0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Whatsapp 81238728886

Pusat Grosir Bibit Tanaman No 1 di Indonesia

Panduan Budi Daya Kurma Tropis

Setiap bulan Ramadan sepertinya kurma menjadi suguhan wajib untuk berbuka puasa. Sesuai dengan hadis Nabi yang menyebutkan untuk mendahulukan kurma ketika berbuka. Kadar gula dan karbohidrat yang tinggi dalam kurma mungkin menjadi salah satu penyebab mengapa buah ini sangat penting. Setelah satu hari penuh perut kosong dan tubuh kekurangan cairan, mengonsumsi kurma dapat mengembalikan energi dengan cepat. Selama ini yang kita tahu adalah kurma merupakan tanaman khas Timur Tengah.

Hampir dapat dipastikan setiap kali ada kerabat yang pulang ibadah haji membawa oleh-oleh buah kurma. Di Indonesia sendiri, kurma masih identik sebagai buah impor. Benarkah demikian? Dapatkah kurma dibudidayakan di Indonesia? Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi agar kurma dapat ditanam di Indonesia? Berikut serba-serbi pengetahuan tentang kurma dan cara pembudidayaannya.

Asal-usul kurma dan persebarannya.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.2

Pohon kurma diperkirakan sudah ada sejak 50 juta tahun yang lalu. Daerah yang menjadi asal muasalnya diyakini berada di wilayah Irak. Tanaman ini sudah dibudidayakan sejak zaman Mesopotamia dan Mesir Kuno. Pada masa itu, kurma disajikan sebagai buah meja dan bahan pembuat minuman semacam anggur. Bukti-bukti sejarah menunjukkan adanya pembudidayaan kurma di berbagai wilayah di Timur Tengah dan Hindustan.

Mulai dari budi daya kurma di kampung neolitik Mehrargh, Pakistan Barat (±7000 M), kemudian kawasan Jazirah Arab di abad ke-6 SM (5530 – 5320 SM), sampai ke peradaban Lembah Indus, termasuk Tanjung Harapan (2600 – 1900 SM). Budaya Romawi Kuno juga lekat dengan adanya sejenis pohon palem, yang diyakini adalah kurma. Daun tanaman ini menjadi simbol kemenangan dan keagungan dalam budaya bangsa tersebut. Budaya Romawi Kuno, kehadiran pohon kurma Italia sangat populer, sekalipun tanaman ini tidak dapat berbuah di negara tersebut.

Banyak karya fresco atau lukisan dinding yang menggambarkan kebun berisi pohon kurma yang menjadi bukti kepopuleran tanaman ini. Selanjutnya, kurma menyebar ke banyak tempat, bahkan wilayah-wilayah yang jauh dari habitat aslinya di padang pasir. Para pedagang turut berperan menyebarluaskan bibit kurma hingga ke barat daya Asia, Afrika Utara, dan Spanyol. Lalu oleh orang-orang Spanyol, bibit kurma diperkenalkan di Mexico dan California, Amerika Serikat pada tahun 1765 dalam sebuah misi San Ignacio.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.3

Tahun 1920, 11 bibit pohon kurma varietas medjool dibawa ke Amerika Serikat dari Maroko dan dirawat oleh suku Chemehuevi di Nevada. Sembilan di antaranya bertahan hidup dan dipindah ke Indio, California pada tahun 1935. Sekarang, kurma medjool menjadi varietas terbesar yang diproduksi di Yuma, Arizona dan Bard Valley, California. Di Asia, Thailand dan Indonesia menjadi salah satu negara yang mulai membudidayakan kurma.

Oleh karena luasnya wilayah persebaran kurma, di mana di masing-masing tempat diciptakan kultivar baru yang disesuaikan dengan kondisi setempat, kini ada sekitar 1600 jenis kurma di dunia. Salah satunya adalah kurma tropis yang dibudidayakan di Thailand dan Indonesia. Sebelum adanya kurma tropis, jenis-jenis kurma yang populer di Indonesia, antara lain, kurma ajwa, khalas, deglet nour, khenaizi, zahidi, medjool, khadrawi, serta kurma-kurma bibit unggul, seperti sokari, silaj, barhee, dan sekki.

Kurma tropis merupakan hibrida hasil persilangan dari kurma jenis deglet nour dengan barhee. Berdasarkan studi genomatika yang dilakukan di Abu Dhabi Center for Genomics and Systems Biology, Universitas New York, ditemukan bahwa kultivar-kultivar unggulan seperti medjool dan deglet nour sekalipun juga merupakan hasil hibrida dari kurma asli Timur Tengah dengan palem liar Phoenix theophrasti dari Pulau Kreta. Sejak 2800 tahun yang lalu pun sudah ditemukan kurma hibrida di Afrika Utara yang disebarkan oleh orang Minoan dan Phoenicians.

Klasifikasi.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.4

Kingdom    : Plantae

Clade          : Angiospermae

Clade          : Monocots

Clade          : Commelinids

Ordo           : Arecales

Famili         : Arecaceae

Genus         : Phoenix

Spesies        : Phoenix dactylifera

Nama dactylifera diambil dari bahasa Yunani, daktylos, artinya jari dan fero, artinya saya bawa. Kemudian dikenal sebagai date dalam bahasa Inggris, turunan dari bahasa Prancis kuno dan Latin, daktulos. Nama tersebut diberikan karena bentuk buah ini yang mirip dengan jari.

Berbagai kultivar kurma dan wilayah pembudidayaannya.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.5

Proses kultivasi yang panjang menyebabkan asal-usul kurma yang sejati kurang jelas. Namun kini, kurma menjadi hasil pertanian tradisional yang utama di negara-negara Irak, Jazirah Arab, dan Afrika Utara, termasuk Maroko. Kultivar medjool dan deglet nour juga dibudidayakan di California Selatan, Arizona, dan selatan Florida di Amerika Serikat, serta di Sonora dan Baja California, Meksiko. Berikut beberapa kultivar di antara 1600 jenis kurma yang paling sering dijumpai di pasar dunia, termasuk ada di Indonesia, dan menjadi varietas unggulan.

  1. Kurma ajwa, dibudidayakan di Madinah, Arab Saudi. Rasanya seperti kismis dengan tekstur lembut dan warna buah lebih gelap.
  2. Kurma barhee/barhi, bentuknya hampir bulat dengan warna coklat tua. Dagingnya lembut dan tebal dengan rasa sangat enak. Merupakan salah satu jenis yang dapat dipanen dalam fase khalal (segar) ketika warnanya masih kuning, rasanya renyah seperti apel dan kering seperti kismis. Dibudidayakan di Arab Saudi.
  3. Kurma deglet nour, merupakan kultivar asli wilayah Zibane, timur laut padang pasir Aljazair, tepatnya di sekitar oase di Tolga, Biskra. Deglet nour artinya bersinar keemasan, dinamai demikian karena bagian tengah kurma ini tampak bersinar keemasan jika diterawang sinar matahari. Warnanya lebih muda dan cerah dibandingkan jenis-jenis kurma lain. Kulit daging tidak terlalu lembut dan kenyal, tetapi juga tidak terlalu keras. Rasanya manis. Kultivar ini menjadi produk unggulan dari Libia, Aljazair, Amerika Serikat, dan Tunisia.
  4. Kurma khadrawi, dibudidayakan di Arab Saudi. Namanya mengandung arti hijau. Jenis ini sangat disukai orang Arab karena lembut, warnanya sangat gelap.
  5. Kurma khalas, diproduksi di Hofuf (Al Aqsa) dan Qatif (Ash Sharqiyah) di timur Arab Saudi.
  6. Kurma khernaizi, diproduksi di Uni Emirat Arab.
  7. Kurma lulu, di Indonesia populer dengan sebutan kurma madu, merupakan jenis kurma dengan harga jual tertinggi. Diproduksi oleh Uni Emirat Arab.
  8. Kurma medjool, produk unggulan dari Afrika Utara, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Bentuknya lebih lonjong, besar, tekstur lebih kenyal, kulit daging berwarna coklat cerah. Rasa manisnya sangat enak.
  9. Kurma sokari/sukkary, merupakan produk unggulan wilayah Al Qassim, Arab Saudi. Namanya memiliki arti gula atau manis, sesuai dengan rasanya yang sangat manis. Kulitnya berwarna kuning, sering juga disebut kurma raja karena biasa dihidangkan dalam acara-acara kaum bangsawan. Harganya sangat mahal, merupakan varietas dengan kualitas premium.
  10. Kurma silaj/sillaj, dibudidayakan di Arab Saudi.
  11. Kurma thoory, merupakan salah satu produk unggulan dari Aljazair. Warnanya coklat kemerahan, kering, kulitnya keriput, dagingnya kadang keras tetapi manis dan renyah seperti kacang.
  12. Kurma zahidi, ukurannya sedang, bentuknya silindris, warna coklat keemasan. Dalam kondisi semikering sangat manis. Dijual dalam tiga kategori: lembut, agak keras, dan keras. Merupakan salah satu produk andalan dari Arab Saudi.
  13. Kurma tropis, merupakan kultivar baru hasil persilangan deglet nour dan barhee. Sedang dikembangkan di Thailand dan Indonesia. Bentuk buahnya lonjong silindris, kulitnya berwarna merah, tetapi akan berubah kuning ketika sudah masak. Ada dua jenis kurma tropis, yaitu Kolak One (KL-1) dan Barhee.

Karakteristik dan morfologi.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.6

Kurma adalah tanaman jenis palem-paleman yang mampu beradaptasi dengan baik di iklim kering hingga sangat panas. Habitat aslinya ada di daerah Timur Tengah dengan cuaca ekstrem dan iklim sangat panas, meliputi padang pasir yang tandus. Fleksibel dan toleran terhadap berbagai jenis tanah, termasuk tanah basah. Namun secara umum membutuhkan cuaca dengan musim panas yang panjang, minim curah hujan, dan tingkat kelembapannya rendah. Hanya membutuhkan cukup air dalam tanah untuk melakukan pembuahan.

Phoenix dactylifera mempunyai 12 – 19 spesies di alam liar yang kemudian menjadi sumber utama produksi secara komersial. Tinggi pohon mencapai 21 – 23 m, merupakan tanaman tunggal atau berkelompok dalam satu sistem perakaran. Panjang daun total 4 – 6 m dengan pelepah sebagai tulang utama, dan 150 lembar daun yang melekat pada tulang keras yang bentuknya menyirip. Panjang helaian daun 30 cm dan lebarnya 2 cm. Ukuran seluruh mahkota daun atau bagian puncak pohon antara 6 – 10 m. Proses pertumbuhannya lambat, dewasa dalam 4 tahun.

Kurma merupakan tanaman dioecious, terdiri atas tanaman jantan dan betina. Dengan mudah diperbanyak dari biji, tetapi hanya 50% yang betina dan mampu berbuah. Pohon jantan dan betina akan tampak bedanya setelah mulai berbunga. Bunga betina memiliki pentol seperti bunga kelapa. Adapun bunga jantan berwarna putih, ukurannya lebih kecil, dan mengandung zat tepung. Penyerbukan dibantu angin dan serangga, terjadi pada temperatur 35oC. Pembuahan memerlukan cuaca kering dan panas di siang hari, serta hangat di malam hari.

Pohon kurma dapat hidup hingga 100 tahun. Agar tumbuh optimal, memerlukan ruangan yang luas baik secara horizontal maupun vertikal. Dapat hidup juga di daerah beriklim dingin, tetapi tidak dapat berbuah. Bentuk buahnya oval/lonjong silider, panjangnya 3 – 7 cm, diameter 2 – 3 cm. Variasi warna dari coklat gelap, merah cerah, sampai kuning cerah tergantung varietasnya. Rasanya sangat manis, setelah dikeringkan mengandung 75% gula. Buah kurma tidak beraroma.

Bagian-bagian buah kurma terdiri atas biji, dinding lapisan dalam (selaput biji/endokarp), daging buah (mesokarp), dan kulit (epikarp). Ada beberapa kelompok jenis buah: lunak (contoh: barhee, khadrawy, halawy, medjool); semikering (contoh: dayri, deglet nour, zahdi); dan kering (contoh: thoory). Tipe buah tergantung pada kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosanya. Buah kurma berbiji tunggal, panjangnya 2 – 2,5 cm dengan ketebalan 6 – 8 mm. Buah ini paling enak dinikmati saat sudah kering dan teksturnya lembut.

Kurma tropis memiliki karakteristik khusus. Mampu tumbuh dan berbuah di dataran rendah beriklim tropis. Tingkat produktivitasnya tinggi, satu tandan dapat menghasilkan 5 – 10 kg buah kurma. Harga buahnya tergolong mahal karena belum banyak yang membudidayakan, sementara permintaan tidak pernah turun. Keistimewaan yang lain adalah mampu berbuah mulai umur 3 – 4 tahun ketika tingginya baru 1 m.

Syarat tumbuh.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.134

Kurma tropis tumbuh dengan baik di dataran rendah mulai ketinggian 50 mdpl. Cuaca panas relatif konstan dengan suhu rata-rata 32 – 35oC. Curah hujan 1500 mm/tahun. Sinar matahari penuh sepanjang hari. Menyukai tanah humus berpasir, tanah lempung, tanah pasir berlempung, atau tanah liat dengan drainase yang baik, pH 8 – 11. Tanah harus memiliki kemampuan mengikat kelembapan dan bebas kalsium karbonat.

Kurma yang ditanam di daerah bersuhu di atas 35oC membutuhkan bantuan irigasi, sementara di bawah 20oC akan mengalami periode dorman (berhenti tumbuh) dan mengalami kerusakan, kecuali dibantu irigasi. Pada masa pembungaan dan pembuahan membutuhkan banyak air. Setelah dewasa lebih menyukai tanah kering.

Kurma tropis dapat ditanam sebagai produk perkebunan komersial ataupun hanya sebagai hiasan dan koleksi di rumah. Sebagai koleksi atau hiasan di rumah, kurma tropis bisa ditanam di pekarangan atau dalam pot. Akan tetapi perlu diingat, karena tanaman ini tidak dapat bereproduksi sendiri, maka untuk mendapatkan pohon kurma yang mampu berbuah Anda harus menanamnya secara berpasangan. Perhitungkan luasan lahan dengan keperluan Anda menanam kurma tropis.

Pembibitan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.7

Kurma dapat diperbanyak dari biji, penyebaran tunas/anakan, dan cangkok. Perbanyakan dari biji adalah cara yang paling mudah dilakukan, tetapi biasanya menghasilkan tanaman berukuran kecil dan kualitasnya rendah. Biasanya menghasilkan buah dalam 4 – 8 tahun. Perbanyakan dengan memindahkan tunas/anakan harus dilakukan dengan hati-hati. Untuk memisahkan kurma anakan dari pohon induknya memerlukan alat berupa gergaji khusus akar. Pohon kurma anakan baru akan berbuah dalam 12 tahun.

Perkebunan komersial biasanya memperbanyak pohon kurma dengan metode cangkok dari pohon indukan yang berbuah banyak. Tanaman hasil cangkok dapat menghasilkan buah 2 – 3 tahun lebih cepat daripada biji. Akan tetapi, cara ini memerlukan keahlian khusus agar dapat berhasil. Biji kurma dapat dibeli dari tempat-tempat penjualan bibit atau mengumpulkan sendiri dari sekotak kurma yang dikonsumsi. Biji kurma yang dibeli dari tempat penjualan bibit biasanya bisa langsung disemaikan.

Sementara, biji yang dikumpulkan dari kurma yang dikonsumsi harus dibersihkan dahulu dari sisa-sisa daging buah. Siapkan biji sebanyak mungkin karena sebagian besar biji merupakan calon dari kurma jantan. Semakin banyak benih yang disiapkan, kemungkinan mendapatkan calon kurma betina semakin besar. Sisa-sisa daging buah yang dibiarkan menempel pada biji yang akan disemaikan akan mempermudah datangnya jamur, kutu putih, dan semut. Akibatnya, biji yang sedang dalam proses perkecambahan akan rusak.

Bersihkan biji dengan cara menggosoknya dengan media pasir halus kemudian dibilas air bersih atau merendamnya selama 24 jam dalam air panas lalu disikat. Setelah bersih, rendam dalam botol atau mangkuk berisi air jernih selama 48 jam atau dalam larutan ZPT organik dan air bersih yang bebas kaporit selama 5 – 6 hari untuk mempercepat perkecambahan. Ganti air setiap 24 jam agar tidak ditumbuhi jamur.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.8

Perendaman akan membuat biji menyerap air dan siap dikecambahkan. Buang biji yang terapung, gunakan hanya biji yang tenggelam. Proses perkecambahan sendiri ada dua metode: menggunakan media tisu basah atau disemaikan langsung di media tanam dalam pot/polybag. Untuk penyemaian di dalam media tisu basah, siapkan wadah plastik bertutup atau kantong plastik bersegel. Basahi dua lembar tisu atau handuk kertas. Letakkan satu lembar, taruh sebuah biji di salah satu sisinya, tutup dengan lembaran tisu yang kedua.

Letakkan biji yang kedua di sisi lain tisu yang berseberangan dengan biji pertama. Lipat tisu hingga kedua biji tertutup. Masukkan tisu yang sudah berisi dua buah biji ke dalam wadah plastik bertutup atau kantong plastik bersegel. Simpan di tempat gelap dan hangat (21 – 24oC) selama 6 – 8 minggu. Akar kecambah biasanya mulai muncul setelah 14 – 28 hari. Cek pertumbuhan kecambah setiap 2 minggu sambil mengecek kelembapan tisu dan menggantinya dengan yang baru.

Setelah tunas dan akar kecambah mencapai panjang 5 – 10 cm, pindahkan ke media tanam. Untuk penyemaian di dalam pot atau polybag, siapkan pot dan polybag ukuran kecil yang sudah mempunyai lubang drainase di bagian bawahnya. Isi dengan media tanam berupa campuran kompos dan pasir (1 : 1) atau campuran cocopeat, kompos, dan pasir (1 : 1 : 2). Sirami dengan sedikit air agar lembap. Benamkan biji dengan membiarkan setengah bagiannya tetap menyembul ke luar.

Tutup bagian yang menyembul dengan pasir. Bungkus pot/polybag dengan plastik dan letakkan di tempat teduh dalam temperatur 21oC. Kecambah akan muncul dalam 3 – 8 minggu. Setelah bibit setinggi 20 – 30 cm, siap dipindahtanamkan ke kebun, pekarangan, atau pot yang lebih besar.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.9

Setelah bibit tumbuh, sambil menunggu waktu yang tepat untuk penanaman, letakkan bibit di luar ruangan agar dapat menyesuaikan diri dengan iklim sekitarnya. Tetap lindungi dari angin dan sinar matahari langsung dengan meletakkannya di tempat teduh. Pastikan kelembapan tanah dan udara cukup, tetapi tetap mendapat sinar matahari. Sirami secara teratur dan konsisten. Agar bibit tumbuh sehat dan kuat, serta tumbuh cepat sehingga hanya memerlukan waktu singkat dalam persemaian (6 – 8 bulan) diperlukan pemupukan.

Rekomendasi pemupukan selama dalam persemaian adalah kombinasi N (5%) : P (0,75%) : K (1,6%) atau menggunakan pupuk organik (misalnya pupuk emulsi ikan SeaGro) sebanyak 5 ml per satu liter air, diberikan 2 kali sebulan dengan cara dikocorkan di sekitar tajuk tanaman. Hindari menanam bibit yang terlalu muda karena akan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Bibit dari biji hendaknya dipelihara dalam persemaian hingga berusia 8 – 12 bulan.

Adapun bibit yang berasal dari tunas/anakan sebaiknya juga dipelihara dahulu dalam persemaian hingga 10 – 12 bulan setelah dipisahkan dari induknya. Penanaman tunas/anakan segera setelah dipisahkan dari induknya di lahan permanen sama sekali tidak disarankan.

Persiapan tempat penanaman.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.10

Penanaman kurma tropis di kebun atau di pekarangan memerlukan persiapan lahan. Tujuan persiapan lahan adalah menyediakan lahan dalam kondisi yang memungkinkan untuk kesuksesan pembudidayaan kurma tropis dalam jangka panjang. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan lahan untuk pembudidayaan kurma tropis.

A. Pemilihan lahan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.11

Pertama, pemilihan lahan. Area yang dipilih untuk pembudidayaan berpengaruh pada besarnya ongkos persiapan lahan dan produksi. Meskipun habitat aslinya merupakan wilayah dengan iklim kering, pohon kurma tetap memerlukan air yang cukup banyak untuk tetap tumbuh. Pemilihan lahan harus mempertimbangkan ketersediaan air, jarak antara lahan dengan sumber air, keberlangsungan persediaan di sumber air, jumlah air yang tersedia untuk pengairan, dan kualitas air.

Oleh karena kelak pohon kurma akan tumbuh sangat tinggi dan berat, terutama saat berbuah, diperlukan ruang yang cukup untuk pertumbuhan akar agar dapat menopang pohon dengan baik. Luas lahan dan kedalaman tanah perlu diperhitungkan. Kedalaman tanah dan topografinya berpengaruh terhadap drainase dan pencucian/peluruhan kandungan garam dari dalam tanah.

Lakukan uji kelayakan tanah dan kemungkinan untuk memperbaiki kualitas tanah. Kualitas tanah berkaitan dengan kapasitas drainase dan salinitas (kadar garam). Kondisi tanah yang optimal adalah apabila mampu menyerap air paling sedikit hingga kedalaman 2 m. Tekstur tanah memengaruhi kemampuannya menyerap air. Pengujian tanah juga bertujuan mengetahui kandungan nutrisi dalam tanah untuk memperkirakan apa saja yang diperlukan dalam usaha peningkatan kualitas tanah.

B. Kadar garam (basa) dan keasaman tanah.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.12

Di habitat aslinya, tanah yang mengandung garam dan alkali sangat umum digunakan sebagai tempat pembudidayaan kurma dengan karakteristik konsentrasi garam terlarut tinggi dan adanya natrium dapat tukar (exchangeable sodium/ES). Garam terlarut dalam jenis tanah ini terdiri atas kation (natrium, kalsium, dan magnesium) serta anion (klorida dan sulfat).

Kondisi tanah alkali dan berkadar garam tinggi terjadi karena peningkatan lapisan bawah akibat kekeringan (tingginya penguapan), penggunaan air yang mengandung garam untuk pengairan, dan buruknya sistem drainase. Untuk mengurangi kadar garam, tambahkan bahan-bahan yang bersifat asam, seperti gipsum, asam sulfat, atau belerang. Tanah alkali mengandung unsur-unsur yang berbahaya, seperti NaOH. Jenis tanah seperti ini sulit untuk diperbaiki dan produktivitasnya rendah sebagai akibat dari kurangnya kadar kalsium dan nitrogen.

Pohon kurma cukup toleran terhadap kandungan garam tanah, dapat bertahan hidup di tanah yang mengandung garam terlarut hingga 3%. Namun, lebih dari 6%, pohon kurma tidak tumbuh. Di sisi lain, tingginya keasaman tanah memberi dampak negatif pada tanaman berupa tingginya tingkat toksisitas beberapa elemen (seperti aluminium dan mangan), defisiensi elemen-elemen tertentu (seperti kalsium, magnesium dan molibdenum), rendahnya kadar fosfor, serta rendahnya efisiensi pemupukan dan pengairan disebabkan miskinnya pertumbuhan akar.

C. Pengolahan lahan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.13

Persiapan lahan secara fisik meliputi persiapan mekanis, instalasi sistem irigasi, perbaikan tanah, dan persiapan lubang tanam. Persiapan mekanis berupa pengolahan lahan agar gembur sambil membersihkannya dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya.

Pengolahan lahan di kebun yang luas dengan tujuan komersial mungkin memerlukan alat bantu berupa bajak, sedangkan untuk penanaman di pekarangan cukup digemburkan dengan cangkul. Selain membersihkan gulma, sisa-sisa tanaman terdahulu, dan tanaman liar, tanah juga dibersihkan dari batuan, baik batuan besar ataupun kerikil. Untuk lahan yang topografinya miring, diperlukan tindakan perataan tanah (jika kemiringan kurang dari 10o) atau pembuatan sengkedan/terasering (jika kemiringan hingga 30o atau lebih).

D. Pemasangan instalasi sistem irigasi.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.14

Pembuatan instalasi sistem irigasi disesuaikan dengan ketesediaan air, topografi, dan kondisi tanah. Ada beberapa sistem irigasi yang dapat dipilih.

  1. Irigasi genangan (flood irrigation), yaitu membiarkan air menggenangi beberapa bagian lahan di sekitar tanaman selama beberapa waktu. Sistem irigasi ini memiliki keuntungan berupa biaya operasional yang rendah, mudah dilakukan, biaya pembuatannya juga rendah, terutama jika lahan yang digunakan cenderung datar.Kelemahannya, efisiensinya rendah, memerlukan banyak tenaga kerja, memerlukan areal khusus/tambahan pada lahan, dan tidak sesuai untuk tanah berpasir.
  2. Irigasi saluran (furrow irrigation) dan irigasi persawahan (basin irrigation). Untuk irigasi saluran, perlu dibuatkan saluran-saluran air di antara baris-baris tanaman. Sementara irigasi persawahan artinya membanjiri seluruh lahan dengan air seperti praktik pengairan pada persawahan. Kedua sistem irigasi ini memiliki keuntungan biaya operasional yang rendah, mudah dilakukan, dan modalnya rendah jika topografi lahan datar. Kelemahannya, tenaga kerja yang diperlukan banyak dan memerlukan peralatan mekanis.
  3. Irigasi dengan alat pemancar air (sprinkler irrigation), yaitu sistem irigasi menggunakan alat khusus berupa pemancar air bertekanan tinggi. Keuntungan sistem irigasi ini adalah penggunaan air lebih efisien, jadwal penyiraman mudah diatur, memerlukan sedikit tenaga kerja, dan topografi tidak menjadi hambatan. Kelemahannya, pemasangan instalasinya mahal, biaya operasionalnya tinggi, pola semprotan sangat dipengaruhi oleh angin dan temperatur memengaruhi penguapan, tidak cocok untuk pohon kurma yang masih muda karena seluruh bagian tanaman dapat langsung tersiram air, termasuk titik tumbuh tanaman yang merupakan bagian paling peka dari tanaman kurma.
  4. Irigasi mikro menggunakan alat pemancar air yang kekuatannya rendah. Keuntungan sistem irigasi ini adalah penggunaan air lebih efisien, biaya operasional lebih rendah dibandingkan penggunaan sprinkler bertekanan tinggi, jadwal penyiraman mudah diatur, hanya areal yang membutuhkan penyiraman yang teririgasi, topografi tidak menjadi hambatan, dapat diotomatisasi, tidak memerlukan banyak tenaga kerja, dan kekuatan penyemprotan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pohon. Kelemahannya, ongkos pemasangan instalasi tinggi, memerlukan air bersih, pola sebaran air terpengaruh angin, dan temperatur sangat berpengaruh terhadap efektivitas karena tingginya penguapan.
  5. Irigasi tetes (drip irrigation) menggunakan pipa-pipa saluran air yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mengalirkan air langsung ke tanah di sekitar pohon dalam jumlah tertentu. Keuntungan sistem irigasi ini adalah penggunaan air lebih efisien, biaya operasional rendah, penyiraman dapat dijadwalkan, topografi tidak menjadi hambatan, banyaknya air disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, tidak terpengaruh angin, dapat diotomatisasi dengan mudah, dan tidak memerlukan banyak tenaga kerja. Kelemahannya, meskipun dapat dibuat sendiri dari bahan dan peralatan yang sederhana, tetapi keharusan menjangkau setiap pohon membuat instalasinya menjadi mahal. Selain itu, sistem ini membutuhkan air bersih untuk kelancaran pengairan, dan sulit menentukan jumlah air yang tepat untuk memenuhi kebutuhan. Seringkali kekurangan air baru diketahui setelah terlambat. Oleh karena itu, irigasi tetes harus selalu diawasi.

E. Perbaikan tanah.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.15

Langkah-langkah perbaikan tanah meliputi penambahan bahan-bahan organik dan menurunkan salinitas tanah. Penambahan bahan-bahan organik meliputi penggemburan tanah untuk meningkatkan respirasi akar, memperlancar penyerapan air, meningkatkan kemampuan tanah mengikat air, pemadatan dan pembentukan tanah, membatasi efek berbahaya dari alkali, dan menurunkan kadar garam (salinitas).

Penurunan kadar garam (salinitas) dilakukan dengan mempertimbangkan tipe tanah (apakah tanah dengan salinitas tinggi atau tanah alkali), kemungkinan drainase berdasarkan karakteristik tanah, sumber garam, kualitas air irigasi, dan peluruhan/pencucian garam dari tanah. Jika kandungan garam bersumber dari aliran air dari tempat yang lebih tinggi dari lahan, buat saluran untuk memutus aliran air tersebut supaya tidak mencapai lahan. Drainase yang buruk biasanya memengaruhi peningkatan salinitas tanah.

Oleh karena itu, perbaikan drainase harus dilakukan sebelum peluruhan garam dilakukan. Peluruhan garam adalah satu-satunya cara yang paling efktif untuk menurunkan kadar garam pada tanah yang salinitasnya tinggi. Pemasangan mulsa dan penambahan material organik dapat meningkatkan infiltrasi air sehingga drainase lebih baik. Untuk tanah yang mengandung alkali atau garam alkali, kandungan natriumnya dapat dinetralkan dengan penambahan gipsum atau belerang.

Setelah dinetralkan, barulah garam diluruhkan. Jika kualitas air kurang baik, drainase yang baik dan penambahan volume irigasi tanpa meningkatkan permukaan air tanah sangatlah penting.

F. Persiapan lubang tanam.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.16

Tentukan jarak tanam ideal 5 – 6 m dengan tanaman lain untuk penanaman di pekarangan, sedangkan untuk perkebunan komersial 8 x 8 m, 9 x 9 m (121 pohon/ha), 10 x 8 m (125 pohon/ha), atau 10 x 10 m (100 pohon/ha) tergantung berapa luas lahan dan berapa banyak bibit yang akan ditanam.

Pengaturan jarak tanam bertujuan menghindari perebutan zat atau nutrisi yang diperlukan bibit dari dalam tanah untuk tumbuh, menghindari kelembapan tinggi akibat terlalu rapatnya tanaman dan kurangnya aerasi, serta memberi ruang yang cukup luas untuk perkembangan akar. Dengan jarak tanam yang ideal, segala kegiatan pekerja di sekitar tanaman juga lebih leluasa.

Buat lubang tanam berukuran 1 x 1 x 1 m2 (1 m3). Diamkan lubang tanam selama 2 – 3 hari tersinari matahari penuh agar mikroorganisme yang merugikan mati dan gas-gas yang berbahaya menguap. Sementara itu, campurkan tanah bekas galian dengan pupuk kandang/kompos sebagai pupuk dasar. Untuk meningkatkan kualitas tanah, taburkan kapur/gipsum ke dalam lubang tanam. Setelah 2 – 3 hari, kembalikan tanah galian yang sudah dicampur pupuk ke dalam lubang. Rekomendasi pupuk dasar meliputi komposisi sebagai berikut.

  • 10 – 15 kg pupuk kandang kualitas baik, matang, dan kering.
  • 0,7 kg dobel superfosfat.
  • 15 kg gipsum (jika tanah mengandung banyak garam).
  • 1,25kg amonia sulfat.
  • 1,08 kg potasium klorida.

Amonia sulfat dan potasium klorida dapat langsung dicampur dengan bahan-bahan lain atau diberikan bersamaan dengan penyiraman pascapenanaman. Sirami lubang tanam untuk meluruhkan kandungan garamnya dan membantu penyerapan bahan-bahan organik yang dicampurkan dengan tanah galian. Pengolahan lubang tanam ini sebaiknya dilakukan 1 – 2 bulan sebelum penanaman. Buat saluran-saluran drainase di sekitar kebun/pekarangan.

G. Persiapan tempat penanaman di dalam pot.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.17

Kurma tropis juga dapat ditanam di dalam pot. Tetapi karena pohon kurma cenderung tumbuh besar dan perakarannya banyak, pilih pot berukuran besar atau jika menggunakan pot yang berukuran kecil harus diganti secara berkala dengan pot yang lebih besar. Selalu pastikan bahwa bagian dasar pot memiliki lubang drainase. Setelah mengisi dasar pot dengan pecahan genting atau batu bata, isi pot dengan campuran tanah, pasir, vermalite, perlite, dan peat moss hingga ¾ bagian pot. Biarkan gembur.

Bisa juga menggunakan campuran vermalite atau pasir dengan tanah khusus untuk pot dengan rasio 1 : 4 atau 1 : 3.

Penanaman.

A. Waktu penanaman.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.18

Periode penanaman yang tepat dalam satu tahun berpengaruh pada besarnya peluang bibit untuk tumbuh dan bertahan hidup. Penanaman di wilayah tropis, dimana tidak terjadi cuaca dingin atau panas yang ekstrem, periode penanaman yang terbaik adalah sekitar bulan Agustus – September atau awal musim hujan. Tanaman kurma yang masih muda membutuhkan banyak air dan masih sensitif terhadap panas terik sehingga pemilihan waktu penanaman di musim hujan memberi keuntungan air yang melimpah dan cuaca teduh.

Waktu terbaik untuk menanam bibit kurma dari biji adalah ketika sudah memiliki empat helai daun dewasa (pinnae). Daun kurma dikatakan sudah dewasa apabila sudah mekar atau terbuka dari gulungannya. Penanaman sebaiknya dilakukan di pagi hari untuk mengurangi risiko tanaman stress dan memberi cukup waktu bagi tanaman untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya.

B. Penanaman bibit kurma di kebun/pekarangan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.19

Ambil bibit dari persemaian. Jika bibit yang disemaikan dalam media tisu basah masih rapuh akarnya, tanam bersama tisunya untuk melindungi akar. Sementara bibit yang disemaikan dalam polybag atau pot kecil dilepaskan dengan hati-hati agar media tanamnya tidak pecah sehingga akarnya pun utuh. Satu kecambah disiapkan untuk satu lubang tanam/pot. Untuk penanaman di kebun/pekarangan, gali kembali lubang tanam yang sudah disiapkan dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm atau kira-kira tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dangkal untuk bibit.

Ketepatan kedalaman sangat penting karena pangkal batang dan umbi akar yang menjadi jantung dari tanaman tidak terendam air. Pangkal batang dan umbi akar merupakan titik tumbuh dari tanaman kurma. Jika terendam air, tanaman akan membusuk dan mati. Sebaliknya jika terlalu dangkal, akar akan mengering dan mati. Cara memastikan kedalaman yang tepat adalah mengukur diameter terluas dari umbi akar sebagai patokan tinggi permukaan tanah setelah penanaman.

Masukkan bibit ke dalam lubang tanam, letakkan dalam posisi tegak lurus. Timbun kembali dengan tanah galiannya. Padatkan dan pasang ajir dari kayu atau bambu karena tanaman muda perlu ditopang agar tetap tegak. Lindungi tanaman dari angin dan terik matahari dengan memasang peneduh berupa atap yang dibuat dari anyaman alang-alang atau jerami. Hadapkan ke arah matahari terbit dengan memasang pancang untuk atap sebelah timur lebih tinggi daripada atap sebelah barat.

Perlindungan dari angin dapat diusahakan dengan menanam tanaman pagar di sekitar kebun/pekarangan. Sirami segera setelah penanaman dengan air secukupnya agar tanaman tidak stress.

C. Penanaman bibit kurma dalam pot.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.20

Untuk penanaman di dalam pot, tanam bibit yang telah dilepaskan dari wadah persemaiannya di tengah pot dengan ketinggian 2,5 cm di bawah bibir pot. Penuhi pot dengan tanah atau pasir sambil memegangi bibit agar tetap tegak. Tekan-tekan media di sekitar bibit agar sedikit memadat sehingga bibit tidak mudah roboh. Sirami secara menyeluruh hingga air mengalir keluar dari lubang drainase. Tunggu tanah menyerap air dan sisanya mengalir keluar, lalu ulangi penyiraman sampai tanah benar-benar basah.

Letakkan pot di tempat yang mendapat sinar matahari penuh, tetapi terlindung dari angin, atau di dalam ruangan dekat dengan jendela. Usahakan pula agar tanaman terlindung dari gangguan hewan.

D. Pembuatan saluran drainase.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.21

Meskipun membutuhkan air, bukan berarti tanaman muda boleh terendam air. Agar sisa air siraman yang tidak terserap langsung oleh tanah tidak menggenangi akar dan titik tumbuh, perlu dibuat sistem drainase yang baik di dalam kebun. Buat saluran drainase berupa parit berdiameter 3 m di sekeliling batang pokok dengan kedalaman 20 – 30 cm. Fungsi parit ini untuk menampung kelebihan air yang disiramkan pada tanaman.

Dari arah parit, tanah dibuat sedikit meninggi hingga ke batang pokok (miring ke atas), tetapi jangan terlalu tinggi sehingga air tidak langsung mengalir ke parit begitu disiramkan.

E. Pemasangan mulsa.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.22

Menjaga tanah tetap lembap sangat penting, terutama ketika tanaman masih muda, pada masa pembungaan, dan pembuahan. Selain penyiraman, pemasangan mulsa dapat membantu mempertahankan kelembapan. Pasang mulsa yang terbuat dari bahan organik, seperti jerami, di sekitar batang pokok, tetapi jangan sampai bersentuhan langsung dengan batang pokok.

Fungsi pemasangan mulsa adalah untuk mengurangi hilangnya air akibat penguapan, mencegah terjadinya pengerasan tanah, mempercepat penyerapan air ke dalam tanah, mencegah tumbuhnya gulma, dan meningkatkan kandungan humus dalam tanah.

Perawatan kurma tropis.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.23

Seperti halnya tanaman lain, untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan kualitas terbaik, penanaman kurma tropis harus diikuti perawatan yang baik. Pada kurma tropis, perawatan yang diperlukan meliputi pemasangan mulsa, penyiraman atau irigasi, pemupukan rutin, penyiangan dan penggemburan, pemangkasan, pemberantasan hama dan penyakit, penyerbukan, dan penjarangan buah.

Lakukan pengawasan setidaknya selama 10 – 12 bulan pertama setelah penanaman agar dapat segera mengetahui jika terjadi masalah atau ada gangguan terhadap pertumbuhan tanaman.

A. Penyiraman.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.24

Faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan air pada tanaman kurma sebagai berikut.

  1. Salinitas tanah. Tanah yang mengandung garam memerlukan lebih banyak air untuk meluruhkan garam dari tanah.
  2. Makin tinggi suhu udara, semakin tinggi penguapan sehingga makin banyak air yang diperlukan.
  3. Semakin rendah kelembapan semakin banyak air yang dibutuhkan.
  4. Kecepatan angin. Semakin kencang tiupan angin akan meningkatkan penguapan sehingga lebih banyak air yang dibutuhkan.
  5. Keberadaan awan. Lebih banyak air dibutuhkan ketika tidak ada awan.

Faktor-faktor tersebut memengaruhi evapotranspirasi yang menentukan kebutuhan air. Akar kurma terbai atas 4 bagian. Bagian atas (zona 1) berada dekat dengan permukaan tanah sebanyak 40%. Di lapisan kedua (zona 2) sebanyak 30%, lapisan ketiga (zona 3) sebanyak 20%, dan lapisan keempat (zona 4) atau lapisan terbawah sebanyak 10%. Pada pohon kurma dewasa, kedalaman akar mencapai 5 m dengan radius seputar batang 3 m.

40% air diserap bagian permukaan hingga kedalaman 50 cm, 70% air diserap hingga kedalaman 100 cm, 90% diserap hingga kedalaman 150 cm, dan hanya 10% yang diserap di kedalaman antara 150 – 200 dan seterusnya. Untuk tanaman muda, kedalaman serapan air bervariasi antara 25 – 50 cm dengan radius 10 – 30 cm, tergantung ukuran tanaman. Dengan komposisi akar dan kemampuan serap demikian, teknik irigasi tetes dan mikro lebih efektif daripada irigasi permukaan atau genangan.

Seberapa banyak dan sering penyiraman dilakukan tergantung pada tipe tanah dan kebutuhan tanaman. Untuk tanah yang sangat berpasir atau kering, diperlukan irigasi harian, terutama ketika cuaca panas. Tanah yang teksturnya padat dan berat memerlukan penyiraman satu minggu sekali. Untuk tipe-tipe tanah lainnya, penyiraman diperlukan 2 – 3 hari sekali. Pada masa awal pertumbuhan sampai tingginya 5,1 cm sirami setiap kali tanah atau media tanamnya tampak kering.

Selama enam minggu pertama, perhatikan permukaan tanah di sekitar tanaman untuk mengenali tanda-tanda mengeringnya tanah dan pecah-pecah. Cara sederhana untuk memastikan kondisi kelembapan tanah adalah masukkan jari ke dalam tanah/media tanah sedalam dua buku. Jika tanah terasa masih basah, tunda penyiraman. Sebaliknya, jika terasa kering, segera sirami hingga merata. Penyiraman menurut kebutuhan tanaman lebih baik daripada penyiraman rutin yang terjadwal.

Penyiraman hendaknya jangan sampai mengenai puncak pohon dan batang pokok secara langsung. Jika Anda menghendaki perhitungan kebutuhan air yang lebih spesifik, cara menghitung kebutuhan air adalah dengan membandingkan tingkat evaporasi (penguapan) dan faktor-faktor lain (temperatur maksimal dan minimal, velositas angin, kelembapan, sinar matahari, dan radiasi) dalam ukuran mm/hari. Kebutuhan air berdasarkan tipe tanah sebagai berikut.

  • Tanah bertekstur ringan 100 mm/m.
  • Tanah bertekstur sedang 140 mm/m.
  • Tanah bertekstur berat 180 mm/m.

B. Pemupukan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.25

Agar tumbuh kembangnya lebih baik, kurma memerlukan pemupukan susulan. Kebutuhan nutrisi pohon kurma yang dipelihara di rumah sebagai tanaman hias atau kegemaran berbeda dengan kebutuhan nutrisi pohon kurma di perkebunan untuk tujuan komersial. Kurma yang ditanam di rumah cukup diberikan pupuk yang kaya potasium, bisa berupa kombinasi pupuk NPK atau pupuk organik, seperti SeaGro atau semacamnya. Adapun untuk tanaman kurma di perkebunan komersial memerlukan program pemupukan yang lebih terperinci.

Untuk pertumbuhan dan produksi, tanaman kurma memerlukan elemen-elemen nutrisi, seperti boron, kalsium, klorin, kobalt, tembaga, besi, magnesium, mangan, molibdenum, nitrogen, fosfor, potasium, natrium, sulfur, dan zink. Berikut kandungan nutrisi dalam tanah berkaitan dengan pH tanah.

  1. Nitrogen berperan penting dalam fotosintesis, pertumbuhan vegetatif, dan pembentukan identitas genetik. Kandungan nitrogen yang cukup menjamin keberhasilan panen pada akhir musim. Jumlah nitrogen yang cukup terdapat dalam tanah dengan pH 5,5 – 8,5. Di bawah 5,5 atau di atas 8,5 jumlah nitrogen yang dapat diserap tanaman berkurang.
  2. Fosfor juga berperan penting dalam fotosintesis, respirasi, pertumbuhan vegetatif, reproduksi, dan pembentukan identitas genetik. Juga berkaitan dengan proses pembelahan sel, pertumbuhan akar, dan pembungaan. Tanah dengan pH 6,0 – 8,0 dan di atas 8,5 memiliki jumlah fosfor yang cukup untuk diserap tanaman. Di bawah 5,0 dan antara 8,0 – 8,5 fosfor tidak tersedia.
  3. Potasium dapat ditemukan pada vakuola dan berperan dalam transportasi nitrogen dan mendorong fotosintesis. Nutrisi ini memperkuat serat dan memngaruhi proses membuka dan menutupnya stomata. Potasium juga berkaitan dengan kemampuan tanaman bertahan hidup dalam kekeringan, hawa dingin, serta meningkatkan kualitas buah. Potasium tersedia cukup pada tanah dengan pH 5,5 – 7,5 dan di atas 8,5. Di bawah 5,0 poasium tidak tersedia dan di antara 7,5 – 8,5 relatif tidak tersedia.
  4. Boron adalah nutrisi esensial yang diperlukan dalam proses penyerbukan dan reproduksi, yaitu untuk mendorong pembentukan dan pertumbuhan bunga dan buah. Juga berfungsi dalam penyerapan kalsium, magnesium, dan potasium.

Cara mengetahui ada tidak atau seberapa besarnya kandungan nitrogen, fosfor, dan potasium melalui pengukuran pH tanah. Nitrogen dan potasium dapat hilang dengan mudah setelah penyiraman. Oleh karena itu, diperlukan kontrol atas irigasi atau penyiraman agar tidak justru menyebabkan hilangnya nutrisi yang dibutuhkan, terutama di tanah berpasir. Disarankan pada penanaman di tanah berpasir untuk membagi jumlah pupuk menjadi dua kali atau lebih pengaplikasian untuk mengurangi kerugian akibat hilangnya nutrisi.

Secara umum, hilangnya nutrisi tiap tahun diperkirakan meliputi: nitrogen 350 gr/pohon (42 kg/ha), fosfor 90 gr/pohon (11 kg/ha), dan potasium 540 gr/pohon (65 kg/ha). Aplikasi pupuk tambahan yang dibutuhkan tiap tahun adalah nitrogen 650 gr/pohon (78 kg/ha), fosfor 650 gr/pohon (78 kg/ha), dan potasium 870 gr/pohon (104 kg/ha). Perkiraan ini dibuat dengan asumsi 121 pohon per hektar.

C. Mikronutrien.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.26

Nitrogen, fosfor, dan potasium termasuk dalam makronutrien yang sangat diperlukan tanaman. Namun tidak hanya makronutrien yang berperan penting dalam pertumbuhan tanaman, terutama berkaitan dengan pembungaan dan pembuahan. Mikronutrien juga merupakan faktor penting. Salah satu dari mikronutrien yang sangat dibutuhkan tanaman adalah boron.

Kasus kekurangan mikronutrien jarang terjadi karena tersedia dalam air irigasi. Namun, kekurangan boron terbukti menyebabkan kematian pada tanaman kurma, di samping itu bunga dan sistem perakaran pun dapat terpengaruh. Boron berperan dalam aktivitas enzim, peningkatan permeabilitas membran sel, dan membantu transportasi karbohidrat. Juga berperan dalam sintesa lignin. Boron mengontrol rasio antara kandungan potasium dan kalsium, serta berperan penting dalam sintesa protein dan pembelahan sel.

Selain boron, kekurangan mangan juga dapat menyebabkan kematian tanaman ketika berusia 5 – 7 tahun (disebabkan penyakit kerusakan pada daun). Mangan adalah katalis dari sejumlah enzim dan reaksi fisiologis. Berpengaruh dalam respirasi dan aktivitas enzim yang mengaktifkan metabolisme nitrogen dan sintesa klorofil. Mikronutrien penting lainnya adalah besi. Besi juga dapat berkurang di beberapa tipe tanah. Gejala kekurangan besi adalah menguningnya daun tua yang terluar.

Untuk mengetahui seberapa besar defisiensi mikronutrien, diperlukan pengukuran seawal mungkin melalui simulasi atas analisa tanah dan daun serta kebutuhan tanaman.

D. Waktu pemupukan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.27

Untuk mendapatkan hasil terbaik dari pemupukan, penting untuk memperhitungkan periode pertumbuhan. Pertumbuhan kurma meliputi dua vase: vase vegetatif dan reproduktif (generatif). Fase reproduktif dibagi lagi menjadi dua tahap: pembentukan bunga (bulan Februari – April di belahan bumi utara dan Juni – Agustus di belahan bumi selatan) dan pembentukan buah (bulan Juli – Oktober di belahan bumi utara dan November – Februari di belahan bumi selatan).

Hasil terbaik dapat diwujudkan jika pemupukan dilakukan segera setelah tahap-tahap tersebut. Artinya, waktu yang tepat untuk pemupukan adalah antara bulan Februari – Juli (di belahan bumi utara) atau Juni dan November (di belahan bumi selatan). Agar tidak membakar akar, tidak semua pupuk diberikan pada saat bersamaan.

E. Program pemupukan di lahan komersial.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.28

Pemberian pupuk dibagi atas pemupukan dasar dan pemupukan lanjutan. Pemupukan dasar sendiri dibagi dalam dua tahap, yaitu pada saat penanaman dan setelah penanaman. Pupuk dasar tahap pertama diberikan bersamaan dengan pembuatan lubang tanam, yaitu dicampurkan dengan tanah galian lubang tanam sehingga saat bibit ditanam pupuk sudah meresap dalam tanah. Adapun pupuk dasar setelah penanaman sebagai berikut.

  • 300 gr potasium sulfat diberikan 4 minggu setelah penanaman dan diulang 4 minggu kemudian.
  • 250 gr amonium sulfat diberikan 6 minggu setelah penanaman dan diulang 6 minggu kemudian.

Pemupukan lanjutan meliputi program pemupukan tahunan. Berikut contoh-contoh pengaplikasian pupuk lanjutan untuk lahan komersial.

Contoh aplikasi pupuk lanjutan pada tanaman di bawah umur 4 tahun (asumsi 121 pohon per hektar).

Nutrisi Aplikasi per pohon per tahun

(gr)

Aplikasi per hektar per tahun

(kg)

Nitrogen

Fosfor

Potasium

262

138

540

31,7

16,5

65

 

Contoh aplikasi pupuk lanjutan pada tanaman umur 4 tahun ke atas (asumsi 121 pohon per hektar).

Nutrisi Aplikasi per pohon per tahun

(gr)

Aplikasi per hektar per tahun

(kg)

Nitrogen

Fosfor

Potasium

525

138

540

63

16,5

65

 

Untuk program pemupukan tahunan, rekomendasinya sebagai berikut.

Umur tanaman

(tahun)

Nitrogen

(gr*)

Amonium sulfat

(kg*)

Fosfat

(gr)

Dobel superfosfat

(kg**)

Potasium

(gr)

Potasium klorida

(kg**)

<3

3 – 5

>6

60

95

125

0,3 (3)

0,456 (2)

0,6 (1)

35

52

69

0,173 (6)

0,257 (5)

0,345 (4)

251

502

816

0,500 (9)

1,000 (8)

1,625 (7)

(*) aplikasi per pohon per bulan dalam periode 8 bulan.

(**) aplikasi per pohon tiap 3 bulan.

(1) Total 4,8 kg per pohon untuk 8 bulan.

(2) Total 3,65 kg per pohon untuk 8 bulan.

(3) Total 2,4 kg per pohon untuk 8 bulan.

(4) Total 1,374 kg per pohon dibagi 4 kali pemberian tiap 3 bulan.

(5) Total 1,030 kg per pohon dibagi 4 kali pemberian tiap 3 bulan.

(6) Total 0,692 kg per pohon dibagi 4 kali pemberian tiap 3 bulan.

(7) Total 6,5 kg per pohon dibagi 4 kali pemberian tiap 3 bulan.

(8) Total 4 kg per pohon dibagi 4 kali pemberian tiap 3 bulan.

(9) Total 2 kg per pohon dibagi 4 kali pemberian tiap 3 bulan.

Frekuensi 3 bulanan untuk potasium dan fosfat meliputi bulan November, Februari, Mei, dan Agustus (misalnya, setiap tanggal 1 dari bulan-bulan tersebut) untuk belahan bumi utara dan April, Juli, Oktober, dan Januari (misalnya, setiap tanggal 1 dari bulan-bulan tersebut) untuk belahan bumi selatan. Begitu bibit ditanam dan pemupukan susulan (pupuk dasar tahap 2) diterapkan, program pemupukan tahunan dapat diterapkan untuk menjaga suplai nutrisi pada tanaman.

F. Metode pemupukan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.29

Cara atau metode pemberian pupuk ada dua macam, secara manual atau melalui sistem irigasi. Cara manual adalah dengan menaburkan pupuk dalam parit di sekitar tajuk tanaman atau memasukkan pupuk ke dalam lubang-lubang di sekitar batang pokok (untuk fosfor). Harus ada jarak yang cukup antara lubang atau parit dengan batang pokok. Fosfor diberikan dengan cara dipendam dalam lubang-lubang di sekitar batang pokok agar dapat kontak langsung dengan akar karena pupuk jenis ini kurang baik diserap tanah.

Kelemahan metode manual adalah banyaknya waktu dan tenaga kerja yang dibutuhkan. Selain itu, jika pupuk tidak terdistribusi dengan baik dapat membakar akar dan kemungkinan jumlah pupuk yang diberikan kurang tepat. Pupuk dapat terdistribusi dengan merata dalam jumlah yang tepat jika diberikan melalui sistem irigasi. Akan tetapi, ada syarat khusus bagi pemupukan dengan sistem irigasi (fertigasi). Pemberian pupuk dengan metode ini dapat dilakukan jika sistem irigasinya memang didesain atau dirancang untuk memungkinkan aplikasi pupuk.

Jenis-jenis pupuk yang dapat diberikan dengan metode ini adalah jenis-jenis pupuk yang dapat larut di dalam air. Sedangkan untuk jenis-jenis pupuk yang sulit larut tetap harus diberikan dengan cara manual.

G. Penyiangan dan penggemburan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.30

Pada pembahasan mengenai pemasangan mulsa, telah disebutkan bahwa salah satu fungsi pemasangan mulsa adalah untuk mencegah pertumbuhan gulma. Akan tetapi, masih ada saja kemungkinan gulma ataupun tanaman liar lainnya tumbuh di sekitar perakaran kurma. Kehadiran gulma dan tanaman liar lainnya ini bukan hanya membuat kebun atau pekarangan terkesan berantakan. Masalah yang lebih besar dari adanya gulma atau tanaman liar lain adalah terganggunya penyerapan nutrisi dari tanah oleh akar kurma karena harus bersaing dengan gulma.

Selain itu, gulma juga menjadi tempat hidup bagi berbagai jenis serangga yang berpotensi menjadi hama tanaman. Kehadiran gulma juga meningkatkan kelembapan sehingga memperbesar peluang tumbuhnya jamur dan penyakit tular tanah. Gulma dan tanaman liar lainnya dapat diberantas dengan cara disiangi. Agar tidak mengganggu perakaran, sebaiknya penyiangan dilakukan secara manual. Cara yang lebih praktis dan tidak memakan banyak tenaga adalah menggunakan obat-obatan antigulma (herbisida).

Akan tetapi, cara ini tidak ramah lingkungan dan berisiko merusak ekosistem di sekitar kebun. Penyiangan dapat dilakukan sambil melakukan penggemburan kebun. Penggemburan kebun bermanfaat untuk mencegah pengerasan permukaan tanah dan mempermudah penyerapan nutrisi setelah pemupukan. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar. Penyiangan idealnya dilakukan sebulan sekali.

H. Pemangkasan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.31

Secara umum, pemangkasan dilakukan terhadap daun yang menyentuh tanah. Pemangkasan dilakukan segera setelah panen. Selama pemangkasan kedua, sambil memosisikan tandan buah, 1 – 2 daun atau tandan dibuang agar ada cukup ruang untuk pembesaran buah.

I. Rasio tandan buah dan daun.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.32

Satu pohon kurma dewasa yang 100 – 120 helai daunnya dipangkas dapat menyangga 12 – 15 tandan buah yang sudah dijarangkan sebagian tanpa terjadi penyimpangan kualitas buah. Rasionya adalah 8 – 9 helai daun untuk tiap tandan buah. Dengan perawatan yang baik, satu helai daun dapat menghasilkan efek fotosintesis yang cukup untuk memproduksi 1 – 1,5 kg buah kurma.

J. Cara menentukan jumlah daun per pohon.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.33

Daun berkelompok dalam 13 kolom vertikal, tumbuh agak condong ke salah satu sisi tanaman, kanan atau kiri. Hitung jumlah daun dalam satu kolom dan kalikan 13. Agar tanaman tumbuh seimbang, hitung dari satu sisi yang lebih condong ke arah yang berlawanan, lalu bagi dua.

K. Pemangkasan daun.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.34

Perlu dipahami bahwa pemangkasan daun pada pohon kurma berbeda dengan jenis-jenis pohon lainnya. Jika pada jenis pohon lainnya pemangkasan dilakukan pada dahan atau cabang yang masih hidup, pada pohon kurma yang dipangkas adalah daun yang sudah mati atau hampir mati. Pemangkasan dilakukan dari pangkal pelepah atau tulang daun. Daun pohon kurma bertahan hidup sampai 7 tahun dengan aktivitas fotosintesis maksimal di tahun pertama, setelah itu kemampuan berfotosintesisnya terus menurun.

Akan tetapi, karena daun kurma tidak dapat rontok sendiri, maka diperlukan tindakan pemangkasan. Pemangkasan bertujuan memperbaiki kualitas buah dan meningkatkan kemampuan pohon menopang tandan buah. Jika daun terlalu banyak (sekitar 180 helai daun per pohon tanpa pemangkasan selama 5 – 6 tahun) dan bertumpukan dengan tandan buah, dapat meningkatkan risiko pecah buah dan blacknose. Selain itu, tumpukan daun yang berdesakan dengan buah menjadi tempat ideal bagi perkembangan penyakit dan hama.

Biasanya pemangkasan dilakukan setelah panen, tetapi dapat juga dilakukan antara waktu panen dan musim pembungaan berikutnya. Untuk memudahkan pemangkasan, lakukan sebelum pangkal pelepah menjadi keras dan kering. Pemangkasan dapat dilakukan bersamaan dengan pengikatan atau pembungkusan tandan buah. Biarkan daun yang masih segar untuk memaksimalkan proses fotosintesis. Pemangkasan daun diikuti dengan pemangkasan atau pemindahan tunas/pohon anakan.

Pemindahan pohon anakan dapat memudahkan akses menuju pohon induk dan mengurangi kompetisi penyerapan nutrisi antara pohon induk dan anakan. Jika pohon anakan yang tumbuh sangat banyak, buang beberapa di antaranya karena tidak berguna sebagai bakal pohon/bibit.

L. Pemangkasan duri.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.35

Proses pemangkasan yang juga penting adalah membersihkan bakal tulang daun yang membentuk duri di dekat pelepah. Duri dibersihkan untuk memudahkan proses penyerbukan dan penanganan tandan buah. Pemotongan duri harus dilakukan dengan hati-hati karena cukup berbahaya. Jika kurang berhati-hati, duri yang sangat tajam ini dapat melukai pekerja, baik ketika masih berada di atas pohon ataupun setelah berada di permukaan tanah. Di permukaan tanah bahaya dari duri ini justru meningkat karena tidak terlihat di sela-sela mulsa.

Biasanya duri dibuang dari pelepah yang baru tumbuh di puncak pohon kurma tepat sebelum musim penyerbukan untuk memudahkan akses mendekati bunga. Pohon yang sudah dibuang durinya di tahun sebelumnya akan tumbuh 2 – 3 pelepah baru, masing-masing terdiri atas 13 helai daun muda. Total sekitar 26 – 36 pelepah harus dibuang durinya. Di samping mempermudah proses penyerbukan bunga, pemangkasan duri juga berfungsi menghindari kecelakaan kerja akibat tertusuk duri.

M. Pergantian pot untuk kurma tabulampot.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.36

Kurma yang ditanam di dalam pot memerlukan pergantian pot secara rutin, terutama apabila Anda mengawali dengan menanam di pot berukuran kecil. Ganti pot dengan yang lebih besar setiap kali terlihat ada bagian-bagian akar yang menyembul ke luar dari permukaan media tanam atau bagian bawah pot. Sirami sebelum dan sesudah pemindahan. Jika ukurannya sudah memenuhi kriteria sebuah pohon, pindahkan pot ke luar ruangan agar tanaman mendapat sinar matahari penuh.

Pohon kurma yang dibudidayakan dapat mencapai ukuran tinggi 15 m. Jika ukurannya sudah terlalu besar untuk ditempatkan dalam pot, pindahkan secara permanen di pekarangan atau kebun. Cari tempat yang cukup luas untuk tempat tumbuhnya.

Pemberantasan hama dan penyakit.

A. Hama.

Hama yang menyerang tanaman kurma cukup banyak. Beberapa di antaranya dapat berakibat fatal dan beberapa hanya merupakan serangan-serangan kecil yang tidak signifikan namun dapat mengganggu apabila dibiarkan. Tidak semua hama yang dijelaskan berikut ini ada di Indonesia, tetapi mungkin memiliki kemiripan bentuk dan sifat sehingga tetap perlu mewaspadai hama yang sejenis.

1. Kumbang palem merah/kumbang sagu/red palm weevil (Rhynchophorus ferrugineus) dan african palm weevil/kumbang palem afrika (Rhynchophorus phoenicis).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.38

Kumbang ini merupakan ancaman serius bagi perkebunan kurma di Timur Tengah. Spesies ini merupakan spesies ikonik di Mediterania. Ada 5 jenis kumbang dalam genus Rhynchophorus yang merugikan tanaman dari keluarga palem-paleman. Persebarannya pun sangat luas, mulai dari benua Asia, Afrika, hingga Australia. Kehadiran hama ini seringkali tidak disadari hingga kerusakan besar sudah terjadi. Perhatikan jika ada pohon kurma yang daun bagian tengahnya menguning. Ketika didekati, tercium bau busuk.

Lubang kecil pada tunas yang baru dipindahkan merupakan indikasi jelas keberadaan kumbang ini. Serat tanaman yang habis dimakan tampak tercerabut dan cairan coklat mengalir keluar lewat lubang pada batang. Kokon, kumbang dewasa, dan pupa dapat ditemukan di pangkal daun. Cara mengatasi hama ini adalah dengan karantina, perbaikan sanitasi, penerapan insektisida kimia, pengamatan secara reguler atau rutin, pemasangan perangkap feromon, dan pemanfaatan nematoda.

Seluruh langkah ini dilakukan secara terpadu. Karantina dimaksudkan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, yaitu dengan menerapkan pembatasan pemindahan tanaman atau bagian-bagian tanaman ke luar daerah ataupun yang masuk ke wilayah perkebunan. Untuk itu diperlukan kerja sama antarpetani, dinas terkait, dan pemerintah setempat.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.39

Pohon kurma tidak boleh stress, irigasi harus lancar, dan program pemupukan diatur dengan baik. Pemindahan tunas anakan dilakukan dengan hati-hati. Permukaan batang pohon induk yang luka akibat pemotongan tunas diberi olesan cat PVC atau tembaga sulfat, kemudian ditutup tanah untuk melindungi luka. 80% serangan kedua jenis kumbang ini dimulai dari dasar tunas atau tempat tunas dipindahkan.

Pemeliharaan sanitasi kebun, seperti membuang pohon yang mati atau memindahkan pohon yang sedang dalam proses penyembuhan sangat penting karena sisa-sisa tanaman yang mati merupakan tempat hidup ideal bagi kumbang badak. Luka-luka pada pohon yang disebabkan serangan kumbang badak menjadi titik masuk yang sempurna bagi kumbang sagu dan kumbang afrika untuk menyerang tanaman muda. Jangan membuat pijakan untuk memanjat pada batang pohon sebab akan menimbulkan luka pada batang.

Dalam hal pemangkasan daun, larva dapat mencari jalan masuk ke dalam batang melalui bekas pemotongan di pangkal tangkai (petiole) di mana telur diletakkan oleh kumbang betina. Jika serangan terlalu parah, bongkar tanaman, bakar, dan kubur sedalam 1 m diluar kebun. Pastikan semua kumbang juga ikut mati. Tidak perlu ragu melakukan pemusnahan karena kerugian akibat kerusakan yang ditimbulkan kumbang lebih besar daripada kerugian membuang tanaman yang sakit.

Tunggul dan bagian-bagian tanaman yang sudah tidak bermanfaat sebaiknya dimusnahkan sejak awal. Pemberantasan kumbang badak juga sangat penting. Tangkap dan musnahkan kumbang badak dengan pemasangan perangkap cahaya (mercury vapour light trap) dalam interval tertentu di kebun.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.40

Penanganan secara kimiawi, antaralain, dengan mengoleskan potasium sianida, karbon bisulfat, dan lain-lain pada luka dan lubang kelas serangan kumbang badak. Lorong-lorong baru yang dibuat kumbang sagu atau kumbang afrika ditutup dengan lumpur dan aluminium sulfat. Larva dimusnahkan dengan cara penerapan insektisida tersebut di atas melalui metode infus. Untuk memusnahkan kumbang dewasa yang bersembunyi di dalam batang, masukkan tablet phostoxin ke dalam batang lalu ditambal gipsum atau semen.

Penyemprotan insektisida tidak efektif sebab kumbang ini mampu terbang hingga 1 km/hari. Lakukan pengamatan rutin untuk mendeteksi serangan, menjaga kesehatan tanaman yang tidak terinfeksi, dan melihat efektivitas langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan yang telah dilakukan. Frekuensi pengamatan tergantung siklus hidup hama, bisa satu kali sebulan di musim dingin dan 2 kali sebulan di awal bulan hangat atau musim panas. Perangkap feromon dapat digunakan untuk mengurangi populasi hama.

Feromon jantan dapat menarik baik kumbang betina maupun jantan dengan rasio 3 – 4 : 1. Tetapi cara ini hanya efektif jika diimbangi dengan sanitasi yang baik dan kontrol kimiawi. Pemasangan perangkap adalah satu di tiap 100 m, dipasang di tanah. Umpan diberi air secara teratur dan perangkap diberi pelindung agar tetap basah. Pemanfaatan nematoda sebagai musuh alami tidak signifikan, tetapi berpotensi membantu. Jenis nematoda yang digunakan adalah entomopathogenik Heterorgabditis indicus dan Steinernema sp.

Khusus untuk larva dapat menggunakan simbiosis nematoda dengan bakteri Xeonorhabdus.

2. Kutu putih (Parlatoria blanchardii).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.41

Kutu ini merupakan hama serius bagi tanaman muda antara 2 – 8 tahun, tetapi tidak mematikan. Nimfa dan imagonya mengisap cairan dari helai daun, pelepah, dan buah. Bagian daun di bawah tubuh kutu berubah warna menjadi kekuningan, menyebabkan kematian prematur pada daun. Akibatnya, respirasi dan fotosintesis terganggu. Buah yang rusak mudah dikenali dan tidak dapat dipasarkan.

Populasi kutu putih meningkat cepat atau lambat tergantung pada temperatur. Hama ini memiliki banyak musuh alami, seperti Hemisarcoptes malus, Nitidulidae (5 spesies), Mycetaeidae (1 spesies), Aphytis mytilaspidis, Cybocephalus nigriceps, Cybocephalus rufifrones, Chilocorus bipustulatus var. iraniensis, dan Chilocorus sp. Musuh alami dan pemangkasan sudah cukup memadai untuk mengatasi kutu putih, namun kadang kontrol kimiawi diperlukan di kebun pembibitan. Alternatif lain adalah penggunaan minyak mineral.

3. Kutu merah (Phoenicococcus marlatti cockerell).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.42

Kutu ini merupakan hama spesifik tanaman kurma dengan inang tanaman kurma lainnya. Dampaknya tidak sebesar kutu putih. Gejala serangan hama ini adalah daun kurma tampak tertutup kutu kurus, kecil, keabu-abuan dengan bagian tengah lebih gelap. Bagian gelap yang berbentuk oval itu adalah tubuh dari kutu ini. Jarang ada yang ukurannya lebih besar dari kepala peniti. Badannya membulat, warna merah muda pekat atau merah gelap, sebagian atau seluruh tubuhnya tertutup lapisan sekresi putih seperti lilin yang berserat-serat mirip kapas.

Semua bagian tanaman yang ada di permukaan dapat diserang hama ini. Infeksi berat mengakibatkan seluruh permukaan daun tertutupi dan berpengaruh pada proses metabolisme tanaman. Daun yang diserang dan jaringan di bawah permukaannya mengalami kerusakan hingga beberapa milimeter dan pada kasus berat akhirnya mati. Kutu ini biasanya bersembunyi dari cahaya matahari, dapat ditemukan berkelompok pada permukaan bawah daun dan tangkai buah dilindungi serat dan pangkal daun. Kadang dapat dijumpai pada akar.

Tidak mudah dideteksi karena kecenderungannya untuk bersembunyi. Baru dapat diamati setelah daun dipotong dan dicermati. Siklus hidup kutu merah berlangsung di dalam massa lilin yang dibuatnya. Kutu betina meletakkan telur-telurnya di bawah tubuhnya. Setelah menetas, nimfa berpencaran bebas mencari makan dalam berbagai posisi. Sekali menemukan tempat yang disukai, nimfa akan menyuntikkan mulutnya yang seperti jarum untuk mengisap cairan tanaman. Selama makan, lapisan-lapisan lilin terbentuk menutupi tubuhnya.

Segera setelah makan, nimfa berubah menjadi kutu dewasa. Setelah tidak mampu lagi makan, kutu jantan membuahi betinanya dan mati. Kutu betina yang telah dibuahi tumbuh besar dengan cepat dan bertelur sebelum mati. Hama ini berkembang biak sangat aktif dalam cuaca panas dan berhibernasi di awal musim dingin. Siklus hidup lengkapnya berlangsung selama 55 hari di musim panas dan 158 hari di musim dingin. Setiap tahun terdiri dari 3 – 5 generasi.

Untuk mencegah penyebaran, pangkas daun yang terkena serangan dan bakar. Semprotkan pestisida berbahan aktif malathion 370 – 450 gr atau parathion 120 gr yang dilarutkan dalam 450 liter air. Karena merupakan serangga pengisap, direkomendasikan pula penggunaan ultrasida atau dimethoate ketika kutu berpindah. Tunas dikarantina dalam ruangan tertutup bersuhu 50oC selama 65 jam. Atau gunakan penanganan alami dengan predator Pharoscymnus anchorago.

4. Bou faroua/tungau Goubar (Oligonychus afrasiaticus dan Oligonychus pratensis).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.43

Hama ini menyerang semua bagian kurma dengan kerusakan serius. Setelah buah terbentuk (fase hababouk), telur tungau diletakkan dan menjadi larva yang memakan buah kemudian menutupinya dengan jaring berisi partikel pasir. Siklus hidup 10 – 15 hari . Tungau ini berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan buah rontok. Buah yang terkontaminasi tidak layak dipasarkan. Berdasarkan analisis kimia ditemukan bahwa pada kurma yang terinfeksi serangan tungau, kadar gula dan substansi terlarut lainnya berkurang.

Populasi puncak terjadi pada pertengahan Juli. Sekalipun menyerang seluruh bagian kurma, mayoritas berkumpul di sekitar kelopak bunga di mana sebagian besar telur diletakkan. Hama ini bermigrasi ke puncak pohon pada akhir Agustus. Tidak berhibernasi di lembaran daun, bibit, tunas/anakan, atau vegetasi lain di dalam kebun. Dapat diatasi dengan mengoleskan sulfur atau belerang 100 – 150 gr per pohon pada tandan buah.

5. Ngengat caroub (Ectomyelois ceratoniae Zeller).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.44

Hama ini menyerang semua bagian tanaman. Larvanya menyerang buah di perkebunan, tempat pengemasan, dan di tempat penyimpanan. Telur diletakkan dalam buah dan menetas 4 hari kemudian. Periode larva berlangsung selama 3 minggu dalam bulan hangat dan 8 minggu di bulan dingin. Periode pupa berlangsung selama 5 hari. Cara mengatasi hama ini adalah dengan pembungkusan buah, membersihkan kebun dari buah yang rontok ditiup angin, dan pengasapan hasil panen.

Pemanfaatan perangkap feromon membantu pembatasi populari ngengat. Semprotkan Bacillus thuringiensis pada buah yang terinfeksi untuk mengurangi dampak serangan.

6. Kumbang badak (Oryctes rhinoceros Linné).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.45

Kumbang badak dewasa adalah serangga bertubuh keras, panjangnya sekitar 5 cm, berwarna hitam mengilat dengan kulit bagian bawah kemerahan dan tertutup rambut pendek yang halus. Tibiae (tulang kepala) seperti tanduk. Tulang yang menonjol di kepalanya merupakan tulang belakang yang membentuk tanduk. Bentuk tanduknya ini yang membuatnya disebut kumbang badak. Pada kumbang jantan, ukuran tanduk lebih panjang. Kumbang dewasa makan daun yang lembut, bunga, dan tangkai buah kurma.

Sementara larva atau belatungnya berkembang dalam kotoran dan bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti tunggul dan batang pohon kurma yang membusuk. Hama ini juga menyerang kelapa dan jenis-jenis palem-paleman lainnya. Dalam beberapa minggu sejak kemunculannya, betina bertelur. Telur yang berwarna coklat keputihan diletakkan satu per satu di dalam tumpukan kotoran dan sisa-sisa tanaman yang membusuk. Telur menetas dalam 10 – 12 hari menjadi larva gemuk bertubuh lunak yang suka melingkarkan tubuhnya.

Warnanya kuning pucat. Tumbuh dewasa dalam 4 – 5 bulan dan berhibernasi selama 6 – 7 bulan sebelum memasuki fase pupa. Larva dewasa merupakan makhluk berdaging bertubuh tegak sepanjang 7 cm dengan kepala berwarna coklat dan bagian tubuh lainnya putih kusam. Larva atau belatung yang sudah kenyang menjadi pupa dalam tumpukan kotoran di ruangan berbentuk oval yang dibuatnya dari tanah atau kotoran. Pupa menjadi kumbang dewasa dalam 3 – 4 minggu lalu terbang ke pohon terdekat untuk mulai makan.

Saat inilah kumbang mulai menimbulkan kerusakan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.46

Hanya ada satu siklus dalam satu tahun. Berbeda dengan hama lain, hanya kumbang dewasa yang merusak tanaman, terlebih pada tanaman yang masih muda. Bersembunyi di siang hari dan aktif di malam hari, berterbangan hingga mencapai puncak pohon kurma. Hama ini suka menggali lubang besar dekat pangkal titik tumbuh daun dan memasuki cabang atau pelepah, makan dari jaringan lunak pada titik tumbuh di pangkal daun lalu membuat irisan dalam sehingga pertumbuhan terhenti dan pohon mati.

Hama ini juga menyebabkan kerusakan dengan menggerek daun yang lunak, mengunyah lalu melemparkannya dalam bentuk massa kering berserat. Pelepah daun patah dan jika titik tumbuhnya sudah digerek, tanaman akan mati. Kebanyakan kerusakan terjadi di musim hujan. Kumbang dewasa dapat ditangkap dengan pemasangan perangkap lampu merkuri dalam interval reguler di sekitar tanaman yang diserang. Penggunaan perangkap memberi keuntungan berupa informasi mengenai populasi kumbang badak.

Dari perhitungan jumlah kumbang yang tertangkap dapat diperkirakan ledakan populasi hama ini. Pemasangan perangkap juga merupakan kontrol mekanis untuk mengurangi jumlah atau populasi kumbang yang dapat mengurangi produksi buah. Alat untuk mengumpulkan serangga ini dapat diisi dengan diesel, minyak tanah, atau parafin.

7. Locust/belalang padang pasir (Schistocerca gregaria Forskal).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.47

Serangan hama ini dapat menimbulkan kerusakan cukup besar. Migrasi belalang ke kebun kurma terjadi secara sporadis, namun sangat merugikan. Belalang memakan daun dan buah, merusak tajuk tanaman dan daun ditinggalkan dalam keadaan gundul. Belalang muda memakan tunas-tunas muda dan bibit. Serangan belalang padang pasir ini menjadi luar biasa karena jumlahnya yang mencapai jutaan ekor. Dalam 50 mil persegi ada sekitar 10.000 ton belalang.

Serangan ini tidak mematikan bagi pohon kurma, tetapi butuh waktu 3 tahun dengan perawatan optimal agar tanaman dapat kembali tumbuh normal. Kontrol kimia cukup efektif jika digunakan sesuai aturan dan pada waktu yang tepat. Fenomena ini jarang terjadi di Indonesia, tetapi kadang populasi belalang cukup tinggi untuk memberi kerusakan yang signifikan.

8. Rayap (Microcerotermes diversus).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.48

Rayap memakan jaringan selulosa dan menyerang mulai dari akar dan pangkal tunas dengan membuat kanal-kanal vertikal melalui jaringan tersebut, lalu membangun kanal-kanal dari tanah hingga mencapai batang. Serangan di persemaian menyebabkan kematian pada tunas yang baru ditanam. Pohon yang lemah akan tumbang karena serangan hama ini. Penanganan diawali dengan membuang dan membakar tunas yang hancur. Jika serangan masih ringan, bersihkan tunas dari kanal-kanal tanah dan semprotkan pembunuh rayap.

Juga disarankan untuk membalik tanah sedalam 50 cm agar sarang rayap hancur. Terapkan produk nematisida yang dapat membunuh rayap.

9. Hama-hama lainnya.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.49

Sejumlah hama berikut tidak terlalu berdampak pada tanaman kurma, namun dapat menimbulkan gangguan jika dibiarkan. Hama yang dimaksud, antara lain, kumbang tin/green fuit beetle (Cotinis texana), ngengat India/pyraloid/ngengat gandum (Plodia interpunctella), ngengat almond (Ephestia calidella), ngengat Hmira (Batrachedra amydraula), kumbang dubas (Ommatissus binotatus), ngengat kismis (Cadra figulilella), ngengat kurma (Arenipses sabella), penggerek batang (Jebusaea hammerschmidtii).

Penggerek tangkai buah (Oryctes elegans), penggerek pelepah daun (Phonopate frontalis), kumbang batu tanggal/kumbang kancing (Coccotrypes dactyliperda), penggerek hitam (Apathe monachus), hama bunga (Carpophillus obseletus), kumbang gandum mercator (Oryzaephilus mercator), kutu merah jambu/pink hibiscus mealybugs (Myconellicoccus hirsutus), kumbang gigi gergaji (Oryzaephilus surinamensis), tawon tabuhan oriental (Vespa orientalis), tawon kuning (Polistes hebraeus).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.50

Tawon kertas/tawon bintik kuning (Polistes gallicus), tungau tunas palem (Machiella phoenicis), tungau kumbang/tungau lumut/beetle mite (Mycobatus sp.), tungau laba-laba/palm false spider mite (Tenuipalus eriophydae), tungau sawit merah/leaflet false spider mite (Raciella indica), kumbang tepung merah (Tribolium castaneum), kumbang tepung (Tribolium confusum), kumbang khapra/kumbang kabinet (Trigoderma granarium), dan kumbang kulit kayu (Cryptolestes ferrugineus).

10. Nematoda (Meloidogyne spp.).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.51

Nematoda merusak tanaman, khususnya pada tunas. Hidup dalam tanah, menyebar terbawa tunas yang dipisahkan dari induknya dan ditanam di persemaian. Gejala serangan berupa pertumbuhan tanaman yang tidak normal. Pengendaliannya menggunakan nematisida.

11. Tikus (rodents).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.52

Jenis tikus yang seringkali dapat ditemukan di kebun kurma ada dua: tikus hitam/tikus rumah (Rattus rattus) dan tikus mencit (Mus musculus L.). Hama pengerat ini berkeliaran di kebun dan tempat penyimpanan, terutama memakan buah kurma. Tetapi selain buah, tkus juga menimbulkan kerusakan pada kanal irigasi, memakan akar tunas dan akar pohon dewasa hingga tumbang, dan memakan bunga yang baru muncul.

Untuk membasmi tikus dengan cara kimiawi, gunakan racun tikus berupa campuran 30 – 50 gr zink fosfat, 1 kg tepung millet/sorgum/jali/jewawut, dan 3% minyak goreng dalam bentuk pasta. Tempatkan pasta tersebut di sekitar tanaman dekat saluran irigasi. Dapat juga menggunakan produk kimia yang mengandung antikoagulan aktif sebanyak 0,025 gr per kg. Tikus akan mati dalam 4 – 12 hari.

12. Weeds/gulma.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.53

Gulma menjadi kompetitor sekaligus inang hama dan penyakit. Gulma dapat menyebabkan kerugian lebih besar daripada hama serangga dan jamur jadi satu. Panen menurun, hilangnya nutrisi dan kandungan air, kekurangan sinar matahari, bertambahnya biaya produksi, dan menurunnya kualitas buah adalah kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh adanya gulma.

Jenis-jenis gulma yang sering menimbulkan gangguan pada perkebunan kurma, antara lain, Imperata cylindrica (haifa), Cynodon dactylon (rumput Bermuda), Cyperus spp. (rumput teki), Juncus sp. (rumput juncus), dan rumput Johnson. Untuk membasmi gulma, siangi kebun secara teratur sambil dicangkul, dibajak, atau menggunakan herbisida kimia.

B. Penyakit.

Ada beberapa macam penyakit yang dapat ditemui menyerang tanaman kurma, yaitu penyakit akibat jamur, penyakit phytoplasma, penyakit atau kerusakan fisiologis, dan beberapa penyakit yang penyebabnya belum diketahui. Beberapa penyakit mungkin tidak terjadi di Indonesia atau memiliki gejala yang mirip dengan penyebab berbeda. Berikut penjelasan dan cara-cara penanganannya.

Penyakit jamur

1. Bayoud atau memutihnya pelepah daun.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.54

Penyakit ini sering ditemukan pada kurma jenis medjool, deglet nour, dan bon fegoues. Menyerang tanaman baik yang muda maupun dewasa, termasuk tunas atau anakan. Gejala luar (eksternal) dimulai dari daun di bagian tengah mahkota yang berubah warna jadi abu-abu lalu memutih dari bawah ke atas di satu sisi. Setelah seluruh sisi memutih, menyebar turun melalui sisi yang lain terus ke pangkal pelepah.

Pada dorsal (tulang) rachis (tulang daun) muncul bercak coklat memanjang yang menyebar dari pangkal hingga ujung daun, menujukkan pola miselium pada pembuluhrachis. Daun mengempis seperti bulu-bulu basah atau anak panah dan menggantung sepanjang batang. Proses ini terjadi dalam beberapa minggu. Gejala yang sama menyebar pada daun-daun yang berdekatan. Penyakit ini berkembang dengan cepat dan begitu pangkal tandan terinfeksi, pohon kurma pun mati. Kematian terjadi dalam beberapa minggu atau bulan setelah gejala awal muncul.

Perkembangan penyakit terjadi dengan cepat atau lambat tergantung kondisi kebun dan varietas yang diserang. Gejala internal tampak belakangan. Jika sudah menginfeksi akar, warna akar berubah menjadi kemerahan. Terdapat bercak-bercak besar dan banyak yang mengarah ke pangkal tangkai daun, menyebar ke batang kurma, bercabang-cabang pada fasikula, dan menampakkan pola jejak ke arah bagian tanaman yang masih sehat.

Pelepah yang terinfeksi jika dibelah akan tampak bagian dalamnya berwarna coklat kemerahan yang bercabang di fasikula. Apabila gejala internal dan eksternal dihubungkan, maka jelas bahwa penyakit ini memiliki gejala vaskular yang berkesinambungan dari akar hingga ujung pelepah daun. Sekalipun gejala-gejala penyakit ini dapat dikenali secara kasat mata, namun diperlukan analisis laboratorium untuk memastikan bahwa tanaman kurma memang terinfeksi.

Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme jamur golongan mikoflora dalam tanah bernama latin Fusarium oxysporum forma specialis albedinis. Jika bagian-bagian tanaman yang terinfeksi, termasuk akar yang mati, lalu tanah di bawah tanaman yang terinfeksi dibongkar, jamur ini akan tampak dalam bentuk klamidospora (spora berdinding tebal). Penyebarannya melalui pengairan yang berlebihan dan pemindahan tunas atau fragmen (bagian-bagian) tanaman yang terinfeksi.

Inang dari jamur ini, antara lain, tanaman alfalfa, henna, dan sayur-sayuran. Pada inangnya, jamur ini tidak memberi dampak apapun. Pengendaliannya dengan pengolahan tanah saja tidak akan efektif. Harus dilakukan penyulaman, yaitu membuang dan memusnahkan tanaman yang sakit kemudian menggantinya dengan tanaman baru yang seumur. Pemusnahan terhadap pohon yang dibongkar dilakukan di tempat karena pemindahan pohon yang terinfeksi berisiko menyebarkan bibit penyakit.

Tanah disiram methyl bromida atau chloropicrin dan tidak boleh ditanami sampai tanda-tanda jamur hilang. Kurangi intensitas penyiraman, termasuk di musim panas atau kemarau. Pencegahan penularan lewat tanah dengan cara melakukan karantina, yaitu menggali parit sedalam 2 m di sekeliling tanaman yang sehat. Buat saluran khusus menyeberangi parit untuk mengalirkan air irigasi. Dengan cara ini, tanaman sehat dapat dilindungi hingga 10 tahun. Pencegahan secara genetika adalah dengan menciptakan varietas-varietas baru yang tahan penyakit.

Tindakan pencegahan selanjutnya adalah membuat regulasi yang mencegah pemindahan (impor maupun ekspor) bagian-bagian tanaman yang terinfeksi, termasuk tunas, beberapa fragmen, pupuk dan tanah yang terkontaminasi, dan artifak yang dibuat dari kayu tanaman yang sakit. Dalam hal ini diperlukan kerja sama dengan pemerintah setempat atau yang lebih tinggi. Petani perlu secara aktif berbagi informasi dengan sesama petani dan dinas terkait soal keberadaan penyakit ini agar ada tindakan terpadu.

2. Black scorch/medjnoon/fool’s.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.55

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Ceratocystis paradoxa (Hohn) yang merupakan mutasi penyempurnaan dari Thielariopsis paradoxa. Gejalanya berupa bercak hitam seperti terbakar pada daun, hawar bunga, serta busuk batang dan pucuk tunas di segala usia. Terdapat nekrosis pada permukaan sebagian atau seluruh jaringan tanaman yang diserang, juga lesi berwarna coklat gelap kehitaman yang keras menyerupai serbuk arang. Tangkai, tandan, dan bulir buah menghitam seperti diselimuti arang.

Kerusakan serius pada tangkai tunas dan jantung tanaman (titik tumbuh) dapat menyebabkan kematian. Beberapa pohon mungkin bertahan hidup setelah tumbuh tunas baru di bagian yang masih sehat. Daerah yang terinfeksi memiliki lekukan yang khas, oleh sebab itu disebut medjnoon. Tanaman yang bertahan hidup ini akan menyembuhkan diri sendiri dalam berberapa tahun. Penyakit ini menyerang hampir semua jenis kurma, terutama halawy yang memiliki risiko tertinggi.

Cara mengontrolnya adalah dengan memperbaiki sanitasi serta pemangkasan dan pembakaran bagian-bagian yang terinfeksi. Semprotkan bubur bordeaux, larutan sulfur/belerang dan kapur, larutan kapur dan tembaga sulfat, dichlone, thiram, atau fungisida berbahan aktif tembaga lainnya pada luka bekas pangkasan dan jaringan di sekitarnya. Untuk serangan yang parah, bongkar tanaman dan bakar.

3. Bercak daun coklat.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.56

Penyakit ini paling umum menyerang tanaman kurma. Gejalanya berupa lesi gelap pada daun yang berwarna hijau dan lesi coklat atau kemerahan dengan bagian tengah berwarna pucat pada daun mati. Gejala-gejala ini muncul pada rachis, pinnae (daun dewasa), dan duri. Penyebabnya adalah jamur Mycosphaerella tossiana. Oleh karena hanya merupakan penyakit ringan, untuk mengatasi penyakit ini cukup dilakukan pemangkasan rutin pada daun yang diserang lalu dibakar.

4. Diplodia.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.57

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Diplodia phoenicum. Dari 20 varietas yang diserang, paling banyak ditemukan pada jenis deglet nour. Gejala berupa merapuhnya tunas/anakan, baik ketika masih terhubung dengan induknya maupun setelah dipisahkan dan ditanam sendiri, yang berakhir dengan matinya tunas/anakan tersebut. Jamur menginfeksi daun sebelah luar dan membunuh daun muda serta pucuk tunas. Dalam beberapa kasus juga menginfeksi kelompok daun di sebelah tengah dan daun-daun yang masih muda mati dahulu sebelum daun tua.

Pada tanaman yang lebih tua, penyakit ini menginfeksi bagian tengah tangkai daun, menampakkan garis coklat kekuningan sepanjang 15 cm – 1 m, menyebar sepanjang permukaan bawah daun dari pangkal hingga rachis. Permukaan atas daun tampak tetap hijau normal. Jamur ini menyerang melalui luka pemangkasan. Untuk pencegahannya, sterilkan dahulu semua peralatan dengan desinfektan sebelum digunakan.

Perendaman atau penyemprotan tunas/anakan dengan benomyl, bubur bordeaux, methyl thiophanate, thiram, dan fungisida berbahan aktif tembaga lainnya sebelum ditanam atau disemaikan terbukti efektif.

5. Bercak daun Graphiola.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.58

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Graphiola phoenicis atau lebih dikenal dengan sebutan jamur api. Berkembang di lapisan subepidermal pada titik-titik kecil di kedua sisi daun dewasa, pada rachis, dan pangkal daun. Sejumlah struktur buah muncul dalam bentuk kumpulan spora kecil berwarna kuning atau coklat, berdiameter 1 – 3 mm dengan dua lapisan. Kumpulan spora ini muncul sangat banyak pada daun berumur 3 tahun. Ditemukan pula pada daun berumur 2 tahun, tetapi tidak ada atau jarang ditemukan pada daun yang berusia 1 tahun.

Siklus inkubasi patogen ini selama 10 – 11 bulan. Paling banyak ditemukan pada bagian ujung daun dewasa (pinnae), berkurang di bagian tengah, dan makin jarang di bagian pangkal. Jika normalnya daun kurma hidup selama 6 – 8 tahun, akibat penyakit ini hanya dapat hidup selama 3 tahun. Daun yang terinfeksi berat mati prematur dan berdampak pada menurunnya hasil panen. Jamur ini menyebar luas di wilayah yang memiliki tingkat kelembapan tinggi.

Cara mengatasinya adalah dengan pemangkasan daun dan aplikasi bubur bordeaux atau fungisida spektrum luas lainnya (seperti mankozeb, tembaga hidroksida, kombinasi tembaga hidroksida dan maneb, atau kombinasi tembaga oksiklorida, maneb, dan zineb). Pemberian fungisida ini mengikuti jadwal 3 – 4 kali tiap 15 hari setelah spora diproduksi.

6. Khamedj atau busuk bunga.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.60

Serangan penyakit ini terjadi di daerah yang panas dan lembap atau curah hujannya terlalu tinggi dan panjang, terjadi 2 – 3 bulan sebelum munculnya seludang bunga. Penyakit ini dapat muncul berulang pada pohon yang sama tiap tahun dengan intensitas yang sama pula. Kasus serius berdampak pada hilangnya 30 – 40 kg hasil panen per tahun. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Mauginiella scattae Cav. Terkadang disebabkan pula oleh Fusarium moniliforme dan Thielariopsis paradoxa.

Gejala awal tampak pada permukaan seludang berupa area berwarna kecoklatan atau seperti karat. Jika sudah demikian, berarti bagian dalam bunga sudah terinfeksi. Jika seludang bunga yang diserang dibelah akan tampak kerusakan menyeluruh atau sebagian pada bunga dan tangkainya. Seludang yang terinfeksi parah akan tetap menutup, artinya seluruh bagian dalamnya sudah terinfeksi. Bunga menjadi kering dan tertutup debu pembuahan dari jamur.

Penularan penyakit melalui proses penyerbukan bunga jantan yang terinfeksi terhadap bunga betina. Infeksi pada bunga yang masih muda muncul dengan cepat dan terjadi ketika seludang bunga masih tersembunyi di antara pangkal daun. Jamur langsung menyerang seludang dan ketika mencapai bunga, jamur segera menyebarkan sporanya. Langkah-langkah penanganan penyakit ini yang pertama adalah melakukan perbaikan sanitasi dan perawatan yang lebih efisien.

Kumpulkan dan bakar bunga yang terinfeksi, diikuti penerapan fungisida setelah panen dan satu bulan sebelum munculnya seludang. Contoh fungisida yang dapat diterapkan untuk mengatasi penyakit ini adalah bubur bordeaux atau tembaga (1/3), larutan kapur sulfat (2/3), penyemprotan dichlone 3% atau thiram 4% dengan rasio 8 liter per pohon, atau menggunakan benomyl dan trizet 125 gr/hl.

7. Busuk akar Omphalia.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.61

Penyakit ini menyebabkan menurunnya kualitas tanaman. Penyebabnya adalah jamur Omphalia tralucida Bliss dan Omphalia pigmentata Bliss. Gejalanya berupa daun mati prematur diikuti keterlambatan dan berhenti tumbuhnya tanaman, berlanjut dengan nekrosis dan kerusakan pada akar. Tanaman menjadi tidak produktif. Pengendaliannya dengan penyemprotan fungisida berbahan aktif trifenil asetat satu kali tiap 2 – 8 minggu.

8. Belȃat.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.62

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Phytophtora sp. yang mirip dengan Phytophtora palmivora. Seluruh daun muda memutih dan mati, diikuti infeksi dan kematian pada tunas. Ditambah organisme sekunder, infeksi akan menyebar ke batang dan berakibat busuk basah pada jantung tanaman hingga mengeluarkan bau asam seperti fermentasi asetat dan butirat. Penyakit ini dapat dicegah dengan perawatan yang efisien. Untuk penanganannya, semprotkan maneb atau bubur bordeaux 8 liter per pohon pada tahap awal timbulnya gejala. Tunas biasanya tetap sehat.

9. Busuk buah.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.63

Gejala penyakit ini bervariasi tergantung kelembapan dan curah hujan serta waktu antara fase khalal hingga pematangan buah. Kerugian akibat penyakit ini sekitar 10 – 50%. Umumnya disebabkan oleh Aspergillus niger dan Alternaria sp. Untuk mengatasi penyakit ini, kurangi kelembapan dalam tandan buah dengan pemasangan rangka kawat atau membuang beberapa tangkai buah di bagian tengah tandan agar sirkulasi udara di antara buah tetap baik. Oleskan ferbam 5%, malathion 5%, sulfur atau belerang 50%, dan bahan penyerap kelembapan 40%.

Penyakit phytoplasma

1. Mati kuning.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.64

Penyakit ini juga ditemukan menyerang kelapa dan kelapa sawit. Gejala pada kurma adalah daun mengering dan berubah warna menjadi abu-abu kecoklatan. Akar rambut tampak, mengubah jaringan meristem menjadi massa busuk berlendir. Mahkota pohon luruh dan rontoh, meninggalkan batang yang tidak berdaun. Penyebabnya adalah mikroorganimse seperti mikoplasma. Patogen ini disebarkan oleh vektor antropoda yang berpindah melalui angin.

Cara mengatasinya dengan membuang tanaman yang terinfeksi berikut tunasnya, karantina, penanaman varietas yang toleran terhadap penyakit ini, dan penggunaan antibiotika.

2. Al wijam (miskin/tak berbuah).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.65

Gejala penyakit ini berupa menurunnya pertumbuhan tunas baru dan seluruh daun pada mahkota atau puncak pohon melingkar berbelitan. Daun yang baru terbentuk menjadi kerdil, tampak berkas garis tipis memanjang berwarna kuning pada pelepah. Daun berubah warna hijau khloritik dan ketahanan hidupnya berkurang. Matinya daun dimulai dari titik terluar sampai pangkal. Seludang bunga yang terinfeksi terbelah sebelum betul-betul mencapai ukuran penuh dan mengerut.

Jumlah tandan yang dihasilkan berkurang dari tahun ke tahun hingga akhirnya sama sekali tidak berproduksi dan mati. Berdasarkan penelitian atas DNA tanaman yang terinfeksi ditemukan bahwa penyakit ini disebabkan organisme mikoplasma.

3. Rapuh daun.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.66a

Penyakit ini menyerang tanaman muda dan dewasa, bahkan tunas. Gejala awal berupa garis klorotik lebar pada daun dewasa diikuti mengeringnya ujung daun. Semakin banyak pelepah daun yang terinfeksi menurunkan hasil panen dan menghambat pertumbuhan tunas. Daun memendek atau ukurannya tidak normal. Penyebab penyakit ini belum diketahui, namun dicurigai berasal dari organisme mikoplasma. Analisis kimia menunjukkan konsentrasi nutrisi dalam jaringan daun yang terinfeksi meningkat, kecuali mangan yang turun 10 kali lipat dari kondisi normal.

Selain itu, jumlah mineral larut (konduktivitas) dan konsentrasi fosfor dalam tanah di sekitar pohon yang sakit lebih tinggi daripada tanah di sekitar tanaman sehat. Kemungkinan pada area yang terinfeksi terjadi peningkatan makronutrien dan garam sebagai imbas dari irigasi yang meningkatkan konduktivitas elektrik. Tingginya pH tanah dan mineral terlarut menyebabkan berkurangnya kandungan mangan dalam tanah. Cara yang tepat untuk mengatasi penyakit ini adalah karantina.

Tambahkan kebutuhan akan mangan dengan penyemprotan atau menggunakan metode infus.

Kerusakan fisiologis

1. Blacknose.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.67

Gejala penyakit ini berupa mengerut dan menghitamnya ujung buah kurma. Terjadi karena retaknya kulit buah mulai dari retakan kecil, melintang, hingga retakan pada pangkal buah. Perubahan ini dipengaruhi seberapa besarnya retakan dan berhubungan dengan kelembapan udara ketika buah sedang memasuki tahap khalal. Penyebab penyakit ini adalah kelembapan dan curah hujan.

Untuk mengatasinya, hindari kelembapan yang berlebihan (terutama pada tanah) serta cegah tumbuhnya gulma dan tanaman sela yang dapat meningkatkan kelembapan, terutama pada tahap perkembangan buah. Pembungkusan buah dengan kertas berwarna coklat terbukti mengurangi risiko penyakit ini. Adapun pemangkasan yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko blacknose.

2. Cross out/V-cuts.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.68

Penyakit ini umum ditemukan pada tangkai buah dan daun. Gejala berupa pecahnya jaringan pada pangkal tangkai buah dan daun berbentuk irisan kecil tetapi dalam seperti ditoreh dengan pisau. Buah pada tandan yang mengalami gejala ini akan mengerut dan gagal matang sempurna. Penyakit ini terjadi karena problem anatomi dari tangkai buah dan daun. Terdapat rongga kosong di dalam tangkai yang mengakibatkan terjadinya patahan mekanis ketika tangkai atau pelepah daun tumbuh memanjang.

Pemicunya adalah susunan daun yang terlalu rimbun. Gejala meningkat seiring bertambahnya umur tanaman. Untuk mengatasinya, lakukan pemangkasan dan penjarangan secara rutin.

3. Whitenose.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.69

Penyebab penyakit ini adalah angin kering berkepanjangan yang mendorong pematangan dan pengeringan buah yang lebih cepat. Akibatnya, muncul gejala memutih dan mengeringnya ujung kelopak buah. Buah yang terdampak menjadi sangat kering, keras, dan kadar gulanya tinggi. Dapat diperbaiki dengan hidrasi setelah panen.

4. Kelainan barhee.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.70a

Gejala penyakit ini berupa rebahnya mahkota pohon, terjadi khususnya pada varietas barhee. Tanaman yang menderita penyakit ini rebah ke arah selatan atau barat daya. Derajat kemiringan mencapai 90o. Sekalipun disebut kelainan barhee, tetapi ternyata penyakit ini ditemukan pula pada beberapa varietas lain meskipun jarang. Baik penyebab maupun cara mengatasinya belum ditemukan. Biasanya para petani kurma hanya mengakalinya dengan menyangga pohon menggunakan pancang besi dari sisi yang berlawanan dengan arah rebahnya pohon.

Tandan buah diikat pada pancang ini untuk membantu menopang beratnya. Pemasangan pancang dan pengikatan tandan juga bertujuan untuk memperbaiki abnormalitas ini sehingga dalam 2 – 3 tahun masalah dapat teratasi.

5. Black scald (hitam melepuh).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.71

Berbeda dengan blacknose, penyakit ini belum diketahui penyebabnya. Gejalanya adalah adanya cekungan menghitam dengan garis demarkasi yang jelas pada ujung atau bagian sisi buah. Penyakit ini menimbulkan rasa pahit pada buah. Kemungkinan penyebabnya adalah temperatur yang tinggi, tetapi apa penyebab pastinya belum ditemukan.

6. Bastard offshoot (cacat tunas/anakan).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.72

Penyakit ini berupa kerusakan pada tunas atau anakan kurma, terutama pada bagian daun. Ketidaknormalan ini merupakan efek dari serangan tungau Makiella phoenicis K. Penyebab lainnya adalah ketidakseimbangan zat pengatur tumbuh alami pada tanaman.

7. Leaf apical drying (pucuk daun mengering).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.73

Sebenarnya ini bukan penyakit, melainkan reaksi fisiologis dari transplantasi kurma dewasa. Tepatnya sebagai akibat dari luka pada perakaran. Semua jenis pohon kurma dapat menyembuhkan dirinya sendiri dalam 2 – 3 tahun setelah transplantasi dilakukan.

8. Luka/cidera fertilisasi atau pemupukan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.74

Kelainan ini hanya terjadi pada bibit kurma yang disemaikan dalam tisu. Dampak mulai terlihat dalam 2 tahun setelah penanaman di kebun. Terjadi apabila dalam usia muda, pupuk NPK ditaburkan terlalu dekat dengan pangkal batang. Cidera ini dapat mematikan bibit kurma.

9. Serangan hawa dingin.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.75

Pohon kurma tumbuh optimal pada suhu 32 – 38oC dan masih dapat bertahan hidup pada suhu -5 – 50oC. Akan tetapi, tanaman ini akan berhenti tumbuh jika suhu mencapai 7oC. Pertumbuhan juga akan melambat jika suhu mencapai 40oC dan berhenti pula ketika suhu mencapai 45oC. Ketika temperatur udara di bawah 0oC timbul kerusakan metabolisme yang serius dan berujung pada pengeringan sebagian atau seluruh bagian tanaman. Cairan protoplasma yang keluar dari sel akan membeku.

Jika mencair, cairan tersebut menginvasi ruang-ruang interselular sehingga daun berubah coklat dan mengering. Tingkat penyakit ini tergantung pada intensitas dan durasi hawa dingin. Penyakit ini tidak menimbulkan kerugian langsung pada berkurangnya hasil panen, tetapi hilangnya daun yang membeku membuat tanaman tidak mampu menopang dan mematangkan panen tahun berikutnya. Untuk mengatasinya, tetap lakukan irigasi sekalipun udara dingin sebab air yang baru saja disiramkan masih menyimpan sedikit panas yang dapat melindungi tanaman.

10. Kekurangan atau kelebihan air.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.76

Pertumbuhan tanaman kurma sangat dipengaruhi ketersediaan air dan kandungan air dalam tanah. Berkurangnya hasil panen atau gagal sama sekali diakibatkan kurang memadainya ketersediaan air. Sebagai kompensasi atas evapotranspirasi (penguapan) yang sangat tinggi, pohon kurma memerlukan 1500 – 2800 mm air per tahun. Stress air yang berkepanjangan memperlambat pertumbuhan dan menurunkan hasil panen. Jika kekeringan berlangsung hingga beberapa tahun, tanaman akan mati.

Sebaliknya, terlalu banyak air dan buruknya drainase sehingga peluruhan kadar garam terlarut dalam tanah tidak sempurna menyebabkan peningkatan konsentrasi garam dalam tanah dan air permukaan setelah penguapan tinggi. Waktu penyiraman harus diatur sedemikian rupa dengan mempertimbangkan kualitas tanah dan air, kondisi drainase, dan karakteristik hujan. Sekalipun pohon kurma tahan banjir, drainase yang baik seimbang dengan irigasi yang cukup tetap diperlukan.

Belum diketahui penyebabnya

1. Kepala/puncak merunduk.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.77

Kelainan ini ditandai gejala cluster tengah daun membentuk fasikula tegak dengan ujung merunduk. Batang merunduk atau patah. Pada tanaman dengan gejala ini sering ditemukan jamur Thielariopsis paradoxa dan Botryodiplodia theobromae. Pemeliharaan yang efisien dan sanitasi yang baik adalah teknik pengontrolan pertama. Kumpulkan dan bakar bagian-bagian tanaman yang terinfeksi jamur agar penyakit tidak menyebar.

2. Tulang kering/kering tulang.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.78

Gejala kelainan ini berupa bercak dan garis putih tidak beraturan pada tangkai pelepah dan daun dengan bingkai coklat kemerahan. Disebut tulang mengering sebab permukaan tangkai daun mengering, tampak keras, berwarna putih, dan permukaannya halus. Tampak lesi berukuran 1 cm atau lebih pada epidermis dan jaringan tipis di bawah permukaan daun. Lesi ini biasanya berhubungan dengan bakteri tertentu.

3. Faroun.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.79

Gejala penyakit ini berupa terbentuknya jaringan yang menutupi daun tua atau pertengahan dari sinar matahari. Daun muda memiliki rachis pendek dengan pinnae dan duri yang tumbuh tidak teratur. Pada tahap awal daun tetap hijau, lalu menurun dan berubah kuning. Pangkal tunas mengerucut dan membentuk jalinan melingkar kecil.

4. Rhizosis (penurunan cepat).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.80

Penyakit ini merupakan penyakit minor, tetapi fatal. Gejala awal adalah buah rontok sebelum matang. Jika serangan penyakit terjadi setelah pembentukan buah, buah menjadi layu dan mengerut di tandannya. Pinnae berwarna coklat kemerahan, kemudian penyakit menyebar dari bawah ke atas daun yang mati dengan cepat. Tunas mati bersama induknya, lalu penyakit ini hilang sendiri.

Penyerbukan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.82

Karena termasuk spesies dioecious, kelamin pohon kurma berada di dua macam pohon yang berbeda. Bunga yang unisex memiliki putik (betina) dan benang sari (jantan). Pohon jantan menghasilkan serbuk sari dan pohon betina menghasilkan buah. Tandan bunga muncul dari ketiak daun dalam posisi yang sama dengan tempat munculnya tunas baru. Bunga terdiri atas seludang panjang kaku yang ketika mekar tampaklah bagian-bagian dalam bunga yang tebal dan penuh, bentuknya tegak dan pendek pada bunga jantan, serta panjang dan lembut pada bunga betina.

Pohon betina dewasa rata-rata menghasilkan 15 – 25 tandan yang masing-masing terdiri atas 150 – 200 tangkai. Bunga jantan tumbuh sendirian dan berwarna putih bersih, sementara bunga betina tumbuh dalam kelompok 3 rumpun, berwarna hijau kekuningan. Secara alami, penyerbukan pada tanaman kurma dibantu oleh angin, lebah, dan serangga lainnya. Akan tetapi, penyerbukan alami hanya akan berhasil jika jumlah pohon jantan dan betina sama.

Cara penyerbukan alami ini tidak menjadi masalah untuk kurma yang ditanam sebagai tanaman koleksi atau hiasan di pekarangan rumah. Namun untuk perkebunan komersial tentu ini tidak menguntungkan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.83a

Praktik yang umum dilakukan oleh para pembudi daya kurma, baik secara tradisional ataupun modern adalah melakukan penyerbukan buatan. Secara tradisional penyerbukan buatan dilakukan dengan metode manual, sementara di perkebunan modern penyerbukan buatan dilakukan menggunakan mesin atau alat khusus. Dengan bantuan penyerbukan buatan, satu pohon jantan dapat membuahi 100 pohon betina. Oleh karena pohon jantan hanya berfungsi sebagai penyerbuk, banyak petani memilih fokus pada tanaman betina.

Bahkan di beberapa wilayah penghasil utama kurma banyak petani memilih tidak menanam pohon jantan karena bunganya diperjualbelikan pada masa penyerbukan. Penyerbukan manual dilakukan oleh tenaga ahli menggunakan tangga atau peralatan memanjat. Teknik penyerbukan yang paling sederhana adalah dengan memasang bunga jantan di puncak pohon betina dan menunggu bantuan angin untuk melanjutkan proses penyerbukan.

Akan tetapi karena buah yang dihasilkan tidak seragam dan memerlukan bunga jantan yang sangat banyak, cara ini kemudian ditinggalkan. Berikut tiga macam teknik penyerbukan yang dapat dilakukan tergantung tipe serbuk sarinya.

  1. Teknik tradisional adalah memotong bunga jantan yang baru mekar dan meletakkan dua atau tiga buah di antara bunga betina dalam posisi sejajar atau berhadapan. Agar bunga jantan tidak terlepas dari tempatnya dan tidak tertutup tangkai bunga betina seiring dengan pertumbuhannya yang cepat, ikatkan bunga jantan pada tandan bunga betina yang telah dibuahi menggunakan sobekan daun kurma atau kawat 5 – 7 cm dari pucuk.
  2. Menggunakan larutan serbuk sari. Berdasarkan penelitian lapangan dan laboratorium terhadap tiga varietas dari Arab Saudi (khalas, ruzaiz, dan shishi) ditemukan bahwa larutan serbuk sari yang terdiri atas 10% sukrosa dan 20 ppm GA3 (asam giberelat/hormon giberelin) dapat digunakan untuk penyerbukan. Penyerbukan dengan cara disemprotkan atau dioleskan secara manual (dengan tangan) menunjukkan hasil yang sama baiknya. Hasil yang sama diperoleh pada penggunaan larutan yang terdiri atas 10% sukrosa cair dengan serbuk sari. Dalam eksperimen ini, 80% bunga dibuahi dengan teknik suspensi (semprot) dan 60% diserbukkan dengan teknik manual (oles).
  3. Menggunakan serbuk sari kering. Teknik ini lebih ekonomis, serbuk sari dapat digunakan seperlunya dan waktu pembuahan dapat dikontrol. Serbuk sari bunga jantan dapat dipanen, diekstrak, dan dikeringkan untuk penggunaan yang akan datang. Serbuk sari kering berasal dari panen serbuk sari musim yang lalu, dari bunga jantan yang matang pada musim yang sama, atau dari bunga jantan yang sudah berumur beberapa hari.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.84

Pelaksanaan penyerbukan menggunakan serbuk sari kering melalui beberapa teknik. Pertama, mengoleskan batang kapas sebesar kacang walnut dan meletakkan satu atau dua buah di antara bunga-bunga betina. Kedua, menggunakan alat penyemprot pestisida kering. Cara ini dapat dilakukan dengan atau tanpa pemasangan batang kapas di sela-sela bunga betina. Ketiga, penyerbukan mekanis. Cara ketiga ini banyak dipraktikkan di negara-negara maju di mana tenaga kerja mahal dan tidak selalu tersedia.

Caranya adalah membuahi bunga betina yang baru saja mekar dengan alat khusus yang dipasang di tanah. Dengan tenaga kerja, diperlukan pemanjatan pohon 8 – 10 kali sejak penyerbukan hingga pemanenan. Andaikan sebuah perkebunan kurma dengan luas 25 hektar berarti memerlukan 200 orang pekerja dengan jam kerja maksimal hingga 700 hari. Sementara dengan alat, sebuah alat khusus penyerbukan mampu membuahi 24 – 32 hektar per musim.

Agar alat dapat mencapai bunga betina di ketinggian pohon dan tabung penyerbuk dapat mencapai bunga yang mekar, mesin memerlukan pemasangan penyangga setinggi 4,5 m. Alat tersebut kemudian digerakkan memutari pohon agar dapat mencapai seluruh permukaan bunga. Teknik ini hanya memerlukan tenaga kerja sebanyak 2 orang. Selain lebih hemat waktu dan biaya, penggunaan alat penyerbukan mekanis juga mengurangi risiko kecelakaan kerja.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.85

Cara pertama dan kedua lebih akurat, tetapi selain memerlukan tenaga kerja lebih banyak, petani juga harus memiliki catatan yang detail mengenai pohon mana saja yang sudah dibuahi dan yang belum. Cara ketiga lebih hemat biaya dan waktu, tetapi ada kemungkinan beberapa bunga terlewat sehingga gagal dibuahi. Di samping cara-cara tersebut, ada tren penggunaan alat sederhana yang disebut hand pollinator. Terdiri atas pompa karet, botol plastik berisi serbuk sari, dan selang plastik berukuran 5 – 8 m yang melekat pada tabung aluminium.

Dengan menekan pompa beberapa kali, serbuk sari di dalam botol akan tersalur melalui selang plastik menuju bunga betina. Buah hasil penyerbukan dengan alat penyerbukan mekanis biasanya memiliki kualitas yang kurang baik dibandingkan buah hasil penyerbukan dengan alat manual. Akan tetapi, kualitas buah hasil panen cenderung seragam. Namun dibutuhkan 2 – 3 kali lebih banyak serbuk sari agar penyerbukan dengan alat mekanis berhasil.

Untuk mengatasi masalah ini, biasanya petani kurma mencampurkan bahan-bahan lain dengan serbuk sari, misalnya bedak, tepung terigu, atau debu kacang walnut dengan rasio 1 : 10. Satu gram serbuk sari dapat membuahi 10 bunga betina. Bahan tambahan yang digunakan harus memiliki karakteristik serupa dengan serbuk sari, ukuran partikelnya harus sama untuk menjaga daya tahan serbuk sari dan kemampuannya membuahi putik.

1. Panen serbuk sari dan penanganannya.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.86

Bunga jantan yang siap mekar berubah warna menjadi coklat dan teksturnya melunak. Segera setelah kelopaknya terbuka, bunga jantan mencapai kematangannya dan tandannya harus segera dipotong. Untuk menghindari angin atau lebah yang dapat mengurangi jumlah serbuk sari yang dipanen, pemotongan tandan bunga jantan harus dilakukan pada dini hari. Petani tradisional memanen bunga jantan 1 – 2 hari setelah kuncup mekar dan menyimpannya di tempat yang teduh dan kering untuk pengeringan.

Tandan bunga jantan lalu disimpan hingga saatnya dibutuhkan. Pemindahan tandan bunga jantan harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Gunakan kantong kertas untuk membungkus tandan bunga agar serbuk sari tidak rusak dan hilang.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.87

Akan tetapi, praktik pemotongan bunga jantan dengan cara tradisional ini tidak direkomendasikan karena memerlukan keterampilan dan pengalaman tinggi terhadap tanaman kurma. Cara menguji kematangan bunga jantan adalah dengan menekan bagian tengah dan bawah seludang bunga jantan dengan ibu jari dan telunjuk. Jika terdengar suara derak berarti bunga sudah matang. Saat itulah tandan dapat dipotong dan bunga disimpan untuk dikeringkan.

Sejumlah tata cara perlu diperhatikan agar proses pengeringan serbuk sari sebelum disimpan berjalan cepat dan efisien. Temperatur tinggi memberi efek negatif pada pengeringan serbuk sari dan proses penyimpanannya. Serbuk sari yang terkena sinar matahari langsung atau berada dekat sumber panas akan menurun kualitasnya dan viabilitasnya. Viabilitas adalah kemampuan serbuk sari untuk membuahi bunga betina dan berkembang.

2. Pembuatan ekstrak, pengeringan, dan penyimpanan serbuk sari.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.88

Seringkali bunga betina mekar lebih dahulu daripada bunga jantan sehingga mengalami kelangkaan serbuk sari untuk membuahinya. Oleh karena itu, diperlukan usaha menyimpan serbuk sari dari musim penyerbukan yang lalu, terutama karena serbuk sari memiliki efek metaxenia. Metaxenia adalah fenomena yang terjadi akibat kemampuan serbuk sari mengembangkan jaringan maternal dari biji atau buah di luar embrio dan endosperma disebabkan oleh hormon yang diproduksi oleh embrio dan endosperma setelah terjadinya penyerbukan ganda.

Petani kurma sebaiknya menanam pohon jantan dalam jumlah yang cukup banyak, memilih beberapa yang terbaik, dan memperbanyaknya untuk memenuhi kebutuhan stok serbuk sari secara mandiri, tanpa tergantung kepada pihak lain. Bunga jantan yang baru mekar memiliki tingkat kelembapan yang tinggi sehingga serbuk sarinya tidak dapat langsung digunakan. Harus dikeringkan dahulu agar tidak mudah rusak akibat jamur. Hembusan angin dan sinar matahari juga harus dihindari untuk melindungi viabilitas serbuk sari.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.89

Ada banyak cara dan teknik penyimpanan serbuk sari, tergantung jumlah serbuk sari yang akan disimpan, kondisi tempat penyimpanan, dan lamanya waktu penyimpanan. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Cara penyimpanan yang paling mudah adalah memisah-misahkan tandan bunga dan disebar di atas kertas dalam nampan. Selanjutnya disimpan dalam ruangan yang teduh dan terlindung. Teknik sederhana ini dapat dilakukan jika jumlah serbuk sari yang dipanen tidak banyak (perkebunan kecil).
  2. Menyimpan tandan bunga dalam saringan yang dilengkapi wadah penampungan di bawahnya untuk menampung serbuk sari yang rontok dari bunga. Dengan cara ini, kualitas serbuk sari tidak berubah meskipun bunga menghitam dalam 3 – 7 hari. Teknik ini biasa digunakan untuk penanganan serbuk sari dalam jumlah yang lebih besar.
  3. Menggunakan ekstraktor dan kolektor serbuk sari mekanis. Terdiri atas pengocok vertikal, barel penampung, silinder penyaring, piringan penyaring yang berputar, pemisah angin bertekanan tinggi, dan kipas pengisap. Mesin ini dapat mengekstrak 450 tandan bunga jantan per harinya dengan hasil 40% lebih banyak daripada metode ekstraksi lainnya. Viabilitas dan daya tahan serbuk sari juga tidak berubah dengan penggunaan alat ini. Cocok digunakan di perkebunan-perkebunan besar dan modern.

Temperatur sedang dalam ruangan yang kering cukup baik untuk menyimpan serbuk sari selama 2 – 3 bulan. Untuk penyimpanan lebih dari satu tahun memerlukan kondisi yang lebih terkontrol dan sistem pendingin yang lebih baik. Serbuk sari yang dikeringkan dengan baik dan disimpan dalam wadah kedap udara dalam suhu rendah dapat digunakan kembali pada musim tahun berikutnya dengan sedikit saja penurunan viabilitas. Kelembapan relatif 50% dan temperatur 2 – 8oC adalah kondisi optimal penyimpanan serbuk sari selama lebih dari 4 tahun.

Menjaga serbuk sari tetap kering selama dalam penyimpanan sangat penting. Untuk mendapatkan tingkat kelembapan 0%, letakkan serbuk sari kering di dalam toples terbuka yang disusun dalam wadah kedap udara (desikator) yang bagian dasarnya diberi kantong kalsium klorida (CaCl2) sebagai media penyerap kelembapan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.90

Media penyerap yang dapat digunakan adalah larutan jenuh zink klorida (ZnCl2), kalsium nitrat (N(CaO)3)2-4H2O), dan potasium klorida (KCl). Desikator lalu disimpan dalam pendingin bertemperatur antara 4 – 7oC. Tiap 500 gr kalsium klorida cukup untuk mengeringkan 2 – 3 kg serbuk sari. Agar dapat menghasilkan buah yang berkualitas baik, sebaiknya serbuk sari yang dikeringkan diuji dahulu viabilitasnya ketika akan digunakan. Setelah terbukti masih baik, campur dengan tepung terigu atau bedak nonparfum dengan rasio 1 : 9 atau 1 : 10.

Lebih baik lagi jika serbuk sari yang sudah disimpan selama satu tahun dicampur dengan serbuk sari segar. Lemari pendingin bersuhu 4 – 5oC atau lemari pembeku -4 – 18oC sudah memadai sebagai tempat penyimpanan. Temperatur rendah dengan tingkat fluktuasi kecil adalah cara penyimpanan yang paling aman. Serbuk sari juga dapat dibekukan menggunakan nitrogen cair -196oC. Catatan waktu penyimpanan terpanjang dengan metode ini adalah 435 hari.

Penyimpanan jangka panjang dengan suhu ultrarendah dapat digunakan tanpa risiko mengurangi viabilitas serbuk sari dan kualitas buah. Rendam serbuk sari dalam larutan jenuh garam dengan kelembapan relatif rendah (CuSO4-5H2O) selama 2 jam. Kelembapan akan berkurang hingga 15% dan jumlah kadar air dalam serbuk sari yang dapat membeku kurang dari 5% sehingga memungkinkan untuk penyimpanan dalam nitrogen cair.

3. Efisiensi penyerbukan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.91

Jika 60 – 80% bunga betina sudah mengalami penyerbukan, dapat dikatakan penyerbukan berhasil dan akan menghasilkan buah yang baik. Beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan penyerbukan, antara lain, waktu penyerbukan, periode berbunga pohon jantan, tipe serbuk sari, viabilitas dan jumlah serbuk sari, serta penerimaan bunga betina.

4. Waktu penyerbukan dan musim.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.92

Proses penyerbukan yang baik dilakukan 2 – 4 hari setelah bunga betina mekar. Di belahan bumi utara terjadi pada bulan Maret dan April, di belahan bumi selatan terjadi pada bulan Juli dan Agustus. Periode mekar dapat maju atau mundur tergantung varietas dan musim.

5. Periode berbunga pohon jantan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.93

Perlu ada sinkronisasi antara waktu berbunga pohon jantan dan betina agar bunga betina yang baru mekar mendapat cukup serbuk sari untuk pembuahan. Periode mekarnya bunga jantan yang ideal adalah 2 – 4 hari sebelum mekarnya bunga betina. Teknik pemeliharaan pohon jantan sama dengan pohon betina dan tumbuh lebih baik jika ditanam di tempat yang mendapat banyak sinar matahari. Irigasi yang buruk dapat menyebabkan periode berbunga datang terlambat sehingga buah yang dihasilkan hanya sedikit.

6. Sumber dan kualitas serbuk sari.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.94

Pohon jantan yang diperbanyak dari biji memiliki variasi figur, karakteristik bunga, dan kualitas serbuk sari yang sangat beragam. Jumlah serbuk sari yang dihasilkan pun berbeda-beda antara pohon yang satu dengan yang lain (antara 0,02 – 82,29 gr/tandan). Ukuran serbuk sari juga berbeda-beda dengan diameter rata-rata 16 – 30 mikron. Varietas yang berbeda membutuhkan jumlah serbuk sari yang berbeda dalam penyerbukannya. Untuk serbuk sari segar yang diperlukan antara 1 – 10 tergantung varietas.

Beberapa varietas memiliki bunga betina yang ukurannya lebih besar sehingga memerlukan lebih banyak serbuk sari. Setidaknya satu bunga betina memerlukan serbuk sari segar dari 2 – 3 bunga jantan. Makin banyak makin baik peluang keberhasilannya.

7. Tandan bunga jantan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.95

Ukuran dan jumlah bunga jantan per pohon menjadi kriteria utama. Semakin banyak jumlah bunga dan semakin besar ukurannya, semakin sedikit jumlah pohon jantan yang dibutuhkan per hektarnya. Rata-rata satu pohon jantan yang baik dapat membuahi 50 pohon betina secara alami. Kelimpahan serbuk sari ditentukan oleh banyaknya bunga dan kuantitas serbuk sari per bunga. Rata-rata satu pohon jantan yang baik dapat menghasilkan 500 gr serbuk sari dalam periode produksi reguler.

Akan tetapi, kuantitas besar tidak menjamin kualitas dari serbuk sari dan efek yang dihasilkan pada buah. Hindari memanen serbuk sari dari tanaman yang terkena penyakit busuk bunga (akibat jamur Mauginiella scaettae cav.) karena dapat menular pada tanaman betina.

8. Xenia dan metaxenia.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.135

Xenia adalah gejala genetik berupa pengaruh langsung serbuk sari pada fenotipe biji dan buah yang dihasilkan induk betina. Metaxenia adalah xenia yang memengaruhi fenotipe buah. Merupakan konsekuensi langsung dari pembuahan ganda yang terjadi pada tumbuhan berbunga dan proses perkembangan embrio tumbuhan hingga biji masak.

Kualitas serbuk sari tidak hanya memengaruhi ukuran buah dan biji, tetapi juga waktu pematangan. Efek metaxenia dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas buah yang lebih seragam, memperpendek waktu pematangan, dan pembentukan karakter tanaman. Efek metaxenia dapat mempercepat proses pematangan buah, dan meningkatkan daya tahan terhadap kerusakan akibat curah hujan yang terjadi pada akhir periode pembuahan.

9. Kesesuaian pohon jantan dan betina.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.96

Biasanya pembuahan oleh pohon jantan dari varietas tertentu akan menghasilkan buah yang lebih baik pada pohon betina dari varietas yang sama. Tetapi, kadang satu jenis pohon betina yang dibuahi oleh beberapa jenis pohon jantan dari varietas yang berbeda menghasilkan buah yang lebih memuaskan.

10. Viabilitas serbuk sari.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.99

Kemampuan serbuk sari menghasilkan buah dan tumbuh normal disebut viabilitas. Pengujian viabilitas serbuk sari segar dan yang dikeringkan dilakukan sebelum menggunakannya dalam penyerbukan. Serbuk sari yang berasal dari pohon jantan yang berbeda jenis memiliki viabilitas yang beragam. Pengujian viabilitas bermanfaat untuk mendapatkan tipe serbuk sari yang terbaik.

Serbuk sari yang viabilitasnya tinggi lebih besar peluangnya menghasilkan buah yang lebih berkualitas dan panen yang lebih banyak. Sekalipun serbuk sari yang digunakan banyak, tidak menjadi jaminan hasil yang baik apabila viabilitasnya rendah. Viabilitas serbuk sari dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti temperatur tinggi, kelembapan yang rendah, peningkatan salinitas (kadar garam), dan radiasi sinar UV. Pengujian dilakukan di laboratorium dengan beberapa teknik.

11. Penerimaan bunga betina.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.98

Periode berbunga pohon betina tergantung temperatur dan hanya berlangsung selama 30 hari (dapat mencapai 50 hari jika temperatur rata-rata rendah). Di belahan bumi utara terjadi antara bulan Februari hingga April dan di belahan bumi selatan terjadi antara bulan Juli sampai Oktober. Lamanya waktu bunga betina dapat menerima pembuahan secara umum bervariasi antara 8 – 10 hari tergantung varietasnya. Dengan keterbatasan ini, persentase terbentuknya buah tanpa melalui proses pembuahan inti generatif terhadap sel telur (partenokarpi) di atas 40%.

Waktu pembuahan paling optimal untuk masing-masing varietas berbeda, tetapi secara garis besar hasil pembuahan yang paling memuaskan akan diperoleh jika pembuahan dilakukan 2 – 4 hari setelah bunga mekar dan diulangi selama 3 – 4 hari ke depan. Semakin lama penundaan waktu penyerbukan akan mengurangi kualitas buah yang dihasilkan dan setelah lewat dari satu minggu dapat dipastikan panen tidak akan memuaskan.

12. Efek temperatur.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.101

Temperatur tinggi memengaruhi perkembangan bunga dan berakibat pada penundaan musim penyerbukan. Temperatur rendah yang biasanya terjadi di awal musim juga memiliki efek negatif bagi pembuahan. Untuk melindungi bunga yang sudah dibuahi dari cuaca dingin dan tiupan angin, bungkus tandan bunga dengan kantong kertas berukuran 40 – 70 cm segera setelah penyerbukan hingga 4 minggu ke depan.

Pembentukan bakal buah juga lebih cepat terjadi pada bunga yang dibungkus. Hindari melakukan penyerbukan pada pagi dan sore hari ketika temperatur udara turun. Penyerbukan yang dilakukan antara pukul 10.00 – 03.00 menghasilkan lebih banyak buah hingga 10 – 15%. Berdasarkan penelitian laboratorium, suhu optimal untuk melakukan penyerbukan adalah sekitar 35oC. Di wilayah yang temperatur rata-rata tertingginya hanya 24oC sebaiknya tidak menggunakan cara penyerbukan mekanis.

13. Efek hujan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.102

Ada beberapa kemungkinan kerugian pada proses penyerbukan yang disebabkan oleh hujan. Pertama, kemungkinan serbuk sari luruh terbawa air hujan sehingga gagal melakukan pembuahan. Kedua, rendahnya temperatur udara yang mengikuti hujan menjadi faktor tidak langsung penyebab gagalnya pembuahan. Contohnya, jika pada temperatur 25 – 28oC rata-rata tabung serbuk sari dapat mencapai dasar bunga dalam 6 jam, maka dalam temperatur 15oC tabung serbuk sari sama sekali tidak mencapai dasar bunga, bahkan setelah lebih dari 8 jam.

Ketiga, air yang masuk ke dalam bunga betina menghalangi kemampuannya menerima serbuk sari. Air hujan juga meningkatkan kelembapan yang memacu munculnya penyakit kriptoganik penyebab busuknya bunga. Oleh karena itu, jika terjadi hujan setelah penyerbukan dilakukan, maka penyerbukan harus diulangi segera.

14. Efek angin.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.103

Di beberapa wilayah budi daya kurma, musim penyerbukan diwarnai adanya angin panas dan kering yang mengeringkan putik bunga betina. Angin dingin mengganggu proses pembuahan. Angin kering yang kencang mempercepat pengeringan tangkai putik sebelum tabung serbuk sari mencapai ovula.

Kecepatan angin juga berpengaruh, angin sepoi-sepoi sangat menguntungkan bagi penyerbukan, tetapi angin kencang dapat membawa pergi sejumlah besar serbuk sari, terutama pada pohon kurma yang berada di sisi luar kebun. Terkadang angin kencang juga dapat mematahkan tandan bunga sehingga bunga tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya dan berakhir mati. Angin yang membawa debu dapat menurunkan kualitas buah karena sisa-sisa debunya bertahan di dalam bunga.

Penjarangan dan pembungkusan buah.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.104

Untuk meningkatkan kualitas sesuai permintaan pasar, tandan kurma harus dijarangkan dan dibungkus sebelum matang agar buah tumbuh maksimal serta terlindung dari gangguan cuaca dan hama, seperti burung. Buang buah yang terlihat kecil dan kurang sempurna agar yang besar tumbuh optimal. Keuntungan melakukan penjarangan buah sebagai berikut.

  1. Menjaga produktivitas untuk musim mendatang, menghindari penurunan kualitas buah pada panen-panen berikutnya.
  2. Memaksimalkan ukuran buah sehingga dapat lebih memuaskan konsumen.
  3. Memaksimalkan kualitas dan tekstur buah.
  4. Memacu proses pematangan yang lebih cepat sehingga dapat lebih dahulu menguasai pasar.
  5. Penjarangan awal memberikan ruang yang lebih banyak untuk perkembangan buah dan mengurangi risiko hilangnya nutrisi yang telah dibantu dengan pemupukan.
  6. Mengurangi bobot dan kepadatan tandan buah yang akan memudahkan saat panen dan pengemasan.

Cara melakukan penjarangan buah meliputi tiga tahap: mengurangi jumlah tanda per pohon, mengurangi helaian tangkai buah per tandan, dan mengurangi jumlah buah per tangkai. Mengurangi jumlah tandan per pohon adalah cara yang paling efektif untuk memengaruhi ukuran buah jika dilakukan pada saat penyerbukan. Tetapi direkomendasikan untuk melakukannya 6 – 8 minggu setelah penyerbukan.

Penjarangan berkaitan dengan iklim, sangat membantu menghindari tingginya kelembapan di sekitar buah karena sirkulasi udara menjadi lebih baik sehingga terhindar dari risiko fermentasi, pembusukan, dan pengasaman buah. Juga mengurangi risiko pecahnya kulit buah, pecahnya kutikula dan sel epidermal, atau munculnya penyakit blacknose (ujung buah menghitam dan mengerut).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.105

Penjarangan tandan buah berpengaruh pada keseragaman ukuran buah yang dihasilkan. Sebagai catatan, penjarangan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terpisahnya kulit dan daging buah (buah membengkak dan melepuh). Semakin awal penjarangan dilakukan, semakin besar ukuran buah yang dihasilkan. Tandan besar dan cuaca lembap menyebabkan buah busuk dan asam. Apapun teknik yang digunakan, penjarangan harus dilakukan secara seragam agar ukuran dan kualitas buah pun seragam.

Buat catatan untuk mengetahui cara mana yang paling efektif untuk diterapkan pada kebun Anda. Penjarangan bunga atau buah dilakukan sebanyak 50 – 60% dari total jumlahnya dalam satu tandan (30 – 35 buah per tangkai, 30 – 50 tangkai per tandan, dengan total berat rata-rata 7 – 10 kg buah matang dalam satu tandan). Untuk efisiensi biaya dan tenaga kerja, penjarangan dilakukan bersamaan dengan perawatan rutin dan pemberantasan hama. Varietas yang berbeda memerlukan teknik yang sedikit berbeda untuk cara penjarangan.

  1. Untuk varietas bertangkai panjang, buang 1/3 tangkai bagian bawah atau sedikit lebih banyak lagi dengan memotong ujung tangkai. Hitung dahulu jumlah total bunga pada tiap tangkai untuk mengetahui dengan pasti berapa banyak bunga yang disingkirkan sesuai dengan panjang tangkai. Bisa juga memotong dari tangkai bagian tengah hingga mengurangi 1/3 atau ½ bagian tandan yang berukuran besar. Hitung dahulu jumlah tangkai untuk menentukan berapa banyak yang akan dibuang. Jangan memotong tangkai yang berada di sebelah luar karena dapat menyebabkan tangkai mati. Penjarangan tandan buah pada varietas bertangkai panjang diikuti pemangkasan 100 – 120 daun per pohon agar dapat meningkatkan hasil panen dan mengurangi risiko penyimpangan.
  2. Untuk varietas bertangkai pendek, penjarangan difokuskan pada tangkai bagian tengah. Potong seluruh tangkai bagian tengah dan hanya 1/6 atau 1/10 bagian tangkai-tangkai samping. Total jumlah buah yang dibiarkan tumbuh adalah 20 per tangkai atau 800 – 1200 per tandan.
  3. Untuk varietas berukuran besar, penjarangan dilakukan dengan membuang beberapa buah secara manual, tidak dengan memotong satu tangkai sekaligus. Oleh karena ukuran buahnya yang besar-besar, terlalu banyak buah dapat menyebabkan kerusakan pada proses pemetikan. Buang sekitar 30 bunga per tandan. Setelah 3 – 4 minggu setelah penyerbukan, kurangi lagi (dengan tangan) hingga tersisa 10 butir buah per tangkai. Ketika panen, per tandan akan berisi 300 buah dengan berat rata-rata 20 gr per buah. Pohon kurma dewasa biasanya menghasilkan 10 – 12 tandan dengan hasil panen 6 – 72 kg kurma.

Jumlah tandan yang dapat dipelihara untuk satu pohon terhantung pada umur pohon, ukuran, figur, varietas, dan jumlah daun segar yang dimiliki. Pada tiga tahun pertama, tidak ada tandan buah karena fokus pertumbuhan pada pembesaran tanaman, belum berproduksi. Pada tahun keempat muncul 1 – 2 tandan, tahun kelima 3 – 4 tandan, dan seterusnya. Puncak produksi biasanya terjadi mulai usia 10 – 15 tahun dengan jumlah tandan yang direkomendasikan sebanyak 10 buah per pohon.

Penjarangan tandan dilakukan segera setelah buah mulai terbentuk. Syarat tandan yang dibuang adalah tandan yang jumlah buahnya hanya sedikit, muncul terlalu awal atau terakhir (biasanya berukuran kecil, tidak terbuahi dengan baik, dan berada di bagian paling atas atau paling bawah), tandan di bagian sisi pohon yang isinya terlalu banyak sehingga mengganggu keseimbangan pohon, dan tandan dengan tangkai yang putus atau patah. Pangkas dengan satu kali pemotongan di bagian pangkal menggunakan pisau yang tajam.

Perundukan dan penopangan tandan buah.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.108a

Setelah penyerbukan, tandan dirundukkan ke bawah di antara daun dengan hati-hati agar tidak patah lalu diikat pada pelepah daun. Perundukan dilakukan ketika tangkai buah sudah cukup panjang namun masih cukup fleksibel untuk dilengkungkan tanpa membuat pangkalnya mengalami tekanan. Dengan cara ini, tandan buah dapat dijarangkan dengan mudah, begitu pula pembungkusan dan penerapan pestisida.

Pengikatan dapat menggunakan serat daun yang dipelintir, tali, atau kawat. Perundukan juga bertujuan melindungi buah dari kerusakan akibat benturan karena tiupan angin kencang dan menghindari kerusakan buah akibat patahnya tandan karena tidak kuat menahan bobot buah. Jika pohon masih muda, tandan buah perlu ditopang dari bawah dengan bilah kayu atau bambu.

Pembungkusan tandan buah.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.115

Tandan buahdibungkus untuk melindungi dari kerusakan akibat kelembapan tinggi dan hujan, serangan burung, dan gangguan serangga. Bungkus dengan kertas atau kain tebal pada tahap kimri dengan kombinasi penerapan pestisida untuk buah yang tidak tertutup. Hindari membungkus ketika buah masih terlalu muda karena begitu dilepas buah akan terbakar sinar matahari. Di daerah panas, gunakan kertas atau kain yang berwarna putih sebagai pembungkus, sementara di daerah yang lebih dingin dapat menggunakan kertas atau kain berwarna gelap.

Jangan gunakan plastik sebagai bahan pembungkus sebab dapat meningkatkan risiko terbakar sinar matahari dan rusak akibat kepanasan. Kelembapan tinggi dan hujan dapat menimbulkan kerusakan yang berbeda di setiap fase pematangan buah. Tepat sebelum fase khalal, kelembapan tinggi dan hujan menyebabkan adanya bercak pada kulit buah yang gejalanya berbeda pada tiap varietas. Kondisi parah ditunjukkan dengan menggelapnya warna dan mengerutnya ujung buah (blacknose).

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.109

Setelah buah masuk fase khalal (warnanya kuning kemerahan), bercak tidak lagi tampak, tetapi air menyebabkan patahan atau pecahan yang lebih dalam pada kulit dan daging buah (fenomena pemisahan kulit dan daging buah). Udara yang lembap pada fase ini juga menyebabkan buah rentan serangan berbagai macam jamur yang dapat membuatnya busuk. Pada fase rutab, kelembapan tidak lagi menimbulkan patahan atau pecahan pada kulit, tetapi buah menyerap air dan menjadi lengket, kurang menarik, dan lebih sulit ditangani.

Kelembapan yang tinggi berisiko terjadinya fermentasi dan menimbulkan rasa asam pada buah. Pada fase tamar, kelembapan tinggi dan hujan tidak terlalu memberi dampak, kecuali jika buah tidak terawat. Waktu yang tepat untuk membungkus buah adalah ketika buah memasuki fase khalal. Pembungkusan yang terlalu cepat meningkatkan risiko kulit pecah dan blacknose karena kurangnya pertukaran udara di sekitar buah. Banyak jenis burung pemakan buah yang dapat menimbulkan kerusakan pada buah kurma.

Tidak hanya memakan buah, terkadang kaki-kaki burung mendorong buah hingga jatuh sebelum waktunya. Selain pembungkusan dengan kantong kertas, pembungkusan dengan kain atau jaring dapat mencegah serangan burung ataupun serangga, namun buah tetap mendapat aliran udara dengan cukup baik.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.110

Aliran udara (ventilasi) sangat penting pada tahap akhir pematangan buah. Beri jarak antara buah dan bungkusnya dengan rangka kawat agar aliran udara antarbuah yang semakin besar tetap lancar. Serangan serangga lebih banyak terjadi pada fase rutab, menimbulkan kerusakan sekitar 50% dan kadang masih ada yang terbawa pascapanen. Gunakan jaring dengan kerapatan 80% berukuran 1 – 1,5 m2 atau tergantung ukuran tandan buah. Ikat erat pada tangkai agar tidak mudah terbawa angin.

Pemasangan jaring dimulai pada pertengahan atau akhir periode kimri. Penggunaan jaring dapat mengurangi penggunaan pestisida dan merupakan cara penanganan yang lebih alami untuk berbagai macam hama. Untuk memastikan hasil panen bebas serangan serangga, segera setelah panen buah diasapi.

Permasalahan yang mungkin muncul dalam pembudidayaan kurma tropis.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.111

Mengingat karakteristik tanaman kurma dan habitat tumbuhnya, ada 5 faktor penting yang harus diperhatikan dalam mencari lokasi pembudidayaan kurma, yaitu temperatur, curah hujan, kelembapan, cahaya, dan angin. Beberapa permasalahan mungkin timbul akibat pemilihan lokasi yang kurang tepat. Jika tidak memungkinkan untuk mengganti lokasi, maka langkah untuk mengantisipasinya adalah dengan mengganti bibit dengan kultivar yang lebih sesuai.

Alternatif pemecahan masalah yang lain adalah perawatan yang sesuai dengan karakteristik lokasi penanaman dan kultivar yang ditanam.

Hujan dan perubahan temperatur udara setempat berpengaruh besar pada tanaman kurma. Secara umum hujan memberikan keuntungan berupa luruhnya kandungan garam dalam tanah tanpa campur tangan manusia. Namun hujan yang terjadi usai penyerbukan dapat meluruhkan serbuk sari yang sudah menempel pada benang sari. Temperatur yang rendah setelah hujan ditambah bunga yang basah menurunkan kemampuannya menerima pembuahan. Oleh karena itu, penyerbukan yang diikuti hujan perlu diulang.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.112

Hujan juga meningkatkan risiko penyakit pada akar. Kelembapan yang tinggi dan udara hangat sebelum penyerbukan menimbulkan penyakit khamedj yang disebabkan oleh Mauginiella schaettae. Kerusakan serius terjadi jika hujan datang lebih awal atau panen terlambat. Hujan justru menguntungkan jika terjadi pada fase khalal karena dapat membantu membersihkan partikel debu dan pasir dari buah. Namun menyebabkan buah pecah pada fase kimri (fase sebelum khalal) atau khalal yang terlambat.

Masalah ini dapat diatasi dengan membungkus buah menggunakan pembungkus kertas. Fase rutab dan tamar merupakan masa paling rawan terkena hujan karena dapat menyebabkan buah busuk dan rontok. Hujan dan hawa dingin juga menyebabkan proses pematangan buah melambat. Hujan ringan diikuti mendung berkepanjangan lebih merusak daripada hujan lebat dalam waktu singkat yang diikuti cuaca cerah dan angin kering. Kelembapan tinggi menyebabkan buah lunak dan lengket.

Kulitnya pecah-pecah dengan ujung menghitam dan rontok. Kelembapan rendah menyebabkan buah kering, terutama jika diikuti angin kering dan panas. Proses pematangan menjadi lebih cepat, tetapi terdapat cincin kuning atau putih pada pangkal buah.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.113

Pada dasarnya tanaman kurma dewasa tahan angin, kecuali pada tahap pelunakan buah (fase rutab dan tamar). Debu dan pasir yang terbawa angin dapat menempel pada buah. Jika ini terjadi pada buah muda, tampak bekas-bekas kehitaman akibat benturan. Sebaliknya, tanaman muda dapat roboh bila tertiup angin. Angin panas dan kering dapat mengeringkan stigma (kepala putik) bunga betina. Angin dingin mengganggu produksi serbuk sari. Badai angin kering mempersingkat waktu serbuk sari mencapai ovula betina.

Angin kencang meniup sebagian besar serbuk sari, terutama pada tanaman yang berada di bagian tepi luar kebun. Dalam beberapa kasus, angin kencang mematahkan tandan bunga sehingga sulit menerima nutrisi dan mati. Angin juga menjadi vektor penyebaran tungau. Pohon dewasa hanya runtuh diterpa angin apabila: sangat tinggi dengan mahkota sangat besar sementara tumbuh di tanah miring, jika sejumlah anakan/tunas dipindahkan bersamaan sehingga tanaman tidak memiliki penunjang, atau sebagian akar dimakan tikus.

Rekomendasi perlindungan terhadap angin adalah dengan menanam tanaman pelindung 1 – 2 tahun sebelum penanaman kurma. Pilih yang tahan kekeringan dan garam.

Panen.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.114

Kurma tropis membutuhkan 4 – 8 tahun untuk berbuah. Pohon dewasa menghasilkan 70 – 140 kg kurma pada musim panen, meskipun tidak matang bersamaan (tidak bisa sekaligus). Buah layak panen dinilai dari warna buah dan derajat/tingkat kematangan, persentase kadar air dan gula, serta aktivitas enzim. Tahap perkembangan buah kurma terdiri atas hanabauk (5 minggu pertama setelah penyerbukan), kimri (6 minggu berikutnya), khalal (6 minggu setelah kimri), rutab (4 minggu setelah khalal), dan tamar (2 minggu terakhir).

Buah baru dapat dimakan mulai tahap khalal hingga tamar. Ada 3 fase pemanenan kurma, yaitu khalal (segar, artinya belum matang sempurna tetapi sudah dapat dikonsumsi), rutab (matang penuh), dan tamar (kering/semikering). Fase khalal berciri buah matang fisiologis, keras dan renyah, kandungan air 50 – 85%, warna kuning terang atau merah, dan dapat ditekan. Fase rutab berciri warna coklat sebagian, kandungan air berkurang tinggal 30 – 40%, seratnya melunak, dan dapat ditekan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.116

Fase tamar berciri warna coklat tua, kandungan air berkurang banyak (di bawah 25% dan berkurang terus hingga di bawah 10%), teksturnya lembut atau padat dan keras. Jika bebas dari hama dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama.

Buah yang dipanen pada fase khalal sudah dapat dipasarkan sebagai buah segar. Jenis-jenis kurma yang dapat dipanen dalam fase ini adalah yang kadar tanninnya rendah, seperti barhee, zaghlode, hayany, dan khalas. Buah yang dipanen pada fase rutab paling banyak disukai, tetapi karena sangat lembut sulit dipindahkan dan ongkos transportasinya tinggi, sehingga harga jualnya cenderung lebih mahal. Jenis yang banyak dipanen dalam fase ini adalah deglet nour dan medjool. Buah yang dipanen pada fase ini daya tahannya pendek.

Buah yang dipanen dalam fase tamar biasanya bebas mikroorganisme, tetapi rasanya sudah berubah. Jenis-jenis yang biasanya dipanen dalam fase ini, antara lain, dayri, halawy, khadrawy, thoory, zahidi, sayer, dan aliig. Idealnya dipasarkan dalam bentuk kurma kering. Daya tahannya panjang, biasa dijadikan campuran berbagai produk olahan makanan lainnya. Oleh karena tidak mudah rusak dan daya tahannya panjang, distribusi produk kurma hasil panen dalam fase tamar lebih luas.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.117a

Proses melembutnya buah dipengaruhi enzim poligalakturonase dan selulosa. Aktivitas ini tergantung pada proses pengeringan yang lambat. Investasi enzim menentukan kecepatan dan tingkat perubahan disakarida menjadi 2-monosakarida, fruktosa, dan glukosa. Perubahan ini menentukan seberapa cepat penguapan air dari buah. Tingkat fruktosa dan glukosa memengaruhi kecepatan proses pengeringan dan aktivitas poligalakturonase dan selulosa, juga hubungan antara aktivitas air dan kandungan air.

Kandungan air di bawah 65% meningkatkan daya tahan terhadap faktor-faktor mikrobiologi, seperti jamur, ragi, dan bakteri yang menyerang buah. Meskipun buah dapat dirontokkan dengan menggoyang pohon, cara yang terbaik untuk memetik buah kurma adalah dari atas pohon. Oleh karena setiap tahun tinggi tanaman ini bertambah sekitar 1 m, mulailah berinvestasi tangga aluminium berkaki empat sejak tanaman masih muda. Di perkebunan yang lebih besar, alat khusus semacam lift untuk mengangkat pekerja ke atas pohon mungkin diperlukan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.118

Panen di belahan bumi utara terjadi bulan Juli sampai November. Di belahan bumi selatan terjadi di bulan Februari hingga April. Jangan memanen buah kurma saat hujan sebab air hujan dapat merusak buah. Untuk melindungi buah saat hujan, bungkus buah dengan kertas berlapis lilin atau kain nilon. Panen harus dilakukan dengan hati-hati dan bersih. Letakkan buah yang sudah dipetik dalam kotak-kotak kontainer untuk mencegah kontak antara buah dengan tanah sehingga kondisi atau kualitas buah tetap baik, tidak rusak akibat jatuh atau benturan/tekanan.

Kotak kontainer dari kayu, plastik, atau kardus berkapasitas 200 – 450 kg buah cocok untuk buah kering atau panen dalam fase khalal atau tamar. Kotak-kotak yang lebih kecil diperlukan untuk mencegah kerusakan buah dari jenis yang lebih lunah dan sensitif atau yang dipanen pada fase rutab. Keranjang, karung, dan nampan dapat digunakan untuk menampung buah yang sangat kering. Keranjang dapat dibuat dari anyaman daun kurma.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.136

Segera pisahkan buah yang rusak. Termasuk dalam kategori buah rusak, yaitu buah yang busuk, asam, terkontaminasi serangga, memar, mengerut, kerdil, dan yang tidak matang dan tidak dapat diproses lagi dalam pematangan buatan. Buah yang rusak ini harus segera dibuang, dimusnahkan, atau dijadikan pakan ternak untuk menjaga sanitasi tempat pengolahan pascapanen.

Kurma yang dipanen pada fase khalal harus dipindahkan segera untuk pengolahan lebih lanjut, apakah akan dikemas untuk konsumsi lokal atau ekspor. Pengangkutan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk menghindari cuaca panas. Pemindahan jarak jauh memerlukan fasilitas alat pendingin di dalam truk. Jika hendak dipasarkan dalam bentuk masih bertandan, transportasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar buah tidak terguncang dan lepas dari tandannya. Pemindahan segera juga bertujuan menghindari serangan hama pascapanen.

Pascapanen.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.137

Usaha agrobisnis tidak berhenti hanya pada memproduksi sesuatu. Harus dipikirkan pula segi marketingnya, seperti apa yang dikehendaki konsumen sesuai dengan waktu, tempat, dan budayanya. Dengan perencanaan produk yang teliti, pemasaran tidak memerlukan usaha yang terlalu keras. Meskipun demikian, nilai lebih dalam pengemasan, seperti kemasan yang kreatif, dapat memberi keuntungan lebih. Manajemen produksi, pengemasan, hingga distribusi akan lebih efektif dan menguntungkan jika dijalankan dalam bentuk koperasi.

Dengan cara ini, baik petani maupun pengemas dan distributor sama-sama diuntungkan. Petani mendapat harga yang layak, sementara pengemas dan distributor juga diuntungkan karena mendapat jaminan kualitas buah yang baik.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.137

Jika dijalankan sendiri mulai dari produksi hingga distribusi pastinya membutuhkan biaya yang sangat besar. Sedangkan kepemilikan produksi dan distribusi yang terpisah (masing-masing milik pribadi yang berbeda) dapat menimbulkan kerugian di kedua pihak. Petani mendapatkan harga yang rendah, sedangkan pengemas dan distributor mendapatkan buah dengan kualitas rendah. Pascapanen hingga buah kurma sampai di pasar melalui berbagai tahap.

Mulai dari buah dikumpulkan sampai sebelum pengemasan, tahapan yang dilalui adalah pengasapan, pencucian, penyimpanan, pendinginan, pelembapan (hidrasi), pengeringan (dehidrasi), dan curing. Tahapan-tahapan tersebut dilanjutkan dengan kontrol kualitas, pengemasan, dan distribusi.

1. Pengasapan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.119

Tujuan dari pengasapan adalah untuk menghilangkan hama yang terbawa (telur, pipa, larva, dan imago), dilakukan dalam ruangan tertutup atau menggunakan kemasan plastik. Tindakan ini tidak boleh dilakukan pada buah segar (fase khalal) atau dalam penyimpanan di pendingin. Pengasapan menggunakan methyl bromida (CH3Br) yang mampu memaksa serangga keluar dari buah sebelum mati. Konsentrasi 30 ppm (30 gram methyl bromida dalam 1 m3 udara) dengan lama pengasapan 12 – 24 jam.

Temperatur di atas 16oC. aliran udara harus tetap lancar agar gas menyebar merata ke seluruh ruangan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.120

Oleh karena gas ini berbahaya, penggunaanya harus seizin badan berwenang dan dalam pengawasan serta memerhatikan perlindungan pekerja. Setelah pengasapan, sirkulasi udara dalam ruangan harus segera dinormalkan kembali. Segera simpan buah yang sudah diasapi dalam tempat penyimpanan yang steril agar tidak kembali terkontaminasi serangga.

Alternatif bahan dan metode lain untuk digunakan pada tahap ini adalah iradiasi sinar gamma, penggunaan ozon, pengasapan dengan CO2 (untuk kurma yang dibudidayakan dengan metode bioorganik), phosphira, penggunaan oksigen aktif (ozon, hidrogen peroksida) dan iradiasi, filtrasi, pemanasan, dan pendinginan. Akan tetapi, bahan dan cara-cara ini sangat mahal.

2. Pencucian.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.121

Buah harus dicuci untuk membersihkan dari kontaminasi tanah dan pasir, sisa-sisa pestisida, serta kontaminasi mikrobiologis (seperti kotoran burung). Gunakan air bersih dan cuci dengan hati-hati. Metode pencucian dengan lap basah atua digoyangkan dalam bak pencucian. Kurma yang dikemas bersama tangkainya dicuci dengan air bertekanan tinggi. Sebelum dikemas, keringkan dahulu dalam ruangan khusus atau menggunakan kipas besar.

3. Penyimpanan dan pendinginan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.122

Kemasan untuk penyimpanan harus memerhatikan bahan yang digunakan. Kardus tidak tahan kelembapan, plastik sensitif terhadap temperatur rendah, dan kayu mungkin mendapat serangan dari serangga. Pastikan tempat penyimpanan bebas serangga dan tikus. Kemasan harus tahan proses pengangkatan, guncangan, dan penurunan dari alat transportasi.

Penyimpanan di pendingin tidak boleh sampai memengaruhi tekstur, kelembapan, dan warna. Temperatur dan kekuatan pendingin dapat mengakibatkan kristalitasi gula. Akibat dari kristalisasi gula adalah pecahnya kulit buah sehingga air dapat masuk atau keluar dari buah. Risiko kerusakan terjadi jika kelembapan buah meningkat di atas 20%. Temperatur penyimpanan jangka panjang adalah -18oC. Temperatur ini mengurangi risiko penurunan kadar air dan kristalisasi gula serta fenomena kulit pecah.

Penyimpanan dalam kelembapan 26% atau lebih memerlukan temperatur 0oC agar tahan hingga 6 – 8 bulan. Daya tahan dapat mencapai lebih dari 1 tahun jika kelembapan kurang dari 26%. Jika kelembapan kurang dari 20%, simpan dalam temperatur 25oC agar tahan hingga 1 tahun. Kadar gula tinggi dan kelembapan tinggi meningkatkan risiko kerusakan buah. Kurma yang dipanen pada fase khalal jika disimpan dalam temperatur 1oC dapat bertahan hingga 6 – 8 minggu.

4. Hidrasi, curing, dan dehidrasi.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.123

Hidrasi, curing, dehidrasi bertujuan meningkatkan kualitas produk, membuatnya lebih seragam dalam tingkat kelembapan, dan meningkatkan daya simpan. Proses hidrasi dilakukan pada kurma yang berjenis keras. Proses ini menggunakan air atau pengukusan dalam temperatur tertentu sehingga buah menjadi lebih lunak. Risikonya adalah peningkatan peluang kontaminasi elemen-elemen mikrobiologis. Proses hidrasi tergantung pada berapa lama buah terekspos.

Curing atau pengoreksian kondisi buah meliputi integrasi temperatur dan kelembapan untuk memperbaiki kondisi buah yang dipetik sebelum matang atau ada fase yang terlewat. Penyebab kondisi-kondisi tersebut adalah cuaca dingin yang berakibat buah tidak bisa matang secara alami, terancam hujan, dan dipanen dalam fase antara khalal dan tamar. Adapun cuaca panas menyebabkan buah mengerut sebelum memasuki fase tamar. Hasilnya buah sangat kering dan keras, perlu ditingkatkan kelembapannya hingga 23 – 25% untuk memenuhi selera pasar.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.124

Dehidrasi adalah proses mengurangi kelembapan buah hingga di bawah 20% sesuai permintaan pasar. Beberapa varian kurma lebih tahan lama, bebas dari proses mikrobiologis seperti pembusukan, perubahan rasa menjadi asam, dan jamur jika kelembapannya antara 15 – 20%. Proses ini juga dapat mengurangi risiko kristalisasi gula. Dilakukan dalam ruangan khusus yang sirkulasi udaranya terkontrol. Temperatur dijaga tidak lebih dari 70oC agar gula tidak terkaramelisasi sehingga buah berubah warna menjadi lebih gelap.

Proses-proses ini memerlukan kontrol khusus. Perlunya kontrol pada proses hidrasi dan dehidrasi adalah untuk memastikan tingkat kelembapan sudah tepat, buah tidak terlalu keras atau lunak, serta bebas dari serangan mikroorganisme dan peningkatan kadar gula.

5. Kontrol kualitas.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.125

Kontrol kualitas sangat penting untuk memenuhi standar kualitas dan keinginan pasar. Tindakan paling dasar dalam pengontrolan kualitas produk budi daya kurma adalah penyortiran buah segera setelah panen. Standar dalam penyortiran sebagai berikut.

  1. Ada atau tidaknya kerusakan akibat kontaminasi mikrobiologis, seperti fermentasi akibat jamur ragi, keasaman (akibat lactobacillus, acetobacter, atau Aspergilus niger), dan jamur yang menimbulkan promiselium hitam pada cangkang buah.
  2. Ada atau tidaknya kerusakan akibat hama (serangga dan kutu) yang tertinggal di dalam buah atau kerusakan yang disebabkan kehadiran burung, tikus, atau kelelawar yang menyerang buah yang tidak dilindungi jaring. Kotoran hewan-hewan ini dapat menimbulkan kerusakan mikrobiologis.
  3. Ada atau tidaknya kerusakan mekanis akibat benturan atau tekanan pada saat panen, atau akibat benturan-benturan pada saat pertumbuhan yang menimbulkan luka pada kulit buah. Juga disebabkan adanya kotoran akibat tanah atau lumpur yang tidak hilang setelah dicuci.
  4. Ada atau tidaknya kerusakan fisiologis, seperti buah yang tidak terbuahi secara sempurna, buah mengerut atau kering karena lepas dari tangkai sebelum matang, dan kerusakan akibat kelebihan atau kekurangan air.

Setelah melalui penyortiran, buah dikelompokkan berdasarkan standar mutu. Standar mutu kurma ditentukan berdasarkan ukuran, bentuk, warna, tekstur, kelembapan, dan keutuhan kulit. Tahap pertama menentukan standar mutu buah berdasarkan keutuhannya, yaitu

  • Grade A : sempurna
  • Grade B : dengan kulit pecah
  • Grade C : untuk industri
  • Grade D : busuk dan rusak

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.126

Tahap kedua adalah standarisasi berdasarkan ukuran (jumbo, besar, dan sedang). Ukuran jumbo memiliki bobot lebih dari 23 gram, besar memiliki bobot antara 18 – 23 gram, dan sedang memiliki bobot antara 15 – 18 gram. Tingkat kelembapan yang standar antara 16 – 19%. Tiap negara punya ukuran yang berbeda. Standar selanjutnya meliputi keseragaman bentuk, keseragaman warna tergantung jenisnya, keseragaman waktu panen, dan wilayah. Kondisi kulit pecah tidak merusak buah, tetapi mengurangi penampilan.

Fenomena ini terjadi biasanya ketika hawa panas. Di negara-negara maju,  pemisahan atau sortasi buah berdasarkan kualitasnya sudah dilakukan dengan mesin. Penggunaan bahan-bahan kimia termasuk dalam penilaian kontrol kualitas. Pengontrolan meliputi daftar bahan kimia yang boleh digunakan dan disetujui badan resmi setempat berikut tabel yang menjelaskan detail bahan yang digunakan, tanggal, konsentrasi, jarak hari sebelum panen, dan level residu pestisida yang diizinkan berdasarkan Codex Alimentarius dari FAO.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.127

Batas minimum residu didasarkan pada tipe bahan dan spesies buah, sayur, atau produk olahan. Level menggunakan satuan bagian per jutaan. Kontrol kualitas pada tahap ini dilakukan di laboratorium oleh tenaga ahli. Hasil penilaian diberikan dalam bentuk sertifikat yang disahkan oleh badan yang berwenang.

Kontrol kualitas meliputi beberapa tahap, mulai dari produksi sebelum pengemasan, produk dan kemasan, hingga kualitas pendistribusian. Secara umum, hal-hal yang dinilai dalam kontrol kualitas adalah kebersihan, kalibrasi alat timbang, keterangan pada kemasan, pengecekan dengan detektor logam (untuk mengetahui ada tidaknya kontaminasi logam berat), instalasi bongkar muat, dan kesesuaian dengan standar internasional. Standar kualitas internasional yang umumnya diikuti adalah ISO 9000 – 9004 dan HACCP

Standar dari ISO (Internasional Institute for Standardization) mencakup hal-hal sebagai berikut.

  1. Pertanggungjawaban manajemen.
  2. Sistem kualitas.
  3. Telaah kontrak.
  4. Kontrol dokumen.
  5. Suplai produk.
  6. Identifikasi produk dan rekam jejak.
  7. Kontrol proses.
  8. Inspeksi dan pengujian.
  9. Inspeksi, pengukuran, dan pengujian peralatan.
  10. Inspeksi dan pengujian status.
  11. Kontrol atas produk yang tidak terkonfirmasi.
  12. Tindakan perbaikan.
  13. Penanganan, penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman.
  14. Catatan kualitas.
  15. Audit kualitas internal.
  16. Teknik statistik.

Adapun metode pengukuran menurut standar HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) didasarkan pada hal-hal berikut.

  1. Risiko kimia, yaitu ada dan tidaknya residu bahan-bahan kimia, seperti pestisida dan deterjen.
  2. Risiko fisik, yaitu ada tidaknya kontaminasi dalam wujud material logam dan kaca.
  3. Risiko mikrobiologis, yaitu ada dan tidaknya infeksi coliform dan salmonela.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.128

Untuk memenuhi standar-standar tersebut, semua pekerja baik di level produksi maupun manajemen harus memiliki kesadaran yang tinggi mengenai pentingnya nilai-nilai kesehatan dan kebersihan pribadi. Tenaga kerja harus selalu menjaga kebersihan diri di sekitar kebun dan area pengolahan, mencuci buah dengan air layak minum, melaksanakan sistem sortasi sesuai aturan, dan melakukan pengamatan yang saksama pada seluruh bagian tanaman untuk mengantisipasi kemungkinan polutan.

Pekerja yang memiliki masalah kesehatan, terutama berkaitan dengan saluran pernapasan dan paru-paru, dilarang bekerja sampai benar-benar sembuh. Semua bentuk luka atau masalah kulit dilindungi dengan pemakaian sarung tangan dan pakaian pelindung yang steril. Harus ada fasilitas cuci tangan dan toilet yang baik, bersih, dan higienis. Perhiasan tidak boleh dikenakan selama berada di aeral pengolahan. Pakaian pelindung harus terus dipakai selama berada di dalam area pengolahan.

Dilarang merokok, mengunyah tembakau, atau meludah di sekitar area pengolahan dan penyimpanan. Ruang makan dan istirahat harus berada jauh dari tempat pengolahan. Ruang penyimpanan bahan-bahan kimia, minyak, dan bahan bakar lainnya juga harus berada jauh dari ruang pengolahan. Ruang pengemasan harus terpisah dan digunakan khussu untuk pengemasan, tidak untuk penyimpanan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.138

Kondisi bangunan harus terpelihara dengan baik. Jendela-jendela diberi kawat kasa yang cukup rapat agar serangga tidak dapat masuk. Penerangan cukup dan ada fasilitas pembuangan yang memadai untuk produk-produk yang tidak dipakai supaya tidak menumpuk dan memancing datangnya lalat dan jamur. Perkecil risiko kontaminasi dari industri-industri lokal lainnya. Buatlah desain sedemikian rupa agar produk yang belum selesai diseleksi dan yang sudah siap dikemas benar-benar terpisah. Kebersihan ruangan dan peralatan harus selalu terjaga.

Meja-meja penyortiran bebas karat dan mudah dibersihkan, pilih bahan yang terbuat dari stainless steel atau formica. Kotak-kotak kontainer harus mudah dan rutin dibersihkan, simpan di tempat yang bebas kontaminasi dan kering serta bersih. Semua peralatan seperti timbangan, pengukur suhu, refraktometer, dan lain-lain harus selalu dicek akurasinya. Tempat penyimpanan harus bebas dari serangga.

6. Pengemasan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.129

Kemasan tidak boleh dibuat dari bahan PVC. Tujuan pengemasan sebagai berikut.

  • Memudahkan pemindahan ke tempat pengolahan.
  • Melindungi buah agar tetap baik kondisinya dalam jangka panjang.
  • Mendorong pemasaran atau berdaya jual tinggi.

Pengemasan terutama penting untuk kurma segar karena mudah rusak selama proses dari panen sampai ke tangan konsumen. Ada dua macam kemasan yang biasa digunakan, yaitu dalam kotak atau eceran. Kotak terbuat dari bahan kardus, biasanya diberi lapisan plastik untuk menjaga kelembapan. Ukuran distributor 5 kg, sementara ukuran retail 220 – 250 gram dengan isi 26 – 30 buah. Kotak untuk ukuran retail atau eceran ini biasanya terbuat dari kardus, plastik, atau polyethylene, terdiri atas dua lapisan.

Syarat kemasan, antara lain, dibuat dari bahan yang aman, dapat menjaga kelembapan buah, tahan cuaca dan temperatur, serta mampu memperpanjang daya tahan buah. Kemasan yang baik harus mencantumkan data mengenai berat bersih dan berat kotor, negara asal, standar kualitas, nama produsen, nama produk dan varietasnya, kategori (kelas/grade), dan tanggal kadaluarsa. Kontrol kualitas untuk pengemasan meliputi berat kemasan, berat buah, pengaturan buah, keseragaman buah, kerusakan buah, cacat, dan tingkat kelembapan.

7. Pendistribusian.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.130

Distribusi kurma dari produsen sampai konsumen meliputi tiga wilayah: lokal, nasional, dan ekspor. Untuk distribusi lokal, berbagai sarana transportasi darat dapat digunakan dengan syarat memiliki fasilitas pendingin dan pengepakan yang baik untuk menghindari guncangan. Distribusi nasional dan ekspor biasanya membutuhkan jasa perkapalan. Ruang penyimpanan dalam kapal harus memiliki fasilitas pendingin yang memadai, terutama mengingat waktu perjalanan yang cukup lama dan panjang.

Perhitungkan biaya yang paling efisien dengan jaminan keutuhan produk. Hal-hal lain yang perlu diperhitungkan pula adalah ketepatan waktu dan kelengkapan dokumen.

Khasiat dan manfaat kurma tropis.

1. Pemanfaatan buah kurma.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.132

Kurma kering dan segar selain dimakan langsung biasa dijadikan isian berbagai bahan makanan bersama kacang almond, pistachio, walnut, pecan, manisan jeruk, kulit lemon, tahini, marzipan, atau krim keju. Kurma yang dikeringkan dan dilapisi sirup glukosa biasa disajikan sebagai kudapan atau snack. Kadang juga dicincang untuk campuran puding, kue, coklat, dan makanan manis lainnya. Adapula yang menyajikannya dalam hidangan gurih. Roti kurma sangat terkenal di berbagai hari raya di Amerika Serikat.

Juga diproses dan dibotolkan dalam bentuk pasta (disebut ajwa), selai, sirup, madu, gula tepung, gula batu, jeli, cuka, hingga minuman beralkohol semacam sampanye. Cuka kurma adalah produk olahan kurma tradisional yang terkenal dari Timur Tengah. Di Inggris, selain menjadi campuran toffee puding, puding natal, roti kurma kacang walnut yang menjadi hidangan khas saat natal, juga dijadikan bahan pembuatan saus HP yang terkenal di negara tersebut.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.131a

Juga dapat dikeringkan dan digiling bersama gandum menjadi makanan sehat atau ditaburkan dalam mangkuk sereal. Di Spanyol Selatan menjadi masakan khas berupa campuran kurma dan bacon bersama almond goreng, lalu digoreng sebentar. Di Israel, sirup kurma yang disebut silam digunakan untuk memasak ayam, menjadi salah satu bahan campuran permen, hidangan penutup, dan pengganti madu. Kurma merupakan bahan utama pembuatan jallab, sirup buah khas Timur Tengah.

Di Pakistan, sirup kental dari buah kurma matang dipakai untuk melapisi tas kulit dan pipa untuk mencegah kebocoran. Buah kurma sangat baik untuk diet. Sejak zaman Mesir Kuno dan oleh suku Bedouin, kurma menjadi bagian dari makanan pokok sehari-hari. Buah yang berkualitas rendah sekalipun masih dapat dimanfaatkan dengan cara digiling dan dicampur gandum untuk pakan ternak (unta dan kuda).

2. Manfaat bagian-bagian tanaman kurma yang lain.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.133

Bagian-bagian lain dari pohon kurma juga bermanfaat. Di padang pasir, pohon kurma merupakan pertanda adanya sumber air dan banyak digunakan sebagai tanaman pelindung dan peneduh. Tampilannya yang unik cukup indah dan menarik sebagai bagian dari tanam (landscaping) yang eksotis dan berkelas. Batang pohonnya cukup baik untuk bahan konstruksi jembatan dan perumahan, juga dijadikan kayu bakar. Serat elastik pada kulit batang dapat dijalin menjadi sadel kuda atau unta.

Tandan buah yang sudah kosong dibersihkan dan dikeringkan untuk dijadikan sapu. Banyak yang memanfaatkan tangkai bunga kurma sebagai ornamen di rumah. Kurma liar (Phoenix sylvestris dan Phoenix rechinata) dapat disadap untuk diambil niranya. Di Afrika Utara, daun kurma digunakan sebagai atap rumah. Daun yang sudah tua dibuat tikar, tirai, keranjang, dan kipas. Daun juga dapat diproses menjadi pengganti kayu lapis.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.139

Pelepah daun panjang dan lentur tetapi kuat, mampu menahan berat beberapa pria dewasa. Dapat digunakan sebagai pengganti atap, rangka pagar, lantai pondok kecil, gagang pancing, furnitur sederhana, dan kotak kontainer. Pelepah kering digunakan sebagai bahan pembuatan bubur kertas selulosa, tongkat berjalan, sapu lidi, pelampung kail, dan bahan bakar (arang). Lembar-lembar daun dimanfaatkan aromanya, seratnya dianyam untuk membuat tali, karung goni, dan topi lebar. Daun utuh dapat digunakan sebagai pagar, partisi, atau material atap.

Daun muda kaya fosfor, potasium, nitrogen, dan abu, dapat dimakan sebagai salad atau dimasak menjadi sayur. Begitu pula dengan jantung tanaman kurma, meskipun dengan mengambilnya berarti membunuh pohon tersebut. Bunga juga dapat dimakan. Bunga betina biasa dijual dalam ukuran 300 – 400 gr, dijadikan salad atau digiling bersama ikan asin sebagai campuran isian roti. Kadang kurma dijual tanpa biji untuk memenuhi selera konsumen. Biji sudah dibuang dengan tangan atau mesin.

Biji tidak dapat dimakan, tetapi setelah digoreng tanpa minyak lalu digiling dapat menjadi pengganti biji kopi. Kopi arab terbuat dari campuran biji kurma dan cardamom. Biji digiling bersama tepung untuk membuat roti. Biji direndam dan digiling untuk pakan ternak (kambing, unta, domba, sapi, dan ayam) yang penuh nutrisi. Minyaknya dibuat sabun dan bahan kosmetik. Oleh orang-orang Mesir Kuno, biji kurma dijadikan minyak penumbuh rambut. Biji berukuran kecil dapat dibakar dan dijadikan pengganti arang.

3. Kandungan nutrisi dan manfaat untuk kesehatan.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.140

Kurma mengandung nutrisi esensial sangat luas. Merupakan sumber potasium yang sangat baik. Kurma matang mengandung 80% gula. Sisanya protein, serat, boron, kobalt, tembaga, fluronin, magnesium, mangan, selenium, dan besi. Indeks glikemiknya antara 30,5 – 49,7. Asam daktilifrik dan isomernya adalah jenis-jenis enzim yang terdapat dalam buah kurma. Mengandung asam lauric 0,56 – 4,4%. Dapat diproses secara kimia untuk menghasilkan asam oksalat (struktur kimia dalam minyak biji kurma cocok menjadi bahan pembuatan asam oksalat).

Penelitian menunjukkan tikus yang diberi makan ekstrak kurma memiliki antigenotoxic yang dapat mengurangi kerusakan DNA. Sejak dahulu, orang-orang suku Bedouin yang merupakan suku-suku yang tinggal di padang pasir sudah memanfaatkan kurma untuk berbagai kebutuhan, tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga pengobatan. Berikut contoh pemanfaatan kurma untuk kesehatan.

  1. Kurma mentah untuk menambah kesuburan. Ada dua versi, segar dan yang sudah dikeringkan. Rebus lalu minum air rebusannya. Rasanya pahit, tetapi layak dicoba bagi yang menginginkan keturunan. Kurma mengandung antioksidan, folat, besi, dan kalsium. Juga kaya kandungan mangan yang membantu memproduksi hormon seksual.
  2. Bunga kurma konon lebih efektif untuk kesuburan. Serbuk sari kurma memiliki efek ekstrogen yang dapat menstimulasi fungsi ovarium dan testis.
  3. Mengonsumsi kurma selama kehamilan dapat membantu memperkuat otot-otot saluran kencing. Sangat membantu dalam proses melahirkan dan mencegah pendarahan usai melahirkan. Kurma juga kaya potasium, glisin, dan threonin yang dapat mengaktifkan prolaktin (hormon menyusui). Sangat membantu untuk melancarkan asi.
  4. Mengembalikan kesehatan dan stamina. Kurma kaya akan vitamin B1, B2, B3, B5, A, dan C. Juga kaya serat, kalsium, besi, fosfor, sulfur, potasium, tembaga, magnesium, dan mangan. Selain kadar gulanya yang tinggi, kandungan-kandungan tersebut merupakan sumber nutrisi yang baik dan dapat mengembalikan kesehatan bagi penderita anemia. Cara paling baik mengonsumsinya untuk kesehatan adalah sebagai buah segar, tidak dimasak ataupun dibuat jus. Indeks glikemiknya rendah, kaya gula natural, tetapi tidak menaikkan kadar gula dalam darah.
  5. Suku Bedouin juga menggunakan kurma sebagai pengobatan alternatif untuk mengurangi dampak fatal penyakit kanker dan jantung.
  6. Buah kurma bermanfaat menyembuhkan sakit tenggorokan, flu, infeksi paru-paru dan tenggorokan, demam, asma bronkial (dicampur fenu greek), sebagai astringent untuk masalah intestinal, mengatasi keracunan alkohol, sebagai aprosidiak (bersama susu dan kayu manis), serta menetralisir racun/bisa dengan cara menempelkan pasta kurma di tempat gigitan. Untuk infeksi paru-paru dan tenggorokan, campur kurma, buah tin, hibiscus, dan kismis. Rebus dengan air lalu minum sebagai ekspektoran.
  7. Getah dari batang kurma dapat menyembuhkan diare dan dijadikan salep genital.
  8. Akar dapat menyembuhkan sakit gigi.
  9. Biji kurma yang ditumbuk hingga menjadi pasta dapat menyembuhkan demam menggigil seperti gejala malaria dan alergi kulit.
  10. Bubuk biji kurma dapat dijadikan semacam minuman kopi untuk membantu meringankan rasa nyeri akibat pembengkakan sendi.
  11. Manfaat biji kurma untuk kesehatan, antara lain, memberi efek perlindungan terhadap komplikasi diabetes, mencegah kerusakan DNA, serta melindungi hati dan ginjal (dengan penggunaan yang terukur). Perlu diperhatikan untuk berhati-hati mengonsumsi biji kurma karena biji kurma dapat diubah menjadi asam oksalat yang jika digunakan berlebihan berpengaruh pada pembentukan batu ginjal.

Hubungan kurma dengan berbagai kepercayaan dan agama.

Panduan-Budi-Daya-Kurma-Tropis.141

Keberadaan pohon kurma sering dikaitkan dengan keberadaan 3 agama besar di dunia, Islam, Kristen, dan Yahudi. Daun kurma biasa digunakan dalam upacara Minggu Palem oleh umat Kristiani. Merupakan bagian dari perayaan hari raya Yahudi, Sukkot. Disebut 50 kali dalam Injil dan 20 kali dalam Al Qur’an. Merupakan satu di antara tujuh buah suci yang disebut dalam Taurat. Dalam budaya Islam, kurma dan yogurt/susu adalah menu wajib berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Dalam Qur’an disebutkan Allah memerintahkan Maryam untuk makan buah kurma setelah melahirkan Isa. Artinya, buah ini sangat bermanfaat bagi wanita hamil dan melahirkan. Demikian serba-serbi tentang tanaman kurma dan cara pembudidayaannya, juga cara memelihara dan merawatnya sebagai tanaman hias atau kegemaran di rumah. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam usaha pembudidayaan kurma ataupun bagi Anda yang ingin sekadar memeliharanya di rumah.

Untuk mendapatkan bibit kurma tropis yang baik, Anda dapat menghubungi situs kami www.higaragro.com untuk pembelian online atau langsung berkunjung ke kebun pembibitan kami di Dusun Gulunan RT 02/RW 02, Desa Kaliboto, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah, 57752

Kami melayani pembelian bibit secara grosir maupun satuan dengan harga yang bersahabat. Selain bibit berbagai tanaman dengan kualitas terjamin, kami juga menyediakan berbagai peralatan berkebun, pupuk organik, zat pengatur tumbuh, dan berbagai keperluan berkebun lainnya untuk membantu Anda menciptakan kebun impian Anda.