0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Whatsapp 81238728886

Pusat Grosir Bibit Tanaman No 1 di Indonesia

Menanam dan Merawat Jambu Air Bajang Leang di Rumah

Jambu air dari masa ke masa menjadi kegemaran tua muda karena kesegarannya yang khas. Tidak hanya mengenyangkan, mengonsumsi jambu air juga dapat menghilangkan dahaga, menyegarkan kembali tubuh yang mengalami dehidrasi. Banyak sekali jenis-jenis jambu air yang dikembangkan di Indonesia. Satu lagi varietas baru yang berasal dari Thailand, di Indonesia dikenal dengan nama jambu air bajang leang. Jambu air varietas baru ini terkenal karena ukurannya yang jumbo dan paduan warnanya yang menarik.

Rasanya pun manis dengan tekstur daging yang lebih lembut dan padat. Penanaman dan perawatannya tidak sulit, sama saja dengan penanaman dan perawatan jambu air lainnya. Hanya saja mengingat ukuran buahnya yang besar, ada perlakuan khusus yang perlu diperhatikan dalam merawat buah jambu ini. Ingin memiliki tanaman ini di rumah? Anda tidak memerlukan lahan yang luas karena tanaman ini tidak tumbuh terlalu besar. Anda dapat menanamnya di lahan pekarangan atau di dalam pot.

Berikut langkah-langkah penanaman dan perawatan jambu air bajang leang agar cepat berbuah dan produktif.

A. Klasifikasi.

Menanam-dan-Merawat-Jambu-Air-Bajang-Leang-di-Rumah.11

  • Kingdom    : Plantae.
  • Divisi          : Magnoliophyta.
  • Kelas           : Magnoliopsida.
  • Subkelas     : Rosidae.
  • Ordo           : Myrtales.
  • Famili          : Myrtaceae.
  • Genus         : Syzygium.
  • Spesies        : Syzygium aqueum.

B. Karakteristik dan morfologi.

Menanam-dan-Merawat-Jambu-Air-Bajang-Leang-di-Rumah.2

Jambu air bajang leang merupakan tanaman tropis evergreen (selalu hijau di segala musim). Bentuknya pohon yang berdiri tegak, namun tidak terlalu tinggi, hanya 3 – 10 m (mungkin lebih jika diliarkan). Tajuknya rimbun dan menyebar. Oleh karena tumbuh tidak terlalu tinggi dan penampilannya menarik, dapat juga dijadikan tanaman hias di dalam pot. Tidak mengenal musim, berbuah lebat, dan dapat berbuah berkali-kali dalam setahun. Batangnya berkayu keras berwarna coklat kemerahan dengan kulit bertekstur kasar, bercelah seperti retakan.

Terdapat bercak coklat di beberapa tempat. Diameter batang 0,3 – 0,5 cm. Terkadang bengkok-bengkok, bercabang mulai dari pangkal. Panjang cabang dapat mencapai 1 m. Akar jambu air bajang leang merupakan akar tunggang dengan percabangan yang relatif kecil. Daunnya tunggal, terletak berhadapan, dan bertangkai. Panjang tangkai 0,5 – 1,5 cm. Bentuk daun seperti jantung yang jorong atau bundar telur terbalik dan jorong dengan ujung tumpul dan pangkal membulat.

Teksturnya halus dan permukaannya mengilap. Panjangnya 15 – 20 cm dan lebar 4 – 6 cm. Susunan tulangnya menyirip. Sedikit berbau aromatis jika diremas. Bunganya termasuk bunga majemuk, berupa malai di ujung ranting (terminal) atau muncul di ketiak daun yang telah gugur (aksial) sebanyak 3 – 7 kuntum. Merupakan bunga lengkap yang memiliki kelamin ganda sehingga dapat melakukan penyerbukan sendiri (abiotik). Warna bunga kuning keputihan.

Kelopaknya berbentuk corong/tabung sepanjang 1 cm. Daun mahkota bundar atau segitiga berukuran 5 – 7 mm. Benang sarinya berwarna putih, panjangnya 3 – 3,5 cm, ada lebih dari 20 sehingga bunga ini tampak seperti berbulu. Putiknya berukuran 5 – 7 cm, berwarna hijau pucat. Bunga jambu air bajang leang hampir tidak beraroma. Buah jambu air bajang leang adalah bagian yang menjadi ciri dari tanaman ini. Ukurannya lebih besar daripada jambu air pada umumnya, tiap buah dapat mencapai berat 300 gr.

Bertipe buni dengan bentuk seperti lonceng yang memanjang, pangkalnya kecil dan ujungnya melebar. Kulitnya tipis, mengilat, berwarna hijau pucat ketika muda dan berubah menjadi perpaduan tiga warna (hijau, kuning, merah) ketika matang. Bermahkota empat kelopak yang berdaging dan melengkung. Bagian luar kelopaknya berwarna merah. Daging buah berwarna putih, teksturnya padat dan lembut, tetapi renyah. Mengandung banyak air.

Rasanya agak sepat ketika masih muda dan manis setelah matang. Buah jambu air bajang leang hampir tidak beraroma. Bijinya kecil, tiap buah memiliki antara 1 – 4 biji, kadang tidak berbiji. Bentuknya seperti ginjal, berwarna putih hingga coklat dengan diameter antara 1 – 1,5 cm. Tiap biji ditutupi selaput berwarna putih.

C. Syarat tumbuh.

Menanam-dan-Merawat-Jambu-Air-Bajang-Leang-di-Rumah.4

Jambu air bajang leang tumbuh optimal di dataran rendah antara 0 – 700 mdpl. Toleransi ketinggian yang masih dapat ditanami, meskipun dengan hasil yang mungkin kurang optimal adalah dataran tinggi 1.200 mdpl. Sebagai tanaman tropis, jambu air bajang leang memerlukan sinar matahari penuh sepanjang hari sehingga tumbuh dengan baik di tempat terbuka. Curah hujan sedang antara 1000 – 2500 mm per tahun dengan 3 – 4 bulan kering.

Jenis tanah yang disukai adalah tanah lempung yang subur dengan drainase baik, derajat keasaman tanah (pH) 6. Kecepatan angin sedang, cukup untuk membantu penyerbukan.

D. Pembibitan.

Menanam-dan-Merawat-Jambu-Air-Bajang-Leang-di-Rumah.12

Jambu air bajang leang dapat diperbanyak dengan cara generatif (biji) ataupun vegetatif (cangkok, stek, sambung pucuk, okulasi). Cara vegetatif lebih banyak digunakan untuk perbanyakan bibit unggul, terutama metode sambung pucuk dan okulasi. Perbanyakan dari biji umumnya tetap diperlukan sebagai sarana persiapan batang bawah bagi metode sambung pucuk/okulasi. Untuk perbanyakan dari biji, dapat membeli benih berupa biji di tempat-tempat penjualan bibit atau mengumpulkan biji dari buah yang telah dikonsumsi.

Biji jambu air bajang leang tidak dapat disimpan. Jika hendak dijadikan bibit, biji segar harus langsung ditanam atau disemaikan. Siapkan wadah persemaian, isi dengan tanah humus dan pupuk kandang yang sudah dijemur agar steril dan disaring supaya tidak ada gumpalan. Buat lubang-lubang tanam dengan jarak 2 – 3 cm, kedalaman 1,5 – 2 cm. Tutup kembali dengan tanah lalu siram air hingga merata.

Tunggu beberapa minggu hingga kecambah muncul sambil terus melakukan perawatan, seperti penyiraman jika media semai tampak berkurang kelembapannya, penyiangan jika tumbuh bibit tanaman-tanaman lain yang tidak diinginkan, dan monitoring terhadap hama dan penyakit. Setelah kecambah tumbuh dan memiliki akar yang cukup kuat, pindahkan ke dalam polybag berukuran kecil. Isi dengan media tanam yang terdiri atas tanah humus, sekam, dan pupuk kandang (1 : 1 : 1). Tanam kecambah dan rawat hingga ukurannya cukup untuk dijadikan batang bawah.

Awasi jika ada tanda-tanda serangan hama dan penyakit, terutama yang proses penularannya melalui tanah dan menyerang akar. Apabila Anda menemukan tanaman jambu air bajang leang yang berkualitas baik dan sudah berbuah di sekitar rumah Anda, Anda dapat mencangkoknya untuk dijadikan bibit. Pilih cabang yang sehat, gores permukaan kulitnya sepanjang 7 – 10 cm sampai terlihat bagian kayunya. Beri hormon pertumbuhan atau ZPT dan diamkan selama 3 hari.

Tempelkan media tanam berupa sabut kelapa atau tanah subur yang sudah dikepal di dalam plastik. Bungkus dan ikat pada bagian tengah dan ujung-ujungnya agar media tanam dapat melekat dengan kuat. Rawat hingga akar tumbuh, lalu potong di bawah akar dan tanam. Cara yang lebih praktis untuk mendapatkan bibit jambu air bajang leang tentunya dengan membeli di tempat-tempat penjualan yang terpercaya. Pilih bibit yang sehat, bebas hama dan penyakit, batangnya lurus dan kokoh, daunnya segar dan rimbun, serta perakarannya normal.

Bibit yang dijual umumnya diperbanyak dengan metode okulasi dengan batang atas berasal dari indukan dewasa yang terbukti unggul dan sudah menghasilkan buah dengan ukuran jumbo dan manis. Setelah Anda berhasil menanam jambu air bajang leang, jangan terburu-buru membuang cabang yang baik ketika melakukan pemangkasan, terlebih jika tanaman jambu air bajang leang yang Anda tanam terbukti memiliki kualitas yang baik. Manfaatkan untuk membuat bibit dengan metode stek.

Caranya, potong cabang tersebut sepanjang 20 – 30 cm, rendam dalam ember berisi larutan air dan hormon pertumbuhan selama 1 – 2 hari, lalu tanam di polybag hingga cukup besar untuk dipindahkan.

Baca juga :

E. Penanaman.

Menanam-dan-Merawat-Jambu-Air-Bajang-Leang-di-Rumah.13

Proses penanaman bibit jambu air bajang leang di pekarangan didahului dengan tindakan pengolahan lahan. Bersihkan lahan dari gulma ataupun tanaman pengganggu lain, juga sisa-sisa tanaman yang terdahulu. Gemburkan tanah dengan cangkul sambil memastikan bahwa tidak ada organisme pengganggu yang tersembunyi di dalam tanah. Buat lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm. Oleh karena tanaman ini memiliki tajuk yang lebar, beri jarak tanam 5 x 5 m – 7 x 7 m dari tanaman lainnya, tergantung luas lahan.

Campur tanah bekas galian lubang tanam dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1 : 1. Gunakan pupuk yang sudah matang atau terfermentasi dengan baik. Taburkan kapur dolomit ke dalam lubang tanam jika pH tanahnya belum sesuai. Jika Anda ingin menanam jambu air bajang leang di dalam pot, pilih pot berdiameter minimal 60 cm atau gunakan pot dari drum bekas. Pastikan bagian bawah pot memiliki lubang drainase yang baik.

Sebagai media tanam, campur tanah humus dengan sekam dan pupuk kandang kering dengan perbandingan 1 : 2 : 2. Aduk campuran hingga homogen dan tidak ada lagi bagian-bagian yang menggumpal. Taburkan pecahan genting atau batu bata di dasar pot. Lubang tanam dan media tanam didiamkan selama 3 – 5 hari agar mikroorganisme pengganggu yang ada di dalam tanah mati. Penanaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan ketika ketersediaan air mencukupi karena jambu air bajang leang yang masih muda memerlukan suplai air yang konsisten.

Jangan lupa membuat saluran drainase untuk penanaman di pekarangan karena sekalipun membutuhkan air, akar tanaman ini tidak boleh tergenang. Genangan air dapat membusukkan akar dan meningkatkan risiko serangan penyakit jamur. Setelah waktu pengistirahatan lubang tanam dan media tanam cukup, penanaman bibit dapat dilakukan. Kembalikan separuh bagian tanah galian yang sudah dicampur pupuk ke dalam lubang tanam untuk penanaman di pekarangan.

Lepaskan bibit dari polybagnya dengan hati-hati agar media semainya tidak pecah sehingga perakarannya utuh. Letakkan bibit tepat di tengah lubang dalam posisi tegak, lalu timbun dengan sisa tanah galian hingga seluruh bagian akar tertutup dengan baik. Padatkan, pasang ajir untuk membantu tanaman tetap berdiri tegak. Sirami secukupnya. Langkah penanaman di dalam pot lebih kurang sama. Masukkan setengah bagian media tanam ke dalam pot yang dasarnya sudah diberi taburan pecahan genting atau batu bata.

Letakkan bibit yang sudah dilepas dari polybag tepat di tengah pot. Masukkan sisa media tanam hingga ketinggian 2 cm di bawah bibir pot. Padatkan, pasang ajir agar tanaman tidak mudah roboh, lalu sirami hingga merata dan sisa air mengalir keluar dari lubang di bawah pot.

F. Perawatan dan pemeliharaan.

Menanam-dan-Merawat-Jambu-Air-Bajang-Leang-di-Rumah.14

Untuk mendapatkan tanaman jambu air bajang leang yang menghasilkan buah yang berkualitas, rasanya manis, tumbuh lebat, dan warnanya mencolok ada dua faktor yang harus diperhatikan, yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi iklim, cuaca, musim, kondisi geografis lokasi penanaman, curah hujan, dan angin. Semuanya sudah harus dipikirkan sebelum melakukan proses penanaman.

Faktor internal meliputi perawatan dan pemeliharaan, yaitu penyiraman, pemupukan, pemangkasan, perampasan, penyiangan, penggemburan, dan perlindungan dari hama dan penyakit. Selama dua tahun pertama, tanaman harus disiangi, disirami, diberi mulsa, dan pupuk lengkap. Penyiraman 1 – 2 kali sehari tergantung cuaca dan kelembapan tanah. Penyiraman dengan air ledeng perlu didiamkan terlebih dahulu semalaman agar kandungan kaporit dalam air mengendap.

Setelah tanaman dewasa (>2 tahun) penyiraman hanya satu kali sehari ketika cuaca panas. Waktu penyiraman pagi dan atau sore hari saat sinar matahari tidak terik. Tiga bulan setelah penanaman, waktunya memberikan pupuk lanjutan yang pertama. Terdiri atas pupuk kandang yang terbuat dari kotoran kandang sebanyak 15 kg per pohon dan pupuk TS 100 – 150 gr. Ulangi pemupukan dengan interval 3 bulan sekali sehingga menjadi 4 kali dalam setahun.

Pada tahun kedua, tambahkan dengan NPK 15 : 15 : 15 sebanyak 25 gr per pohon/pot. Tahun ketiga dan seterusnya, tambahan NPK menjadi 100 gr per pohon/pot. Cara pemberian pupuk dengan membuat parit sedalam 10 cm melingkari bagian bawah tajuk tanaman, taburkan pupuk ke dalam parit lalu tutup kembali dengan tanah. Untuk pupuk NPK yang berbentuk padat (tablet), benamkan sedalam 10 cm di sekitar pangkal batang. Untuk memacu pembuahan, tambahkan ZPT jika perlu.

Penyemprotan ZPT dimulai setelah tanaman kuat dan sehat (setelah pemupukan lanjutan yang pertama). Tunda jika cuaca panas. Dosis ZPT 1 cc/1 – 2 liter air, diberikan 2 minggu sekali. Jika tanaman sedang berbuah, pemberian pupuk kandang ditambah menjadi 2 atau 3 kali sebulan karena pada masa ini tanaman memerlukan nutrisi lebih banyak dari biasanya.

Menanam-dan-Merawat-Jambu-Air-Bajang-Leang-di-Rumah.15

Jambu air bajang leang yang ditanam di pekarangan memerlukan penyiangan dan penggemburan secara rutin untuk menjaga sanitasi kebun dan mencegah perkembangan hama dan penyakit. Penyiangan juga berfungsi agar tidak terjadi perebutan nutrisi yang dapat menganggu pertumbuhan tanaman. Penggemburan bertujuan untuk mengembalikan kesuburan tanah dan membasmi hama yang bersembunyi di dalam tanah atau bibit penyakit tular tanah.

Untuk jambu air bajang leang yang ditanam di dalam pot, perawatan yang serupa adalah penggantian media tanam 2 kali dalam setahun. Dengan penggantian tanah, nutrisi bagi tanaman tetap terjaga sekaligus menghilangkan bibit-bibit hama dan penyakit. Pemangkasan diawali sejak tanaman masih setinggi 75 cm – 1 m untuk pembentukan tajuk. Buang semua tunas kecuali tiga buah yang kondisinya paling baik. Biarkan tunas tumbuh hingga 50 cm, lalu pangkas lagi dengan menyisakan 3 tunas pada masing-masing cabang.

Berikut seterusnya hingga terbentuk pola 1-3-9-27 (1 batang pokok, 3 cabang primer, 9 cabang sekunder, dan 27 cabang tersier). Pembungaan dan pembuahan kelak akan terjadi di cabang tersier. Setelah tanaman dewasa, pemangkasan dilakukan setiap habis panen terhadap cabang-cabang dan ranting yang kering, mati, atau tidak produktif, dan tumbuh tidak teratur hingga bertumpukan. Pemangkasan pemeliharaan ini dapat menjaga produktivitas tanaman sekaligus mengurangi risiko serangan hama dan penyakit akibat tajuk yang terlalu rimbun.

Kerimbunan tajuk dikurangi tidak hanya dengan pemangkasan, tetapi juga dengan perampasan daun. Rontokkan daun dari tiap ranting dan sisakan hanya 4 lembar yang ada di bagian pucuk. Lakukan setelah pemupukan. Tunda dahulu jika cuaca sangat panas. Perampasan atau perontokan daun berfungsi  merangsang pembuahan dan mengurangi kelembapan dengan membiarkan sinar matahari masuk ke seluruh bagian tanaman. Periode pembungaan jambu air bajang leang terjadi ketika cuaca panas dan kering di musim kemarau.

Setelah buah muncul, lakukan penjarangan dengan menyisakan 2 – 3 buah per tandan. Pilih buah yang kondisinya baik, buang buah yang tumbuh tidak normal, busuk, atau cacat. Tujuan dilakukannya penjarangan adalah agar kelak buah yang dihasilkan memiliki ukuran dan kualitas yang maksimal.

Menanam-dan-Merawat-Jambu-Air-Bajang-Leang-di-Rumah.16

Hama utama jambu air bajang leang adalah lalat buah dan kutu buah. Penggunaan insektisida seringkali terbukti kurang efektif dan justru menyebabkan hama kebal terhadap insektisida lalu kembali menyerang tanaman. Cara yang paling efektif untuk melindungi buah dari lalat dan kutu adalah dengan membungkus buah sejak masih muda, penggunaan perangkap dengan feromon methyl eugenol, atau perangkap yellow sticky trap. Semprotkan insektisida hanya jika populasi hama terlalu tinggi untuk diatasi dengan cara-cara lain, dosisnya cukup 2 cc/liter air.

Adapun penyakit yang sering dijumpai menyerang tanaman ini adalah penyakit-penyakit yang disebabkan oleh jamur. Perbaikan sanitasi dan drainase, pemangkasan dan perampasan, membuang dan memusnahkan bagian-bagian tanaman yang sakit, serta menutup luka bekas pangkasan atau karena sebab-sebab lain dengan parafin atau karbolineum sudah cukup efektif untuk mengatasi penyakit tanaman ini.

Baca juga :

Seperti halnya insektisida, fungisida (terutama fungisida kimia) hanya diperlukan jika serangan terlalu parah untuk diatasi dengan cara-cara lain yang lebih ramah lingkungan.

G. Panen.

Menanam-dan-Merawat-Jambu-Air-Bajang-Leang-di-Rumah.8

Jambu air bajang leang yang diperbanyak dengan metode vegetatif akan mulai belajar berbuah pada usia 1 – 2 tahun dan memasuki masa produktif sejak umur 2 tahun. Buah dapat dipanen jika ukurannya sudah maksimal, paduan ketiga warnanya mencolok, dan rasanya sudah manis. Petik menggunakan gunting tanaman yang tajam dan steril agar tidak merusak ranting. Petik buah yang sudah benar-benar matang saja karena jambu air bajang leang tidak melanjutkan proses pematangan setelah dipetik.

H. Manfaat jambu air bajang leang.

Menanam-dan-Merawat-Jambu-Air-Bajang-Leang-di-Rumah.9

Seperti halnya jenis-jenis jambu air yang lain, jambu air bajang leang memiliki kandungan air yang tinggi sehingga sangat membantu untuk mengatasi dehidrasi. Buah ini juga mengandung karbohidrat sehingga dengan ukurannya yang besar, mengonsumsi satu buah jambu air bajang leang sudah cukup untuk mengatasi rasa lapar dan dahaga sekaligus. Kandungan vitamin yang utama adalah vitamin A dan C. Buah ini juga mengandung antioksidan.

Dengan kandungan ini maka buah jambu air bajang leang dapat membantu menjaga kesehatan mata, mempercantik kulit, dan menangkal radikal bebas. Mengonsumsi buah ini secara rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, vitamin C bersama kalsium membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi. Sekalipun rasanya manis, kandungan gula dalam buah jambu air bajang leang tidak menyebabkan meningkatnya kadar gula dalam darah sehingga dapat membantu mengatasi diabetes.

Buah ini juga dipercaya dapat menambah kesuburan dan sangat baik bagi wanita yang baru melahirkan untuk mengembalikan stamina. Buah jambu air bajang leang biasa disajikan sebagai buah meja yang dapat disantap langsung atau sebagai rujak. Nikmat juga jika disetup, dijadikan manisan, dan asinan. Selain buahnya, bagian-bagian tanaman yang lain juga dapat dimanfaatkan. Kayu pohonnya yang keras dapat dijadikan bahan bangunan selama tidak terkena tanah.

Akan tetapi karena ukurannya kecil, kayu pohon jambu air bajang leang lebih banyak digunakan sebagai bahan kerajinan atau kayu bakar. Kulit batangnya dapat dijadikan obat untuk penyakit kulit. Daunnya selain digunakan untuk pengobatan diare, juga sering digunakan sebagai pembungkus atau bahan pewarna makanan.

Demikian panduan cara menanam dan merawat jambu air bajang leang di rumah agar cepat berbuah. Semoga dapat membantu kesuksesan Anda dalam penanaman dan pemeliharaan tanaman ini. Untuk mendapatkan bibit jambu air bajang leang yang baik, Anda dapat mengunjungi laman kami di www.higaragro.com atau langsung berkunjung ke kebun pembibitan kami di Dusun Gulunan rt02/rw02, Desa Kaliboto, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah, 57752.

Kami menyediakan bibit jambu air bajang leang baik untuk penjualan satuan maupun secara grosir dengan harga yang bersahabat. Kami juga melayani pembelian secara online berikut pengiriman langsung ke alamat tujuan. Di samping bibit tanaman jambu, kami juga menyediakan berbagai bibit tanaman perkebunan ataupun tanaman buah kegemaran dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan, berikut berbagai keperluan penunjang keberhasilan Anda dalam bercocok tanam, mulai dari pupuk dan obat-obatan, sampai alat-alat perkebunan.

1
Silahkan... Mau pesan bibit apa?
Powered by