0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Whatsapp 81238728886

Pusat Grosir Bibit Tanaman No 1 di Indonesia

Penanaman dan Perawatan Leci sebagai Komoditi Perkebunan dan Tanaman Hias Rumahan Agar Cepat Berbuah

Leci (Litchi chinensis) adalah buah yang sangat unik. Dilihat dari luar, tampak seperti jenis-jenis berry. Tetapi, ketika dimakan sama sekali tidak mirip dengan berry karena kulitnya tidak dapat dimakan. Adapun daging buahnya mirip rambutan atau kelengkeng. Di beberapa negara, leci bahkan awalnya dianggap sebagai kacang-kacangan. Penyebabnya, ketika sudah matang dan tidak segera dipanen atau diolah, daging buah ini akan mengeras dan rasanya seperti kacang.

Sekalipun enak disantap segar, tetapi di Indonesia leci lebih banyak diperdagangkan dalam bentuk buah kalengan atau sebagai pelengkap makanan dan minuman olahan lainnya. Harga jualnya masih tergolong tinggi sehingga masih termasuk dalam golongan buah-buahan mewah. Selain sebagai komoditi perkebunan atau pembudidayaan, pohon leci dengan bentuknya yang unik dan warna buahnya serta bunganya yang menarik cantik pula dijadikan tanaman hias, baik di pekarangan maupun dalam pot.

Ingin ikut membudidayakannya atau sekadar memiliki untuk koleksi di rumah? Berikut serba-serbi yang perlu Anda ketahui dalam penanaman dan perawatan tanaman leci agar cepat berbuah dan berkualitas baik.

A. Asal-usul dan Persebaran.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.2

Buah eksotis ini habitat aslinya berada di provinsi Guangdong dan Fujian, Cina Selatan. Kultivasinya di negara tersebut tercatat sejak tahun 1059 M. Catatan tak resmi menyebutkan bahkan lebih jauh lagi, yaitu sejak 2000 SM. Leci liar banyak tumbuh di Cina Selatan dan pulau Hainan. Banyak cerita tentang kenikmatan buah leci yang beredar di kalangan kekaisaran Cina. Konon pada abad 1 M, buah leci dari provinsi Guangdong harus diantar dengan kurir khusus secara kilat untuk memenuhi permintaan kaisar.

Permintaan besar akan leci ini terjadi pada masa Dinasti Song (960 – 1279) sebagaimana dikisahkan Cai Xiang dalam karyanya Li Chi Pu (Treatise on Lychees/Kenikmatan Buah Leci). Pada saat itu, leci menjadi buah favorit selir kesayangan Kaisar Li Longji (Xuanzong) yang bernama Yang Yuhuan (Yang Guifei). Kaisar sampai mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk memenuhi keinginan selir kesayangannya ini. Oleh karena itu, di Cina buah leci menjadi simbol romantisme.

Persebaran paling awal adalah ke Malaysia dan Vietnam Utara. Dari sana lalu menyebar ke Thailand, Filipina, Indonesia, India, Nepal, Bangladesh, Pakistan, Taiwan Selatan dan Tengah, Madagaskar, hingga ke Afrika Selatan. Dunia barat mengenalnya dari Michael Boym (1656), seorang misionaris Jesuit Polandia. Klasifikasinya dibuat berdasarkan definisi ilmuwan Prancis, Pierre Sonnerat, dalam bukunya Voyage to the East Indies and China (Perjalanan ke Hindia Timur dan Cina) yang ditulis antara tahun 1774 – 1781 dan dipublikasikan tahun 1782.

Sekarang, tanaman leci sudah dapat ditemukan juga di Meksiko, Brazil, Karibia, Australia, Israel, dan Amerika Serikat. Produsennya yang terbesar masih tetap Cina, disusul India, negara-negara Asia Tenggara, India, dan Afrika Selatan.

B. Klasifikasi dan Kultivarnya.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.3

Kingdom     : Plantae (tumbuhan)

Ordo            : Sapindales

Famili          : Sapindaceae (lerak-lerakan)

Genus          : Litchi

Spesies        : Litchi chinensis

Menurut definisi Pierre Sonnerat, ada tiga subspesies buah leci yang ditentukan berdasarkan susunan bunga, ketebalan ranting, buah, dan jumlah benang sari.

  1. Litchi chinensis subspesies chinensis adalah satu-satunya jenis yang dikomersialkan. Tumbuh liar di Cina Selatan, Vietnam Utara, dan Kamboja. Rantingnya tipis, bunga memiliki 6 benang sari, permukaan buah halus atau berbenjolan sebesar 2 mm.
  2. Litchi chinensis subspesies philippinensis (Radlk.) leenh. Tumbuh liar di Filipina dan jarang dibudidayakan. Rantingnya tipis, benang sari berjumlah 6 – 7, bentuk buah oval memanjang dengan benjolan permukaan berduri sebesar 3 mm.
  3. Litchi chinensis subspesies javensis adalah jenis yang dikultivasi di Malaysia dan Indonesia. Rantingnya tebal, benang sari berjumlah 7 – 11 dalam kelompok yang berlekatan. Permukaan buah berbenjolan halus sekitar 1 mm.

Kultivarnya banyak dengan kerancuan dalam penamaan dan identifikasi. Penyebabnya karena kultivar yang sama akan menghasilkan buah yang berbeda jika ditanam di iklim yang berbeda. Juga memiliki banyak sinonim. Di Amerika Serikat, buah ini disebut leechee. Di Inggris dan Britania Raya disebut liechee. Di Cina sendiri diberi nama pin yin atau lizhi. Negara-negara Asia Tenggara dan Australia menggunakan nama asli Cinanya untuk memberi nama kultivar terbesar.

Kultivar-kulitvar yang populer di Cina, antara lain, San yue kong, Bai tan ying, Baila, Shuidong, Fei xi xao, Da zou, Heiye, Nuomici, Guiwei, Huaizhi, Lanzhu, dan Chenzi. Di Vietnam, kultivar yang paling populer adalah Vai Hieu Hai Dong. India menumbuhkan lebih dari 12 kultivar, di antaranya, Shahi, Dehra Dun, Early Large Red, Kalkattia, dan Rose Scented. Afrika Selatan mengembangkan kultivar baru dengan nama Mauritius. Sebagian besar kultivar yang diproduksi di Florida, Amerika Serikat diimpor dari Cina, kecuali kultivar Groff yang dikembangkan di Hawaii.

Leci dibawa ke Australia lebih dari 100 tahun yang lalu oleh penambang emas dari Cina. Meskipun dapat tumbuh di New South Wales, tetapi karena merupakan tanaman tropis lebih banyak tumbuh di Queensland. Empat varietas leci yang tumbuh di Australia adalah Taiso, Bengal, Wai Chee, dan Kuai Mai Pink. Kuai Mai Pink berbuah hampir setiap tahun. Buahnya berbiji kecil. Jenis Bengal punya biji paling besar, tetapi rasa buahnya paling manis. Ukurannya juga paling besar.

C. Karakteristik dan Morfologi.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.4

Leci adalah tanaman tropis hijau abadi yang tingginya rata-rata dapat mencapai 9 – 15 m. Di alam liar ada yang ditemukan mencapai ketinggian 28 m, tetapi ini jarang sekali terjadi. Kulit batangnya berwarna abu-abu kehitaman, cabang-cabangnya berwarna merah kecoklatan. Kanopi atau tajuknya membulat. Daunnya berwarna hijau tua mengilat dengan ukuran panjang 10 – 25 cm. Helai daun berpasangan 2 – 4. Sifat daun menolak air sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan, mirip dengan keluarga Lauraceae.

Kemungkinan kemiripan ini disebabkan terjadinya evolusi konvergen, yaitu proses organisme yang tidak berhubungan mengalami evolusi ciri yang mirip sebagai hasil dari adaptasi dengan lingkungan. Daun yang menolak air ini disebut laurophyii atau daun lauroid. Bunga tumbuh pada terminal dengan malai banyak. Malai tumbuh dalam kelompok (cluster) yang terdiri atas 10 malai atau lebih sepanjang 10 – 40 cm atau lebih. Masing-masing terdiri atas ratusan bunga kecil berwarna putih, kuning, atau hijau beraroma lembut.

Bunga jantan dan betina tumbuh di pohon yang sama dan pada malai yang sama sehingga pohon leci dapat melakukan penyerbukan sendiri. Akan lebih produktif apabila selama satu minggu sebelum berbunga cuaca di malam hari dingin dengan temperatur di bawah 20oC. Bentuk buah leci bervariasi mulai dari bulat, oval, hingga berbentuk hati. Ukurannya paling kecil sebesar kelereng, ukuran maksimal 4 x 5 cm, dengan berat rata-rata 20 gr/buah.

Buah tumbuh menggerombol dalam tandan. Warna kulit buahnya mulai dari merah muda hingga merah mencolok ketika sudah matang. Waktu masih muda, kulit buahnya berwarna hijau. Kulit buah tidak dapat dimakan, tetapi mudah dikelupas. Tekstur umumnya tertutup benjolan kecil, ada yang halus juga ada yang tajam dan kasar. Kulit berfungsi sebagai pelindung daging buah. Warna kulit buah leci akan berubah menjadi coklat dan mengering jika dibiarkan di pohon setelah masa panen.

Rasa daging buah leci manis sedikit asam. Baunya wangi, beraroma bunga, dan manis. Daging buah berwarna putih transparan, merupakan bagian dari buah yang dapat dimakan. Daging buah leci sejatinya adalah aril, selaput biji yang berdaging. Makin tebal daging buah leci, harga jualnya semakin tinggi. Aril ini menyelimuti sebuah biji berwarna coklat gelap yang tidak dapat dimakan. Panjangnya 1 – 3,3 cm, lebarnya 0,6 – 1,2 cm. Beberapa kultivar menghasilkan buah dengan biji yang mandul dan layu dalam persentase yang cukup tinggi.

D. Syarat Tumbuh.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.5

Sekalipun merupakan tanaman tropis, leci dapat tumbuh di wilayah subtropis. Di wilayah tropis sendiri, tanaman ini tumbuh dengan baik di dataran tinggi di atas 700 mdpl dengan iklim dingin. Tanaman dewasa membutuhkan sinar matahari sepanjang hari. Kebutuhan curah hujan cukup tinggi, rata-rata 2000 mm/tahun. Suhu rata-rata 9 – 19oC selama musim hujan, dan 25 – 33oC selama musim kemarau. Menyukai tanah gembur berhumus banyak dengan pH optimal 6,5 atau tanah yang sedikit asam (pH 5,0 – 5,5) dengan drainase yang baik.

Proses pematangan buah tergantung cuaca dan iklim, sedang panas atau dingin. Rata-rata membutuhkan kelembapan yang cukup tinggi ketika cuaca panas.

E. Pembibitan.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.6

Leci dapat dikembangbiakkan melalui biji atau dengan cara-cara vegetatif, seperti cangkok, stek, dan sambung. Pengembangbiakkan dari biji merupakan cara yang paling mudah dan murah sekalipun memiliki banyak kelemahan, antara lain, baru akan berbuah setelah 10 – 15 tahun dan kemungkinan sifat-sifat tanaman baru menyimpang dari sifat-sifat induknya. Beberapa kultivar bahkan baru akan berbuah setelah berumur 25 tahun jika ditanam dari biji dengan kualitas yang tidak dapat dipastikan.

Cara cangkok dan stek lebih banyak digunakan karena prosesnya lebih cepat. Tanaman yang dihasilkan dari cara pembibitan vegetatif sudah akan berbuah dalam umur 2 – 5 tahun. Tingkat keberhasilan teknik cangkok dan stek cukup tinggi, yaitu 80%. Cara yang lebih praktis untuk mendapatkan bibit leci tentunya dengan membeli bibit di tempat penjualan yang terpercaya. Pilih bibit yang tampak segar dan sehat, dan tentunya sudah cukup umur untuk ditanam secara permanen.

Baca juga :

Tetapi jika Anda bermaksud untuk membudidayakan leci secara komersial, pembibitan dari biji perlu dipertimbangkan untuk penyediaan batang bawah bagi teknik okulasi. Berikut beberapa teknik pembibitan leci yang dapat Anda praktikkan.

1. Pembibitan dari biji.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.7

Ambil biji dari buah leci yang sudah tua dan sehat. Oleh karena viabilitas biji leci cukup rendah, yaitu kurang dari 4 hari, sebaiknya segera ditanam begitu dipisahkan dari daging. Pilih biji yang ukurannya paling besar karena memiliki peluang tumbuh yang lebih baik. Ada dua metode yang dapat dipilih, metode kering atau metode lembap. Untuk metode kering, jemur biji selama 1 hari untuk mengurangi kadar airnya. Agar proses tumbuhnya tunas lebih cepat, letakkan biji dalam kertas tisu lalu simpan dalam kulkas selama ±3 hari (jangan di dalam freezer).

Siapkan media penyemaian dalam polybag yang telah diisi campuran tanah dan pupuk kandang. Keluarkan biji dari lemari pendingin, tanam pada media semai yang sudah disiapkan. Sedangkan untuk metode lembap, rendam biji dalam air yang sudah didemineralisasi (dihilangkan kadar garamnya) selama 1 hari. Semaikan di dalam polybag yang sudah diisi kompos matang dan sudah disiram. Letakkan media semai di area yang cukup teduh, tetapi tetap terkena sinar matahari.

Temperatur rata-rata persemaian adalah 25oC. Sirami dengan sprayer untuk menjaga kelembapan media semai dan membantu percepatan tunas. Rawat dengan baik agar sehat dan batangnya kuat. Bibit dapat ditanam di lahan permanen jika tingginya sudah mencapai 50 cm atau telah berumur 1 tahun.

2. Pembibitan dengan cara stek.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.8

Teknik ini memerlukan perhatian lebih pada tingkat kelembapan, temperatur, dan tipe cabang yang digunakan. Pilihan terbaik adalah cabang/ranting semilunak yang dipangkas pada awal musim kemarau. Pilih yang sudah memiliki beberapa tunas baru di bagian ujungnya, buang daun-daun yang berada paling dekat dengan pangkal. Siapkan media tanam berupa pasir dan humus dalam polybag. Celupkan pangkal cabang/ranting dalam hormon pertumbuhan akar dan tancapkan perlahan pada lubang tanam di pasir yang sudah dibasahi.

Tekan pasir di sekitar pangkal cabang dengan lembut, lalu pasang ajir untuk menjaga agar tanaman tetap tumbuh tegak. Letakkan polybag di tempat yang teduh. Jaga kelembapan media semai. Akar biasanya muncul setelah 4 bulan.

3. Pembibitan dengan cara cangkok.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.9

Cangkok adalah cara pembibitan leci yang paling tinggi tingkat keberhasilannya, prosesnya paling cepat, dan perawatannya paling mudah. Itu sebabnya, cara ini menjadi cara yang paling populer dilakukan. Langkah pertama pencangkokan adalah menyiapkan peat moss, spaghnum moss, atau media campuran khusus persemaian. Rendam dalam air hangat selama satu jam. Sementara, pilih salah satu cabang bagian luar pohon induk yang berdiameter 1 – 3 cm.

Buat sayatan melingkar selebar 2,5 – 5 cm pada kulit cabang yang sudah dipilih. Bersihkan kulitnya hingga lapisan kambium di bawahnya tampak. Oleskan hormon pertumbuhan akar pada lapisan kambium tersebut, lalu tutup dengan peat moss lembap atau media lain yang sudah disiapkan hingga seluruh bagian tertutup rapat. Bungkus dengan plastik transparan atau polyethylene, ikat kedua ujung dan bagian tengahnya dengan tali plastik, selotip, atau kawat.

Cek pertumbuhan akar tiap beberapa minggu sekali. Biasanya akar sudah akan terlihat muncul dalam 6 minggu. Jika akar sudah muncul, pisahkan cabang dari pohon induknya dengan cara memotongnya di bawah bagian yang dicangkok (arah pangkal cabang). Tanam dalam polybag yang sudah diisi tanah dengan tingkat keasaman ringan. Buka plastiknya dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Tanam bersama medianya, timbun dengan tanah hingga tertutup rata dan padat.

Sirami dengan merata hingga air keluar dari lubang drainase di bawah polybag. Rawat bibit cangkokan yang baru dipindah ke media semai selama 6 minggu di tempat yang teduh hingga akar berkembang. Sirami secara teratur selama dalam persemaian, lindungi dari hama dan penyakit serta gulma. Jika akar sudah lebih kuat dan tanaman sudah mampu beradaptasi dengan lingkungannya, pindahkan ke lahan atau tempat penanaman permanen.

F. Persiapan Lahan/Tempat Penanaman.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.11

Sebelum melakukan proses penanaman bibit leci, lahan penanaman perlu diolah terlebih dahulu. Begitu pula untuk penanaman di dalam pot, tempat penanaman harus dipersiapkan. Untuk penanaman di dalam pot, siapkan pot berukuran besar dengan diameter minimal 50 cm atau menggunakan drum bekas yang sudah dipotong.

Pastikan pot yang Anda pilih memiliki lubang drainase yang cukup di bagian bawahnya. Siapkan pula media tanam berupa campuran tanah, sekam kering, dan pupuk kandang kering dengan komposisi 1 : 1 : 1 atau tanah gembur dan pupuk kandang (1 : 1), atau menggunakan tanah yang sudah diformulasi khusus untuk pot dengan pH 6,5. Untuk penanaman di pekarangan atau perkebunan komersial, pilih area yang paling subur, sinar matahari tidak terhalang, dan tidak tergenang ketika hujan.

Gemburkan dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 30 cm. Buat lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm, 60 x 60 x 50 cm atau 60 x 60 x 60 cm. Jarak tanam untuk perkebunan 7 x 7 m, 12 x 12 m, atau 14 x 14 m tergantung luas tanah dan jumlah bibit yang akan ditanam, serta kondisi lingkungan kebun. Jika menanam rumput sebagai mulsa atau tanaman sela lainnya, beri jarak hingga 1 m dari pusat lubang tanam. Pisahkan tanah galian bagian atas dengan bagian bawah.

Pupuk dasar berupa pupuk kandang dapat langsung diberikan ke dalam lubang tanam hingga 2/3 bagian lalu didiamkan selama 2 minggu hingga siap ditanami atau dicampur dengan tanah galian bagian atas dan dibiarkan dahulu di pinggir lubang sampai lubang tanam siap digunakan. Namun ada baiknya membiarkan lubang tanam terbuka dahulu selama 2 minggu agar gas-gas berbahaya di dalamnya menguap. Setelah itu barulah tanah galian dikembalikan, dimulai dari tanah galian bagian bawah dan ditutup dengan tanah galian bagian atas.

G. Penanaman Bibit Leci.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.10

Pada penanaman bibit leci di pekarangan atau kebun, ambil bibit leci yang sudah siap tanam, yaitu umurnya sekitar 1 – 1,5 tahun atau tingginya sudah lebih dari 50 cm. Sirami media semai bibit agar polybag mudah dilepaskan. Buka kembali lubang tanam seukuran polybag bibit. Lepaskan polybag dengan cara merobeknya menggunakan pisau tajam. Hati-hati agar media semai tidak rusak sehingga perakaran tidak terganggu. Masukkan ke dalam lubang tanam dalam posisi tegak.

Timbun kembali dengan tanah galian, padatkan sedikit, pasang ajir setinggi 50 – 150 cm dekat pangkal batang untuk menyangga bibit agar tidak mudah roboh ditiup angin. Sirami secukupnya.

Sebarkan mulsa tipis di sekitar pohon untuk menjaga kelembapan, jaga jarak antara mulsa dan batang pohon sekitar 15 cm. Untuk penanaman dalam pot, terlebih dahulu sebarkan pecahan genting atau batu bata di dasar pot yang sudah disiapkan. Fungsi pecahan genting atau batu bata ini adalah sebagai penyekat antara dasar pot dengan tanah agar ketika penyiraman dilakukan, air tidak langsung membawa keluar tanah dalam pot. Masukkan sedikit tanah yang sudah disiapkan, kira-kira hingga setengah tinggi pot.

Lepaskan bibit siap tanam dari polybagnya dan langsung letakkan di dalam pot dalam posisi tegak lurus. Timbun dengan sisa media tanam hingga lebih tinggi dari akar namun masih berada di bawah bibir pot. Padatkan, setelah bibit tidak dapat bergerak lagi, sirami. Agar tanaman lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya, jangan langsung diletakkan di tempat terbuka. Letakkan dahulu di tempat yang teduh. Setelah cukup kuat, baru dipindahkan ke tempat yang lebih terbuka.

H. Perawatan.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.12

Ketika kita menanam, tentunya kita mengharapkan hasil yang baik, tanaman yang sehat, produktif, dan hasilnya memuaskan. Semua itu bisa diperoleh dengan langkah perawatan yang tepat dan intensif. Terutama dalam penanaman leci, dibutuhkan kesabaran karena tanaman ini tumbuh lambat dalam 3 tahun pertama. Setelah 4 – 5 tahun baru akan menghasilkan buah (metode vegetatif) tetapi jumlahnya baru sedikit. Puncak produktivitas tanaman leci terjadi ketika tanaman berusia 10 tahun, di mana tiap pohon dapat menghasilkan 200 kg leci.

Langkah-langkah perawatan tanaman leci tidak berbeda dengan tanaman lainnya, yaitu meliputi penyiraman, penyiangan, penyulaman (jika dibutuhkan), pemupukan tambahan, pemangkasan, penanganan berbagai masalah (termasuk hama dan penyakit), serta penjarangan dan pembungkusan buah. Hanya perlu diketahui bahwa sekalipun secara garis besar langkah perawatannya tidak berbeda dengan tanaman lain, tetapi kondisi lingkungan tempat penanaman leci tetap harus diperhitungkan untuk mendapatkan langkah perawatan yang paling tepat.

1. Penyiraman.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.13

Penyiraman atau pengairan untuk tanaman leci dilakukan dengan mempertimbangkan usia tanaman dan kondisi cuaca. Tanaman leci relatif tahan kekeringan, tetapi tanaman muda harus disirami secara teratur hingga lebih kuat. Pengairan yang cukup dapat mencegah banyak masalah dalam pemeliharaan leci, termasuk penyakit fisiologis seperti pecah buah. Tanaman muda memerlukan penyiraman atau pengairan teratur 1 – 2 kali sehari, terutama jika tidak turun hujan.

Setelah dewasa, penyiraman dapat dikurangi secara bertahap sesuai dengan kondisi tanaman dan lahan tanam.

2. Penyiangan, penyulaman, dan penggemburan.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.14

Penanaman rumput di sekitar tajuk pohon dapat menjadi pengganti mulsa untuk menjaga kelembapan tanah. Akan tetapi, jika rumput liar atau gulma dibiarkan berkembang biak justru akan menjadi musuh tanaman karena mengganggu penyerapan nutrisi dan air dari tanah. Selain itu, rumput liar dan gulma merupakan inang bagi berbagai jenis hama dan penyakit yang berbahaya bagi tanaman. Siangi gulma dan rumput liar secara teratur. Ketika tanaman masih muda, penyiangan dapat dilakukan secara manual agar tidak merusak akar.

Setelah tanaman dewasa, penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan tindakan penggemburan yang bertujuan untuk mengembalikan kemampuan tanah menyerap air dan udara sehingga penyerapan nutrisinya dapat lebih optimal. Penggemburan dengan cangkul sebaiknya dilakukan dengan hati-hati, jangan terlalu dekat dengan pangkal batang. Penggemburan dan penyiangan dengan alat jangan sampai melukai kulit pohon karena dapat melemahkan batang dan membuka risiko serangan penyakit.

Proses penggemburan dapat dilanjutkan dengan pemupukan. Selanjutnya, penyulaman dilakukan pada bibit yang tumbuh tidak normal atau terkena penyakit. Tindakan ini khususnya diperlukan pada penanaman leci untuk tujuan pembudidayaan atau perkebunan komersial. Ganti dengan bibit yang seumur agar kelak panen bisa seragam.

3. Pemupukan lanjutan.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.15

Seiring berjalannya waktu, nutrisi yang terkandung di dalam tanah atau media tanam leci dapat berkurang. Penyebabnya bermacam-macam, misalnya, karena pemadatan tanah atau terkikisnya tanah dibawa air hujan atau air penyiraman yang mengalir. Untuk mengembalikan kadar nutrisi dalam tanah atua media tanam, diperlukan pemupukan ulang. Leci yang ditanam dengan tujuan komersial memerlukan pemupukan khusus untuk memacu pertumbuhan. Gunakan pupuk yang lambat proses pelepasan nutrisinya untuk mencegah terbakarnya akar.

Baca juga :

Contohnya, menggunakan pupuk kandang dengan interval pemberian 3 bulan sekali pada 2 tahun awal. Penanaman leci di rumah, baik di pekarangan maupun dalam pot, hanya memerlukan pupuk serba guna untuk tanaman buah. Penggunaan pupuk kimia dosisnya jangan terlalu banyak, juga jangan memberikan pupuk terlalu dekat dengan pangkal batang. Beri jarak sekitar 20 cm dari pangkal batang. Di atas umur 4 tahun tanaman leci memerlukan pemupukan yang lebih konsisten untuk mendorongnya menghasilkan buah.

Akan tetapi, jangan beri pupuk tanaman yang sedang berbuah.

4. Pemangkasan.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.16

Agar pohon leci tumbuh lebih kuat, sehat, dan menarik, diperlukan pemangkasan rutin satu tahun sekali. Cabang dan ranting pada kanopi dipangkas untuk memperbanyak masuknya sinar matahari. Pohon leci yang kekurangan sinar matahari tidak dapat berbuah. Pemangkasan juga meningkatkan sirkulasi udara di bagian tengah pohon dan melindungi pohon dari kerusakan akibat angin. Pangkas cabang dan ranting yang tumbuh tumpang tindih secara merata, mulai dari cabang yang paling panjang.

Petani leci tradisional mempunyai trik khusus untuk membuat tanaman lecinya lebih produktif, yaitu dengan memangkas dan mengatur cabang-cabang pohon bagian tengah. Dengan cara ini, tunas-tunas baru yang akan memunculkan buah tumbuh merata di seluruh bagian tajuk pohon, baik di bagian dalam maupun bagian luar (stereo fruiting). Pemangkasan bagian tengah ini tidak lebih dari 20%, cukup agar sinar matahari masuk melalui tajuk.

Waktu pemangkasan yang tepat menghasilkan panen yang lebih stabil dan banyak. Selama tanaman masih muda, pangkas secara rutin agar mendapat bentuk melingkar utuh. Pemangkasan besar-besaran pada tanaman muda hanya bertujuan sebagai pembentukan. Jika tanaman sudah mulai berbuah, pemangkasan rutin tahunan dapat mulai dilakukan. Pemangkasan tahunan dilakukan segera setelah panen atau 2 minggu setelahnya. Setelah buah buah yang matang dipetik, potong ujung cabang yang tadinya memiliki buah sepanjang 10 cm.

Dengan cara ini, buah akan muncul lagi dari tempat yang sama. Jika pemangkasan baru dilakukan setelah lewat dari 2 minggu, panen berikutnya menjadi tidak konsisten. Semakin tua umur leci, produksi buahnya akan makin berkurang. Agar pohon leci kembali produktif, lakukan pemangkasan peremajaan. Dengan pemangkasan peremajaan, pohon akan kembali produktif. Lakukan setelah panen. Jangan lupa untuk menutup bekas pemangkasan dengan cat latex atau cairan pelapis lainnya untuk melindungi dari serangan hama dan penyakit.

Pada tanaman leci yang sulit berbuah, perlu diketahui bahwa umumnya tanaman leci berbuah di bulan Mei – Juli. Untuk menghasilkan buah, tanaman ini memerlukan 100 – 200 jam hawa dingin sekitar 20oC atau di bawahnya, tetapi bukan beku. Dalam hawa ini, tanaman mengalami fase dorman (istirahat tumbuh) untuk memacu mekarnya bunga. Bunga mekar di akhir Desember hingga Januari. Artinya, periode dorman ini harus berakhir antara akhir Desember dan pertengahan Januari.

Jika tanaman tidak melakukannya secara alami, maka diperlukan tindakan pemangkasan untuk menghentikan fase dorman ini. Oleh karena siklus pembentukan tunas baru terjadi selama 10 minggu, jika dihitung mundur dari tanggal 1 Januari maka pemangkasan harus dilakukan pada pertengahan Juli. Dengan demikian, mendekati tahun baru tanaman sudah akan berbunga.

I. Beberapa Permasalahan Dalam Pemeliharaan Leci.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.17

Masalah umum pada tanaman leci adalah daun berubah warna menjadi coklat atau kuning. Perhatikan gejala lebih lanjutnya untuk menentukan apakah perubahan tersebut disebabkan oleh hama, penyakit, atau kondisi lingkungan (penyakit fisiologis). Jika perubahan warna hanya terjadi di ujung daun, berarti ada masalah dengan sistem pengairan, mungkin terlalu banyak atau terlalu sedikit. Perubahan warna semacam ini juga menjadi indikasi pemupukan yang berlebihan atau adanya ketidakseimbangan nutrisi.

Apabila hanya separuh bagian kanopi/tajuk yang memiliki daun berwarna coklat, kemungkinan tanaman terkena serangan angin panas. Perhatikan pula kapan perubahan warna ini terjadi? Jika terjadi pada bulan basah yang dingin diikuti cuaca panas dan lembap, kemungkinan perubahan warna daun terjadi akibat pertumbuhan dan persebaran jamur yang menjangkiti tanaman. Selain menjadi lingkungan yang sangat baik untuk pertumbuhan dan persebaran jamur, terlalu banyak air dan kelembapan juga menyebabkan tanaman menderita.

Jika perubahan warna daun menjadi coklat terjadi setelah cuaca panas dan kering, kemungkinan pohon menderita kekeringan yang berakibat daun mengering dan defoliasi (kerontokan). Untuk mengatasi masalah ini adalah menanam di bawah sinar matahari langsung, tetapi dengan perlindungan terhadap angin. Sekalipun memerlukan penyiraman intensif selama musim kering, sebaiknya penyiraman tanaman leci tidak terlalu sering agar tanaman ini mampu menumbuhkan akarnya semakin dalam dan kuat sehingga lebih mampu bertahan menghadapi kekeringan.

Masalah lain adalah terkadang tanaman leci tidak mau berbunga. Biasanya tanaman leci yang sudah dewasa berbunga pada bulan Februari dan Maret. Untuk berbunga, tanaman ini memerlukan cuaca yang hangat dan lembap. Jika pembungaan tidak terjadi, maka hal pertama yang harus diperhatikan adalah masalah temperatur dan iklim. Leci yang tidak berbunga mungkin tidak mendapatkan sinar matahari dan udara hangat yang dibutuhkan. Tetapi sebaliknya, terlalu hangat juga kurang disenangi.

Angin juga dapat mengurangi produksi bunga. Begitu pula air yang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Leci mempunyai reputasi tahan terhadap kekeringan, tetapi tanaman mudanya memerlukan irigasi reguler selama beberapa musim. Setelah dewasa, irigasi justru dapat menghentikan pembungaan. Cara untuk memicu lebih banyak bunga adalah dengan melakukan stress air. Lakukan stress air pada pohon dewasa 6 – 8 minggu sebelum berbunga. Tetapi jika cuaca panas dan kering, sirami sedikit saja.

Tanam 2 – 3 pohon dalam jarak yang cukup dekat untuk mempermudah penyerbukan dan meningkatkan jumlah buah. Satu masalah dalam pemeliharaan leci adalah buah rontok karena beberapa problem. Stress meningkatkan risiko rontoknya buah secara alami. Stress meningkat akibat kekeringan, temperatur yang lebih dingin dari biasanya, atau defisiensi nutrisi. Penyebab lain adalah infeksi penyakit dan hama. Hama yang dapat menyebabkan buah rontok, antara lain, walang sangit leci, kumbang bercak, tungau erinose, sejumlah ngengat, dan lalat buah.

Gangguan burung juga menyebabkan buah rontok. Cara mengatasi masalah rontoknya buah adalah dengan memastikan tanaman mendapatkan semua kebutuhan nutrisinya untuk menurunkan tingkat stress. Tanaman ini butuh banyak air, sinar matahari, tanah yang sedikit asam, dan pemupukan lanjutan sekali waktu. Pemeliharaan yang baik sangat berpengaruh pada kondisi tanaman yang baik sehingga secara alami akan mencegah rontoknya buah dan membantu tanaman menciptakan resistensi terhadap infeksi penyakit dan hama.

J. Hama Tanaman Leci.

Jenis-jenis hama yang menyerang tanaman leci terdiri dari burung, mamalia, dan berbagai jenis serangga. Beberapa menimbulkan gangguan dan kerusakan yang cukup signifikan. Berikut macam-macamnya dan cara penanggulangannya.

1. Burung perkici.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H1

(sejenis nuri bertubuh kecil atau parkit) hidup bergerombol. Burung yang cantik ini merupakan hama penting bagi tanaman leci sebab dapat menghabiskan seluruh isi kebun hanya dalam waktu 3 hari. Tidak hanya memakan buah, kaki-kaki burung ini juga membuat buah leci rontok. Agar tanaman leci terhindar dari serangan burung ini, pasang jaring mengitari seluruh tajuk pohon yang sedang berbuah. Cara lain adalah dengan menggantung pita metalik di dahan yang memiliki buah.

Kilatan pantulan sinar matahari dan suara benturan pita-pita metalik ini ketika ditiup angin akan menakuti burung.

2. Kalong atau kelelawar pemakan buah.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H2

Sama halnya dengan burung perkici, kerusakan yang disebabkan kalong dapat terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Pemasangan jaring merupakan salah satu alternatif menghindari serangan hewan nokturnal ini.

3. Tungau erinose (Eriophyes litchii).

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H3a

Tungau ini menyerang daun dan buah. Daun menjadi rusak dan berbintil-bintil. Muncul pula bintil-bintil hitam kecil pada buah. Buah tetap aman dimakan. Hama ini dapat hilang sendiri setelah beberapa tahun, tetapi dapat pula diatasi dengan potasium sulfat.

4. Amblypelta spp. (fruit spotting bug).

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H4

Adalah hama yang berumur panjang, mobilitasnya sangat tinggi, dan sangat merusak dalam segala usia (nimfa atau dewasa) sekalipun populasinya sedikit. Penanggulangan menggunakan semprotan sihalotrin 2 ml/liter seminggu sekali pada fase awal pembungaan. Pemanfaatan bakteri yang bersifat patogen terhadap hama ini masih kurang efektif. Untuk penanganan secara nonkimiawi, dapat memanfaatkan musuh-musuh alami hama ini, seperti laba-laba, lalat jala, burung, dan kelelawar pemakan serangga. Cara lain adalah menggunakan perangkap feromon.

5. Tungau pengeriting daun.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H5

Adalah hama yang paling serius memakan daun leci. Bagian daun yang diserang adalah tunas, banyak merugikan ketika tanaman masih berada di persemaian atau bibit yang sudah dipindah tanam masih terlalu muda. Perhatikan bintil-bintil seperti melepuh di permukaan atas daun dan lapisan seperti wool di permukaan daun bagian bawah. Inilah ciri-ciri serangan tungau tersebut. Untuk menanggulanginya, semprotkan minyak daun mimba atau sabun insektisida.

6. Tungau merah (Panonychus citri/Tetranychidae).

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H6

Adalah hama penting tanaman jeruk yang juga ditemukan menyerang tanaman leci. Gejala serangannya diawali bercak kuning sepanjang tulang daun bagian tengah dan bawah. Bercak ini kemudian menyebar dan berubah warna kemerahan atau kecoklatan seperti karat. Daun yang mendapat serangan parah akhirnya kering dan rontok. Populasi tertinggi pada musim kemarau. Pengendalian selain dengan insektisida dapat menggunakan musuh alami seperti famili Coccinellidae, Staphylinidae, Cecidomyiidae, Thysanoptera, Phytoseidae, dan Anthocoridae.

Baca juga :

7. Aphids jeruk.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H7

Disebut demikian karena hama ini sering dijumpai berada di tanaman jeruk. Namun karena sifatnya yang polifag (pemakan segala tumbuhan), sering juga dijumpai pada tanaman-tanaman lainnya, termasuk leci. Cara mengatasinya dengan menggunakan semprotan minyak mimba atau sabun insektisida. Dapat juga ditanggulangi dengan cara yang lebih sederhana, yaitu dengan penyemprotan air menggunakan selang bertekanan tinggi. Cara ini dapat digunakan pada tanaman yang sudah cukup kuat, sebaiknya tidak untuk tanaman yang masih muda.

8. Ulat.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H8

Ulat yang menyerang tanaman leci ada beberapa macam. Untuk mengatasinya, semprotkan minyak dorman di akhir musim hujan untuk melunakkan telur sebelum menetas. Atau semprotkan Bacillus thuringiensis sebagai pembasmi alami.

9. Ngengat perusak buah.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H9

Cara yang paling efektif untuk mengatasi hama ini adalah dengan memanen leci seawal mungkin. Kumpulkan buah yang jatuh dan busuk, singkirkan dari areal kebun. Jika pohon pendek, tutup dengan jaring.

10. Kumbang pemakan daun.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H10

(misalnya, kumbang jepang, kumbang hijau, dan sebagainya). Semprotkan insektisida berbahan aktif permethrin.

11. Stink bug (Tessaratoma javanica).

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H11

Hama sejenis walang sangit yang dikenali dari tanda merah terangnya. Hama penting padan kelengkeng dan leci ini menyerang ranting muda hingga mati dan buah rontok. Cara penanganannya mudah, goyangkan saja pohonnya hingga serangga-serangga ini berjatuhan, kumpulkan, lalu musnahkan. Cari dan buang telurnya. Jika populasinya terlalu banyak, gunakan insektisida berbahan aktif azodrine dengan dosis 10 – 20 gr per 20 liter air. Predator alami yang dapat dimanfaatkan, antara lain, Anastatua sp., Micropanurus sp., dan Eupelmid sp.

11. Ngengat perusak bunga.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H12

Hama ini biasa meletakkan telur-telurnya di dalam bunga yang masih kuncup. Setelah telur menetas, larvanya segera mulai memakan bunga dari dalam. Bunga menjadi rontok dan tidak dapat melakukan penyerbukan untuk menjadi buah. Oleh karena larva berada di bagian dalam bunga, penyemprotan insektisida mungkin tidak efektif. Cara paling efektif memberantas ngengat adalah menggunakan perangkap cahaya.

12. Kutu menyerang batang, tangkai, dan tandan bunga.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H13

Jika jumlahnya banyak dapat menyebabkan mati pucuk (die back). Ada banyak macam kutu, seperti kutu putih, kutu daun, kutu kebul, dan sebagainya. Pembasmian secara alami dapat memanfaatkan serangga-serangga predator atau penyemprotan air dengan selang bertekanan tinggi. Pengendalian secara kimiawi dapat menggunakan insektisida berbahan aktif profenofos, sihalothrin, dan sipermetrin dengan dosis sesuai anjuran.

13. Larva Diaprepes root weevil/citrus root weevil (Diaprepes abbreviatus).

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H14

Hama ini menggerek akar leci. Bagian akar yang digerek adalah akar tunggang. Akibat dari serangan larva ini tanaman tidak dapat menyerap air dan nutrisi dari tanah dengan baik serta menjadikannya lebih rentan terhadap serangan jamur atau mikroorganisme patogen lainnya. Untuk mengatasinya secara alami dapat menggunakan biopestisida seperti Bacillus thuringiensis atau musuh-musuh alaminya (semut dan berbagai macam parasitoid) atau melepaskan nematoda Steinernema riobravis ke dalam air irigasi (atau dicampur dalam air untuk penyiraman).

14. Tupai.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H15

Tupai menyerang tanaman leci untuk memakan buahnya, seperti halnya burung dan kelelawar. Tingkat kerusakan yang dihasilkan pun sama, buah dapat habis dalam tiga hari apabila serangan ini dibiarkan. Tidak hanya memakan buah di atas pohon, tupai juga dapat merontokkan buah dan merusak batang untuk dijadikan sarang. Penjaringan dan pembungkusan buah merupakan salah satu cara untuk mengatasi serangan tupai. Tindakan lebih lanjut adalah perburuan dan pemasangan perangkap.

15. Tikus.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H15

Hama ini sering berkeliaran di dalam kebun ketika buah-buah leci yang sudah matang mulai berjatuhan dari pohon. Serangan tikus terutama banyak terjadi di dalam penyimpanan. Tidak hanya memakan buah leci yang sudah matang, tikus juga merusak akar dan saluran irigasi karena kebiasaannya membuat sarang-sarang di dalam tanah. Tindakan yang paling efektif untuk memberantas tikus adalah perburuan dan pemasangan perangkap.

K. Penyakit tanaman leci.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H15Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.H15

Sebenarnya, tanaman leci cenderung kebal terhadap penyakit yang disebabkan jamur, tetapi jika lokasinya kurang cocok atau sangat mendukung pertumbuhan jamur maka masih dapat terjangkiti. Iklim yang paling cocok untuk tempat tumbuh leci adalah dataran tinggi di wilayah tropis atau dataran rendah di wilayah subtropis yang memiliki periode hangat dan sejuk (bukan dingin). Diperlukan 3 bulan kering dan sejuk agar tanaman dapat masuk fase semidorman untuk mengontrol penyebaran penyakit.

Penyakit jamur berkembang dalam kondisi basah, hangat, dan lembap. Lokasi yang terlalu dingin menimbulkan gejala mirip penyakit, yaitu daun menjadi berwarna kuning atau coklat, layu, dan rontok. Buah muncul terlambat atau rusak. Gejala-gejala ini disebut penyakit fisiologis. Adapun gejala penyakit yang muncul pada cuaca hangat, lembap, dan basah paling umum disebabkan oleh jamur patogen. Biasanya pencegahan dengan aplikasi fungisida cukup efektif, tetapi pada beberapa penyakit spesifik tindakan ini saja tidak cukup.

Perlu tambahan penyemprotan kapur dan belerang sebelum bunga terbentuk. Berikut beberapa jenis penyakit yang biasanya menyerang tanaman leci.

1. Antraknosa.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.P1

Disebabkan jamur patogen Colletotrichum gloeosporoides. Penyakit ini menyerang daun dan buah. Disebut juga dengan penyakit bercak kertas. Gejala meliputi lesi kecil coklat kehitaman atau miselium putih berbulu yang menyelimuti buah. Pada daun tampak pula spora merah jambu atau lesi gelap cekung.

2. Jamur.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.P1a

Penyakit ini tumbuh subur disebabkan terlalu banyak air menggenangi akar dan batang pokok serta kelembapan yang sangat tinggi akibat terlalu rimbunnya tajuk tanaman sehingga sinar matahari tidak masuk ke bagian bawah pohon. Untuk mengatasi penyakit ini diperlukan langkah terpadu yang terdiri dari memperbaiki drainase, pemangkasan, dan perbaikan sanitasi. Tanaman atau bagian-bagiannya yang terlanjur terkena serangan parah dimusnahkan agar tidak menyebar ke tanaman atau bagian-bagian tanaman yang lain.

3. Busuk akar.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.P2

Biasanya terjadi di lokasi di mana leci ditanam bersama pohon besar lainnya. Penyebabnya adalah jamur Calonectria spp. Penyakit ini dapat luput dari deteksi karena gejala terjadi di bawah permukaan tanah, baru diketahui setelah tanaman mulai layu dan mendadak mati akibat busuknya akar. Selain menyebabkan busuknya akar, jamur ini juga menyebabkan timbulnya bercak pada daun leci. Perbaikan drainase adalah teknik pengendalian yang harus diutamakan. Pangkas pohon-pohon besar di sekitar tanaman leci agar sinar matahari tidak terhalang.

4. Algal leaf spot/bercak algal.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.P3

Disebabkan oleh jamur patogen Cephaleuros virescens. Gejalanya meliputi lesi berwarna abu-abu kehijauan atau merah karat (alga merah), berair, dan bentuknya tidak beraturan pada daun dan tunas muda. Juga dapat menginfeksi cabang dan kulit pohon. Dapat dikontrol dengan mudah menggunakan semprotan larutan kapur dan belerang.

5. Bercak daun Phyllosticta.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.P4

Adalah penyakit yang menyebabkan lesi berwarna kecoklatan hingga hitam dan mengeritingnya daun leci. Penyakit yang disebabkan oleh jamur Phyllosticta sp. ini dapat diatasi dengan fungisida nabati yang terbuat dari minyak cengkeh dan serai wangi dengan konsentrasi di bawah 2% atau menggunakan ekstrak bawang putih.

Baca juga :

6. Hawar daun Gloeosporium.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.P5

Memiliki gejala daun berbintik coklat terang yang berimpitan sehingga secara keseluruhan daun tampak berubah warna menjadi coklat sebelum gugur. Penyakit yang disebabkan jamur Gloeosporium sp. ini dapat dikendalikan dengan pemanfaatan jamur antagonis, seperti Gliocladium sp., Aspergillus sp., dan Fusarium sp. Akan tetapi diperlukan kehati-hatian dalam penerapannya sebab jamur-jamur tersebut juga dapat menjadi penyebab penyakit yang berbeda jika tidak terkendali. Pastikan sanitasi, drainase, dan aerasi sekitar kebun tetap terjaga baik.

7. Nekrosis daun leci.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.P6

Adalah penyakit yang disebabkan oleh defisiensi unsur hara penting, seperti kalsium, kalium, Zn, Fe, Mg, juga fosfor dan nitrogen. Gejala yang tampak berupa lesi kuning dan coklat pada daun. Untuk mengatasi penyakit ini diperlukan tindakan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman.

8. Kanker batang.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.P7

Disebabkan jamur patogen Botryosphaeria sp. Jamur ini menyerang terminal cabang, menimbulkan cekungan lesi berbentuk oval atau tidak teratur yang menyebabkan kulit pohon retak terbuka. Tindakan preventif berupa penerapan fungisida, pemangkasan cabang yang terinfeksi, dan sterilisasi peralatan perkebunan.

9. Hawar dahan merah muda.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.P8

Disebabkan oleh jamur patogen Erythricium salmonicolor. Gejala berupa lesi merah muda hingga putih di atas dan di bawah kulit dahan. Semakin bertambah besar lesi, akan melingkari dahan dan menyebabkan kerusakan sistem vaskular. Dahan yang terinfeksi akan layu, daun dan buah rontok, dan pucuk-pucuk mati. Penanganan dengan fungisida dan pemangkasan bagian-bagian yang sakit.

10. Downy mildew (embun bulu).

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.P9

Menyebabkan lesi kuning hingga coklat pada daun dan buah. Buah muda yang terkena serangan akan rontok. Penyakit ini disebakan oleh cendawan Pseudomonas cubensis. Jika dilihat pada bagian bawah daun tampak kumpulan spora menyerupai bulu yang berwarna keunguan. Gunakan fungisida hayati seperti Trichoderma untuk mengatasi penyakit ini.

L. Penjarangan buah.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.17a

Tindakan penjarangan buah bertujuan mendorong buah untuk tumbuh lebih besar, sehat, dan mencegah cabang patah akibat beban buah yang terlalu berat. Buah leci tumbuh dalam tandan-tandan. Penjarangan dapat memperbaiki ukuran, kualitas, dan warna buah. Waktu terbaik untuk melakukan penjarnagan adalah pada awal buah terbentuk, segera setelah penyerbukan. Petik dengan tangan atau gunting tanaman yang tajam. Buang buah yang kecil, rusak, atau cacat.

M. Melukai Pohon Untuk Meningkatkan Produksi Buah.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.18

Beberapa perkebunan komersial memiliki trik tersendiri untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah, yaitu dengan melukai pohon. Tindakan melukai pohon akan mengganggu suplai nutrisi, makanan, dan air ke berbagai bagian tanaman dan memengaruhi kesehatan pohon. Trik ini hanya disarankan apabila panen yang dihasilkan sebelumnya sangat rendah. Tanaman biasanya menghasilkan bunga dan buah lebih baik ketika merasa terancam.

Figur yang buruk, kelembapan yang kurang, dan kondisi-kondisi lain semacamnya memberi peringatan bahaya bagi tanaman sehingga berusaha untuk bereproduksi. Hasilnya adalah bunga, buah, dan biji yang diharapkan dapat menjadi tanaman baru.

Cara melukai adalah dengan membuat sayatan melingkar pada kulit cabang hingga kambiumnya tampak (seperti pada proses pencangkokan). Kambium merupakan saluran nutrisi dan air. Efek dari sayatan tersebut, cabang akan merana lalu berusaha bereproduksi untuk menyelamatkan diri. Pilih cabang yang kuat yang berhubungan langsung dengan batang pokok. Jangan membuat sayatan pada batang pokok karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius pada tanaman.

Gunakan gergaji yang tajam dan bersih untuk membuat sayatan sedalam mata gergaji hingga terbentuk cekungan dangkal mengelilingi cabang. Luka ini akan sembuh dengan sendirinya, jangan berikan pestisida atau herbisida sebelum bekas luka mengering. Cabang yang dilukai akan penuh dengan bunga dan buah, kemudian seluruh bagian pohon akan menghasilkan jumlah yang sama tanpa perlu sayatan lagi. Proses ini memiliki kemungkinan besar berhasil jika dilakukan ketika cuaca dingin.

N. Pembungkusan Buah.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.19a

Strategi lain untuk mencegah serangan hama adalah dengan pembungkusan buah. Ada dua cara, yaitu membungkus seluruh tajuk pohon dengan jaring atau membungkus tandan-tandan buah secara individu dengan kantong kertas. Pembungkusan dengan jaring hanya efektif untuk melindungi dari serangan burung dan kelelawar. Hama berupa serangga masih dapat masuk ke dalam tajuk dan menyerang tanaman. Gunakan kantong kertas dari jenis apa saja. Bungkus tiap malai secara individu selama 6 minggu  setelah bunga mekar sepenuhnya.

Ukuran buah akan berubah dari ¾ menjadi 2 cm panjangnya. Cara terbaik untuk memasang kantong-kantong kertas adalah mengikatnya dengan kuat pada cabang atau ranting. Pembungkusan melindungi buah dari banyak masalah. Terbukti secara ilmiah sangat patut dipraktikkan karena sebanding antara usaha dan biaya dengan peningkatan hasil panen secara signifikan. Keuntungan tambahan dari pembungkusan buah adalah tidak diperlukan lagi penerapan pestisida atau insektisida dan pemasangan jaring untuk melindungi tanaman dan buahnya.

O. Panen Buah Leci.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.20

Panen buah leci terjadi pada musim panas atau kemarau. Oleh karena leci tidak melanjutkan proses pematangan setelah dipetik, jadi sangat penting untuk memerhatikan waktu panen yang tepat. Secara kasat mata buah leci matang sulit dikenali, tetapi jika ditekan akan terasa sedikit lunak, dan benjolan-benjolan di permukaan kulitnya tampak melebar, bahkan seakan menjadi lebih rata. Metode paling tepat untuk mengetahui tingkat kematangan leci adalah dengan tes rasa.

Leci yang siap petik rasanya manis sedikit asam. Jika belum matang benar, rasa asamnya lebih dominan. Jika terlalu matang rasa manisnya sangat dominan sehingga cenderung membosankan. Jika memetik untuk diri sendiri, Anda dapat menyesuaikannya dengan selera. Cara memanen leci tidak dengan memetik satu per satu, potong langsung dari tangkai clusternya dengan gunting tanaman. Pemetikan secara individu dapat dilakukan hanya jika Anda bermaksud memakannya langsung.

Oleh karena matangnya tidak bersamaan, panen dilakukan tiap 3 – 4 hari sekali dalam beberapa minggu. Leci mudah hancur, terutama jika temperatur cuaca hangat. Warna merah cerahnya hanya bertahan selama 3 – 5 hari dalam suhu ruangan. Untuk mempertahankan kesegarannya, simpan dalam suhu -1 sampai 7oC segera setelah dipetik. Dengan cara ini, leci dapat disimpan hingga 3 bulan.

P. Kandungan Nutrisi dan Khasiat Buah Leci.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.21

Buah leci dapat dimakan langsung ataupun diolah menjadi berbagai macam olahan makanan dan minuman. Banyak digunakan sebagai hidangan pencuci mulut. Biasanya dijual dalam bentuk buah segar di pasar Asia dan supermarket seluruh dunia. Oleh karena buah ini tidak tahan lama dalam bentuk segar dan jika disimpan dalam lemari pendingin kulitnya akan berubah warna menjadi coklat, meskipun rasanya tidak berubah, buah leci kemudian dijadikan produk buah kalengan agar lebih tahan lama.

Dapat pula dikeringkan bersama kulitnya, tetapi dagingnya akan mengeriput dan berwarna gelap. Buah leci segar (raw litchi) terdiri atas 82% air, 17% karbohidrat, 1% protein, dan lemak yang dapat diabaikan (negligible fat). Daging buah segar kaya vitamin C, yaitu 72 mg per 100 mg daging buah atau 86% dari nilai kebutuhan harian. Kandungan vitamin B kompleks dan phytonutrient flavonoidsnya juga cukup besar. Tetapi, tidak ada mikronutrien lain yang signifikan. Berikut berbagai manfaat dari buah leci.

  1. Leci dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kulit kering. Caranya, pisahkan sepuluh daging leci dari bijinya, haluskan dengan blender. Tambahkan dua sendok the madu mentah. Campur keduanya, pijatkan di kulit, terutama pada daerah yang ekstra kering. Setelah 20 menit, bilas dengan air dingin. Jus leci dan madu adalah pelembap instan bagi kulit.
  2. Mengatasi keriput, garis halus, dan penuaan pada kulit. Caranya, sediakan 10 daging leci dan 1½ buah pisang matang. Haluskan keduanya hingga menjadi pasta. Aplikasikan ke seluruh kulit atau daerah yang menua dengan cepat. Pijat selama ½ jam, lalu bilas dengan air dingin. Kulit menjadi tampak lebih muda.
  3. Perawatan rambut rusak dan rontok. Caranya, siapkan 10 – 12 daging leci. Haluskan hingga berbentuk pasta. Campurkan minyak rambut, lalu oleskan campuran tersebut ke kulit kepala. Biarkan semalaman sebelum mencuci rambut.
  4. Buah leci dapat dimanfaatkan sebagai obat kanker. Kandungan flavonoids yang terdiri dari flavones, quercitin, dan kaemferol ampuh dan efektif melawan sel kanker, terutama kanker payudara.
  5. Kandungan kalium mampu mencegah penyakit jantung dan menetralkan tekanan darah. Mengonsumsi satu gelas jus leci per hari dapat menormalkan detak jantung. Kalium juga berfungsi menjaga kadar garam dalam tubuh tetap seimbang dan memperlancar aliran darah.
  6. Antioksidan vitamin C dan potasium menjaga kesehatan jantung. potasium menjaga tingkat natrium dan menyeimbangkan elektrolit dalam tubuh, menjaga tekanan darah, menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah stroke dan serangan jantung.
  7. Kandungan serat dan vitamin B kompleks merangsang metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat sehingga mempercepat pembakaran kalori. Baik untuk pencernaan, memperkuat organ pencernaan, membersihkan perut, meningkatkan nafsu makan, menghilangkan rasa panas di perut, mengobati luka lambung, dan menjaga kesehatan usus besar. Leci juga mengandung zat yang dapat membebaskan perut dari cacingan.
  8. Menjaga kesehatan tulang dengan kandungan fosfor dan magnesium yang dapat memperkuat tulang, serta tembaga dan mineral lainnya yang dapat memperkuat tulang yang rapuh.
  9. Mengandung antioksidan oliganol yang bermanfaat memerangi virus flu dan melindungi kulit dari kerusakan akibar paparan sinar UV matahari sehingga terhindar dari penuaan dini. Antioksidan juga membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
  10. Kandungan zat besi yang tinggi menambah kadar hemoglobin dalam darah dan mencegah anemia.
  11. Kandungan vitamin C yang tinggi membantu menyembuhkan batuk, efektif mengatasi asma, dan menghilangkan jerawat. Selain itu, kandungan vitamin C dan antioksidannya dapat memperkuat sistem imun tubuh. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi secara maksimal.
  12. Mengandung mineral sehat, seperti folat, mangan, zat besi, magnesium, dan tembaga yang bertugas membentuk sel darah merah dan formasi darah. Kombinasi mineral sehat ini pun bermanfaat mengontrol tekanan darah.
  13. Antioksidan vitamin C efektif melindungi dari radikal bebas dan stress oksidatif, melindungi dari penyakit degeneratif dan mencegah arthritis.
  14. Serat pangan yang tinggi menjaga kesehatan kardiovaskular.

Baca juga :

Q. Efek Samping.

Penanaman-dan-Perawatan-Leci-sebagai-Komoditi-Perkebunan-dan-Tanaman-Hias-Rumahan-Agar-Cepat-Berbuah.22

Perlu dipahami bahwa pada buah leci hanya daging buahnya yang dapat dikonsumsi. Kulit dan bijinya tidak dapat dimakan. Pada tahun 1962 ditemukan bahwa biji leci mengandung MCPG (methylenecyclopropylglycine), suatu homolog dari hipoglisin A yang menjadi penyebab hipoglikemia. Kandungan biji ini berkaitan dengan ledakan kasus encephalophaty (disebut encephalitis Ac Mong atau mimpi buruk dalam bahasa Vietnam) pada anak-anak penderita gizi buruk di India dan Vietnam Utara pada akhir tahun 1990-an.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat pada tahun 2013 di India menunjukkan hubungan antara konsumsi buah leci dengan kasus encephalopathy noninflammatory dengan gejala keracunan hipoglisin A dan B (mual dan muntah). Rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia), yaitu kurang dari 70 mg/dL, pada anak-anak penderita gizi buruk sangat umum terjadi dengan perburukan kondisi (44% kasus fatal). CDC menyimpulkan penyakit ini sebagai hipoglikemia encephalophaty.

Penelitian sebelumnya berpendapat bahwa terjadi transmisi akibat kontak langsung dengan leci yang terkontaminasi liur, urine, atau guano (kotoran kelelawar) atau vektor lain, misalnya serangga semacam lalat pengisap darah yang sering ditemukan pada tanaman leci seperti pada kasus virus Chandipura. Kesimpulan ini diperkuat dengan kasus penggunaan pestisida di perkebunan leci yang menjadi penyebab kematian anak-anak di Bangladesh. Namun, penelitian CDC ini mematahkan pendapat tersebut.

Penelitian lebih lanjut menghubungkan antara penyakit hipoglikemia encephalophaty dengan hipoglisin A dan racun MCPG serta fenomena banyaknya anak-anak penderita gizi buruk yang memakan leci dalam keadaan perut kosong, terutama yang masih mentah/belum matang. Ditemukan indikasi bahwa leci mengandung asam amino tak biasa yang memengaruho glukoneogenesis dan β-oksidasi dalam asam lemak mengakibatkan penyakit akut.

Dari hasil penelitian tersebut, CDC memberikan rekomendasi pada para orang tua untuk membatasi jumlah konsumsi leci pada anak dan memberi mereka makan malam untuk meningkatkan kadar glukosa darah yang dapat membantu proses kesembuhan. Berdasarkan kasus tersebut, disarankan untuk tidak mengonsumsi leci sebelum makan, terutama untuk buah leci segar. Demikian serba-serbi tentang tanaman leci serta cara penanaman dan pemeliharaannya, baik untuk tujuan komersial ataupun sebagai tanaman penghias rumah.

Untuk mendapatkan bibit tanaman leci yang baik dan siap tanam, Anda dapat menghubungi kami di www.higaragro.com. Kami menyediakan bibit tanaman leci dan berbagai tanaman buah lainnya yang berkualitas, baik untuk pembelian secara grosir maupun satuan.

Di samping pembelian secara online, kami juga melayani pembelian langsung di kebun pembibitan kami di Dusun Gulunan rt02/rw02, Desa Kaliboto, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah, 57752. Selain bibit, kami juga menyediakan berbagai sarana dan prasarana penunjang keberhasilan Anda dalam menanam dan memelihara tanaman kesayangan Anda, seperti berbagai peralatan berkebun, pupuk organik, zat pengatur tumbuh, dan sebagainya.

1
Silahkan... Mau pesan bibit apa?
Powered by