. Ciri-ciri serangan berupa bercak merah kecoklatan pada daun, bagian tengah bercak berwarna putih. Dapat dikendalikan dengan perbaikan sanitasi kebun, pemangkasan daun yang terkena serangan, dan penerapan fungisida berbahan aktif benomyl atau difenkonazol.

c. Kapang jelaga (sooty mould).

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.25

Penyebab penyakit ini adalah jamur Capnodium sp. Gejala serangan berupa adanya lapisan hitam yang menutup sebagian atau seluruh permukaan daun bagian atas. Semprotkan bubuk belerang pada permukaan daun untuk mengatasi penyakit ini.

d) Karat merah (red rust).

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.24

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cephaleuros virescens. Tanda-tanda serangan berupa bercak bulat berwarna coklat pada daun dan permukaan atas daun berbintik lembut. Kendalikan dengan memangkas daun yang sakit, memperbaiki sanitasi kebun, dan penerapan fungisida berbahan aktif tembaga hidroksida.

7. Penjarangan dan pembungkusan buah.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.34

Ketika tanaman mulai berbuah, tentunya hasil panen yang diharapkan adalah buah dengan kualitas terbaik dan ukurannya maksimal. Tujuan ini dapat diperoleh dengan cara melakukan penjarangan buah. Buah jambu bol cenderung muncul bergerombol dalam satu cluster. Terlalu banyaknya buah dalam satu cluster menyebabkan kualitas dan ukuran buah tidak bisa maksimal karena perebutan nutrisi dan benturan atau tekanan antarbuah. Kurangi jumlah buah per tandan.

Buang buah yang cacat, tampak tumbuh tidak normal, berukuran kecil, serta menunjukkan gejala-gejala penyakit atau serangan hama. Agar penampilan buah mulus dan kualitasnya prima, lindungi buah dari serangan hama dengan cara membungkus. Pembungkusan dilakukan 7 – 10 hari menjelang panen. Selain melindungi buah dari serangan lalat buah, pembungkusan juga membuat warna buah lebih menarik. Pembungkusan menggunakan ijuk yang diikat di kedua ujung rangkaian buah atau menggunakan pembungkus kertas/plastik transparan.

Baca juga :

I. Panen.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.1

Di Indonesia, jambu bol jamaika memulai musim berbunganya pada bulan Mei – Juni, dilanjutkan fase pembuahan, dan dapat dipanen pada bulan Agustus – September. Buah matnag sekitar 2 bulan atau 60 – 80 hari setelah bunga mekar. Tanaman yang berasal dari biji maksimal mulai berbuah pada umur 4 – 5 tahun, dari sambung enten 3 – 4 tahun, dan dari cangkok 1 – 2 tahun. Namun cepat dan tidaknya berbuah ini juga dipengaruhi faktor pemeliharaan dan kesesuaian dengan syarat tumbuh.

Buah jambu bol jamaika jika sudah matang berwarna merah kehitaman merata atau merah sedikit bergaris putih samar. Daging buah sudah empuk dan baunya agak harum. Begitu matang di pohon, buah akan segera jatuh dan rusak. Segera petik jika buah sudah menunjukkan tanda-tanda matang. Petik buah dengan cara memeganginya dengan tangan kiri sambil menggunting tangkainya dengan tangan kanan. Gunakan gunting tanaman yang steril. Berhati-hatilah dalam memanen buah ini agar jangan sampai jatuh atau rusak.

Oleh karena buah tidak seluruhnya matang secara bersamaan, petik 3 – 4 kali setiap musim dengan interval 5 hari sekali. Dalam setahun, pohon jambu bol dapat dipanen dua kali. Akan tetapi panen kedua biasanya hasilnya hanya 50% dari panen pertama. Produktivitas mulai menurun setelah tanaman berumur 30 tahun. Berdasarkan perhitungan modal dan pengeluaran biaya, pembudidayaan jambu bol jamaika secara komersial akan mengalami balik modal pada tahun kelima. Keuntungan dapat mulai dirasakan setelah tahun keenam.

J. Pascapanen.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.16

Setelah dipetik, kumpulkan buah dalam keranjang plastik. Simpan sementara di ruangan yang sejuk. Sortir buah yang cacat dan klasifikasikan buah yang baik berdasarkan ukuran. Oleh karena belum ada usaha pembudidayaan secara komersial, apalagi untuk ekspor, produk buah jambu bol belum memiliki standar mutu yang baku dan spesifik. Meskipun demikian, usaha perintisan untuk membawa produk buah ini ke dalam pasar internasional dapat dilakukan setelah melalui proses pengujian sampel yang dilakukan oleh petugas terlatih dari badan hukum resmi.

Cuci bersih buah yang sudah disortir dengan air bersih yang mengalir. Tiriskan di rak pengeringan. Kemas dalam kotak kardus atau keranjang plastik. Susun dengan rapi agar buah tidak berpindah tempat selama dalam perjalanan menuju tempat-tempat pendistribusian atau pengolahan. Simpan dalam lemari pendingin jika Anda tidak bermaksud memasarkannya langsung. Pengemasan diperkirakan dengan berat bersih maksimal 30 kg.

K. Khasiat dan kegunaan.

Mengenal-Jambu-Bol-Jamaika-dan-Cara-Pembudidayaannya.12

Kandungan nutrisi dalam setiap 100 gr daging buah jambu bol jamaika sebagai berikut.

  • Kandungan air = 90,3 – 91,6 gr.
  • Besi = 0,2 – 0,82 mg.
  • Protein = 0,5 – 0,7 gr.
  • Karoten = 0,003 – 0,008 mg.
  • Lemak = 0,1 – 0,2 gr.
  • Vitamin A = 3 – 10 IU.
  • Serat = 0,6 – 0,8 gr .
  • Tiamin = 15 – 39 mcg.
  • Mineral abu = 0,26 – 0,39 gr.
  • Riboflavin = 20 – 39 mcg.
  • Kalsium = 5,6 – 5,9 mg.
  • Niasin = 0,21 – 0,40 mg.
  • Fosfor = 11,6 – 17,9 mg.
  • Asam asorbik = 6,5 – 17,0 mg.

Kandungan-kandungan nutrisi di atas membuat buah ini kaya manfaat bagi kesehatan. Jika mengonsumsi buah ini secara rutin, manfaatnya bagi kesehatan, antara lain, membuat kulit menjadi segar dan cerah, pencernaan lebih baik, mata lebih cerah dan sehat, buang air kecil lancar. Berikut macam-macam khasiat buah jambu bol jamaika bagi kesehatan.

  • Mencegah osteoporosis.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Melancarkan sistem pencernaan, melancarkan buang air besar.
  • Menurunkan demam.
  • Mencegah diabetes.
  • Mengobati disentri.
  • Menjaga sistem saraf.
  • Mempercepat metabolisme karbohidrat.
  • Memelihara fungsi otot.
  • Mencegah penuaan dini dan melembapkan kulit.
  • Sebagai obat infeksi mulut dan tenggorokan.
  • Sebagai penunjang diet.
  • Menghilangkan kolesterol dari dalam usus yang menyebabkan perut buncit.
  • Meningkatkan fungsi sel darah putih (vitamin A sebagai antivirus dan antibodi).
  • Mempercepat penyembuhan luka.
  • Melancarkan peredaran oksigen dalam sel darah merah.
  • Meningkatkan fungsi otak (zat besi) serta meningkatkan daya pikir dan konsentrasi.
  • Meningkatkan sistem kepekaan otak untuk menjalankan perintah dan fungsinya.
  • Membantu pembentukan protein (fosfor), sintesa proteinnya membantu membangun jaringan tubuh, memperbaiki jaringan yang rusak, dan membantu proses reproduksi.
  • Melindungi membran mukosa (vitamin B1) yang menjaga tubuh dari berbagai mikroorganisme penyebab infeksi (ada di paru-paru, hidung, dan kelopak mata).
  • Memperbaiki tekstur kulit (vitamin C untuk sistem vaskular, pembuluh darah kecil di bawah kulit akan mengalirkan oksigen dan nutrisi agar kulit selalu sehat, memperbaiki tekstur, serta mencegah kulit kering dan kusam).
  • Menyuburkan rambut (vitamin C), menguatkan akar rambut, mencegah rambut kering dan bercabang, menghilangkan ketombe (vitamin C melawan bakteri di kulit kepala penyebab folikel tersumbat kulit mati yang kering dan terkelupas).
  • Mengatasi nyeri haid (kalsium).

Kebanyakan buah jambu bol jamaika disajikan sebagai buah meja atau dimakan langsung sebagai buah segar. Kadang-kadang dijadikan salah satu bahan pembuatan rujak. Juga sering ditemukan diolah menjadi setup (manisan dengan bumbu kayu manis) dan asinan (buah yang belum matang). Ada pula yang menjadikannya sebagai makanan pencuci mulut dengan campuran krim, dibuat saus, atau jeli (agar-agar). Bisa juga dijadikan sirup. Di Puerto Rico, buah jambu bol diolah menjadi minuman semacam anggur merah dan putih.

Tidak hanya buahnya yang bermanfaat, bagian-bagian tanaman yang lain pun memiliki manfaat yang cukup besar. Mulai dari batangnya yang cukup keras, kuat, dan berat dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan selama tidak terkena tanah. Hanya saja karena cenderung mudah melengkung dan sulit diolah, kayu batang jambu bol yang berwarna kemerahan lebih banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kerajinan. Seluruh bagian tanaman jambu bol menunjukkan aktivitas antibiotik, baik untuk tekanan darah dan respirasi.

Kandungan astringent pada kulit kayu bermanfaat sebagai obat alternatif penyembuh sariawan. Tumbuk bersama garam, saring sari buahnya dengan sabut kelapa. Rebus airnya lalu gunakan untuk berkumur. Akarnya juga bisa dijadikan obat gatal-gatal, disentri, dan perangsang aliran darah sehingga menambah gairah seksual. Akar jambu bol memiliki peran sebagai diurektik, dapat digunakan untuk mengatasi penyakit edemi. Daun jambu bol yang ditumbuk dapat dijadikan pelembap kulit dan campuran sabun.

Di Brazil digunakan sebagai obat alternatif untuk konstipasi, diabetes, batuk, penyakit paru obstruktif, dan obat pusing. Di Malaysia, daun jambu bol sudah diproses menjadi bubuk dan dikeringkan untuk diseduh dan diminum. Di Kamboja, buah, daun, dan biji jambu bol digunakan sebagai obat penurun panas.

Demikian serba-serbi tentang jambu bol jamaika serta cara menanam dan merawatnya, baik di rumah maupun untuk pembudidayaan secara komersial agar cepat berbuah. Untuk mendapatkan bibit jambu bol jamaika yang baik, Anda dapat mengunjungi laman kami di www.higaragro.com atau langsung berkunjung ke kebun pembibitan kami di Dusun Gulunan rt02/rw02, Desa Kaliboto, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah, 57752.

Kami menyediakan bibit jambu bol jamaika baik untuk penjualan satuan maupun secara grosir dengan harga yang bersahabat. Kami juga melayani pembelian secara online berikut pengiriman langsung ke alamat tujuan. Di samping bibit tanaman buah unik seperti jambu bol jamaika, kami juga menyediakan berbagai bibit tanaman perkebunan ataupun tanaman buah kegemaran dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Begitu pula berbagai keperluan penunjang keberhasilan Anda dalam bercocok tanam, seperti pupuk khusus tanaman jambu dan zat pengatur tumbuh organik, sampai alat-alat perkebunan.