0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Whatsapp 81238728886

Pusat Grosir Bibit Tanaman No 1 di Indonesia

Budidaya Tanaman Asam Jawa di Lahan Pekarangan atau Pot

Kita tentunya sudah sangat sering makan sayur asam, bukan? Atau menikmati makanan khas Palembang, empek-empek? Atau mungkin juga pernah minum jamu sari asam yang sering dijual di pasaran? Atau barangkali pula mengonsumsi permen asam yang banyak dijual di toko-toko? Bagaimana rasanya? Nikmat dan menyegarkan, bukan?

Semua jenis makanan di atas mengandung sari asam yang berasal dari buah asam. Mengingat rasanya yang dominan asamnya dibandingkan manisnya, buah asam memang jarang dikonsumsi secara langsung. Biasanya buah asam akan dicampur dengan bahan makanan lain atau diolah terlebih sebelum dikonsumsi. Lantas, mengapa buah asam yang kita kenal secara luas tersebut dinamakan asam Jawa? Coba simak tulisan berikut mengenai budidaya tanaman asam Jawa.

A. Morfologis dan Karakteristik Tanaman Asam Jawa.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.3

Istilah asam Jawa terkenal di Indonesia dikarenakan buah asam ini seringkali digunakan masyarakat Melayu sebagai bahan campuran dalam masakan khas Jawa. Buah asam Jawa ini berasal dari tanaman asam dengan nama ilmiah Tamarindus indica. Nama tamarindus atau tamarind itu sendiri sebenarnya diturunkan dari istilah Arab, yaitu tamrul-hindi, yang memiliki arti kurma India. Dikenal sebagai kurma di India karena memang daging buahnya mirip dengan buah kurma.

Di India, tanaman asam ini memang banyak dibudidayakan dan dimanfaatkan. Tanaman asam Jawa sebenarnya berasal dari benua hitam, yaitu di Afrika sebelah timur. Tanaman ini dahulunya merupakan tanaman liar yang ditemukan di beberapa negara Afrika, termasuk Sudan. Setelah itu tanaman asam ini mulai menyebar ke berbagai wilayah beriklim tropis, termasuk ke Asia, Karibia, dan Amerika Selatan. Di Eropa, buah asam ini terkenal dengan nama tamarind.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.4

Tanaman asam Jawa dapat tumbuh maksimal di daerah yang memiliki ketinggian antara 1000 – 1500 mdpl. Kesukaan tanaman ini adalah tumbuh di tanah yang liat ataupun berpasir. Tanaman ini akan cepat berbunga apabila hidup di daerah dengan curah hujan agak tinggi. Di Indonesia, tanaman asam ini biasanya dimanfaatkan sebagai peneduh jalan karena karakter batangnya yang besar dan bercabang banyak serta daunnya yang rimbun. Tanaman asam Jawa memiliki batang yang berukuran besar, di mana pada pangkal batang diameternya bisa mencapai 2 meter. Tinggi tanaman ini apabila sudah berumur tua bisa mencapai 30 meter atau lebih.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.5

Kulit batang tanaman ini berwarna coklat keabu-abuan. Tekstur kulitnya termasuk kasar dan beralur-alur secara vertikal. Tanaman asam memiliki tajuk yang rindang dan berdaun lebat, dengan bentuk bulat melebar. Daun pada tanaman asam adalah daun majemuk yang menyirip genap, dengan panjang berkisar antara 5 – 13 cm. Letaknya berseling dengan daun penumpu seperti pita yang berbentuk runcing, warnanya merah keputihan. Sedangkan anak daunnya lonjong menyempit, terdiri atas 8 – 16 pasang, dengan ukuran kurang lebih 1 x 3 cm tiap anak daunnya.

Anak daun tanaman asam ini bertepi rata, dengan pangkal miring dan bundar, dengan ujung membundar dan sedikit lekukan. Bunga pada tanaman asam tersusun dalam tandan yang renggang. Letaknya biasanya di ketiak daun atau di ujung ranting. Bunganya berbentuk kupu-kupu dengan kelopak 4 buah dan memiliki mahkota 5 buah. Bunga tanaman asam memiliki aroma cukup harum.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.2

Adapun buah asam dari tanaman ini berbentuk polong yang menggelembung. Bentuk buahnya hampir silindris yang membengkok ataupun lurus. Biasanya di antara dua bijinya akan mengalami penyempitan sehingga menyebabkan bentuk polongnya berlekuk. Tiap tandan mampu menghasilkan beberapa buah asam beserta biji-biji di dalam daging buahnya. Kulit buahnya bertekstur keras dan berwarna coklat atau kelabu bersisik. Di kulit buahnya terdapat urat-urat yang mengeras dan liat layaknya benang.

Baca juga :

Daging buah asam akan berwarna putih kehijauan saat masih muda. Warnanya akan berubah merah kecoklatan hingga kehitaman apabila sudah matang. Rasa dagingnya dominan asam dengan sedikit rasa manis. Di dalam daging buahnya yang bertekstur lengket terdapat biji berbentuk agak persegi dan berwarna coklat kehitaman yang keras serta mengkilap. Buah asam yang sudah sangat matang dan telah dikeringkan sering disebut dengan asam kawak.

B. Pembibitan Tanaman Asam Jawa.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.6

Pembibitan tanaman asam Jawa dapat dilakukan melalui biji maupun dengan cara cangkok. Untuk pembibitan dengan cara biji, sebaiknya dipilih biji asam Jawa yang benar-benar sehat dan bebas hama atau penyakit. Biji asam Jawa yang sehat dan unggul biasanya dapat dilihat dari bentuk fisiknya yang tanpa cacat. Biji asam Jawa dapat disemaikan di dalam polybag yang telah diisi dengan media tanah bercampur pupuk kandang kering dan sekam. Biji asam Jawa akan berkecambah ketika sudah berusia kira-kira 1 minggu setelah ditanam.

Pada saat tumbuh kecambah ini, polybag sebaiknya dihindarkan dari cahaya matahari secara langsung untuk menghindari kecambah menjadi layu. Apabila bibit tanaman asam Jawa tersebut sudah mencapai ketinggian antara 30 – 50 cm, maka sudah dapat dipindahkan ke media tanam lain, semisal lahan pekarangan atau pot.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.7

Pada kenyataannya, pembibitan tanaman asam Jawa lebih sering dilakukan melalui proses cangkok. Hasil dari proses cangkok ini akan menghasilkan tanaman asam yang sifatnya mirip dengan induknya. Oleh karena itu, untuk mencangkok tanaman asam, kita harus memilih indukan tanaman asam yang unggul. Dalam hal ini tanaman asam induk haruslah tanaman yang sudah cukup tua usianya. Tanaman asam induk juga harus sehat dari hama dan penyakit.

Selain itu, tanaman asam induk harus memiliki akar dan batang kuat, serta produksi buahnya konsisten dan bagus. Setelah tanaman asam yang dijadikan indukan siap, maka dapat dilakukan proses pencangkokan. Untuk mencangkok tanaman asam, pilihlah cabang tanaman asam yang tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Kupaslah cabang tersebut kurang lebih sepanjang 5 cm. Biarkan kupasan tersebut selama beberapa hari untuk mengeringkan getah dan kambiumnya.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.8

Setelah dianggap benar-benar kering dan hilang kambiumnya, tutup kupasan tersebut dengan tanah berkompos halus hingga merata. Kemudian tutuplah dengan plastik transparan yang telah diberi lubang pengairan atau menggunakan coco peat. Siramilah hasil cangkokan tersebut dua kali sehari, pagi dan sore. Biasanya waktu mencangkok yang ideal adalah pada awal musim penghujan. Hal tersebut bertujuan agar hasil cangkokan tetap terjaga kelembapannya. Di samping itu akan meringankan tugas kita dalam hal penyiraman.

Setelah kira-kira dua minggu, dari cangkokan tersebut akan tumbuh akar baru. Biarkan akar baru tersebut hingga berumur sekitar 1 – 1,5 bulan. Biasanya pada usia tersebut, akar hasil cangkokan sudah cukup kuat. Potonglah bagian cangkokan tersebut dengan hati-hati dan siap dipindahkan ke media tanam seperti lahan pekarangan atau pot.

C. Menanam Bibit Tanaman Asam Jawa di Lahan atau di Pot.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.10

Untuk menanam bibit tanaman asam Jawa di lahan pekarangan atau kebun, tidak jauh bedanya dengan cara menanam bibit-bibit tanaman lain. Bersihkan terlebih dahulu area tanam dari gulma atau tanaman pengganggu yang sekiranya dapat mengganggu pertumbuhan bibit tanaman asam. Lalu buatlah lubang galian dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Biarkan lubang galian beberapa hari untuk menghilangkan organisme-organisme tanah yang tidak dikehendaki.

Campurlah tanah galian dengan pupuk kandang kering dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Masukkan campuran tersebut hingga sepertiga lubang galian. Letakkan bibit yang hendak ditanam dengan posisi tegak di tengah-tengah lubang. Lalu masukkan sisa campuran tanah, pupuk, dan sekam hingga menutupi lubang. Padatkan dengan injakan kaki atau menggunakan alat. Agar bibit tanaman asam tidak mudah roboh terkena air siraman atau air hujan, pasanglah ajir. Ajir dapat dibuat dari belahan bambu dengan panjang kurang lebih 1 meter.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.9

Alangkah baiknya apabila dibuatkan saluran air yang mengelilingi area tanam sehingga akar tidak tergenang. Hal ini bertujuan agar akar tanaman asam nantinya tidak membusuk akibat genangan air. Untuk menanam bibit tanaman asam di pot, dapat dilakukan dengan media pot yang memiliki diameter 60 cm atau lebih. Atau juga dapat digunakan drum bekas sebagai pengganti media pot. Sama halnya dengan menanam di lahan pekarangan, perlu dipersiapkan pula campuran tanah, pupuk kandang kering, dan sekam sebagai pengisi pot atau drum.

Masukkan campuran tersebut hingga sepertiga pot atau drum. Letakkan bibit tanaman asam tepat di tengah-tengah dengan posisi tegak. Masukkan kembali campuran tanah, pupuk, dan sekam hingga pot atau drum hampir penuh. Lalu padatkan bagian atasnya dengan menekannya menggunakan tangan atau alat bantu lainnya. Pasanglah juga ajir untuk menahan bibit tanaman asam agar tidak mudah roboh.

D. Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Asam Jawa.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.11

Pemeliharaan dan perawatan tanaman asam Jawa termasuk tidak rumit. Kita dapat memberi pupuk NPK sebulan sekali untuk merangsang pertumbuhan akar, batang, dan buah asam. Teknik pemupukannya dapat dilakukan dengan cara disebarkan pada daerah sekitar perakaran. Atau juga dengan teknik pengocoran pada tanaman secara langsung. Untuk penyiraman dapat dilakukan dua kali sehari, yaitu di pagi hari dan di sore hari. Intensitas dan kuantitas penyiraman juga dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca.

Baca juga :

Rata-rata penanaman bibit tanaman akan dilakukan pada saat musim penghujan. Selain meringankan tugas kita dalam hal penyiraman, kelembapan tanah di area tanam lebih terjaga saat musim penghujan.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.12

Selain pemupukan dan penyiraman, diperlukan pula pemangkasan dan penyiangan agar bibit tanaman asam Jawa dapat tumbuh secara maksimal. Pemangkasan dapat dilakukan apabila cabang dan daun tanaman asam Jawa dirasa sudah terlalu banyak sehingga dapat menghambat perangsangan buahnya. Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan tanaman pengganggu atau gulma yang biasanya tumbuh di sekitar area tanam. Singkirkan dan bakarlah tanaman pengganggu atau gulma yang telah dicabut agar tidak tumbuh lagi.

E. Manfaat Tanaman Asam Jawa dalam Kehidupan Manusia.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.13

Biasanya pada usia menginjak tiga tahun, tanaman asam Jawa sudah mulai menghasilkan buah. Buah asam Jawa ini sangat jarang dikonsumsi secara langsung. Hal ini dikarenakan rasa buah asam Jawa yang lebih dominan asam daripada manisnya. Oleh karena itu, buah asam biasanya dimanfaatkan sebagai bahan campuran ataupun diolah terlebih dahulu sebelum dinikmati. Buah asam Jawa banyak mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalsium, dan zat besi.

Buah asam Jawa dimanfaatkan sebagai bahan jamu, minuman segar, permen, dan lain sebagainya. Buah asam yang sudah lama disimpan dan dikeringkan, biasa dikenal dengan istilah asam kawak, merupakan produk yang sangat laku. Bahkan produk ini telah menjadi perdagangan antarnegara. Buah asam Jawa yang sudah matang dan segar bermanfaat sebagai obat pencahar dan penambah nafsu makan. Asam kawak ini biasa digunakan sebagai bahan pembuat sirup, selai, maupun gula-gula. Asam kawak juga dapat diolah menjadi madu asam yang sangat berkhasiat.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.14

Asam kawak ini akan dijemur di tempat tertutup hingga mengeluarkan cairan coklat kehitaman. Cairan inilah yang dikenal sebagai madu asam. Cairan ini berkhasiat sebagai penyembuh sariawan dan jamur pada mulut. Sementara buah asam Jawa yang masih muda dan berwarna hijau dimanfaatkan untuk memberi rasa asam yang pekat pada makanan yang berasal dari ikan atau daging. Selain buahnya, bagian-bagian dari tanaman asam Jawa juga dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia.

Di Jawa, daun tanaman asam Jawa, yang dikenal dengan istilah sinom, biasanya diolah bersama kunyit dan dijadikan jamu tradisional. Manfaat dari mengonsumsi olahan ini bermanfaat menambah kesegaran tubuh. Selain itu dapat manfaatnya dipercaya dapat memperlancar air susu ibu (ASI) dan mengurangi nyeri sendi. Daun muda dari tanaman asam Jawa ini juga bisa direbus dan diminum untuk menyembuhkan batuk dan demam. Adapun biji buah asam Jawa dapat ditumbuk dan dijadikan tepung untuk membuat kue dan roti.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.15

Biji buah asam juga dapat dikonsumsi dengan cara direbus atau dipanggang terlebih dahulu. Biji asam Jawa juga dapat dibuat sebagai minyak yang mirip dengan minyak biji rami. Minyak dari biji asam Jawa ini dimanfaatkan sebagai bahan vernis dan cat. Selain itu, biji buah asam sering digunakan anak-anak untuk bermain congklak atau dakon. Kulit kayu tanaman asam Jawa biasanya ditumbuk dan digunakan sebagai bahan obat penyembuh bisul, borok, dan ruam.

Sementara kayu batangnya yang memiliki karakter keras dan padat, sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan mebel, patung, dan ukir-ukiran. Anak-anak juga sering memanfaatkan kayu asam Jawa sebagai bahan pembuat mainan gasing.

F. Hama dan Penyakit pada Tanaman Asam Jawa.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.16

Sebagai tanaman produktif, tanaman asam Jawa juga sering dihinggapi hama dan penyakit. Hama yang biasanya menyerang tanaman asam Jawa antara lain cacing, rayap, ulat pemakan daun, kutu bubuk, serangga, penggerek, dan kutu perisai. Hama-hama tersebut akan menyerang bagian akar, batang, daun, dan buah dari tanaman asam Jawa.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.18

Sementara untuk penyakit yang biasanya menyerang tanaman asam Jawa adalah penyakit busuk pohon dan bakteri bercak daun. Hama dan penyakit tersebut apabila tidak ditanggulangi sedari awal akan menyebabkan tanaman asam Jawa rusak dan tidak produktif, bahkan mati. Untuk penanggulangannya dapat melalui cairan insektisida yang disemprotkan secara langsung kepada tanaman asam jawa. Selain hama dan penyakit, sebenarnya ada satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan budidaya tanaman asam Jawa tersebut.

Faktor tersebut adalah kelembapan udara. Kelembapan udara sangat berpengaruh pada pertumbuhan akar, batang, daun, buah, dan biji tanaman asam Jawa.

Budidaya-tanaman-asam-jawa-di-lahan-pekarangan-atau-pot.17

Demikian tulisan mengenai budidaya tanaman asam Jawa. Tulisan ini diharapkan dapat turut membantu para penggemar tanaman dalam membudidayakan tanaman asam Jawa. Apabila Anda kesulitan untuk mendapatkan bibit tanaman asam Jawa yang berkualitas dengan harga murah, Anda dapat membelinya secara online di situs www.higaragro.com.

Selain bibit tanaman asam Jawa, di situs tersebut juga dijual banyak bibit-bibit tanaman unggul lainnya. Anda dapat membelinya dengan cara grosir ataupun eceran. Tersedia juga beragam alat dan media yang dibutuhkan Anda manakala berkebun. Apabila memiliki waktu luang, kunjungilah lokasi penjualannya secara langsung di Dusun Gulunan RT 02/RW 02, Desa Kaliboto, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah, 57752.