0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Whatsapp 81238728886

Pusat Grosir Bibit Tanaman No 1 di Indonesia

Ketahui Penyebab Ujung Daun Durian Kering dan Cara Mengatasinya Yuk

Daun durian sering rontok dan ujung daun durian sering mengering? Bagaimana sih mengatasinya? Ini adalah salah satu masalah yang sering dikeluhkan oleh pembudidaya tanaman durian. Nah jika Anda sering mengeluhkan hal demikian, ketahui penyebab dan cara mengatasinya yuk.

Kami higaragro akan sedikit membahas apa saja penyebab ujung daun durian menjadi kering dan Kami akan memberitahukan kepada Anda bagaimana untuk mengatasinya.

Penyebab Ujung Daun Tanaman Durian Mengering Dan Cara Untuk Mengatasinya

Ujung daun buah durian disebabkan oleh penyakit. Hal ini diketahui, bahwa tanaman durian memang selain diserang oleh hama juga diserang oleh penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang menyerang seperti virus, bakteri, jamur atau cendawan, ada pula penyakit fisiologis yang menyerang tanaman durian. Jenis penyakit fisiologis ini bukan berasal dari hewan maupun jamur tetapi biasanya dikarenakan faktor lingkungan, cuaca dan kurangnya prasyarat tumbuh.

Ciri dari penyakit fisiologis ini adalah ujung yang daun durian yang mengering. Tanaman durian yang terserang penyakit ini ditandai dengan mengeringnya bagian ujung daun dan pinggir – pinggir daun dan berwarna coklat. Adapun penyebab dari ujung daun mengering adalah :

  • Tanaman Durian Kekurangan Unsur Mikro Zn.

Penyakit fisiologis ini dapat mempengaruhi fotosintesis daun, kekurangan Znbiasanya terjadi pada media tanam yang sudah lama digunakan, daerah yang lembab, tanah-tanah yang asam sampai sedikit netral. Penanggulangan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan penyemprotan unsur mikro Zn pada daun.

  • Tanaman Durian Kekurangan Air

Penyebab ujung daun durian mengering yang kedua adalah tanaman durian kekurangan air. Hal ini seringkali terjadi pada tanaman yang ditanam dalam pot yang media tanamnya sudah tidak baik atau mengeras. Sehingga meskipun rutin disiram air tidak meresap kedalam tanah mengakibatkan tanaman kekurangan air. Untuk mnengatasinya, Anda bisa melakukan penggantian media tanam dengan yang baik. Media tanam yang digunakan misalnya campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1.

Setelah itu lakukan penyiraman rutin, pada musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari, bisa pagi atau sore hari. Sedangkan pada musim hujan penyiraman hanya dilakukan apabila media tanam terlihat kering. Setelah kebutuhan air telah tercukupi kondisi daun tanaman akan berangsur pulih.

Baca : 10 jenis buah durian yang paling banyak dicari

  • Penggunaan Pupuk Kandang/Kotoran Hewan Yang Baru

Penggunaan kotoran hewan untuk keperluan tanaman memang cukup bagus. Akan tetapi, penggunaan kotoran yang baru keluar dari perut hewan ternak jangan langsung digunakan sebagai pupuk, karena masih dalam proses penguraian yang menimbulkan suhu yang tinggi. Sehingga akan lebih baik jika menggunakan pupuk yang sudah lama. Jika menggunakan yang baru, maka tanaman akan layu bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Proses penguraian kotoran oleh bakteri akan selesai setelah kandungan karbon pada kotoran ternak menurun tinggal sedikit. Pada kondisi ini kotoran hewan tersebut telah mengalami pematangan ditandai dengan suhunya sudah dingin, sehingga sudah dapat digunakan sebagai pupuk organik dan bisa diaplikasikan untuk pemupukan tanaman.

Maka dari itu jika menggunakan pupuk kandang untuk campuran media tanam ataupun pupuk, gunakanlah pupuk kandang yang sudah matang atau sudah di fermentasi. Jika sudah terlanjur, segera lakukan penggantian media tanam. Semoga bermanfaat !

1
Silahkan... Mau pesan bibit apa?
Powered by