0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Whatsapp 81238728886

Pusat Grosir Bibit Tanaman No 1 di Indonesia

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Jambu Kristal


Jambu kristal merupakan salah satu jenis jambu biji yang sangat digemari oleh semua masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan meskipun masih termasuk kedalam jenis jambu biji, jambu yang satu ini tidak memiliki biji. Sehingga Anda tidak perlu repot – repot untuk membuang bijinya.

Selain itu, jambu kristal juga memiliki keunggulan yang terletak pada daging buahnya yang tebal dan bertekstur renyah. Untuk rasanya tidak perlu diragukan lagi, jambu jenis ini menawarkan citarasa buah yang manis, renyah, dan menyegarkan karena memiliki kandungan air yang cukup melimpah.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Jambu-Kristal-Murah-online-di-kota-kabupaten.2

Menurut penelitian, ditemukan fakta bahwa di dalam buah jambu kristal ternyata memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, omega 3 dan 6. Bahkan kandungan vitamin C yang ada pada jambu ini 8 kali lebih banyak daripada kandungan vitamin C yang ada pada jeruk lemon.

Mengkonsumsi jambu kristal juga sudah terbukti mampu memberikan berbagai macam manfaat untuk kesehatan seperti mencegah sembelit dan menjaga kesehatan kulit.

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Psidium Guajava ini dapat tumbuh subur pada daerah dataran rendah atau daerah dataran tinggi mencapai 1200 mdpl. Dalam hal budidaya, perawatan jambu kristal tergolong mudah.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Jambu-Kristal-Murah-online-di-kota-kabupaten.4

Namun terkadang budidaya jambu kristal juga dapat mengalami masalah dikarenakan adanya hama dan penyakit yang menyerang sehingga dapat menyebabkan kualitas buah menurun atau bahkan gagal panen.

Nah untuk mengantisipasi hal ini, tidak ada salahnya jika Anda mengetahui hama dan penyakit apa saja yang sering menyerang tanaman jambu kristal. Serta bagaimana cara menanganinya. Yuk simak ulasan berikut.

Hama

  1. Ulat Keket atau Ulat Jedung (Attacus atlas).

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.3

Ulat ini merupakan fase larva dari kupu – kupu gajah. Ulat keket memiliki ciri fisik berupa kulit yang berwarna hijau, terdapat semacam tepung putih pada tubuhnya, memiliki tonjolan seperti tanduk, dan memiliki corak garis kuning.

Ukuran ulat ini sebesar ibu jari orang dewasa. Ulat keket menyerang tanaman jambu kristal dengan cara memakan daunnya. Tetapi biasanya hanya menyerang daun yang masih muda atau pucuk tanaman.

Ulat ini dapat memakan habis semua daun pohon jambu. Pohon yang terkena serangan berat dapat mengalami kerontokan daun. Kupu gajah biasanya meletakan telurnya dipermukaan daun bagian bawah saat malam hari. Telur tersebut akan menetas menjadi ulat yang merugikan tanaman jambu kristal.

Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lahan dari gulma atau rumput – rumput liar. Pengendalian biologis dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan organisme seperti parasit telur Telenomus sp., jamur entomopatogen Beauveria sp., Bacillus Thuringiensis, dan Metarhizium sp.

Sedangkan pengendalian mekanis dapat dilakukan dengan membuang ulat keket secara langsung. Jika serangan terlalu besar, pengendalian hama dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida sesuai dosis anjuran.

  1. Ulat Api (Setora itens).

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.4

Dinamakan ulat api karena ulat ini memiliki semacam duri pada tubuhnya. Apabila tersentuh, ulat ini akan menyuntikan racun yang bersifat lokal tetapi terasa sangat panas seperi terbakar api. Ulat api memiliki tubuh berwarna hijau muda dengan garis membujur yang berwarna biru – coklat.

Gejala serangan ulat ini berupa terdapat lubang pada daun yang lama kelamaan hanya menyisakan tulang daunnya saja. Imago ulat api berupa ngengat berwarna coklat yang aktif pada saat malam hari.

Untuk pengendaliannya dapat menggunakan entomopathogen Bacill. Selain itu dapat juga dengan menanam bunga pukul 8 (Turnera Subulata) disekitar tanaman jambu kristal. Bunga pukul 8 merupakan musuh alami bagi ulat api. Jika serangan sudah tidak dapat dikendalikan lagi, penggunaan insektisida dengan cara semprot atau fogging boleh Anda lakukan.

  1. Ulat bulu (Trabala sp).

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.5

Ulat bulu ini memiliki warna yang bermacam – macam seperti kuning dan coklat. Ulat ini memiliki ciri khas pada bulu bagian depan tubuhnya yang melengkung mirip seperti tanduk. Selain itu, ulat ini juga memiliki garis melintang berwana putih dengan titik – titik hitam di tubuhnya.

Seperti ulat lainnya, ulat bulu menyerang tanaman jambu kristal dengan cara memakan daunnya. Pengendalian hama ini dapat dilakukan menggunakan musuh alaminya yang berupa entomopathogen, parasitoid dan juga predator hama.

  1. Ulat Kantong (Lepidoptera: Psychidae).

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.6

Dinamakan ulat kantong karena hewan ini sering membuat rumah menggunakan seresah dan tangkai kering yang berbentuk seperti kantong untuk bersembunyi. Gejala kerusakan yang dibuat oleh hama ini bisa dilihat dari lubang – lubang yang tedapat pada daun.

Pengendalian ulat kantong lebih efektif dengan menggunakan insektisida yang disuntikan langsung kedalam tanaman karena penyemprotan tidak efektif mengingat hama ini terlindung didalam kantongnya.

  1. Ulat Pucuk (Pyralidae).

Seperti namanya, ulat ini menyerang pucuk muda tanaman (baik daun atau buah) sehingga tanaman tidak dapat tumbuh lagi karena titik tumbuhnya mati. Ulat pucuk akan masuk kedalam celah – celah diantara pucuk muda atau menggulung daun mudanya dan memakannya dari dalam.

Selain itu, ulat ini juga memakan bakal buah yang baru muncul sehingga ketika besar, buahnya menjadi tidak sempurna. Pengendalian hama yang satu ini tergolong sulit karena kemampuannya yang dapat menggulung daun untuk bersembunyi di dalamnya. Disarankan dengan menggunakan entomopathogen atau menggunakan metode trunk injection.

  1. Ulat Jengkal / Ulat Kilan (Geometridae).

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.6

Ulat ini sangat mudah dikenali dari cara bergeraknya yang mirip seperti tangan yang sedang mengukur sesuatu dengan jengkal. Ulat ini cukup sulit dicari dan ditemukan karena kemampuan kamuflase yang dimilikinya. Warna tubuhnya pun hampir sama seperti warna kulit pohon jambu kristal.

Ulat jengkal menyerang tanaman jambu kristal dengan cara memakan daunnya sampai habis. Untuk pengendaliannya dapat dilakukan dengan membuang ulat ini secara langsung atau penyemprotan pestisida nabati berbahan ekstrak daun mimba. Jika serangan sudah parah dapat menggunakan insektisida kimia Corsair 100 EC, Matador 25 EC, Sherpa 50 EC, dan Atabron 50EC.

  1. Kutu Perisai.

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.7

Kutu perisai menyerang daun tanaman secara bergerombol. Gejala serangan yang ditimbulkan berupa klorosis pada daun bagian atas dan jika daun dibalik, Anda akan menemukan kutu perisai yang bergerombol.

Hama ini menghisap cairan daun sehingga daun akan terlihat pucat. Jika seranga sudah parah dapat menyebabkan daun jambu kristal menjadi rontok. Pengendalian hama ini cukup mudah, yakni dengan melakukan pemangkasan, penyemprotan air bertekanan tinggi, dan penyemprotan cairan detergen.

  1. Kutu Daun (Aphys Gossypii).

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.8

Kutu daun ini biasanya hidup bersembunyi dibawah permukaan daun karena hama ini tidak menyukai terik matahari. Kutu ini menyerang daun muda atau pucuk daun sehingga daun menjadi keriting dan terlipat.

Kutu daun menghisap cairan di dalam daun menggunakan mulutnya yang berbentuk seperti jarum. Selain merugikan tanaman secara langsung, kutu daun juga menjadi faktor utama pembawa penyakit yang bisa menyerang jambu kristal.

Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan mengurangi pemberian pupuk N pada tanaman, penggunaan insektisida kimia berbahan aktif (monokrotophos, profenofos, methidathion,malathion,phosphamidon), atau penggunaan pestisida nabati dengan daun tembakau.

  1. Kutu Putih (Paracoccus marginatus).

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.9

Seperi namanya, kutu ini memiliki tubuh yang berwarna putih dan biasanya pada area hidupnya terdapat bubuk seperti tepung yang juga berwarna putih.

Hama ini dapat ditemukan diseluruh bagian tanaman mulai dari daun, buah, bunga, hingga cabang – cabang muda. Serangan hama ini dapat menyebabkan daun menjadi layu dan menurunkan kualitas buah.

Pengendalian kutuh putih cukup sulit karena penyemprotan pestisida saja tidak akan berhasil akibat adanya lapisan lilin yang menyelimuti tubuh hewan ini. Untuk mengilangkan lapisan lilin pada kutu ini, Anda harus menyemprotkan larutan detergen terlebih dahulu, baru setelah itu dilakukan penyemprotan pestisida.

  1. Belalang.

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.10

Gejala yang ditimbulkan oleh serangan belalang adalah adanya bekas gigitan pada pinggir daun. Belalang merupakan hama yang sangat aktif karena dapat berpindah tempat dengan cepat. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan membersihkan gulma di sekitar tanaman.

Penggunaan ekstrak daun mimba juga baik digunakan sebagai pestisida alami untuk mengatasi serangan belalang. Penggunaan pestisida kimi juga boleh Anda lakukan jika serangan hama belalang sudah tinggi.

  1. Lalat Buah (Bactrocera carambolae).

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.11

Serangan lalat buah dapat menyebabkan jambu kristal menjadi membusuk. Lalat ini menempatkan telurnya kedalam buah jambu dengan cara menusuk ovopositornya kedalam buah. Selanjutnya telur akan menetas menjadi larva – larva kecil yang akan memakan daging buah dari dalam. hal inilah yang menyebabkan buah jambu menjadi busuk.

Gekala serangang yang dapat diamati adalah adanya titik – titik hitam bekas tusukan pada buah. Cara pengendalian hama ini adalah dengan membuang buah yang sudah terserang karena sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Untuk buah jambu kristal yang belum terserang, sebaiknya dilakukan pembungkusan untuk mencegah serangan lalat buah.

  1. Carpophilus sp.

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.12

Carpophilus sp. dikenal juga dengan nama penggerek buah dapat menimbulkan lubang kecil berwarna coklat pada buah. Untuk serangan berat, lubang tersebut semakin lama akan semakin membesar kemudian menjadi busuk.

Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan buah menggunakan insektisida atau dilakukan pembungkusan buah.

Penyakit

  1. Karat Merah (Cephaleuros).

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.13

Penyakit ini disebabkan oleh alga Cephaleuros sp. yang dapat menyebabkan bercak pada daun, bunga, dan buah. Penyakit ini juga disebut karat merah dikarenakan pada permukaan atas daun ditumbuhi talus yang tegak, dengan filament berwarna kuning hingga merah seperti karat.

Penyakit karat merah dapat menyebar melalui hembusan angin yang dapat membawa hifa pathogen. Selain itu, kontak langsung dengan bagian tanaman yang terinfeksi juga dapat menimbulkan penyebaran penyakit ini.

Pengendalian karat merah dapat dilakukan dengan membuang dan membakar bagian tanaman yang sudah terserang supaya tidak menular ke bagian tanaman lain yang masih sehat.

  1. Kanker Buah Pestalotia.

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.14

Gejala serangan penyakit ini berupa buah membusuk secara melingkar berwarna coklat. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan mengambil dan membakar bauh yang terinfeksi serta penyemprotan fungisida sejak buah yang masih kecil.

  1. Antraknosa (Collethotricum).

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.15

Penyakit ini dapat menyebabkan buah membusuk dan kematian pada pucuk tanaman. Buah yang membusuk biasanya terdapat spora jamur berwarna hitam. Jika penyakit ini menyerang pucuk daun muda, maka daun tersebut akan layu dan kemudian mati. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida.

  1. Embun Jelaga.

Pengendalian-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jambu-kristal.16

Jika pada daun jambu kristal terdapat semacam lapisan hitam seperti arang, hal itu merupakan gejala serangan embun jelaga yang disebabkan oleh jamur Triposporium sp. Jamur ini memiliki sifat non-parasit (tidak menginfeksi tanaman secara langsung).

Jamur Triposporium sp. muncul karena adanya embun madu yang dihasilkan oleh hama kutu yang menyerang tanaman jambu kristal terlebih dahulu. Embun madu inilah yang menjadi sumber makanan bagi pathogen embun jelaga.

Embun jelaga yang menutupi daun tanaman akan mengganggu proses fotosintesis jambu kristal. Hal ini menyebabkan pertumbuhan dan tingkat produktifitas tanaman menurun.

Demikian artikel mengenai Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Jambu Kristal. Dengan artikel ini diharapkan dapat turut membantu para penggemar tanaman dalam budidaya jambu kristal. Apabila Anda kesulitan untuk mendapatkan bibit tanaman jambu kristal yang berkualitas dengan harga murah, Anda dapat membelinya secara online di higaragro.

Selain bibit tanaman jambu kristal, di www.higaragro.com juga dijual banyak bibit-bibit tanaman unggul lainnya. Anda dapat membelinya dengan cara grosir ataupun eceran. Tersedia juga beragam alat dan media yang dibutuhkan Anda manakala berkebun. Apabila memiliki waktu luang, kunjungilah lokasi penjualannya secara langsung di Dusun Gulunan RT 02/RW 02, Desa Kaliboto, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah, 57752.

 

1
Silahkan... Mau pesan bibit apa?
Powered by