0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Whatsapp 81238728886

Pusat Grosir Bibit Tanaman No 1 di Indonesia

Jamblang, Sang Buah Langka

Tahukah Anda tentang buah jamblang?

Zaman sekarang barangkali buah ini sudah termasuk buah yang jarang ada. Namun, pada zaman dahulu, buah ini masih banyak ditemukan di sekitar rumah, terutama di daerah pedesaan. Jamblang sendiri merupakan nama panggilan buah ini yang diberikan oleh masyarakat daerah Jawa Barat. Sementara di daerah-daerah lain, buah ini memiliki nama panggilan sendiri-sendiri. Sebagai misal, di daerah Jawa Tengah, buah jamblang lebih dikenal sebagai buah duwet. Di Makasar, buah ini terkenal dengan nama panggilan rapo-rapo.

Meskipun termasuk buah langka pada zaman sekarang ini, sebenarnya pembudidayaan buah jamblang sangatlah mudah. Anda berminat atau tertarik untuk ikut mencoba membudidayakan buah jamblang/duwet ini? Simak lebih lanjut artikel tentang buah jamblang berikut.

A. Karakteristik Buah Jamblang.

Jamblang-sang-buah-langka.2

Buah jamblang atau duwet masih termasuk dalam golongan buah jambu. Nama latin dari buah jamblang adalah Syzigium cumini. Pohon buah jamblang dapat tumbuh hingga setinggi 20 meter. Batangnya sendiri merupakan kayu keras dan kokoh. Biasanya, batang kayu buah jamblang yang sudah berumur tua dan dianggap tidak produktif, akhirnya ditebang dan dijadikan kayu bangunan ataupun sekadar kayu bakar. Daun buah jamblang berbentuk agak bundar dan memilik tulang daun yang menyirip.

Warnanya merah jambu saat masih muda dan akan berubah menjadi hijau mengilat saat menua. Daun buah jamblang itu  sangat jarang gugur sehingga terkesan awet. Ketika pohon jamblang berbunga, bunganya memiliki aroma yang lumayan harum. Bunganya termasuk renggang dan biasanya muncul pada cabang-cabang yang tidak ada daunnya. Setiap tangkai umumnya terdapat empat hingga delapan kuntum bunga. Bunga-bunga pada pohon jamblang ini akan banyak menarik hewan seperti kupu-kupu, lebah, hingga lalat.

Serangga seperti kupu-kupu dan lebah sangat membantu dalam proses penyerbukan bunga jamblang ini. Lantas, buahnya sendiri seperti apa sebenarnya? Buah jamblang berbentuk kecil dan agak lonjong. Ketika masih muda, buah jamblang berwarna hijau. Sementara ketika sudah tua, buah jamblang akan berwarna merah kehitaman, tak jarang juga berwarna ungu kehitam-hitaman.  Buah jamblang lazimnya akan bergerombol di tangkai-tangkai batang. Buah jamblang rata-rata berbiji tunggal dengan diselimuti oleh daging buahnya.

Di bagian luar, kulit buahnya termasuk tipis dan licin, serta terlihat mengilap. Daging buah jamblang pada umumnya berwarna putih ataupun merah keunguan. Buah jamblang yang sudah tua apabila dimakan akan berasa manis asam ataupun manis sepat. Dagingnya bertekstur agak lembek ketika sudah tua dan mengandung sari buah yang banyak.

B. Persyaratan Tumbuh Buah Jamblang.

Jamblang-sang-buah-langka.4

Jamblang termasuk tanaman yang tahan banting. Tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi apapun. Bahkan pada tanah yang kering dan kurang subur pun, tanaman ini dapat tumbuh. Namun, tanaman ini akan tumbuh optimal apabila ditanam di lahan dengan iklim tropis. Ketinggian tanah yang ideal untuk tumbuh buah jamblang antara 500 hingga 1800 mdpl. Sebagai tanaman yang tahan banting, pohon jamblang dapat tetap tumbuh di daerah yang rawan banjir. Kebutuhan tanaman ini sendiri akan curah hujan adalah lebih dari 1000 mm per tahun.

C. Persiapan Tempat Penanaman.

Jamblang-sang-buah-langka.3

Apabila Anda hendak menanam buah jamblang dalam lahan pekarangan atau kebun, galilah lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Alangkah lebih baiknya apabila sebelumnya Anda bersihkan lahan dari tanaman liar, semak, ataupun gulma. Tanah bekas galian tersebut dapat Anda campur dengan sekam dan kompos yang nantinya dipakai untuk menutup kembali tanah galian. Selanjutnya, diamkan tanah galian tersebut dua hingga tiga hari supaya bakteri yang biasanya mengganggu tanaman dapat mati.

Namun jika kebetulan Anda memiliki lahan yang terbatas, tanaman ini dapat ditanam di dalam pot. Anda dapat menyediakan pot dengan ukuran agak besar sebagai tempat penanaman. Pastikan pot yang Anda gunakan memiliki lubang drainase yang baik di bagian bawahnya. Kemudian siapkan pula tanah yang sudah dicampur dengan sekam dan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan rasio seimbang.

D. Persiapan Bibit Tanaman.

1. Bibit dari Biji.

Jamblang-sang-buah-langka.5

Penanaman jamblang dengan menggunakan biji sebenarnya sudah jarang dilakukan pada zaman sekarang ini. Hal ini dikarenakan pohon jamblang akan memakan waktu lama untuk menghasilkan buah. Waktu yang dibutuhkan sekitar delapan tahun agar kita dapat menikmati buah jamblang. Akan tetapi apabila Anda memang berminat menanam jamblang dari biji, maka yang harus dilakukan adalah membuat persemaian terlebih dahulu. Bibit jamblang dari biji ini lebih cocok ditanam di lahan atau kebun.

2. Bibit dengan Teknik Okulasi.

Jamblang-sang-buah-langka.6

Okulasi merupakan teknik untuk mendapatkan bibit tanaman dengan cara penempelan dua bagian tanaman sehingga menjadi satu tanaman yang utuh. Teknik okulasi ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari untuk menghindari panas matahari yang dapat menyebabkan daun jamblang menjadi layu. Kalaupun Anda hendak melakukan teknik okulasi terhadap tanaman jamblang di dalam pot pada tengah hari, sebaiknya pindahkan pot ke tempat teduh, sehingga tidak terkena sengat matahari secara langsung.

3. Bibit dengan Teknik Sambung Pucuk.

Jamblang-sang-buah-langka.7

Teknik sambung pucuk dapat dilakukan dengan menyambung batang bawah dan batang atas tanaman jamblang. Untuk melakukan teknik ini, sebaiknya batang bawah jamblang menggunakan tanaman yang ditanam dari biji. Sedangkan untuk batang atasnya diambil dari tanaman jamblang yang telah terbukti berkualitas unggul.

Setelah dilakukan penyambungan antara batang bawah dan batang atas, sebaiknya hasil penyambungannya ditutup dengan plastik untuk mengurangi penguapan. Waktu yang diperlukan untuk menutup hasil penyambungan ini kurang lebih selama satu bulan. Setelah itu lepaskan penutup plastik tersebut dan diamkan kurang lebih tiga sampai lima bulan ke depan. Barulah kemudian bibit jamblang dapat dipindahkan ke lahan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Baca juga :

4. Bibit dengan Teknik Cangkok.

Jamblang-sang-buah-langka.8

Bibit jamblang yang didapat dari teknik cangkok merupakan pilihan yang paling banyak dilakukan oleh penggemar tanaman buah untuk ditanam. Hal ini dikarenakan teknik cangkok mudah dilakukan, menghasilkan bibit yang berkualitas, mudah perawatannya, dan cepat mendapatkan hasil buahnya. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencangkok adalah memilih tanaman jamblang yang berkualitas, dalam hal ini yang sudah berbuah beberapa kali dan tentunya tanamannya benar-benar sehat.

Sebaiknya dipilih tanaman jamblang yang sudah berumur sekitar delapan tahun ke atas. Sayat batang tanaman jamblang dengan diameter kurang lebih dua sentimeter dan diamkan kurang lebih 1 – 2 jam untuk menghilangkan getahnya. Kemudian tempelkan tanah berkompos halus di sekeliling sayatan tersebut. Setelah itu tutup dengan plastik atau sabut kelapa serta ikat bagian bawah dan atasnya. Alangkah baiknya lagi apabila yang digunakan untuk ditempelkan di tempat yang telah disayat tersebut adalah coco peat.

Jaga agar hasil cangkokan tersebut tidak terlalu kering ataupun lembap dengan teknik penyiraman. Kira-kira tiga atau empat bulan kemudian akan tumbuh akar di tempat cangkokan tersebut. Anda dapat memotong dan memindahkan bibit cangkokan tersebut ke polybag yang sudah disiapkan sebelumnya. Rawat dan pelihara bibit tersebut hingga tumbuh tunas baru. Nah, kurang lebih tiga bulan setelah tumbuh tunas baru, bibit jamblang telah siap dipindahkan ke lahan atau pot yang besar.

E. Penanaman Bibit Jamblang.

Jamblang-sang-buah-langka.9

Setelah bibit jamblang tumbuh subur di dalam polybag kurang lebih tiga bulan, Anda dapat memindahkan bibit tersebut ke lahan atau pot. Caranya, siapkan lahan atau pot yang hendak ditanami bibit jamblang. Apabila hendak ditanam di lahan, maka Anda harus menggali dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Masukkan tanah yang telah dicampur dengan sekam dan kompos ke dalam galian tersebut hingga kurang lebih setengah dari kedalaman galian. Kemudian pindahkan bibit jamblang dari polybag ke atasnya.

Tutup kembali galian tersebut dengan tanah yang juga telah dicampur dengan sekam dan kompos. Padatkan tanah galian di atasnya agar bibit jamblang tidak mudah roboh. Jika Anda ingin menanam bibit jamblang di dalam pot, caranya mirip dengan cara menanam di lahan tersebut. Jangan lupa untuk menyebarkan pecahan genting atau batu bata di dasar pot sebelum memasukkan tanah untuk media tanam. Tujuannya agar tanah tidak langsung keluar terbawa air siraman dari lubang drainase.

Isi tanah setengah bagian pot, lalu masukkan bibit. Setelah itu, timbun kembali dengan sisa media tanam hingga tersisa ruang sekitar 2 cm di bawah bibir pot. Sirami hingga air mengalir keluar dari lubang drainase.

F. Pemeliharaan Tanaman Jamblang.

Jamblang-sang-buah-langka.10

Setelah Anda memiliki tanaman jamblang yang tumbuh di lahan atau pot, langkah selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman tersebut agar tumbuh subur dan produktif. Oleh karena itu, penyiraman tanaman wajib dilakukan paling tidak dua kali dalam sehari. Apabila perlu, pasanglah ajir untuk menopang tanaman jamblang tersebut agar tidak mudah roboh terkena angin kencang maupun arus air hujan yang deras. Di samping itu, lakukan pemupukan rutin terhadap tanaman jamblang tersebut.

Pemupukan dapat dilakukan paling tidak satu bulan sekali. Berikan 20 butir NPK buah + 1 kg kompos/pupuk kandang + 1 sendok teh pupuk organik cair atau satu sendok makan pupuk organik padat. Pupuk tersebut akan memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman jamblang yang Anda tanam. Apabila nutrisi tanaman terpenuhi, maka tanaman akan tumbuh dengan subur. Di sisi lain, untuk merangsang agar tanaman cepat berbuah, Anda dapat memberikan hormon buah.

Dalam hal ini, hormon buah organik + 1 sendok teh pupuk organik cair dapat memicu percepatan pembungaan hingga pembuahan tanaman jamblang. Pemberian hormon pemicu pembuahan tersebut dapat dilakukan paling tidak satu bulan sekali.

G. Hama dan Penyakit Tanaman Jamblang.

Jamblang-sang-buah-langka.12a

Tanaman jamblang pada umumnya tidak memiliki hama dan penyakit serius yang dapat menyerang. Hanya saja, kadang ditemukan ulat yang menempel pada tanaman jamblang. Ulat ini biasanya akan menyerang daun tanaman jamblang. Meskipun demikian, hal ini tidak akan memengaruhi produktivitas buah jamblang. Penanganan secara kimiawi tidak diperlukan. Cukup memberantas secara manual dengan membunuh ulat satu per satu jika populasinya mulai mengganggu.

Selain ulat, binatang yang sering ditemukan pada tanaman jamblang adalah beberapa jenis burung yang memiliki kegemaran makan buah-buahan, misalnya burung kutilang. Beberapa jenis burung justru menguntungkan bagi tanaman jamblang karena memakan ulat.

H. Pemanenan Buah Jamblang.

Jamblang-sang-buah-langka.13

Satu pohon jamblang biasanya akan menghasilkan cukup banyak buah. Meskipun demikian, tingkat kematangan antara buah jamblang dalam satu gerombolan buah berbeda-beda. Oleh karena itu dibutuhkan pemanenan yang agak selektif untuk memilih buah jamblang yang sekiranya sudah cukup matang. Kematangan buah jamblang biasanya ditunjukkan dengan ciri warna buahnya yang berwarna hitam keunguan dan teksturnya yang sudah mulai agak lembek.

Buah jamblang yang sudah matang akan terasa manis asam ataupun manis sepat. Buah jamblang ini mengandung banyak sari buah yang menyegarkan. Dalam pemanenan, buah jamblang yang sudah dipetik akan disortir sesuai dengan tingkat kematangannya. Di pasaran saat ini untuk satu kilogram buah jamblang matang harganya dapat mencapai kurang lebih dua puluh lima ribu rupiah. Harga ini akan meningkat seiiring dengan pengetahuan orang mengenai khasiat yang terdapat pada buah jamblang.

I. Pemanfaatan Buah Jamblang.

Jamblang-sang-buah-langka.14

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, buah jamblang mengandung minyak atsiri, fenol (methylxanthoxylin), alkaloid (jambosine), asam organik, triterpenoid, asam elagat, dan tanin. Banyak manfaat bagi kesehatan yang didapat dari buah jamblang ini apabila dikonsumsi oleh manusia, baik buah segar maupun diolah. Bahkan buah jamblang dapat efektif mencegah maupun mengobati beberapa penyakit yang diderita manusia.

Tidak sekadar buahnya, daun dan kulit kayu tanaman jamblang pun dapat dimanfaatkan untuk pengobatan beberapa penyakit. Berikut beberapa cara mencegah maupun mengobati beberapa penyakit dengan cara mengonsumsi buah/daun/kulit kayu jamblang.

1. Mengobati batuk rejan.

Jamblang-sang-buah-langka.15

Caranya:

  • Siapkan buah buah jamblang kurang lebih 15 gram.
  • Satu buah empedu ayam betina.
  • Gula pasir secukupnya.
  • Masukkan ketiga bahan di atas ke dalam mangkuk dan tambahkan air secukupnya.
  • Masak dengan cara mengetim bahan-bahan tersebut hingga matang.
  • Minumlah air yang tersisa dan makanlah daging buah jamblangnya.
  • Lakukan satu kali dalam sehari hingga sembuh.

2. Mengobati nyeri lambung.

Jamblang-sang-buah-langka.16

Caranya:

  • Siapkan buah jamblang yang telah dibuang bijinya kira-kira 30 gram.
  • Tumis buah jamblang tersebut tanpa menggunakan minyak hingga keluar aroma harumnya.
  • Setelah keluar aroma harum, angkat buah jamblang dan letakkan ke dalam mangkuk, lalu tambahkan air hingga terendam, kemudian masak dengan cara ditim hingga matang.
  • Makan buah jamblang tersebut tiga kali sehari selama kurang lebih sepuluh hari.

3. Mengobati sariawan.

Jamblang-sang-buah-langka.17

Caranya:

  • Siapkan kulit kayu atau daun jamblang secukupnya.
  • Rebus sampai air berkurang separuhnya.
  • Sisa air gunakan untuk berkumur paling tidak tiga sampai empat kali sehari.

4. Mengobati asma.

Jamblang-sang-buah-langka.18

Caranya:

  • Sediakan buah jamblang segar yang sudah matang kira-kira 15 gram.
  • Makan buah jamblang tersebut hingga habis.
  • Anda dapat menaburkan sedikit garam di atas buah jamblang sebelum dikonsumsi.
  • Konsumsi paling tidak tiga kali sehari.

5. Mengobati diare.

Jamblang-sang-buah-langka.19

Caranya:

  • Siapkan buah jamblang segar yang belum begitu matang (warnanya merah dan belum kehitaman) kira-kira enam gram yang sudah dibuang bijinya.
  • Siapkan beras kira-kira 6 gram dan goreng tanpa minyak hingga berwarna kekuningan.
  • Campurkan kedua bahan tersebut ke dalam mangkuk dan tambahkan air hingga keduanya terendam.
  • Masaklah dengan cara ditim hingga matang.
  • Makanlah buah jamblang yang telah dicampur beras tersebut paling tidak tiga kali sehari hingga diare reda.

Baca juga :

6. Mengobati batuk yang disertai nyeri dada.

Jamblang-sang-buah-langka.20

Caranya:

  • Siapkan buah jamblang segar yang sudah matang dan dibuang bijinya kira-kira 15 gram.
  • Siapkan daun sembung kira-kira 25 gram dan potong-potong.
  • Siapkan gula pasir kira-kira 15 gram.
  • Masukkan ketiga bahan tersebut ke dalam mangkuk dan tambahkan air hingga terendam seluruhnya.
  • Masak dengan cara ditim hingga matang.
  • Setelah dingin minumlah airnya dan makan buah jamblangnya.
  • Lakukan setiap malam sebelum tidur dan gosok gigi.

Demikian artikel tentang budi daya tanaman jamblang, baik di lahan maupun pot. Apabila tertarik, tidak ada salahnya Anda mencoba untuk membudidayakan tanaman jamblang di pekarangan maupun pot di rumah. Selain Anda dapat mengambil manfaat dari tanaman jamblang itu sendiri, di sisi lain juga turut menambah koleksi tanaman di rumah.

Nah, jika Anda merasa kesulitan untuk membudidayakan tanaman jamblang dikarenakan faktor susahnya mencari bibit, Anda dapat membuka www.higaragro.com lewat ponsel/gadget. Di situs tersebut Anda dapat menemukan beragam bibit tanaman siap tanam, termasuk juga tanaman jamblang.

Bahkan bermacam-macam jenis pupuk organik untuk tanaman buah juga tersedia. Anda dapat memesan secara online ataupun datang langsung ke lokasi. Adapun lokasi pembibitannya terletak di Dusun Gulunan RT 02/RW 02, Desa Kaliboto, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah, 57752. Kami dari higaragro.com menerima pembelian bibit secara grosir maupun satuan.

2 Komentar

  • Budidaya Tanaman Murbei – HigarAgro
    April 22, 2019 - 1:55 pm

  • Budidaya Tanaman Asam Jawa di Lahan Pekarangan atau Pot – HigarAgro
    Mei 11, 2019 - 2:01 pm